Please Stay With Me

Please Stay With Me
Cinta Segitiga



Sepasang mata yang indah dari seorang gadis tampak memperhatikan Minato dari kejauhan. Dia memandangi Minato dengan penuh penghayatan.


Sementara itu di lapangan sekolah terlihat Minato sedang asyik bermain bola bersama Mizuki dan juga beberapa siswa lainnya.


"Hana..!" Teriak Miki.


Gadis itu pun berbalik, rupanya dia adalah Hana. Sedari tadi Hana berdiri sambil memandangi Minato.


Kemudian Miki berjalan menghampiri Hana.


"Ayo kita ke kantin, aku sudah sangat lapar..! Ucap Miki sambil menarik tangan Hana.


"Tapi ini belum jam istirahat..!" Seru Hana.


"Ayolah, hanya sebentar saja, aku hanya ingin membeli roti. Lagi pula pak Inuiki juga tidak masuk hari ini." Ucap Miki sambil terus menarik tangan Hana.


"Ya baiklah..!" Hana berjalan mengikuti Miki sambil tangannya terus di genggam oleh Miki.


Mereka berdua pun pergi menuju ke kantin belakang sekolah.


Sementara itu, Yuika yang berada di dalam kelas sedang duduk di bangku miliknya sambil membalas pesan dari teman lamanya yang dia temui kemarin saat ketika reuni sekolah.


Tak lama kemudian Miki dan Hana yang telah kembali dari kantin sekolah membawa beberapa bungkus roti dan mengajak Yuika untuk makan bersama mereka.


"Hari ini sangat panas..! Seru Hana sambil membersihkan keringat yang ada di wajahnya menggunakan selembar tisu.


"Sepanas apapun cuaca hari ini tak akan sanggup membunuhku, tapi rasa laparlah yang akan membuatku mati hari ini..!" Ucap Miki sambil membuka bungkusan roti dan memakannya dengan lahap.


Miki selalu bertingkah berlebihan tapi gadis itu sangatlah baik hati. Dia jugalah yang selalu membuat suasana di kelas menjadi ceria. Miki berasal dari keluarga yang cukup berada, gadis tomboy itu sangat pandai bergaul dengan siapapun.


Tak selang beberapa lama Minato dan juga Mizuki masuk ke dalam ruangan. Mereka berhenti bermain bola karena cuaca di luar sana semakin menjadi panas.


Miki yang melihat Mizuki datang menuju ke arahnya dengan cepat dia menyembunyikan semua roti yang baru dibelinya ke dalam laci meja sambil menatap tajam ke arah Mizuki.


Mizuki datang sambil mengandeng sebuah tas, dia tersenyum lebar melihat ke arah Miki. Anak laki-laki berambut kuning itu pun kemudian mengeluarkan beberapa cemilan kentang dari dalam tasnya.


"Maafkan aku soal yang kemarin, ini ambil sebagai gantinya." Ucap Mizuki sambil menyimpan cemilan kentang di atas meja Miki.


"Baguslah, akhirnya kamu menyadari kesalahanmu..! Baiklah, maafmu ku terima..!" Miki mengambil semua cemilan kentang di atas mejanya dan sebagian diberikan kepada Hana dan juga Yuika.


Sementara itu Hana melirik ke arah Minato yang sedang duduk sambil meminum sebotol air mineral. gadis itu terus memperhatikan Minato.


Saat jam istirahat tiba, Hana yang berada di ruang kelas datang menghampiri Minato yang sedang bermain video game di handphone androidnya.


"Kau sedang apa..?" Tanya Hana sambil tersenyum memandangi Minato.


"....." Minato terkejut melihat Hana berdiri di depannya.


Hana mencoba mendekati Minato pria yang di sukainya itu.


Dia datang kepada Minato hanya untuk berbasa-basi mencari perhatian dari Minato.


Sementara itu, Yuika yang duduk di bangku miliknya memperhatikan Hana dan Minato yang sedang asyik bercakap-cakap.


Dia memperhatikan Hana yang terlihat begitu bahagia saat bersama Minato.


Wajah gadis itu tampak datar tanpa ekspresi. Selama ini Yuika telah mengetahui bahwa sebenarnya Hana juga sangat menyukai Minato.


Saat sepulang sekolah Hana, Miki dan Juga Yuika berjalan pulang bersama menuju pintu gerbang sekolah, sambil berjalan Hana mengatakan sebuh pengakuan bahwa di telah jatuh hati kepada Minato dan berencana akan segera mengungkapkan isi hatinya kepada Minato.


"Aku rasa aku harus mengatakannya segera..!" Ucap Hana kepada kedua sahabatnya itu.


"Kamu membuatku geli..! Bagaiman bisa kamu mengungkapkan perasaan kepadanya. Kamu itu kan wanita..! Bagaimana mungkin seorang wanita mengungkapkan perasaannya kepada seorang pria terlebih dulu..? Aku rasa kamu sudah tidak waras." Ucap Miki kepada Hana.


"Bagaimana jika dia menolakmu..? Kamu pasti akan menjadi sangat malu..!" Ucap Miki kembali, dia mencoba menasehati Hana.


"Kamu benar juga..! Tapi jika aku tak segera mengatakan kepadanya, maka dia mungkin tak akan mengetahui bahwa aku menyukainya..!" Ucap Hana.


Gadis itu terlihat bingung dan mulai ragu-ragu.


Yuika yang mendengar curhatan hati sahabatnya itu hanya bisa terdiam. Dia merasa sedih, karena sebenarnya dia juga mulai menyimpan perasaan suka kepada Minato.


Namun sepertinya Yuika lebih memilih untuk menyembunyikan perasaanya demi untuk menjaga perasaan Hana dan tidak merusak persahabatan mereka.


Yuika tampak berjalan sendiri menyusuri jalan menuju stasiun Kereta Api. Sementara itu Minato yang berdiri di ujung jalan telah menanti kedatangan Yuika.


"Hey..!" Sapa Minato kepada Yuika sambil tersenyum.


"Ya hey..!" Yuika membalas sapaan Minato.


Namun tampaknya gadis itu tidak membalas senyuman dari Minato. Biasanya saat setiap melihat Minato Yuika selalu memberi senyuman lebar kepadanya


Mereka berdua pun berjalan menuju stasiun Kereta Api. Di sepanjang jalan Yuika hanya terdiam tanpa mengatakan sepata kata apapun kepada Minato.


Minato merasa heran dengan sikap Yuika yang tiba-tiba saja berubah.


"Apa yang terjadi kepadamu..?" Ucap Minato sambil melirik ke arah Yuika.


Yuika tak menjawab sedikit pun dari pertanyaan Minato. Disepanjang perjalanan gadis itu terus saja diam membisu.


"Aku rasa aku tidak bisa pulang bersamamu, hari ini aku akan pulang menggunakan bus..!" Ucap Yuika.


"Tapi mengapa..? Tanya Minato yang semakin heran dengan sikap Yuika kepadanya.


"Bukan apa-apa, hanya saja hari ini aku akan menemui teman lama, jadi sebaiknya aku pergi menggunakan bus saja. Ucap Yuika.


Gadis itu terpaksa berbohong kepada Minato. Sepertinya Yuika mencoba menghindar dari Minato.


"Baiklah kalau begitu, akan kuantar kamu sampai ke halte bus." Ucap Minato.


"Tidak perlu, aku sebaiknya pergi sendiri saja, lagi pula jarak halte bus masih sangat jauh, jika mengantarku sampai ke sana maka kamu akan ketinggalan Kereta Api." Ucap Yuika.


"Tidak masalah, masih ada sekitar 15 menit lagi. Aku akan mengantarmu sampai ke halte..!" Ucap Minato menawarkan diri.


" Tidak, tidak perlu. Aku tak ingin merepotkanmu. aku akan pergi sendiri saja. Ucap Yuika sambil berjalan pergi meninggalkan Minato, dengan terburu-buru dia menyeberangi jalan menuju arah halte bus.


"Sebenarnya ada apa dengannya..! Ucap Minato sambil mengaruk-garuk kepalanya.


Minato memandangi Yuika yang pergi menjau darinya. Pria itu merasa bahwa Yuika sedang menghindar darinya.


Yuika berjalan menuju halte dengan perasaan sedih, wajah gadis cantik itu tampak begitu sangat murung.


Sementara itu Minato yang berada di dalam Kereta Api terus memikirkan hal apa yang membuat sikap Yuika menjadi berubah kepadanya. Terlihat Minato menarik nafas dalam-dalam sambil pandanganya melirik ke atas bagian langit-langit Kereta Api.


Setelah tiba di rumah, Yuika segera masuk ke dalam kamarnya. Yiuka yang masih terlihat murung tidak langsung melepaskan pakiannya, dia berbaring di atas ranjang sambil terus memikirkan Minato.


Tuan Yoshimura yang menunggunya di dapur merasa heran karena putrinya masih belum datang menemuinya di sana.


"Sayang..! Ayo kemari bantu ayah mengoreng ikannya..!" Tuan Yoshimura memanggil Yuika yang sedari tadi masih berada di kamarnya.


"Yuika..! Apa kamu mendengar ayah..? Teriak tuan Yoshimura sekali lagi.


"Ya ayah, tunggu sebentar..?" Sahut Yuika dari dalam kamar.


Gadis itu segera berganti pakaian dan turun ke dapur menemui ayahnya yang sedang memasak.


"Apa kamu baik- baik saja..? Ucap tuan Yoshimura sambil melirik wajah Yuika yang tampak murung.


"Ya aku baik-baik saja." Ucap Yuika dengan nada datar sambil menyalahkan kompor.


Tuan Yoshimura terus melirik ke arah Yuika, dia mengerti bahwa purtinya itu sedang ada masalah dan tak baik-baik saja.


"Ikannya masih ada di dalam kulkas, jangan mengorengnya semua, sisakan sebagian untuk makan malam. Ayah akan membuat susi untuk menu nanti malam." Ucap tuan Yoshimura.


"Hmm Yuika mengerti..! Sahut Yuika.


Pukul 05:00 sore, Yuika sedang berada di teras rumah bersama Fuji dan juga Ketty.


Tiba-tiba saja handphone milik Yuika berdering. Ada pesan baru masuk di handphonenya.


Yuika lalu mengambil handphonenya yang diletakan dia atas meja teras.


Terlihat dua pesan masuk dari Hana dan juga Minato.


"Apa kamu tahu hal apa yang di sukai Minato..?" Yuika membaca pesan dari Hana.


Sepertinya Hana akan memberikan sesuatu yang disukai oleh Minato.


"Aku tidak tahu, sebaiknya kamu bertanya pada Mizuki." Yuika membalas pesan dari Hana.


Lalu kemudian dia kembali membuka pesan dari Minato.


"Kau sedang apa..?" Yuika membaca pesan dari Minato namun gadis itu tidak langsung membalas pesannya.


Perasaan gadis itu semakin sedih, dia terpaksa harus mengabaikan Minato demi untuk menjaga persahabatannya dengan Hana.


Sementara itu di dalam kamar, Minato tampak sedang menunggu balasan pesan dari Yuika. Sudah hampir 15 menit lamanya Yuika masih belum merespon pesan darinya. Kemudian Minato kembali mengirimkan sebuah pesan kepada Yuika.


"Hey, apa yang sedang kamu lakukan..? Apakah kamu sedang sibuk..?" Minato mengetik sebuah pesan dan mengirimkannya kembali ke kontak Yuika.


Setelan 5 menit barulah dia mendapat respon dari Yuika.


"Aku sedang bermain bersama Fuji dan juga Ketty..! Minato membaca pesan dari Yuika.


"Bagaimana dengan kabar Ketty, apa dia baik-baik saja..?" Minato kembali mengirim pesan kepada Yuika.


"Ya dia baik-baik saja." Minato membaca pesan dari Yuika.


"Syukurlah..!" Minato mengirim pesan lagi kepada Yuika.


Pesan dari Yuika terasa begitu garing, sehingga percakapan mereka berdua pun berhenti sampai di situ saja.


Sementara itu di dalam sebuah ruang kamar tampak Hana sedang menghubungi Mizuki dan menanyakan tentang hal yang di sukai oleh Minato kepadanya.


Gadis itu terlihat begitu sangat bahagia saat setelah mengetahui hal yang menjadi kesukaan Minato.


Hana berbaring di atas ranjang sambil tersenyum memikirkan Minato, dari ekspresi yang tergambar di raut wajahnya, tampaknya gadis itu telah benar-benar jatuh hati kepada Minato.