Please Stay With Me

Please Stay With Me
Yuika yang Jatuh Sakit



Minato berjalan pulang ke rumah, tergamabr dari raut wajahnya tampak seperti tak bergairah.


Saat tiba di rumah.


"Aku pulang..!" Teriak Minato.


"Kamu sudah pulang..?" Ibu Minato menyambut kedatangan anak semata wayangnya, dia tampak heran karena tidak biasanya Minato pulang secepat ini.


"Apa hari ini sekolah memulangkan murid-muridnya lebih awal..?" Tanya ibu Minato.


"Tidak bu..! Hari ini aku telat masuk sekolah. Kereta Api yang aku tumpangi terlambat datang karena cuaca buruk." Jawab Minato sambil masuk ke dalam kamar.


"Jadi hari ini kamu tidak masuk sekolah..?" Tanya ibu Minato tampak cemas sambil berjalan mengikuti Minato masuk ke dalam kamar.


"Iya, satpam yang menjaga gerbang sekolah tidak mengizinkan kami masuk ke dalam sekolah, malah dia mengusir kami." Jawab Minato.


Pria itu lalu duduk di atas kursi dan membuka tas yang di dalamnya berisikan pakaian yang telah basa.


"Apa itu..?" Ibu Minato lagi dan lagi bertanya kepada Minato.


"Seragam sekolah, karena tidak di izinkan masuk ke sekolah jadi aku putuskan untuk pergi ke pantai yang biasa kita datangi bersama di dekat sekolah. Sebenarnya aku ingin langsung pulang ke rumah, tapi butuh beberapa jam menunggu sampai kereta datang, jadi aku pergi ke pantai untuk menghabiskan waktu sampai jadwal Kereta Api datang." Minato kembali berjalan keluar dari kamar dan meletakan pakai basanya di dalam kamar mandi.


"Ibu..! Dimana ibu meletakan sabun cucinya..?" Teriak Minato.


"Sudah..! Letak saja pakaianmu di sana, biar ibu yang mencucinya nanti..!" Jawab ibu Minato.


"Sebaiknya kamu mandi dan bersikan tubuhmu." Ibu Minato keluar dari kamar putranya sambil membawa sebuah handuk.


"Pakai ini, dan jangan lupa panaskan dulu air mandinya, mandi dengan air hangat akan lebih baik, jika mandi dengan air dingin maka kamu akan demam." Ucap ibu Minato sambil memberikan handuk itu kepada putranya.


"Baiklah bu..!" Sahut Minato sembari masuk ke dalam kamar mandi dan memanaskan air mandinya.


"Selesai mandi, bergegaslah ke dapur..! Ibu akan menyiapkan makan siang untukmu." Teriak ibu Minato sambil berjalan menuju dapur.


Setelah selesai mandi, Minato lalu berganti pakaian dan segera menemui ibunya di dapur.


Makan siang tampak telah siap di atas meja makan.


"Ibu..! Kakek kemana..? Sedari tadi aku tak melihatnya..?" Tanya Minato seraya menarik sebuah kursi dan duduk di atasnya.


"Kakekmu sedang di halaman belakang, dia sedang berkebun." Jawab ibu Minato.


"Ayo, makanlah selagi hangat. Aku akan memanggil kakakmu untuk makan bersama." Ucap ibu Minato sambil berjalan menuju halaman belakang rumah.


"Ayah..! Makan siangnya sudah siap, ayo makan dulu..." Panggil ibu Minato kepada kakek Minato.


Sementara itu di kediaman tuan Yoshimura. Yuika yang telah berganti pakaian, sedang berbaring di atas kasur miliknya.


Gadis itu tampak masih sangat lemas.


"Sayang..!" Teriak tuan Yoshimura memanggilnya.


"Aku akan pergi menjemput Fuji di sekolah, apa tak masalah jika ayah meninggalkanmu sendiri di rumah..?" Tuan Yoshimura masuk ke dalam kamar Yuika.


"Ayah tak akan lama." Ucapnya lagi.


"Iya ayah, pergilah mungkin Fuji telah menunggu." Sahut Yuika.


"Baiklah, pintunya akan ayah kunci dari luar, kamu tetaplah di kamar, mengerti..?" Ucap tuan Yoshimura.


"Iya ayah." Sahut Yuika.


Tuan Yoshimura lalu meninggalkan putrinya yang sedang sakit, dia berjalan keluar menuju halaman depan rumah dan kemudian menghidupkan sepeda motornya lalu pergi menjemput Fuji.


Di atas ranjang Yuika sedang beristirahat, tiba tiba saja handphonenya berdering.


"Hallo..! Ucap Yuika.


"Hallo Yuika..! Apa yang terjadi..? Mengapa kamu tak ke sekolah hari ini..?" Tanya Miki, rupanya Miki cemas kepada Yuika.


"Sebenarnya pagi ini aku ke sekolah, tapi Kereta Api yang biasa aku tumpangi terlambat datang dan saat tiba di depan pintu gerbang sekolah, rupanya gerbang telah ditutup dan pak satpam yang menjaga gerbang sekolah tidak memperbolehkan kami masuk.


"Kami..? Maksudmu Minato..? Hari ini dia juga tidak hadir di sekolah..? Apa dia bersamamu..? " Miki mercoba menebak.


"Ya, kebetulan kami berdua menaiki kereta yang sama." Sahut Yuika.


"Oh jadi begitu ya..!" Seru Miki.


"Aku sekarang sedang tidak sehat, sepertinya aku demam." Ucap Yuika.


"Mengapa..? Apa yang terjadi..? Bagaimana bisa kamu tiba-tiba saja demam..? Bukankah kamu mengatakan pagi ini kamu berangkat ke sekolah..? "Tanya Miki heran.


"Ya tadi pagi aku baik-baik saja tapi sekarang aku seperti merasa demam.


"Karena kami tidak di perbolehkan masuk ke sekolah, jadi Minato mengajaku ke pantai dekat sekolah dan sialnya aku terjatuh ke dalam air bersama Minato." Ucap Yuika.


"Di pantai..! Itu artinya tadi pagi kamu dan Minato tidak langsung pulang ke rumah..?" Miki semakin penasaran.


"Ya, Minato mengajakku berjalan-jalan ke pantai dekat sekolah kita, aku bahkan baru tahu kalau ada pantai yang indah di sana." Jawab Yuika.


"Benarkah..? Jadi, apa ayahmu tahu kamu tidak masuk sekolah hari ini..?" Tanya Miki.


"Tidak, ayah tidak mengetahuinya, mohon sembunyikan ini dari ayahku." Pinta Yuika.


"Baiklah, jangan cemas, aku pasti akan merahasiakannya."


"Sebaiknya kamu beristirahat sekarang, aku hubungi kamu lagi nanti. Lekaslah sembuh... " Ucap Miki .


Beberapa menit kemudian suara sepeda motor milik ayahnya terdengar masuk ke dalam pekarangan rumah. Rupanya tuan Yoshimura dan Fuji telah kembali dari sekolah.


Sambil berlari Fuji lekas masuk ke dalam rumah dan menghampiri kakaknya yang sedang berada di kamar.


"Kak, apa kakak baik-baik saja..?" Tanya Fuji sambil mendekat ke arah Yuika.


Anak itu bahkan masih belum melepas kaos kaki dan tas dari pundaknya.


Dia segera menemui kakaknya karena merasa cemas dengan kondisi kakaknya itu.


"Kakak demam..!" Seru Fuji saat memegang dahi Yuika.


"Apa kakak sudah makan..?" Tanya Fuji.


"Ya, kakak sudah makan, tadi ayah membuatku bubur hangat untukku." Jawab Yuika dengan lemas.


Tak lama kemudian tuan Yoshimura datang menghampiri kedua putrinya.


"Ayo Fuji, ganti dulu seragammu, biarkan kakakmu beristirahat." Ucap tuan Yoshimura.


"Baiklah ayah." Fuji lalu berjalan meninggalkan ruang kamar Yuika dan di ikuti oleh tuan Yoshimura.


Pukul 04:40 sore, masih di kediaman tua Yoshimura.


Terlihat seorang dokter wanita baru saja keluar dari kamar Yuika. Rupanya tuan Yoshimura sengaja memanggil dokter untuk memeriksa kondisi putrinya yang demamnya semakin tinggi.


Di atas kasur Yuika tampak terbaring sangat lemah, pada dahi gadis itu terdapat kompresan untuk sekedar mendinginkan bagian wajahnya.


Fuji tampak berada di sisi Yuika, gadis kecil itu memegang tangan kakaknya dengan raut wajah yang sedih.


Sementara itu tuan Yoshimura mengantar dokter sampai ke luar rumah.


"Jangan khawatir, putri anda hanya demam biasa. 1 atau 2 hari lagi dia akan segera membaik. Mohon untuk memberinya obat sesuai resep yang saya berikan tadi." Ucap Dokter wanita yang memeriksa Yuika.


"Baiklah dokter, terima kasih..!" Jawab tuan Yoshimura.


"Baiklah saya permisi dulu. Selamat sore..!"


"Ya, selamat sore..! Ayah Yuika itu kembali masuk ke dalam kamar Yuika. Dia lalu mengganti kompresan yang berada di dahi Yuika dengan kompresan baru.


"Ayah..! Apakah kakak akan baik-baik saja..?" Tanya Fuji dengan perasaan cemas.


"Iya sayang, kakakmu akan segera membaik, kata dokter asalkan dia minum obat secara teratur." Jawab tuan Yoshimura.


"Aku sangat sedih melihat kakak berbaring lemah seperti ini. Demamnya sangat tinggi..!" Fuji memegang erat kedua tangan Yuika sambil merasakan panas dari tangan kakaknya itu.


"Jangan khawatir, dia akan baik-baik saja." Ucap tuan Yoshimura.


"Ayah akan turun ke dapur menyiapkan makan malam untuk kita. Tetaplah disini bersama Yuika." Ucap tuan Yoshimura seraya pergi meninggalkan kedua putrinya itu.


Pukul 07:15 malam, Yuika masih di kamar sambil berbaring dan di sisinya terlihat Fuji yang sedang menjaganya.


"Fuji, kakak ingin minum..." Ucap Yuika sambil bangun dari tidurnya.


Tubuh gadis itu masih terasa sangat panas dan terlihat lemah.


"Ini kak, pelan-pelan..!" Fuji menyodorkan segelas air putih ke bibir Yuika.


"Terima kasih..!" Ucap Yuika.


"Ayah dimana..?" Tanya Yuika kembali.


"Ayah sedang di dapur." Sahut Fuji. Apa kak Yuika mau aku panggilkan ayah..?" Tanya Fuji.


"Tidak, tidak perlu, biarkan saja ayah." Ucap Yuika sambil kembali berbaring.


"Kak, kenapa kakak bisa sakit..? Tadi pagi kakak baik-baik saja saat bersama Fuji..!" Seru Fuji yang merasa heran.


"Kakak juga tidak tahu, mungkin karena cuaca di luar sangat dingin." Jawab Yuika.


Tak selang berapa waktu, tuan Yoshimura datang sambil membawa hidangan makan malam buat Yuika dan juga Fuji.


"Selamat malam putri-putri ayah yang cantik..!" Sapa tuan Yoshimura sambil tersenyum.


"Ayo makan dulu, kalian pasti lapar..!" Tuan Yoshimura meletakan sebuah talang yang berisikan hidangan makan malam untuk kedua putrinya di atas meja belajar Yuika.


"Ayo makan dulu sayang." Ucap tuan Yoshimura sambil membantu Yuika bangun dari pembaringannya.


"Biar ayah yang menyuapimu..!" Ucapnya lagi.


"Fuji, ayo kamu juga makan..!" Seru tuan Yoshimura.


"Iya yah..." Sahut Fuji.


"Apa ayah sudah makan..?" Tanya Yuika.


"Belum sayang, kamu jangan mencemaskan ayah, ayah akan makan nanti setelah kalian." Jawab tuan Yoshimura sambil menyuapinya sesendok sup hangat.


Fuji makan dengan sangat lahap namun tidak dengan Yuika, gadis itu tampak tidak berselerah makan.


Dia hanya menghabiskan separu piring makanannya.


Malam itu Fuji tidur bersama Yuika, karena harus menjaga kakaknya yang sedang sakit.