
Pagi hari di SMA 1 Otaru, Di dalam ruang kelas 10 B, Yuika duduk bersama kedua sahabatnya sambil menunggu pak guru datang. Sudah pukul 8 lewat 25 menit tapi pak guru masih belum juga hadir di ruang kelas.
Minato dan Mizuki tampak pergi keluar meninggalkan ruang kelas. Selang beberapa menit mereka berdua pun kembali sambil membawa sebuah buku cetak. Rupanya hari ini pak guru lagi-lagi tadak bisa hadir untuk mengajar di kelas.
Mizuki yang menjabat sebagai ketua kelas akan menggantikan pak guru untuk memberikan materi pembelajaran.
Buku yang baru saja dia bawa oleh Mizuki dari ruang guru rupanya adalah buku materi yang akan di ajarkan hari itu, namun karena pak guru tidak sempat hadir maka dia memberikan tanggung jawab itu kepada Mizuki selaku ketua kelas 10 B.
"Teman-teman semua, mohon perhatiannya sebentar..!" Teriak Mizuki yang berdiri di depan papan tulis sambil memegang sebuah buku dan spidol.
Semua siswa di ruang kelas itu pun melirik ke arah Mizuki.
"Teman-teman, pak guru tidak bisa hadir mengajar kita hari ini dan beliau berpesan kepadaku untuk menggantikannya membawakan materi pembelajaran. Jadi aku mohon kerjasama kalian semua..!" Ucap Mizuki.
Mizuki kemudian mulai menuliskan materi pembelajaran di papan tulis. Sementara itu seluruh siswa tampak ikut mencatat materi yang diberikan Mizuki.
Setelah beberapa jam berlalu bel istirahat pun berbunyi. Sebagian murid di kelas itu telah berada di kantin sekolah. Mizuki dan Minato juga terlihat pergi keluar kelas menuju kantin sekolah, sementara itu Hana dan Yuika tetap berada di dalam ruang kelas.
Hana terlihat kesal saat mengetahui salah satu senar biolanya putus. Kemudia dia mencoba memperbaiki kembali senar biolanya.
"Sepertinya aku harus menggantinya lagi dengan senar baru..!" Ucap Hana kesal, sambil terus mengotak atik bagian kepala biola miliknya.
Yuika yang sedari tadi memperhatikan Hana datang menghampiri, dia kemudian mencoba membantu memasangkan senar pada biola milik Hana, namun sayangnya itu hanyalah sia-sia.
"Sepertinya ini sudah tidak dapat di gunakan lagi..!" Ucap Yuika sambil memegang senar yang sudah terputus itu.
"Ya kurasa seperti itu, tapi senar ini baru saja aku beli 1 minggu yang lalu..!" Ucap Hana tampak murung.
Hana lalu melepas senar yang telah putus itu dari biolanya dan kemudian pergi meletakan biola miliknya kembali ke dalam tas tempat penyimpanan biola.
"Ayo kita ke kantin..! Miki pasti sudah menunggu kita berdua di sana." Ucap Hana sambil mengandeng tangan Yuika.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan ruang kelas menuju kantin sekolah.
Miki yang sudah menunggu kedatangan Yuika dan Hana, berteriak dari kejauhan memanggil nama mereka berdua sambil melambaikan tangannya.
Yuika dan Hana lalu datang menghampiri Miki yang sedang asyik duduk di bangku kantin sambil menikmati cemilan kentang.
Sementara itu di dalam kantin, Mizuki dan juga Minato yang melihat mereka bertiga lalu datang menghampiri.
"Aku juga mau..!" Ucap Mizuki seraya merampas cemilan kentang dari tangan Miki.
"Kau ini dasar tak sopan..! Miki memukul lengan Mizuki sambil kembali mengambil cemilan kentang miliknya dari tangan Mizuki. Namun sayangnya Mizuki segera berlari menjauh sambil membawa cemilan kentang milik Miki.
Minato tersenyum melihat kejailan yang dilakukan Mizuki.
Sementara itu Miki tampak mengejar Mizuki yang berlari menjauhi kantin sekolah.
"Dasar Mizuki jelek, awas kau nanti..!" Miki merasa kesal lalu kemudian dia kembali ke kantin.
Hana dan Yuika tertawa melihat Miki yang berjalan sambil mengomel-ngomel sendiri.
"Biarkan saja dia..!" Teriak Hana kepada Miki.
"Awas..! Lihat saja jika aku mendapatkanya akan ku jadikan dia seperti babi guling..!" Ucap Miki kesal sambil datang dan duduk di sisi Hana.
Sementara itu Minato datang mendekati mereka bertiga sambil membawa cemilan kentang yang baru dan 3 buah botol minuman dingin.
"Ini ambilah..!" Ucap Minato sambil menaruh cemilan kentang dan minuman itu di atas meja mereka.
"Wah, kau baik sekali. Terima kasih..!" Ucap Hana sambil melihat ke arah Minato.
"Sama-sama. Baiklah kalau begitu aku akan kembali ke kelas duluan." Ucap Minato sembari berjalan meninggalkan Hana, Miki dan juga Yuika yang berada di kantin sekolah.
"Bukankah dia sangat keren..!" Ucap Hana yang terpesona kepada Minato sambil terus memandang Minato yang berjalan menjauh dari mereka.
"Ya, aku rasa begitu..!" Sahut Hana.
"Dasar kau ini, seleramu sangat aneh..!" Ucap Miki sambil menyentil bagian kepala Hana.
"Aww... sakit..!" Hana menjerit sambil memegang kepalanya.
"Apa menurutmu Minato itu tampan..? Tanya Miki kepada Hana.
Yuika tak menjawab pertanyaan Miki dia hanya tersenyum sambil meminum minuman dingin yang di berikan oleh Minato.
Saat sepulang sekolah, Yuika tidak langsung pulang ke rumah. Dia berjalan menuju sebuah toko yang menyediakan perlengkapan alat musik. Gadis itu lalu membeli senar biola untuk di berikan kepada Hana.
Sementara itu stasiun Kereta Api. Minato tampak sedang menunggu kedatangan Yuika di ruang tunggu Kereta.
Lama menunggu di sana namun Yuika masih tak muncul juga.
Minato lalu mengeluarkan handphone miliknya dari saku celananya dan kemudian mengirim pesanl kepada Yuika.
"Kamu dimana..?"Minato mengirim pesan kepada Yuika.
"Aku sedang di perjalanan menuju stasiun." Yuika membalas pesan.
"Cepatlah datang, aku sudah berada di stasiun. Kereta sebentar lagi akan datang." Minato kembali mengirim pesan.
"Baiklah." Yuika membalas pesan dari Minato dan segera mempercepat langkanya menuju stasiun sambil membawa bungkusan di tangannya.
Beberapa menit berjalan Yuika kini telah tiba di stasiun Kereta Api. Gadis itu melirik ke segala arah tapi dia tidak menemukan keberadaan Minato di sana.
"Kemana dia..?" Yuika duduk di ruang tunggu sambil terus melirik mencari keberadaan Minato.
Begitu banyak orang di ruang tunggu stasiun itu, sehingga Yuika tidak bisa menemukan keberadaan Minato.
Tak lama kemudian Minato datang menghampiri sambil membawa 2 buah botol air mineral.
Minato berdiri di depan Yuika sambil menyodorkan botol minuman itu kepada Yuika.
"Terima kasih..!" Ucap Yuika seraya mengambil botol minuman dari tangan Minato.
"Apa yang kau bawa itu..?" Tanya Minato kepada Yuika sambil melirik bungkusan yang berada di tangan Yuika.
"Oh, ini adalah senar biola, aku akan memberikan ini kepada Hana." Jawab Yuika.
"Apa dia memintamu untuk membelikannya..?" Tanya Minato kembali.
"Tidak, dia tidak memintaku, aku hanya ingin saja memberikan ini untuknya. Lagi pula Hana adalah sahabat baikku, jadi aku pikir aku ingin membuatnya senang." Ucap Yuika.
"Kau sangat peduli kepadanya ya..?" Ucap Minato.
"Ya..!" Sahut Yuika.
Setelah beberapa menit menunggu di ruang tunggu stasiun akhirnya kereta pun tiba. Semua orang yang berada di stasiun segera masuk ke dalam Kereta Api begitu pula dengan Yuika dan Minato.
Sepertinya hari itu Kereta Api sangatlah penuh sehingga Hana dan Minato tidak mendapatkan tempat duduk.
Siang hari yang terik, Kereta Api melaju dengan sangat cepat meninggalkan stasiun. Dari kaca jendela tampak Yuika dan Minato berdiri berdampingan di dalam Kereta.
Keesokan paginya di sekolah. Yuika memberikan senar biola baru itu kepada Hana sahabatnya.
Hana terlihat begitu bahagia, gadis cantik itu mengucapkan Terima kasih kepada Yuika sambil memeluknya.
Dia lalu memasang kembali senar ke biola miliknya. Setelah itu Hana mulai memainkan biolanya dengan alunan musik yang sangat merdu.
Yuika yang melihat Hana ikut tersenyum bahagia.