
Di malam yang gelap, langit tampak mendung semendung hati Minato. Pria itu sedang berdiri menyendiri di dekat jendela kamarnya. Minato melihat ke arah langit yang sepi, tak ada bulan di sana hanya terlihat 2 atau 3 bintang yang redup cahayanya.
Minato terus merenung berfikir tentang mengapa dan apa yang membuat Yuika tiba-tiba berubah, padahal sebelumnya gadis itu sangatlah ramah kepadanya.
Tampak Minato kembali mengeluarkan permen karet pemberian Yuika dari dalam laci meja belajarnya. Rupanya selama ini dia masih menyimpan permen karet itu dengan baik.
Minato menatap ke arah permen itu dan menggenggamnya erat, sehingga bentuk dari permen itu menjadi tak karuan.
Tak lama kemudian dia berjalan pelan mengambil handphone yang tergeletak di atas kasurnya, lalu membuka galeri dan melihat foto-foto kebersamaannya dengan Yuika saat ketika di taman bersama Ketty.
Sementara itu di kediaman tuan Yoshimura. Yuika yang juga tampak sedang duduk termenung di dekat jendela kaca kamarnya sambil memperhatikan bintang di atas langit.
Gadis itu kembali berkhayal tentang saat ketika dia pertama kali bertemu dengan Minato di pintu masuk Kereta Api.
Yuika merasa bersalah karena telah mengabaikan Minato. Dia terpaksa harus menghindar dari Minato agar perasaan cintanya tidak semakin tumbuh di hatinya.
Waktu berlalu begitu cepat, malam yang menjadi semakin gelap karena cahaya bintang yang bersinar hilang di tutupi awan. Sayup-sayup suara hewan malam terdengar di sekitar rumah.
Yuika lalu menutup kain ghorden jendela kamarnya dan beranjak pergi menuju ranjangnya. Dia kemudian merebahkan dirinya di sana yang terlihat lelah.
Gadis itu mencoba memejamkan kedua matanya namun tak bisa. Hatinya masih saja merasa tak tenang.
Malam itu Yuika tidur dengan perasaan cemas.
Sementara itu Minato yang tampak kembali menatap langit malam yang semakin larut. Tiba-tiba saja suara getar handphonenya berdering, dia lalu membuka dan membaca sebuah pesan yang di kirim oleh Yuika.
"Maafkan aku, soal yang tadi siang, aku telah mengabaikanmu. Ku mohon kamu jangan membenciku..!" Pesan dari Yuika.
"Itu bukanlah masalah..! Ini sudah sangat larut malam, sebaiknya kamu tidur sekarang. Kamu jangan risau aku tak akan mungkin membencimu." Minato membalas pesan dari Yuika.
"Terima kasih Minato..! Baiklah aku akan tidur sekarang. Selamat malam..!" Yuika mengakhiri pesannya.
"Selamat malam..!" Minato membalas pesan dari Yuika.
Minato masih berdiri di sana sambil kembali memandangi langit malam.
Sementara itu di atas ranjang terlihat Yuika yang telah tertidur lelap sambil masih mengengam handphone di tangan kanannya.
Ke esokan paginya, Yuika terbangun karena mendengar suara getar dan bunyi alaram dari handphonenya yang berada di sisinya.
dia lalu mengambil handphone miliknya dan mematikan alaramnya.
Gadis cantik itu lalu bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Yuika berjalan kaki menuju stasiun Kereta Api.
Pukul 07:30 pagi Yuika telah berada di sekolah.
Minato yang telah terlebih dulu berada di ruang kelas, melirik ke arah Yuika saat gadis itu baru saja memasuki ruangan.
Sambil menundukan pandangannya Yuika berjalan menuju bangku miliknya.
Kemudian Minato berjalan pelan menghampiri Yuika.
"Hey..!" Sapa Minato sambil tersenyum melirik ke arah tangan Yuika yang masih mengenakan gelang pemberiannya
"Ya hey..! " Sahut Yuika sambil tersenyum kecil kepada Minato.
"Apa semalam kamu tidur dengan nyenyak..?" Tanya Minato sambil semakin mendekat kepada Yuika.
Yuika yang sedikit merasa gugup saat Minato menyentuh sebelah bahunya.
"Ya, aku tidur dengan nyenyak." Ucap Yuika.
"Baguslah, tapi mengapa semalam aku tidak dapat tidur nyenyak sepertimu..?" Ucap Minato.
"Aa... " Seru Yuika.
Gadis itu melirik kepada Minato dengan raut wajah yang heran saat mendengar ucapan Minato.
"Aku tak bisa tidur nyenyak karena memikirkanmu." Ucap Minato kembali sambil melirik wajah Yuika.
"Karena aku, kamu memikirkanku..? Tapi mengapa..?" Tanya Yuika.
"Jadi kau tak memikirkanku semalam..?" Tanya Minato lagi.
"Itu, anu, aku..!" Yuika terlihat malu wajahnya mulai terlihat memerah.
"Aku sungguh tak bisa tidur karena memikirkanmu Yuika, apa kau tidak memikirkanku..?" Minato kembali bertanya kepada Yuika sambil menatap kedua mata gadis yang di sukainya itu.
Tiba-tiba saja Miki dan Mizuki masuk ke dalam ruang kelas. Mereka baru saja tiba.
Miki berjalan menghampiri Yuika dan Minato.
"Selamat pagi..!" Ucap Miki menyapa mereka berdua.
"Selamat pagi..!" Jawab Yuika sambil tersenyum kepada Miki.
"Kalian berdua sedang apa..?" Tanya Miki.
"Kami sedang... "
"Aku kemari untuk meminjam buku Yuika." Ucap Minato yang memotong pembicaraan Yuika, sambil memperlihatkan sebuah buku yang ada di tangannya kepada Miki.
"Apa Hana masih belum datang..?" Tanya Miki kembali sambil melirik ke arah bangku milik Hana yang masih kosong.
"Ya, dia masih belum datang." Ucap Yuika.
"Baiklah, aku akan membawa ini, akan ku kembalikan segera kepadamu." Ucap Minato kepada Yuika sambil mengambil buku milik Yuika dan berlalu pergi menuju bangku miliknya.
Beberapa menit kemudian Hana tampak baru tiba, dia dengan terburu-buru masuk ke dalam ruang kelas.
"Haaa, syukurlah..! Aku pikir aku sudah telat." Ucap Hana yang segera duduk di bangku miliknya.
"Tumben kamu datang terlambat..? Tanya Miki kepada Hana.
"Apa ini..?" Tanya Miki sambil mengambil benda yang berupa kotak kecil yang berisi jam tangan.
"Jam tangan pria..? Untuk apa kamu membeli ini..? Tanya Miki.
"Shuutt..! Jangan keras-keras, nanti dia dengar..!" Seru Hana.
Miki tampak heran dengan tingka aneh sahabatnya itu.
"Dia siapa..? Apa maksudmu Mina... "
"Diamlah..!" Bisik Hana sambil menutup mulut Miki dengan tangannya.
"Aku akan memberikan ini kepadanya saat sepulang nanti." Bisik Hana kembali.
"Aku tak mengerti denganmu, apakah semua gadis saat sedang jatuh cinta maka mereka akan memberikan apa pun untuk pria yang di cintainya..!" Seru Miki.
"Aku tak peduli, lagi pula kamu mengatakan ini karena kamu belum perna merasakan apa itu jatuh cinta." Ucap Hana sambil memasukan kotak jam tangan itu kembali ke dalam tasnya.
"Tersera kamu saja, aku hanya heran kepadamu." Sahut Miki.
Sementara itu Yuika memperhatikan Hana yang tampak sedang tersenyum bahagia.
"Yuika..!" Panggil Hana.
"Ya, ada apa..? Sahut Yuika.
"Sepulang sekolah nanti kumohon temani aku menemui Minato." Ucap Hana
"Tapi, aku.. aku tak bisa..! Maafkan aku sebaiknya kau mengajak Miki saja." Ucap Yuika.
"Ku mohon Yuika, aku tak mau mengajak Miki dia terlalu banyak bicara." Ucap Hana.
"Hey, apa maksudmu..? Aku hanya memberi masukan kepadamu, jika kamu tidak mau mendengarkan, ya sudah..! Dasar kamu ini..! Seru Miki sambil cemberut.
"Jadi bagaimana..! kamu mau kan, Yuika..!" Ucap Hana memohon kepada Yuika sambil memegang Kedua tangan gadis itu.
"Baiklah..!" Ucap Yuika ragu-ragu.
Yuika adalah gadis yang sangat polos dia bahkan rela membiarkan hatinya terluka demi untuk sehabatnya Hana.
"Terima kasih..!" Ucap Hana sambil tersenyum bahagia.
Saat sepulang sekolah, Hana yang hanya bersama Yuika sedang menunggu Minato di dekat pintu gerbang sekolah. Sementara itu Miki yang tampaknya sudah pulang terlebih dulu.
Kedua remaja itu berdiri menunggu Minato di bawah Pohon sakura.
Terlihat Minato yang baru saja keluar dari ruang kelas hendak pulang menuju pintu gerbang sekolah.
"Minato..!" Teriak Hana memanggil Minato.
Minato yang mendengar teriakan Hana berbalik ke arah samping dan melihat Hana dan Yuika yang berdiri di bawah pohon sakura.
"Ada apa..? Mengapa kalian masih di sini..?" Minato datang menghampiri mereka berdua.
"Apa kamu masih belum pulang..? Tanya Minato sambil melirik ke arah Yuika.
Yuika hanya tersenyum kepada Minato.
Kemudian Hana mengambil kotak jam tangan dari dalam tasnya.
"Aku ingin memberikan ini kepadamu, mohon ambilah..!" Ucap Hana sambil memberikan kotak jam tangan itu kepada Minato.
"Apa ini..? Kamu tak perlu memberikan ini kepadaku." Ucap Minato yang menolak pemberian dari Hana.
"Aku mohon ambilah..! Aku akan merasa senang jika kamu mau mengambilnya." Ucap Hana.
"Baiklah, terima kasih..!" Minato tidak langsung membuka kotak itu, dia melirik ke arah Yuika yang berdiri di belakang Hana sambil menundukan pandangannya.
Sementara itu Hana tampak tersenyum bahagia karena Minato mau menerima barang pemberian darinya.
"Baiklah, kalau begitu aku pulang duluan." Ucap Minato sambil berlalu pergi meninggalkan Yuika dan juga Hana.
Sementara itu Hana dan Yuika berjalan dan menuju pintu keluar gerbang sekolah.
"Terima kasih, kamu sudah menemaniku." Ucap Hana yang terlihat sangat bahagia sambil memeluk Yuika.
"Ya, sama-sama." Balas Yuika sambil ikut tersenyum.
"Kalau begitu aku pulang sekarang, Jika aku masih di sini maka aku akan telat Kereta Api." Ucap Yuika.
"Baiklah, Hati-hati di jalan. Sampai jumpa besok..!" Ucap Hana sambil melambaikan tangannya.
"Ya, sampai jumpa..!" Yuika juga ikut melambaikan tangan.
Yuika berjalan sendiri menuju stasiun Kereta Api, wajah gadis itu tampak sedih.
Tiba-tiba dia menghentikan langkahnya, dan berbalik arah, dia kembali menuju arah taman dekat sekolah.
Rupanya gadis itu tidak ingin berjumpa dengan Minato di stasiun Kereta. Dia berfikir akan menunggu jadwal pemberangkatan Kereta Api selanjutnya.
Minato yang sudah berada di stasiun Kereta tampak sedang menunggu kedatangan Yuika. Sudah beberapa menit berlalu namun Yuika masih belum datang juga. Minato tampak cemas dia lalu mengirim pesan kepada Yuika, namun tampaknya dia tidak mendapatkan balasan dari Yuika. Pria itu semakin menjadi cemas.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Kereta Api pun tiba. Dan setelah beberapa menit kemudian Kereta Api akan segera berangkat kembali. Minato kemudian masuk ke dalam Kereta sendirian dengan perasaan yang sangat cemas.
Sementara itu Yuika yang terlihat sedang duduk menyendiri di sebuah bangku panjang yang ada di dalam taman.
Gadis itu tampak murung, ada kesedihan yang mendalam di hatinya. Yuika yang baru pertama merasakan jatuh cintah kini dia harus merelakan perasaanya demi untuk menjaga perasaan sahabatnya.
Yuika bersandar dan melihat ke arah langit biru.