
Sore itu Minato dan kakek sedang membersikan halaman rumah. Kakek Minato yang tampak sudah sangat tua ternyata masih memiliki stamina yang cukup kuat. Di umurnya yang hampir memasuki 75 tahun, dia masih mampu memotong pohon yang tumbuh liar di pekarangan rumah.
Ibu Minato datang membawakan teh hangat dan beberapa cemilan kue beras.
"Ayah......... Beristirahatlah dulu sejenak..!"
Teriak ibu Minato sambil meletakan cangkir teh dan cemilan itu di atas meja teras dan kemudian kembali masuk ke dalam rumah.
Minato dan Kakek lalu menghentikan pekerjaan dan beristirahat sambil duduk di teras rumah menikmati teh dan cemilan buatan ibu Minato itu.
"Ting..Tong.......Ting..Tong..."
"Ting..Tong.......Ting..Tong..."
Dari luar pagar terdengar suara bel berbunyi.
Minato segera berjalan keluar membuka pagar, rupanya Yuika hari itu datang berkunjung untuk menemui kakek Minato.
"Selamat sore..!" Sambil tersenyum Yuika mengucapkan salam.
"Selamat sore..!" Balas Minato yang tampak senang melihat Yuika datang berkunjung ke rumahnya.
Hari itu Yuika tidak datang sendirian, tetapi dia juga mengajak Fuji ikut bersamanya.
"Masuklah, kakek ada di dalam, dia pasti sangat senang bisa melihatmu." Minato mempersilahkan Yuika dan Fuji masuk ke dalam rumah.
Tampak Kakek Minato yang sedang duduk di teras rumah tersenyum bahagia melihat kedatangan Yuika.
"Akhirnya kau datang juga nak..! Kakek sudah lama menantimu..!"
Kakek Minato menyambut kedatangan Yuika sembari memeluknya.
"Maafkan kakek ya nak, saat itu kakek tak sempat mengucapkan terima kasih kepadamu."
"Tidak masalah kek, aku juga senang bisa membantu kakek, lagi pula bukankah kita harus saling tolong memenolong..!" Seru Yuika.
"Ya... Kau benar nak. Ayo masuklah ke dalam." Kekek Minato tersenyum sambil mengajak Yuika dan Fuji masuk ke dalam rumah.
"Apakah yang bersamamu itu adalah adikmu..?" Kakek Minato bertanya kepada Yuika sambil melirik ke arah Fuji.
"Ya kek, dia Fuji adikku." Ucap Yuika.
"Dia sangat cantik mirip denganmu, kakek yakin pasti ibu kalian juga sangatlah cantik..!" Ucap kakek Minato sambil tersenyum.
Yuika dan Fuji masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu.
Fuji memperhatikan setiap sudut ruangan itu dan berkata,
"Rumah kak Minato sungguh sangat indah ya kak..! Fuji juga ingin punya rumah yang indah seperti ini..!" Ucap Fuji.
"Diamlah Fuji..!" Bisik Yuika.
"Ha ha ha... Kau sangat manis..!" Kakek Minato tertawa.
"Baiklah, kakek punya hadiah untuk kalian berdua, tunggulah disini sebentar."
Kakek Minato kemudian masuk ke dalam kamar.
Sementara itu Minato yang baru saja keluar dari dapur membawa Minuman dan beberapa cemilan untuk mereka berdua.
"Ayo Minumlah..!" Ucap Minato.
"Ya, terima kasih." Jawab Yuika.
"Kakek kemana..?" Minato tampak heran tidak melihat kakeknya.
"Kakek sedang masuk ke dalam sebentar, ingin mengambilkan hadiah untuk Fuji." Seru Fuji kepada Minato.
"Fuji diamlah..! Apa yang kakak bilang kepadamu tadi..! Bisik Yuika yang mulai tampak kesal kepada adiknya itu.
"Kak Minato..! Kakak sangat tampan..!" Ucap Fuji.
"Benarkah..? Ha ha ha... Kau juga sangat manis..! Balas Minato sambil tertawa.
"Kak Minato..! Kue beras ini sangat lezat..! Apakah kakak yang membuatnya sendiri..?" Ucap Fuji yang tampak menikmati kue beras itu.
"Bukan, kakak tidak pandai membuat kue. Kue beras itu adalah buatan ibu kakak. Apa kau menyukainya..?" Minato juga tampak sedang menikmati kue beras buatan ibunya.
"Ya kak... Fuji sangat menyukainya..! Kakak Yuika juga sangat pandai membuat kue. Iyakan kak..?" Ucap Fuji.
Yuika hanya tersenyum melihat tingka adiknya itu.
"Ngomong-ngomong ibumu Kemana..? Aku tak melihatnya..? Tanya Yuika kepada Minato.
"Ibu... Sepertinya ibu sedang tidur di kamarnya." Jawab Minato.
"Oh begitu." Ucap Yuika.
Tak lama kemudian kekek Minato kembali dari kamar sambil membawa sebuah kotak.
"Ini ambilah..!" Kakek Minato memberikan kotak itu kepada Yuika.
"Apa ini kek, kakek tak usah repot-repot memberi kami hadiah." Ucap Yuika yang menolak hadiah dari kekek Minato.
"Tidak perlu sungkan, ambilah nak. Anggap saja ini sebagai rasa terima kasih kakek kepadamu."
Kakek Minato juga memberikan beberapa bungkus coklat kepada Fuji.
"Terima kasih kek..!" Fuji tampak senang mendapat hadiah coklat dari kakek Minato.
Yuika membuka kotak hadiah dari Kakek Minato. Rupanya kotak itu berisikan sebuah kuas dan cat air, juga ada sebuah gantungan kunci berbentuk boneka jerami.
"Apa kau menyukainya..? Ku dengar dari Minato, kamu hobby melukis dan sangat berbakat, jadi kakek pikir kakek akan memberikanmu hal yang kau butuhkan." Ucap kakek Minato.
"Ini sangat bagus kek, aku sangat menyukainya. Terima kasih banyak." Ucap Yuika yang tampak sangat senang mendapat alat lukis baru.
"Dan ini... Apakah ini kakek sendiri yang membuatnya..?" Yuika mengambil gantungan kunci dari dalam kotak sambil memperlihatkannya kepada kakek Minato.
"Ya nak itu buatan kakek sendiri, sebenarnya itu adalah milik nenek Minato. Kakek telah lama menyimpannya. Saat kakek masih sangat mudah dan bertemu dengan nenek Minato. Kakek membuat gantungan kunci itu untuk ku berikan kepadanya. Tapi itu sudah sangat lama sekali. Dan kakek pikir gantungan itu akan kakek berikan kepada gadis yang baik sepertimu." Ucap kakek Minato menjelaskan.
Nenek Minato telah lama meninggal dunia, saat setelah dia melahirkan anak keduanya yakni ibu Minato, saat itu ibu Minato baru saja berusia 2 tahun. Nenek Minato meninggal dunia karena mengidap penyakit gagal ginjal yang sudah lama di deritanya.
Ibu Minato memiliki seorang kakak laki-laki yang tinggal di kota Tokyo. Sebelumnya kakek Minato tinggal bersama anak pertamanya itu yakni kakak dari ibu Minato, tapi kini dia memutuskan untuk tinggal bersama ibu Minato karena Kakek Minato ingin tinggal bersama cucu kesayangannya yaitu Minato.
Raut wajah kakek Minato tampak sedih saat ketika bercerita tentang istrinya.
Kakek Minato begitu amat sangat menyayangi istrinya itu, sampai-sampai dia memutuskan untuk tidak menikah lagi dan meneruskan kehidupannya merawat kedua anaknya sendirian.
Setelah lama berbincang-bincang Yuika dan Fuji kemudian izin pamit kembali pulang ke rumah.
"Kami akan berkunjung lagi nanti." Ucap Yuika kepada kakek Minato sambil sedikit membungkukan badannya sebagai bentuk rasa hormat kepada orang yang lebih tua.
"Baiklah nak, kakek akan sangat senang jika bisa melihatmu lagi nanti. Hati-hatilah di jalan ya nak..!" Ucap kakek Minato.
Minato mengantar Yuika dan Fuji sampai ke depan pintu pagar rumah mereka.
"Sampai jumpa kak Minato..!" Seru Fuji sambil melambaikan tangannya.
"Ya... Sampai jumpa lagi..!" Minato juga melambaikan tangannya.
Kemudian Yuika dan Fuji berlalu pergi meninggalkan rumah Minato.
Sore yang sangat indah, langit senja berwarna jingga menambah pesona keindahannya. Kedua kakak beradik itu berjalan pulang menyusuri jalan-jalan di kota kecil itu.
Sesekali tampak Fuji berlari-lari menjauh dari kakaknya sambil tertawa bahagia.
dan akhirnya mereka pun sampai ke rumah.