Please Stay With Me

Please Stay With Me
Ciuman Dakdakan



Masih di kantin belakang sekolah, Minato duduk di sebelah bangku Yuika.


"Bagaimana dengan liburanmu, apa kamu menikmatinya..?" Tanya Minato kepada Yuika.


"Ya kami sangat menikmatinya." Jawab Yuika.


"Apa kamu masih ingat hari dimana aku meneleponmu..? Saat itu kakek ingin bertemu denganmu, kebetulan kami berdua akan pergi berziara ke makam nenek, jadi kakek pikir ingin mengajakmu juga, tapi rupanya kamu telah kembali ke kota Otaru.


"Ya kami semua liburan ke Karuizawa hanya satu pekan saja." Jawab Yuika.


"Kata Yuika dia bertemu denganmu saat di pasar malam Karuizawa..? Apakah kamu juga berlibur di sana saat itu..?" Tanya Hana yang tiba-tiba saja datang dan duduk di sisi Minato.


"Ya, kami juga kebetulan berlibur ke sana." Jawab Minato.


Bell masuk pun berbunyi, mereka semua kembali ke ruang kelas.


Tampak ruang kelas 11 A telah ramai, seluruh siswa dan siswi rupanya telah hadir di ruang keras itu.


Yuika berjalan masuk dan di ikuti oleh Miki dan juga Hana serta Minato dan Mizuki.


Mereka semua kini telah berada di dalam ruang kelas dan duduk di tempat duduk mereka masing-masing, beberapa menit kemudian seorang guru masuk ke dalam ruang kelas itu.


Pak Yamamoto adalah nama guru yang akan menjadi wali kelas mereka sekarang.


"Selamat pagi anak-anak..?" Pak guru Yamamoto berdiri di depan papan tulis sambil menyapa seluru murid-murid perwaliannya.


"Selamat pagi pak..!" Sahut para murid serentak.


"Perkenalkan bapak adalah wali kelas kalian yang baru, bapak yang akan bertanggung jawab selama kalian berada di kelas 11 A ini." Ucap pak guru Yamamoto.


"Bapak harap kalian semua adalah murid-murid yang cerdas dan taat kepada peraturan di kelas ini." Pak Yamamoto berjalan mondar mandir sambil memperhatikan para siswa dan siswi dengan seksama.


"Kalian semua, silakan memperkenalkan diri kalian kepada bapak, mulai dari murid yang duduk di bangku paling belakang, silakan perkenalkan dirimu..!" Pak Yamamoto menunjuk salah satu siswa yang duduk di pojok belakang.


Kemudian siswa itu mulai memperkenalkan dirinya dan begitulah dengan siswa selanjutnya hingga seluruh murid telah meperkenalkan diri mereka masing-masing.


"Ok anak-anak, Pagi ini kita awali hari cukup dengan perkenalan diri kalian saja, hari ini kita tak akan belajar, pelajaran kita akan mulai besok, tapi bapak harap kalian semua jangan terburu-buru pulang karena seperti yang di perintahkan kepala sekolah, pagi ini kita akan kerja bakti bersama membersikan seluruh gedung dan halaman sekolah, jadi bapak harap kepada kalian semua untuk tetap berada di sekolah." Pinta pak guru Yamamoto.


Kemudian pak guru Yamamoto pergi meninggalkan ruang kelas.


Miki dan juga Hana tampak berdiri dan mengambil tas mereka yang diletakan di atas meja, sepertinya mereka berdua juga hendak pergi keluar dari ruang kelas.


"Kalian mau kemana..?" Tanya Yuika.


"Ke lapangan sekolah." Jawab Miki seraya berjalan.


"Tunggu aku..!" Yuika yang juga berjalan mengikuti Miki.


Di lapangan sekolah, tampak sudah banyak murid yang berbaris menunggu arahan dari kepala sekolah SMA 1 Otaru.


Miki, Yuika dan juga Hana juga tampak telah ikut bergabung dalam barisan kelas 11.


Sesaat kemudian, bapak kepala sekolah SMA 1 Otaru telah tiba di lapangan.


"Selamat pagi..! Salam sejahtera untuk kalian semua. Di pagi yang cerah ini, bapak ingin menyampaikan kepada anak-anakku yang telah naik kelas, selamat atas upayah kalian dan untuk anak-anakku kelas 10 yang baru bergabung di SMA 1 Otaru, selamat datang kepada kalian semua. Dalam kesempatan kali ini bapak hanya ingin menyampaikan kepada semua anak-anakku yang bapak banggakan, untuk mau bekerja sama membersikan sekolah kita, agar besok saat pelajaran dimulai kita bisa belajar dengan baik dan tenang. " Ucap bapak kepala sekolah SMA 1 Otaru berpidato panjang lebar di atas panggung lapangan sekolah.


Sesuai arahan para guru-guru, semua murid kemudian membersikan halaman dan gedung-gedung sekolah.


Miki, Hana dan juga Yuika kembali ke ruang kelas 11 A, untuk membersihkan ruang kelas mereka.


Ketiga remaja itu membagi tugas masing-masing.


Miki dan Yuika menyapu lantai ruangan sedangkan Hana membersikan kaca jendela yang tampak telah berdebu.


Pagi itu di sekolah SMA 1 Otaru, tampak seluruh murid tengah sibuk membersikan sekolah mereka.


Matahari terbit dan mulai terasa panas, para murid juga tampak telah berhenti membersihkan halaman sekolah, halaman sekolah kini tampak menjadi bersih dan indah di pandang mata.


Pukul 10:20 dini hari di sekolah SMA 1 Otaru, terlihat hampir semua murid telah meninggalkan sekolah, hanya ada beberapa siswa yang masih berada di depan pintu gerbang sekolah tengah berdiri menunggu jemputan mereka.


Hana, dan Miki juga tampaknya telah kembali ke rumah.


Sementara itu Yuika tampak telah berada di stasiun Kereta Api menunggu kedatangan Kereta.


Minato baru saja meninggalkan gedung sekolah dan berjalan menuju stasiun Kereta Api.


"Hey..!" Sapa Minato kepada Yuika saat ketika telah tiba di stasiun Kereta Api.


"Hey..!" Yuika tersenyum membalas sapaan Minato.


"Jam berapa keretanya akan tiba..?" Tanya Minato sambil memperhatikan jam yang ia pakai di tangannya.


"Sekitar 20 menit lagi." Jawab Yuika.


Minato kemudian berdiri dan berlalu pergi dari stasiun Kereta Api, Yuika yang memperhatikannya merasa heran.


"Dia mau kemana..!" Ucap Yuika dalam hati.


10 menit kemudian Minato telah kembali sambil membawa sebuah buku komik.


Yuika tersenyum sambil memperhatikan Minato yang berjalan ke arahnya.


"Apa kamu suka membaca komik..?" Tanya Yuika sambil memperhatikan buku cerita yang di pegang Minato.


"Ya, kebetulan hari ini chapter terbaru telah rilis, aku tak ingin ketinggalan membacanya." Jawab Minato sambil duduk di samping Yuika.


Setelah beberapa menit menunggu, Kereta Api akhirnya datang, Yuika dan Minato lalu masuk ke dalam kereta dan duduk berdampingan.


Di dalam Kereta Yuika tersenyum sambil memperhatikan Minato yang sedang asyik membaca komik.


"Apa ceritanya menarik..?" Tanya Yuika.


"Ya, ceritanya sangat seru, aku sudah sangat lama membaca komik ini dari awal chapter sampai sekarang." Ucap Minato.


"One Piece..!" Yuika membaca tulisan yang tertera di cover komik tersebut.


"Apa kamu tidak suka membaca komik..?" Tanya Minato.


"Aku juga suka membaca komik, tapi aku lebih suka cerita romansa." Jawab Yuika.


"Benarkah..! Aku punya beberapa novel romansa, jika kamu mau nanti aku akan memberikannya untukmu." Ucap Minato sambil terus membaca komik yang di pegangnnya.


Kereta api akhirnya telah berhenti, kedua remaja itu kemudian keluar dari dalam Kereta dan melanjutkan perjalanan mereka.


Cuaca di kota Otaru tidak begitu panas siang itu.


Bulan agustus adalah awal memasuki musim dingin, hanya tinggal menghitung hari kota itu akan menjadi kota yang dingin karena berubahnya cuaca.


Yuika dan Minato berjalan menyusuri jalan setapak. Minato berjalan sambil membaca komik yang baru di belinya.


Karena berjalan tanpa melihat langka kakinya, pria itu tak sengaja menginjak sebuah lobang yang ada di jalan itu.


Yuika lalu tertawa saat menyaksikan Minato yang hampir saja tersungkur ke sisi jalan


"Hampir saja..!" Seru Minato.


"Berjalanlah dengan hati-hati..! Sebaiknya kamu berhenti dulu membaca komik ini, bukankah kamu bisa membacanya saat tiba di rumah nanti..!" Yuika mengambil komik dari tangan Minato dan memasukannya ke dalam tas milik Minato.


"Ya, benar juga." Sahut Minato tersenyum malu.


Hanya beberapa langka dari tempat kejadian Minato hampir terjatuh, terdapat sebuah batu tergeletak di jalan itu yang berada di depan Yuika, sehingga membuat gadis itu hampir terjatuh saat tak sengaja menginjaknya, namun Minato yang dengan sigapnya menahan tubuh Yuika sehingga mereka berdua pun saling berangkulan,


bahkan bibir Minato tak sengaja mencium pipi sebelah kanan Yuika.


"Maaf, aku tak bermaksud..." Seru Minato dengan posisi masih memeluk Yuika.


Yuika melepaskan tubuhnya dari pelukan Minato, gadis cantik itu merasa sangat malu sehingga seluruh bagian wajahnya menjadi merah.


"Apa kamu baik-baik saja." Tanya Minato lagi.


"Ya, aku baik-baik saja." Yuika berjalan sambil mempercepat langkahnya.


Minato yang juga menjadi malu mengikuti Yuika dan berjalan di belakang gadis itu.


Di sepanjang jalan kedua remaja itu tampak hanya terdiam dan terus berjalan.


Saat telah tiba di persimpangan jalan,


"Sampai nanti." Ucap Yuika.


"Baiklah, sampai bertemu besok. Hati-hati di jalan." Sebelum berpisah Minato kembali mengingatkan Yuika.


"Ya baiklah." Sahut Yuika sambil menundukan pandangannya.


Gadis itu merasa sangat malu sampai-sampai dia tak ingin memperlihatkan wajahnya kepada Minato.


Kemudian Yuika berjalan berlalu pergi meninggalkan Minato, begitu pula Minato yang juga berjalan meneruskan perjalanan menuju arah rumahnya. Pria itu tampak sesekali memegang bibirnya sambil tersenyum. Terlihat raut wajahnya menjadi merah karena merasa malu, namun di dalam hatinya dia merasa bahagia dan berbunga-bunga.