Please Stay With Me

Please Stay With Me
Pasar Malam di Karuizawa



Suasana pagi yang cerah, langit tampak sangat bersahabat. Sekelompok burung-burung kecil terbang dan hinggap di atas atap gedung penginapan.


Yuika yang sedang asyik bersantai sambil menonton sebuah film kartun Tom and Jerry di hp android miliknya.


Tampak gadis itu tertawa kecil, saat menyaksikan karakter Tom yang selalu mendapat kesialan dalam video itu.


Pukul 08:10 pagi dini hari, hari ini merupakan hari ke tiga Yuika dan kawan-kawan berada di Karuizawa.


Yuika pergi ke teras halaman resor, dia kembali melihat-lihat lukisan milik ayahnya yang telah di curi oleh tuan takeda.


Gadis itu berdiri sambil memandangi lukisan-lukisan yang terpajang cantik di dinding bangunan, dari arah belakang, dia di kejutkan oleh kedatangan seseorang yang ternyata itu adalah Miki.


"Hey..!" Sapa Miki sambil menepuk pundak Yuika.


"Astaga, ternyata kamu..! Ku pikir siapa..! Kamu membuatku kaget." Ucap Yuika sambil memegang bagian dadanya.


"Sedang apa kamu di sini..?" Tanya Miki.


"Aku sedang berkeliling saja, ingin melihat-lihat pemandangan di sekitar resor." Jawa Yuika.


"Oh... Apa kamu melihat Hana..? Tanya Miki.


"Tidak, aku tak melihatnya, sepertinya dia tidak datang kemari. Mungkin dia ada di toilet atau di kamar Misao." Jawab Yuika.


"Aku sudah mencarinya di kamar Misao, tapi dia tidak di sana, katanya dia ingin pergi mencari udara segar di luar, ku pikir dia ada di sini." Ucap Miki sambil melirik di sekitar area halaman resor.


"Baiklah aku akan mencarinya di sudut taman sana, siapa tahu dia di sana." Ucap Miki kembali sambil pergi meninggalkan Yuika.


Tak lama setelahnya pak Inuiki datang menghampiri Yuika yang sedang duduk asyik memandangi lukisan.


"Yuika..! Ada telpon untukmu." Ucap pak Inuiki.


"Untukku..? Dari siapa..?" Tanya Yuika.


"Nona Karin." Jawab pak Inuiki sambil memberikan telpon genggamnya kepada Yuika.


"Hallo..! Iya, bagaimana..? Benarkah..? Bisakah kakak mengirimkan alamatnya kepadaku nanti..? Iya aku akan tunggu, baiklah. Terima kasih." Terdengar Yuika sedang berbicara di telepon dengan nona Karin.


"Ini, terima kasih pak." Ucap Yuika sambil mengembalikan handphone milik pak Inuiki.


"Apa aku bisa meminta nomor nona Karin..?" Ucap Yuika kembali.


"Ya, tentu saja." Sahut pak Inuiki.


Pak Inuiki lalu menyebutkan nomor nona Karin dan kemudian di catat oleh Yuika.


"Baiklah, aku akan kembali ke kamar." Ucap pak Inuiki.


"Terima kasih pak..!" Ucap Yuika sekali lagi.


Gadis itu kemudian mengirim pesan kepada nona Karin.


"Kak, ini aku Yuika, kalau kakak sudah mendapatkan infonya mohon kabari aku di nomor ini." Yuika mengirim pesan kepada nona Karin.


Setelah mengirim pesan, dia kemudian kembali ke kamar menemui Hana dan juga Miki.


"Apa hari ini kita akan tetap tinggal di kamar saja..? Aku merasa sangat bosan..!" Seru Miki.


"Ayo kita menemui pak Inuiki, dan memintanya untuk mengajak kita jalan-jalan di luar." Ucap Miki kembali.


"Tidak ah, aku tidak mau, lagi pula hari ini cuacanya sedikit panas, nanti kulitku terbakar." Jawab Hana.


"Hana benar, sebaiknya kita di penginapan saja hari ini. Nanti malam, barulah kita meminta kepada pak Inuiki, agar membawa kita berjalan-jalan melihat pasar malam. Aku dengar saat setiap libur musim panas, masyarakat di sini selalu mengadakan pasar malam." Ucap Yuika.


"Benarkah..? Kalau begitu malam ini kita akan ke sana. " Ucap Hana.


"Ya, jangan melewatkan waktu selagi kita semua di sini." Ucap Miki bersemangat.


Pukul 08:15 selesai makan malam, Miki, Yuika dan juga Hana datang menemui pak Inuiki yang sedang duduk bersantai di depan teras penginapan.


"Ayo kamu saja yang katakan." Ucap Hana kepada Miki. Hana tidak berani memberi tahukannya kepada pak Inuiki.


"Iya, iya tenang saja..! Aku akan mengatakan kepada pak Inuiki." Ucap Miki.


"Selamat malam pak..!" Ucap Miki mencoba basa basi.


"Hmm, selamat malam. Ada apa..?" Tanya pak Inuiki.


"Hmm..! Begini pak, kami semua ingin pergi ke pasar malam, jika pak Inuiki mengizinkan." Ucap Miki.


"Ini sudah jam berapa..? Apa kalian belum mengantuk" Tanya pak Inuiki.


"Ini masih sangat tempo, ayolah pak, kami sangat ingin pergi ke pasar malam." Ucap Miki sambil memperhatikan jarum jam pada arloji yang di pakai di tangannya.


"Kami juga ingin membeli sesuatu di sana." Ucap Hana memohon kepada pak Inuiki.


"Baiklah jika kalian memaksa, biarkan bapak menghabiskan rokok ini terlebih dahulu, lalu kemudian kita akan pergi bersama. Teman-teman kalian yang lain dimana..? Ajak juga mereka semua." Ucap pak Inuiki.


"Baiklah pak..!" Seru ketiga remaja itu seraya berlari masuk ke dalam penginapan. Mengajak semua teman-teman anggota tim volleyball.


Sementara itu, pak Inuiki menghubungi nona Karin, dia akan mengajak nona Karin pergi bersama ke pasar malam. Sepertinya pak Inuiki menyukai wanita yang bernama Karin itu.


Miki, Hana dan juga Yuika serta teman-teman satu timnya telah bersiap-siap akan pergi ke pasar malam di Karuizawa.


"Pak, kami semua telah siap." Ucap Miki bersemangat.


"Ya, tunggu sebentar lagi, nona Karin akan ikut bersama kita." Ucap pak Inuiki sambil kembali menyalahkan sepuntung rokok di tangannya.


Setelah berapa menit menunggu, akhirnya nona Karin pun datang.


Malam ini nona Karin terlihat sedikit berbeda, dia terlihat sangat cantik dengan mengenal gaun berwarna pink berbalut jaket tebal yang menutupi hingga bagian lututnya.


"Selamat malam anak-anak..!" Sapa nona Karin kepada Miki, Hana, Yuika dan juga kepada seluruh anak-anak didik pak Inuiki.


"Ya, selamat malam kak..!" Sahut mereka semua.


"Kalian terlihat sangat bersemangat." Ucap nona Karin kembali sambil tersenyum lebar.


"Kakak juga terlihat sangat cantik..!" Ucap Hana.


Nona Karin terlihat sedikit malu saat di puji oleh Hana.


"Baiklah, kita pergi sekarang." Ucap pak Inuiki.


"Ya, ayo kita pergi sekarang." Jawab Miki dengan penuh semangat dan menggebu-gebu.


Kemudian mereka semua pun pergi ke pasar malam dengan berjalan kaki, jarak tempat penginapan menuju pasar malam tidaklah begitu jauh, hanya sekitar 10 menit berjalan kaki mereka telah sampai ke pasar malam Karuizawa.


Suasana pasar malam Karuizawa sangat ramai, banyak pelancong dari kota lain berkunjung untuk melihat keseruan pasar malam di sana, dari anak-anak hingga orang tua datang berkunjung untuk menghabiskan malam mereka di pasar malam Karuizawa.


Pak Inuiki tampak berjalan beriringan dengan nona Karin, mereka berdua terlihat seperti pasangan yang baru saja menikah, sungguh sangat serasi.


Yuika yang berjalan melintasi sebuah toko kecil, yang menjual perhiasan dan aksesoris seperti gelang, cincin, kalung dan juga pernak pernik lainnya, teringat kepada Minato yang perna memberinya sebuah gelang yang terbuat dari benang.


Gadis itu berhenti di sana sambil melihat-lihat gelang dan kalung yang terpajang di toko itu.


Yuika akan membelikan Fuji adiknya sebuah kalung dan juga gelang yang sangat cantik, sebagai oleh-oleh saat pulang nanti.


Sementara itu Hana dan juga Miki sangat menikmati pasar malam di Karuizawa.


Di pasar malam itu terdapat beberapa wahana permainan yang sangat seru dan juga menarik, yang sayang jika di lewatkan oleh pengunjung.


Yuika yang baru saja selesai membeli pernak pernik, tiba-tiba di hampiri oleh Hana.


"Ayo Yuika, kita bermain komedi putar di sana." Ucap Hana sambil menarik tangan Yuika.


Sementara itu Miki yang telah menunggu di dekat permainan, menyambut kedatangan kedua sahabatnya itu.


"Cepatlah kemari..!" Ajak Miki kepada Hana dan juga Yuika.


Ketiga remaja itu terlihat sangat menikmati wahana permainan di pasar malam Karuizawa. Mereka berteriak histeris seperti anak kecil saat wahana komedi mulai berputar kencang.


Malam itu semua siswi anggota tim volleyball SMA 1 Otaru terlihat sangat menikmati kunjungan mereka di pasar malam Karuizawa, tak terkecuali pak Inuiki yang menikmati momen bersama nona Karin wanita yang sedang di taksirnya itu.