Please Stay With Me

Please Stay With Me
Rencana Liburan Musim Panas



Cuaca yang sangat panas membuat semua orang yang berada di stasiun Kereta api menjadi gerah. AC yang terpasang pada ruang tunggu stasiun tampak sudah tidak berfungsi dengan layak.


Yuika yang duduk di sana tampak sedang mengusap keringat di wajahnya menggunakan sebuah sapu tangan.


Hari ini dia dan Miki telah berjanji akan bertemu di gedung SMA 1 otaru. Mereka berdua akan menemui pak guru Inuiki.


Pukul 04:00 sore, Kereta Api baru saja tiba, Yuika segera memasuki Kereta Api. Di dalam kereta Yuika merasa lega karena AC di dalam Kereta masih berfungsi dengan sangat baik.


Kereta Api melaju sangat kencang membawa Yuika ke tempat tujuan.


Yuika telah tiba di depan gerbang sekolah SMA 1 Otaru, karena libur panjang di musim panas, gerbang sekolah itu tampak tertutup.


Yuika berdiri di bawah pohon sakura dekat pintu gerbang sambil menunggu kedatangan Miki.


Setelah beberapa menit menunggu Miki akhirnya datang sambil memegang payung dia berjalan menghampiri Yuika yang sedang berdiri di bawah pohon sakura menunggu kedatangannya.


"Maaf, aku datang terlambat, apakah kamu sudah lama menungguku..?" Tanya Miki yang merasa bersalah.


"Ya lumayan lama, tapi tidak masalah kamu sekarang sudah di sini." Jawab Yuika.


Miki tersenyum memandang Yuika sambil datang memayunginya


"Ayo kita jalan..!" Ucap Miki.


Kedua remaja itu lalu berjalan menuju rumah pak guru Inuiki yang tak jauh dari gedung sekolah SMA 1 Otaru.


Jalan raya tampak sepi, mungkin karena cuaca yang sangat panas di kota itu, maka hampir semua orang memilih berada di dalam rumah mereka masing-masing.


Sebelum pergi menuju rumah pak Inuiki, Miki dan juga Yuika singga sebentar di sebuah mini market yang mereka temui di pinggir jalan.


Mereka membeli minuman dingin dan beberapa buah permen.


Setelah menghilangkan rasa dahaga, kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah pak Inuiki.


"Selamat siang..!" Teriak Miki sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah pak guru Inuiki.


Ken yang berada di dalam rumah segera membukakan pintu.


"Selamat siang..!" Sahut Ken sambil tersenyum melihat kedatangan Yuika dan juga Miki.


"Apakah pak Inuiki ada di rumah..?" Tanya Miki sambil ikut tersenyum membalas senyuman dari Ken.


"Ya, ayo silakan masuk, aku akan memanggilnya dulu..!" Ucap Ken sambil mempersilahkan Yuika dan Miki masuk ke dalam rumah.


Ken merasa sangat senang karena bisa berjumpa dengan Yuika.


Dia kemudian pergi menuju kamar kakaknya.


"Kak Inu..! Yuika dan Miki ada di sini, mereka datang ingin bertemu denganmu." Teriak Ken sambil mengetuk pintu kamar pak Inuiki.


"Ya, kakak akan menemui mereka, suru saja mereka masuk." Sahut pak Inuiki dari dalam kamar.


Kemudian Ken kembali menemui Yuika dan juga Miki yang sedang berada di ruang tamu.


"Sepertinya kakak baru bangun, mohon tunggu sebentar, dia akan segera datang menemui kalian." Ucap Ken.


"Ya baiklah..!" Jawab Miki.


"Kalian ingin minum apa..? Biar ku buatkan..?" Tanya Ken kepada kedua remaja itu.


"Tidak perlu repot-repot..!" Seru Yuika sambil tersenyum.


"Tidak usa sungkan, katakan saja..!" Ucap Ken.


"Baiklah, kami berdua ingin air putih saja." Ucap Yuika sambil melirik ke arah Miki.


"Tunggu sebentar." Ucap Ken sambil pergi menuju dapur mengambil 2 gelas air putih.


"Apakah kalian ingin aku bawakan dengan es batunya..?" Tanya Ken sambil sedikit berteriak.


"Ya, boleh juga." Sahut Miki.


Kemudian Ken datang sambil membawa 2 gelas air putih dan semangkok es batu.


"Silakan diminum..!" Ucap Ken sambil melirik ke arah Yuika.


"Terima kasih..!" Ucap kedua gadis itu.


"Ada perlu apa kalian berdua datang menemui pak Inu..?" Tanya Ken.


"Kami datang kemari ingin berbicara kepada pak Inuiki mengenai liburan musim panas yang telah di janjikan. Semua teman-teman bertanya kepadaku, jadi kami memutuskan datang kemari." Ucap Miki menjelaskan.


"Oh begitu ya..!" Sahut Ken.


Tak lama kemudian pak Inuiki datang menghampiri mereka.


"Selamat datang anak-anak..! Maaf membuat kalian menunggu." Sapa pak Inuiki sambil ikut duduk bersama mereka.


Miki dan Yuika tersenyum menyambut kedatangan pak Inuiki.


"Jadi, ada keperluan apa kalian kemari..?" Tanya pak Inuiki.


"Begini pak, kami datang kemari ingin memastikan tentang liburan musim panas yang telah bapak janjikan kepada kami dan juga teman-teman." Ucap Miki.


"Oh itu, ya bapak sudah mengatur jadwal liburan kalian, musim panas kali ini kita akan pergi berkunjung ke Karuizawa. Bapak dengar wisata di sana sangatlah indah. Bapak hanya tinggal menunggu konfirmasi dari kalian semua, jika kalian setuju maka kita semua sepakat akan berlibur ke sana." Ucap pak guru Inuiki menjelaskan panjang lebar.


"Kalau begitu aku dan Yuika, kami berdua akan memberi tahu kepada teman-teman lainnya." Ucap Miki.


"Ya, beritahu bapak secepatnya, bapak juga telah menginformasikan kepada kepala sekolah dan pihak sekolah akan mendanai liburan kita kali ini.


"Baiklah pak, kami akan segera mengkonfirmasikan kepada bapak. Ucap Yuika.


"Tapi ingat kalian harus mengisi formulir dan mendapat persetujuan dari orang tua atau wali kalian terlebih dahulu." Ucap pak Inuiki.


"Tunggu sebentar, bapak akan mengambil formulirnya." Ucap pak Inuiki sambil pergi menuju ruang kerjanya.


Tak lama kemudian pak Inuiki kembali datang sambil membawa sejumlah lembaran kertas formulir di tangannya.


"Ambilah ini dan berikan kepada teman- teman lainnya." Ucap pak Inuiki sambil memberikan lembaran-lembaran kertas itu kepada Miki.


"Kalian wajib mengisi formulir itu dan harus mendapat tanda tangan persetujuan dari orang tua atau wali kalian." Ucap pak Inuiki kembali mengingatkan.


"Baik pak..! Jawab Miki dan juga Yuika.


"Kita akan berlibur ke sana sekitar satu pekan, jadi jika tanpa persetujuan orang tua atau wali kalian maka pihak sekolah tidak bisa memberangkatkan kalian ke tempat liburan." Ucap pak Inuiki.


Miki dan Yuika tampak sedang berjalan pulang meninggalkan rumah pak Inuiki, kedua remaja itu berjalan sambil bersenda gurau.


"Aku sedang bersama Yuika, kami sedang berada di jalan menuju halte. Aku akan tunggu di halte dekat sekolah." Terdengar Miki sedang berbicara di telepon, rupanya dia sedang berbicara dengan ayahnya.


"Hari ini sangat panas, sebaiknya kamu tak usah pulang menggunakan bus, aku sudah menelepon ayah untuk menjemput. Ayah akan mengantarmu pulang sampai ke rumah." Ucap Miki.


"Tidak perlu, aku akan pulang menggunakan bus saja." Jawab Yuika menolak ajakan Miki.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Miki.


"Berikan sebagian kertas formulirnya padaku, aku akan membantu mengantarkan formulirnya ke teman-teman kita yang lain." Ucap Yuika.


"Kita tidak perlu repot mengantarkan kertas formulir ini kepada teman-teman, akan ku kirim formulir ini ke dalam grub volleyball kita di whatsapp dan teman-teman yang melihatnya akan datang sendiri ke rumahku untuk mengambilny." Ucap Miki.


Mereka berdua berjalan menuju halte bus. Yuika dan Miki tampak sedang duduk di halte sambil menunggu bus datang.


Tak selang beberapa menit mobil milik ayah Miki datang untuk menjemput. Miki lalu menghampiri ayahnya.


"Ayah bisakah ayah menunggu sebentar sampai bus datang..?" Ucap Miki kepada ayahnya yang berada di dalam mobil.


"Memangnya mengapa harus menunggu bus..! Katakan pada Yuika ikutlah bersama kita, ayah akan mengantarnya sampai ke rumah." Ucap ayah Miki.


"Aku sudah memberitahu kepadanya tapi Yuika menolak. Jadi biskakah ayah menunggu sebentar lagi" Pinta Miki.


"Baiklah..!" Ucap ayah Miki.


Kemudian Miki kembali duduk di samping Yuika.


"Jam berapa bus akan datang..?" Tanya Miki kepada Yuika.


"Aku rasa beberapa menit lagi busnya akan tiba." Ucap Yuika sambil melihat ke arah jarum jam di tangannya.


Tak selang beberapa menit kemudian bus pun datang, Yuika berpamitan kepada Miki dan juga ayah Miki.


"Terima kasih sudah menemaniku, sampai jumpa..!" Ucap Yuika kepada Miki sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.


"Ya, sampai jumpa..! Jawab Miki sambil ikut melambaikan tangan.


Yuika kemudian naik dan masuk ke dalam bus sementara itu Miki tampak masuk ke dalam mobil ayahnya.


Bus lalu berjalan mengantarkan Yuika sampai ke depan lorong kompleks rumahnya.


"Aku pulang..!" Teriak Yuika saat masuk ke dalam rumah.


"Selamat datang..!" Ucap Fuji keluar menyambut ke pulangan Yuika.


"Dimana ayah..?" Tanya Yuika sambil melepaskan sepatu yang di kenakannya.


"Ayah sedang di kamar, mungkin sedang tidur." Sahut Fuji.


"Memangnya ada apa kakak mencari ayah..?" Tanya Fuji kembali.


"Bukan apa-apa." Yuika lalu berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Di dalam kamar tidurnya Yuika lalu mengeluarkan kertas formulir yang di berikan pak Inuiki dan menyimpannya di atas meja.


Gadis itu kemudian merebahkan dirinya di atas ranjang, dia tampak begitu lelah.


Pukul O8:10 malam di kediaman tuan Yoshimura. Saat sedang makan malam bersama.


"Ayah..!" Yuika memanggil ayahnya.


"Ya sayang, katakan ada apa..?" Sahut tuan Yoshimura.


"Pak guru Inuiki akan mengajak kami berlibur di Karuizawa saat musim panas, karena kami telah menenangkan pertandingan volleyball sebelumnya. Miki dan juga teman-teman yang lain akan ikut berlibur bersama, jadi bolehkah Yuika juga ikut pergi ke sana..? Tanya Yuika kepada ayahnya dengan sedikit ragu-ragu.


"Apakah pihak sekolah bertanggung jawab atas liburan kalian..?" Tuan Yoshimura balik bertanya kepada putrinya itu.


"Ya ayah, semua biaya transportasi dan kebutuhan kami di sana telah didanai oleh pihak sekolah." Jawab Yuika.


"Baguslah kalau begitu, jika kau ingin kau juga boleh pergi bersama teman-temanmu." Ucap tuan Yoshimura.


"Tapi yah, kami tak bisa pergi tanpa persetujuan dari orang tua kami." Ucap Yuika.


"Kamu bole pergi sayang, ayahkan sudah bilang..!" Seru tuan Yoshimura.


"Bukan begitu yah, maksudku..! Baiklah tunggu sebentar." Yuika lalu pergi meninggalkan meja makan menuju ke kamarnya hendak mengambil kertas formulir yang diberikan oleh pak Inuiki sore tadi.


"Ini yah, jika ayah memberi izin kepada Yuika, maka ayah wajib menandatangani formulir ini. Formulir ini di buat oleh pihak sekolah sebagai bukti bahwa kami telah mendapatkan izin dari orang tua atau wali kami, kami wajib mengisi dan menyerahkan formulir ini kembali ke pihak sekolah sebelum keberangkatan kami nanti." Ucap Yuika menjelaskan kepada ayahnya.


"Wah senangnya, kak Yuika akan pergi berlibur..! Aku juga mau berlibur, ayo yah kita juga berlibur seperti kakak." Seru Fuji.


"Iya sayang kita juga akan berlibur nanti." Ucap tuan Yoshimura mercoba menenangkan Fuji yang sedikit rewel.


"Baiklah berikan formulir itu pada ayah, ayah akan menandatangani formulirnya, kapan kamu akan pergi sayang..?" Tanya tuan Yoshimura kepada Yuika.


"Setelah semua formulir dari teman-teman terkumpulkan, maka kami akan segera menyetor formulirnya kepada pak guru Inuiki. Kira-kira sekitar 2 atau 3 hari lagi." Jawab Yuika.


"Ambilkan polpen ayah di kamar sayang." Ucap tuan yoshimura.


"Baiklah yah, tunggu sebentar." Yuika lalu pergi mengambil polpen di dalam kamar ayahnya.


"Ini yah." Ucap Yuika sambil memberikan polpen kepada ayahnya.


"Ingat, jaga dirimu dengan baik. Ayah mengizinkanmu pergi karena ayah percaya kamu bisa menjaga diri dengan baik." Ucap tuan Yoshimura.


"Iya ayah, Yuika pasti akan menjaga diri dengan baik." Jawab Yuika.


"Ini ambil dan simpanlah formulirnya dengan baik sampai hari keberangkatan kalian." Ucap tuan Yoshimura.


"Iya, terima kasih ayah..!" Seru Yuika sambil tersenyum memandangi ayahnya.


Setelah membereskan sisa-sisa makanan dan mencuci piring-piring kotor yang tergeletak di atas meja makan, Yuika lalu pergi kembali menuju ke kamarnya. Terlihat Ketty yang mengikutinya dari belakang, Yuika lalu menggendong Ketty dan masuk ke dalam kamarnya.


Dia mengambil handphone dan menghidupkannya. Tampak dua pesan baru masuk, rupanya itu adalah pesan dari Miki.


"Aku sudah membagikan formulirnya kepada semua teman-teman." Pesan pertama dari Miki.


"Bagaimana denganmu..? Apakah kau sudah mendapatkan izin dari ayahmu..?" Pesan kedua dari Miki.


"Ya aku sudah mendapatkan tanda tangan ayahku, dia memperbolehkan aku ikut pergi berlibur." Yuika lalu membalas pesan dari Miki dengan perasaan senang.


Dia juga bahkan menambahkan emoji tersenyum pada pesannya.


"Baguslah, aku masih punya 2 formulir yang tersisa, rencananya akan ku berikan kepada Hana besok, dan satu formulirnya lagi akan ke berikan kembali kepada pak Inuiki." Pesan dari Miki.


"Ya, itu ide yang bagus. Hana pasti akan merasa senang." Yuika membalas pesan dari Miki.


Setelah membalas pesan dari sahabatnya itu, Yuika kemudian keluar dari kamarnya menuju kamar Fuji adiknya sambil menggendong Ketty.


"Fuji, apakah kamu sudah tidur..?" Yuika memanggil adiknya sambil mengetuk pintu kamar Fuji.


"Ada apa kak..?" Sahut Fuji sambil membuka pintu kamarnya.


"Apakah kakak boleh masuk..?" Ucap Yuika.


"Ya, silakan..!" Sahut Fuji.


Yuika duduk di atas ranjang adiknya sambil meletakan Ketty di pangkuannya.


"Kemarilah Fuji, mendekat kepada kakak. Kakak ingin memberitahu satu hal padamu." Ucap Yuika sambil memanggil Fuji mendekat padanya.


"Dengar kamu jangan bersedih, aku dan ayah, kami sudah sepakat setelah kakak kembali nanti, kita semua akan pergi berlibur ke rumah nenek. Bersabarlah hanya satu pekan, tunggu sampai kakak kembali ok..?" Ucap Yuika mencoba menghibur Fuji yang tampak sedih.


"Sungguh..? kakak tidak bohongkan..?" Tanya Fuji.


"Iya kakak tidak bohong, kakak janji..!" Seru Yuika sambil melingkarkan jari kelingkingnya ke jari Fuji.


"Terima kasih kak Yuika, Fuji sayang kakak." Ucap Fuji yang tersenyum sambil memeluk Yuika.