
Pukul 01:00 siang di SMA 1 Otaru. Yuika berdiri di depan pintu ruang kelas sambil menunggu semua murid keluar meninggalkan ruangan.
Minato juga tampak akan keluar meninggalkan ruangan.
"Ada apa Yuika..? Apa yang kau tunggu..?" Hana dan Miki menghampiri Yuika.
"Aku tidak menunggu siapapun." Ucap Yuika sambil matanya melirik ke arah Minato.
Hana tampak cemburu saat memperhatikan Yuika yang sedari tadi melihat ke arah Minato.
"Ayo kita pulang..!" Ucap Hana sembari menarik tangan Yuika.
Kemudian mereka bertiga berjalan menuju pintu gerbang dan berpisah di sana.
Yuika yang tampak sedikit cemas segera kembali ke ruang kelas, rupanya ruang kelas telah menjadi kosong, tak ada siapa pun di sana. Minato juga sudah tak berada di ruangan itu.
Kemudian Yuika berjalan masuk ke dalam ruangan dan mengambil bungkusan yang tadi pagi dia letakan di dalam lemari.
lalu dia membawa bungkusan itu sambil terburu-buru keluar meninggalkan ruang kelas menuju pintu gerbang sekolah. Kedua matanya melirik ke setiap sudut jalan mencari keberadaan Minato.
Saat hendak berjalan meninggalkan pintu gerbang tiba-tiba saja Ken yang mengendarai sepeda motor datang menghampirinya.
"Hai Yuika..! Apa kamu akan pulang..?" Ken menyapa Yuika.
"Ya..." Ucap Yuika sambil mempercepat langka kakinya.
"Ayo naiklah bersamaku, biar ku antar kamu sampai ke rumah..!" Ken terus mengikuti Yuika.
"Tidak perlu, aku akan menggunakan Kereta Api." Yuika semakin mempercepat langkahnya.
Ken lalu turun dari sepeda motor miliknya dan menghampiri Yuika sambil memegang tangan gadis itu.
"Apa kamu takut kepadaku..? Katakan..! Apa kamu masih belum memaafkanku..?"
Ken menarik tangan Yuika hingga tak sengaja bungkusan yang Yuika pegang terlepas dari tangannya dan terjatuh ke jalan.
"Apa yang terjadi padamu..? Kamu selalu saja menggangguku..! Lihatlah, kamu sudah merusaknya..!" Yuika menjadi sangat kesal dan menepis tangan Ken, dia mencoba mengambil kembali bungkusan yang telah terjatuh.
Saat hendak mengambil bungkusan itu, tiba-tiba saja Minato datang menghampiri Yuika.
"Kau tak apa-apa..?" Minato membantu mengambilkan bungkusan yang terjatuh.
Terlihat tangan mereka berdua saling bersentuhan.
Ken yang menyaksikan tangan Minato menyentuh tangan Yuika gadis yang dia sukai itu, tampak terpancing emosinya.
"Hei kamu..! Kamu jangan sok jadi pahlawan kesiangan..!" Seru Ken dengan raut wajah kesal menahan rasa ceburu.
"Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu untuk tidak menggangu Yuika lagi..!" Minato yang tampak santai menghadapi Ken.
"Memangnya kamu siapa..? Jika aku tidak mau lalu kenapa..? Kamu mau apa..?" Ken semakin terpaut emosinya.
Ken yang sudah tidak bisa menahan amarahnya datang menghampiri Minato dan mendorongnya hingga tubuh Minato tersungkur kebelakang.
"Hentikan..... Apa yang kalian lakukan..?
Kalian berdua, apa yang sebenarnya terjadi..! Dan kamu Ken, kamu sungguh sangat menyebalkan..!" Yuika lalu mengambil bungkusan miliknya dan pergi meninggalkan Ken dan Minato.
"Tunggu..! Yuika ku mohon kamu jangan marah kepadaku." Ken mengejar Yuika sambil memohon agar Yuika tak membencinya.
Namun Yuika tampak tak menghiraukan Ken dan terus saja berjalan pergi meninggalkan Ken.
"Yuika..! Aku sungguh sangat minta maaf..!" Teriak Ken yang mulai berhenti mengejar Yuika.
Minato juga tampak mengejar Yuika yang pergi menuju stasiun Kereta Api.
Yuika yang masih merasa sangat kesal terus saja berjalan tanpa menghiraukan Minato yang ikut berjalan di sisinya.
"Hey..! Apa kamu bisa memperlambat langkahmu..?" Ucap Minato yang mulai kelelahan berjalan.
Yuika masih saja tak menghiraukan perkataan Minato dan semakin mempercepat langkahnya.
"Haaaaahhhh... baiklah..!" Minato juga mempercepat langkahnya menyusul Yuika.
"Hei..! Ayolah Yuika, katakanlah sesuatu padaku..! Dari tadi kamu hanya diam saja, apakah kamu juga membenciku..? Tapi bukankah aku tak melakukan apapun yang membuatmu marah..?"
Minato bertanya-tanya sambil menatap wajah Yuika.
Namun Yuika terus saja membisu tak bersuara.
Meraka berdua pun tampak diam beberapa saat. Kemudian sambil memandangi wajah Yuika yang tampak kesal. Minato mencoba menggodanya.
"Aku rasa kau sedikit terlihat lebih cantik saat ketika sedang marah..!" Minato menatap wajah Yuika sambil tersenyum.
"Diamlah..!" Ucap Yuika yang terus menundukan kepalanya.
Kereta Api akhirnya datang, Yuika dan Minato masuk ke dalam kereta dan duduk saling berdampingan.
"Sebenarnya apa yang kamu bawa itu..?Tanya Minato sambil memperhatikan sebuah bungkusan yang ukurannya lumayan besar berada di pangkuan Yuika.
"Ini ambilah berikan kepada kakek." Ucap Yuika sembari memberikan bungkusan itu kepada Minato.
Minato lalu membuka bungkusan itu dan melihat isi di dalamnya.
"Waaahhh... Jadi kamu sudah menyelesaikan lukisannya. Ini sangat menakjubkan..! Kau bahkan mampu membuatnya dengan waktu yang sangat singkat." Seru Minato memuji Yuika.
"Aku mohon tolong berikan itu kepada kakek, aku berharap lukisan ini bisa sedikit mengobati kerinduan di hatinya." Ucap Yuika.
Rupanya isi dari bungkusan itu adalah sebuah lukisan wajah nenek Minato yang Yuika lukis khusus untuk di berikan kepada kakek Minato.
"Kau tahu, aku juga dapat merasakan apa yang di rasa oleh kakek. Terkadang merindukan seseorang yang kita cintai itu sangatlah sulit." Yuika lalu terbayang wajah ibunya, kedua matanya tampak berkaca-kaca.
"Aku tak tahu apa yang terjadi padamu, tapi ku pikir suatu saat nanti semua orang akan merasakan apa itu kehilangan. Apa pun yang terjadi dalam hidup ini cobalah untuk menjadi tetap kuat dan tegar." Minato mercoba menghibur Yuika yang tampak sedih.
"Lukisan ini akan sangat berharga buat kakek. Terima kasih, kamu sudah mau peduli kepada kakek. Ketika melihat lukisan ini, aku yakin kakek akan menjadi sangat bahagia." Ucap Minato sambil terus memandangi lukisan wajah neneknya.
"Aku juga berharap kakek akan menyukainya." Ucap Yuika sambil memandangi langit biru yang indah melalui kaca jendela Kereta Api.
Diam-diam Minato memperhatikan Yuika. Sepertinya anak laki-laki itu semakin jatuh cinta kepada Yuika.
Di sepanjang perjalanan dia terus saja memandangi wajah cantik gadis itu.
"Hei Yuika..!" Ucap Minato
"Hmm ada apa..?" Sahut Yuika.
"Apakah aku ini menarik untukmu..?" Minato memperlihatkan dirinya kepada Yuika.
"Menarik..? Apa maksudmu..?" Yuika tampak bingung dengan pertanyaan yang diajukan oleh Minato kepadanya.
"Eh... Maksudku apakah aku adalah seorang teman yang baik untukmu..?" Ucap Minato sambil tersenyum.
"Ya, aku rasa begitu. Kamu teman yang baik." Jawab Yuika sambil membalas senyuman dari Minato.
"Baiklah, tunggu sebentar aku ingin memberikan sesuatu untukmu." Ucap Minato sambil mengeluarkan sebuah gelang berwarna pink bercamupr hitam yang terbuat dari benang dari dalam tasnya.
"Ini ambilah..! Anggap saja ini adalah hadiah dariku untukmu." Minato memberikan gelang itu kepada Yuika.
"Sungguh ini untukku..? Yuika mengambil gelang itu dengan perasaan senang.
"Dimana kamu mendapatkan ini..?" Tanya Yuika.
"Oh Itu, aku mendapatkannya dari pasar malam saat ketika pulang dari gedung bioskop. Apa kamu menyukainya..?"
" Ya ini sangat cantik, aku sangat menyukainya." Ucap Yuika sambil mencoba memasang gelang itu di tangannya.
"Sini berikan padaku, biar ku bantu kamu memasangnya." Minato memakaikan gelang itu ke tangan Yuika.
Minato terlihat sangat bahagia karena Yuika menyukai gelang pemberiannya.
Kereta berjalan membawa mereka berdua ke tempat tujuan. Hingga di persimpangan jalan, kemudian mereka berdua pun berpisah.
Dari arah belakang tampak Minato memperhatikan Yuika yang mengenakan gelang pemberiannya berjalan pergi menjauh dari pandangannya.
Dan akhirnya dia pun juga melanjutkan berjalan pulang menuju tempat tinggalnya.