Please Stay With Me

Please Stay With Me
Ujian Akhir Semester di Awal Musim Panas



Tanggal 6 Juni 2023, musim panas telah berlangsung di negara Jepang sekitar 6 hari yang lalu.


Kota Otaru hari ini terasa begitu sangat panas menyengat. Tinggal sehari lagi Ujian akhir semester akan di selenggarakan di SMA 1 Otaru.


Sore itu tampak Yuika sedang berjalan menuju rumah nona Naomi, karena cuaca yang sangat panas terik hingga menyengt, Yuika berjalan dengan menggunakan sebuah payung kecil. Tubuh gadis itu tampak menjadi kemerahan karena terpapar sinar mentari.


Sore ini Yuika akan menjemput Fuji yang seharian berada di rumah nona Naomi. Yuika berjalan masuk ke dalam halaman rumah nona Naomi sambil memandangi bunga-bunga yang tumbuh subur di sana. Halaman rumah nona Naomi begitu terawat dan sangatlah indah, ada banyak bunga-bunga di sana, dari bunga sakura, bunga red spier lily, sun flower, bunga mawar, bunga himawari dan bunga nanohana juga tumbuh di halaman itu.


Dari jauh terlihat nona Naomi dan juga Fuji berdiri di depan teras rumah.


"Kak Yuika..!" Teriak Fuji sambil melambaikan tangan.


Nona Naomi yang melihat kedatangan Yuika juga ikut melambaikan tangannya.


Yuika tersenyum sambil membalas lambaian tangan nona Naomi dan juga Fuji.


Yuika berjalan menghampiri Fuji dan Nona Naomi.


"Selamat sore..!" Ucap Yuika menyapa nona Naomi sambil tersenyum.


"Selamat sore..!" Jawab nona Naomi sambil ikut tersenyum.


"Maaf telah merepotkan." Ucap Yuika.


"Tidak masalah, aku malah senang jika Fuji bisa kemari dan tinggal lebih lama lagi." Ucap nona Naomi.


"Terima kasih sudah menjaga Fuji." Ucap Yuika sambil menundukan kepalanya.


"Sama-sama." Ucap nona Naomi sambil tersenyum.


"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu..!" Ucap Yuika sambil menggandeng tangan Fuji.


"Datanglah lagi ke mari." Ucap nona Naomi sambil melirik ke arah Fuji.


"Iya bibi, Fuji pasti akan datang lagi." Ucap Fuji.


"Sampai jumpa..!" Teriak Fuji seraya berjalan pergi meninggalkan halaman rumah nona Naomi.


"Sampai nanti..!" Teriak nona Naomi.


Lalu kedua kakak beradik itu berjalan keluar dari pintu pagar kediaman nona Naomi pulang menuju ke rumah.


"Bibi Naomi sangat baik ya kak, tadi saat di sana Fuji di beri sekotak coklat." Ucap Fuji sambil mengeluarkan coklat dari saku celananya dan memperlihatkannya kepada Yuika.


"Ya nona Naomi memang sangat baik, tapi tadi saat di sana kamu tidak merepotkannya kan..?" Ucap Yuika.


"Ya kak, Fuji tidak merepotkan bibi Naomi, malahan kata bibi Naomi, Fuji boleh datang ke sana kapan saja." Ucap Fuji.


"Ya baguslah kalau kamu tidak merepotkan..!" Seru Yuika.


Sudah pukul 04:40 sore tapi cuaca di kota itu masih terasa sangat panas.


Sesampainya di rumah Yuika lalu bergegas mengambil handuk dan kembali mandi. Gadis itu tidak bisa menahan rasa gerah, tubuhnya serasa terbakar saat terkena sinar mentari yang menyengat.


Pukul 08:45 malam, Yuika tampak berada dalam kamar dan mengambil buku pelajaran, gadis itu tampak sedang sibuk belajar untuk menghadapi ujian akhir semester penaikan kelas yang akan berlangsung mulai besok.


Saat sedang belajar Ketty masuk ke dalam kamar Yuika dan meloncat naik ke atas ranjang, tak lama kemudian Fuji pun ikut masuk sambil membawa beberapa potongan buah-buahan.


"Kak, aku simpan di sini ya..! " Ucap Fuji sambil menaruh sepiring buah yang telah di potong-potong ke atas meja belajar Yuika.


"Terima kasih Fuji..!" Ucap Yuika.


"Baiklah Fuji ingin kembali ke kamar. Buahnya jangan lupa di makan ya kak." Ucap Fuji.


"Hmm..." Sahut Yuika.


Yuika tampak menikmati buah-buahan itu, dengan sangat lahap dia menghabiskan sepiring buah malam itu.


Pukul 10:30 malam, tampak Yuika telah tertidur lelap dengan buku yang masih berserakan di atas ranjangnya.


Matahari masih belum terbit, langit masih tampak gelap. Pagi-pagi sekali Yuika telah bangun dan membereskan semua buku-buku yang tegeletak di atas ranjangnya.


Gadis itu turun ke dapur sambil membawa piring bekas buah semalam, dia lalu mencuci piring itu dan kemudian dia menyiapkan sarapan pagi.


Sementara itu tuan Yoshimura yang juga baru bangun keluar dari kamarnya dan pergi menuju dapur, dia tampak kaget melihat Yuika yang telah berada di sana sambil menyiapkan sarapan pagi.


"Kau sudah bangun sayang..?"Tanya tuan Yoshimura yang tampak heran melihat putrinya.


"Ya ayah, pagi ini Yuika sengaja bangun lebih awal agar bisa menyiapkan sarapan untuk kita." Ucap Yuika.


"Tapi bukankah kamu ada Ujian hari ini..?" Tanya tuan Yoshimura.


"Ya ayah, itulah mengapa Yuika bangun lebih awal agar tidak terlambat ke sekolah." Jawab Yuika.


"Itu bagus sayang, sini biar ayah bantu menyiapkan sarapannya." Ucap tuan Yoshimura sambil mengambil beberapa piring makan dan meletakannya di atas meja.


Sementara itu Yuika tengah memanaskan kembali sup ayam teriaki dan beberapa potong susi bekas sisa semalam.


Setelah semuanya kelar Yuika segera kembali ke kamar untuk mandi dan bersih-siap.


Sementara itu tuan Yoshimura pergi munuju kamar Fuji untuk membangunkan putrinya itu.


"Fuji sayang ayo bangun, segera bersiap-siap dan turun ke dapur sarapan bersama kami." Teriak tuan Yoshimura membangunkan Putri manjanya itu.


"Iya ayah, Fuji akan bersiap-siap..!" Sahut Fuji dari dalam kamarnya.


Setelah membangunan putrinya, tuan Yoshimura kemudian pergi menuju halaman rumah dan menyirami semua bunga-bunga yang tumbuh subur di sana.


Matahari sudah mulai terlihat, suasana di luar sana kini menjadi sedikit terang.


Pagi itu udara masih sangat sejuk, tuan Yoshimura tampak beberapa kali menarik nafas dalam-dalam sambil menghirup aroma wangi bunga yang bercampur dengan bau embun.


Pukul 07:05 pagi, setelah sarapan pagi, Yuika bergegas mengambil tas miliknya dan kemudian pamit kepada Ayah dan juga Fuji adiknya.


"Aku pergi sekarang." Ucap Yuika sambil mencium tangan ayahnya.


"Baiklah, hati-hati di jalan sayang." Ucap tuan Yoshimura.


"Hati-hati kak, sampai jumpa..!" Teriak Fuji sambil melambaikan tangannya.


"Ya, sampai jumpa..!" Yuika lalu bergegas pergi meninggalkan pekarangan rumah menuju stasiun Kereta api.


Sementara itu, di rumah Fuji masih menunggu kedatangan nona Naomi yang akan mengantarnya ke sekolah pagi itu.


Yuika berjalan menyusuri jalan raya dan berhenti di stasiun Kereta Api.


Dia menunggu Kereta Api yang akan tiba dalam waktu sekitar 7 menit lagi.


Yuika duduk di ruang tunggu Kereta Api bersama dengan orang-orang yang akan menggunakan jasa Kereta Api di pagi itu.


Setelah sekian menit menunggu akhirnya Kereta Api pun tiba, Yuika segera masuk ke dalam Kereta dan duduk di dalam sana. Sambil mengeluarkan buku cetak dia kembali membaca dan menghafal beberapa kalimat pada buku cetak itu.


"Kamu telah berusaha sangat keras..!" Ucap Minato kepada Yuika sambil tersenyum memandangi Yuika yang sedang fokus menghafal kalimat yang ada di dalam buku yang tengah di pegangnya.


Sontak gadis itu kaget mendengar suara yang tak asing di telingannya. Yuika lalu mengangkat kepalanya dan melihat ke arah samping, tampak Minato tengah tersenyum kepadanya.


"Kamu, kapan kamu berada di sini..? Aku bahkan tidak melihatmu masuk ke dalam kereta ini..?" Tanya Yuika yang tampak heran melihat Minato yang tiba-tiba telah berada dan duduk di sampingnya.


"Baru saja, aku baru saja tiba. Kamu tak melihatku, mungkin karena kamu sedang fokus belajar." Ucap Minato.


"Aku perhatikan akhir-akhir ini kamu belajar dengan sangat keras." Ucap Minato kembali.


"Ya begitulah, aku berharap bisa menyelesaikan ujian tahun ini dengan baik." Jawab Yuika sambil kembali membaca buku yang ada di tangannya.


Sementara itu Minato juga mulai mengeluarkan buku cetak dari dalam tasnya dan ikut belajar bersama Yuika di dalam Kereta Api.


Mereka berdua tampak fokus belajar sehingga tidak menyadari Kereta Api dengan sangat cepat telah membawa mereka berdua sampai ke tempat tujuan.


Pukul 07:35 pagi, kedua remaja itu telah tiba di gerbang pintu masuk SMA 1 Otaru.


Mereka berdua berjalan menuju ruang kelas.


Di dalam ruang tampak Mizuki dan juga Miki yang telah berada di sana.


"Selamat pagi..!" Sapa Yuika sambil tersenyum seraya datang menghampiri Miki.


"Selamat pagi..!" Sahut Miki menyambut kedatangan Yuika.


"Apa kamu datang bersamanya..?" Tanya Miki sambil melirik ke arah Minato yang duduk di sisi Mizuki.


"Ya, kebetulan kami berdua menaiki kereta yang sama." Jawab Yuika.


"Begitu ya..!" Ucap Miki.


Yuika lalu duduk di bangku miliknya yang berada di depan Miki. Sementara itu Hana yang baru saja tiba segera masuk dan menyapa kedua sahabatnya itu.


"Selamat pagi..!" Ucap Hana.


"Selamat pagi..!" Sahut Miki dan juga Yuika serentak.


Sambil menggandeng tas di bahunya Hana berjalan menuju bangku miliknya.


"Apa kamu sudah siap menghadapi ujian hari ini..?" Tanya Hana kepada Miki.


"Ya aku rasa begitu, kamu sendiri bagaimana..? Miki kembali bertanya kepada Hana.


"Kalau aku sudah siap 100 persen..! Seru Hana sambil bersemangat.


"Kau sangat percaya diri." Ucap Miki.


Sementara itu Yuika tampak mengeluarkan alat tulis dari dalam tasnya untuk persiapan ujian nanti.


"Hey Yuika..! Miki memanggil Yuika dari belakang.


Yuika lalu berbalik ke arah Miki.


"Aku lupa membawa polpen, bisakah kamu meminjamkan satu polpen untukku..?" Tanya Miki.


"Ya tentu saja, dengan senang hati, ini ambilah." Yuika memberi satu buah polpen miliknya kepada Miki.


"Terima kasih..!" Ucap Miki sambil tersenyum.


"Ya sama-sama." Jawab Yuika.


Seluruh murid tampak telah hadir di ruang kelas 10 B, pak guru juga telah hadir di sana.


"Baiklah anak- anak, sebelum ujian berlangsung, bapak akan membagi kalian menjadi 2 kelompok belajar, yakni kelompok A dan juga kelompok B. Bapak akan membagi kalian menjadi dua kelompok sesuai urutan nama kalian di absen. Jadi mulai dari urutan 1 sampai 15 berada pada kelompok A dan urutan 16 sampai 30 berada pada kelompok B dan akan memasuki ruang kelas setelah kelompok A menyelesaikan ujian terlebih dahulu. Kalian mengerti maksud bapak..?"Ucap pak guru Watanabe.


"Ya pak, kami mengerti..!" Ucap para siswa.


"Jadi siswa yang namanya berada pada nomor urut 1 sampai 15 silakan tetap di dalam ruangan dan siswa yang berada pada nomor urut selanjutnya mohon segera meninggalkan ruang kelas, bapak akan segera memulai ujiannya." Ucap pak guru Watanabe.


Mizuki, Miki dan juga Yuika serta beberapa siswa yang nomor urutnya berada pada urutan 16 dan seterusnya segera keluar meninggalkan ruang kelas.


Sementara itu Hana dan juga Minato tampak tetap berada di dalam ruang kelas, mereka berdua akan menghadapi ujian terlebih dahulu.


"Baiklah anak-anak bapak akan memulai ujiannya, kalian hanya mempunyai waktu 2 jam untuk menyelesaikan semua soal ujian." Ucap pak Watanabe sambil membagikan lembaran-lembaran soal ujian kepada para muridnya.


Sementara itu di luar kelas tampak Yuika duduk di halaman depan ruang kelas sambil terus belajar.


Miki dan juga Mizuki datang menghampiri.


"Apakah soal ujian kali ini sulit..?" Tanya Miki kepada Mizuki.


"Entahlah, aku harap aku bisa menyelesaikan ujiannya dengan baik." Ucap Mizuki.


"Aku rasa kamu pasti akan menyelesaikan soal ujian dengan sangat mudah, kamu kan sangat pandai..!" Ucap Miki kepada Mizuki.


"Ah tidak juga, aku biasa-biasa saja sama seperti kalian." Ucap Mizuki.


"Hey Mizuki, nanti saat ujian jangan lupa bagi jawaban kepada kami." Ucap Miki


"Ya, aku pasti akan membantu kalian berdua, mana mungkin aku naik ke kelas 11 tanpa kalian." Ucap Mizuki sambil berlagak sok keren.


"Sombong sekali kau ini." Ucap Miki sambil sedikit menampar pipi Mizuki.


"Aduh sakit..! Mizuki menjerit sambil memegang pipinya.


"Apa-apaan kau ini, aku hanya menyentuh pipimu dan kamu merasa kesakitan, apakah kamu ini seorang banci." Ucap Miki sambil sekali lagi menampar pipi Mizuki.


Mizuki lalu berlari menghindar dari Miki. Sambil tertawa Miki mengejar Mizuki yang berusaha menjauh darinya.


Sementara itu Yuika yang melihat tingkah-laku sahabatnya itu hanya bisa tersenyum, lalu kemudian dia terlihat kembali fokus belajar.


2 jam telah berlalu, tak terasa waktu berjalan begitu singkat. Kini giliran kelompok B yang akan memasuki ruang ujian.


Dengan sedikit gugup Yuika berjalan memasuki ruang kelas dan duduk pada bangku barisan ke dua.


Pak guru watanabe kemudian memberi arahan kepada semua siswa dan mulai membagikan soal ujiannya.


Yuika, Miki dan juga Mizuki tampak sedang fokus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada pada soal ujian tersebut.


Mizuki dengan sangat mudah menyelesaikan setiap soal ujian.


Miki yang juga menjawab soal-soal ujian tampak tidak begitu kesulitan, sepertinya ujian hari itu tidak begitu menyulitkan mereka bertiga.


Setelah selesai menyelesaikan soal ujian, Mizuki segera menyerakahan lembaran jawaban kepada pak Watanabe di susul oleh Miki dan juga Yuika serta semua murid yang berada di kelompok B.


Ujian akhir semester telah berlangsung hampir 2 minggu lamanya, yang artinya ujian tahun ini telah berakhir di lalui dengan baik oleh Yuika dan juga semua siswa yang berada di kelas 10 B.