Please Stay With Me

Please Stay With Me
Lukisan Indah keluarga Yoshimura



Pagi-pagi sekali di kediaman tuan Yoshimura.


Tampak tuan Yoshimura sedang sibuk memindahkan barang-barang dari dalam gudang.


Ada beberapa lukisan lama yang telah berdebu, tuan Yoshimura membersikan lukisan itu dengan selembar kain basah.


Lukisan itu rencananya akan di jual kembali olehnya.


Namun diantara lukisan-lukisan itu ada sebuah lukisan yang masih terbungkus oleh kain merah dengan sangat rapi.


Tuan Yoshimura tampak membiarkan lukisan itu tetap berada di dalam gudang.


Lalu kemudian Tuan Yoshimura menyimpan lukisan-likisan itu di dalam sebuah box kayu yang dilapisi kain. Setelah menyusun semua lukisan dengan rapi dia kemudian keluar pergi membawa lukisan-lukisan lama itu menggunakan sebuah sepeda motor miliknya.


Hari ini tuan Yoshimura akan pergi ke rumah salah satu rekan bisnisnya dahulu. Ia berencana akan menjual lukisan-lukisan itu kepadanya dengan harga yang relatif murah.


Di siang harinya, Yuika dan Fuji yang telah kembali dari sekolah.


"Kami pulang..!" Yuika dan Fuji masuk ke dalam rumah.


Fuji segera masuk ke dalam kamarnya sementara itu Yuika sedang mengambil minuman dingin dari dalam kulkas.


"Hah... Segarnya..!" Yuika duduk di kursi meja makan sambil menghabiskan segelas minuman dingin yang baru saja di ambilnya dari dalam kulkas.


Saat hendak berdiri meninggalkan dapur, dia tak sengaja melihat pintu gudang yang sedikit terbuka.


"Ayah..! Apa ayah sedang di gudang..? Yuika berteriak memanggil tuan Yoshimura sambil berjalan mendekati pintu gudang.


"Ayah, apa ayah di sana..?" Yuika membuka pintu gudang dan memperhatikan seisi ruang dalam gudang, namun ia tak menemukan keberadaan ayahnya di sana.


"Ayah tak ada disini, Kemana ya..?"


Yuika lalu kembali keluar dan menutup pintu gudang.


Saat hendak pergi meninggalkan gudang tiba-tiba saja terdengar suara benda yang terjatuh dari dalam gudang.


"plakkk ...."


Yuika lalu kembali masuk ke dalam gudang itu, dan mendapati sebuah benda yang terbungkus kain tergeletak di atas lantai.


"Apa ini..? Apakah ini sebuah lukisan..?" Pikirnya tampak heran melihat benda yang lumayan besar itu.


"Baiklah, biar ku simpan saja di sini." Yuika lalu menyimpan benda itu kembali di atas sebuah meja antik milik ayahnya.


Lalu dia keluar dan segera menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


Setelah selesai berganti pakaian Yuika lalu turun kembali ke lantai bawah sambil membawa beberapa buah cherry yang tadi sempat di belinya di toko saat kembali dari sekolah, lalu menyimpanya di dalam kulkas.


Tuan Yoshimura tampak baru keluar dari kamar tidurnya.


"Ayah..! Apakah tadi ayah pergi ke gudang..?" Tanya Yuika kepada ayahnya.


"Ya sayang, memangnya ada apa..? Apa kau juga dari sana..?"


"iya..! Ayah lupa menutup pintu gudangnya." Ucap Yuika.


"benarkah..!" Jawab tuan Yoshimura.


"Tapi aku sudah menutup pintunya kembali." Ucap Yuika.


"Baiklah sayang, terimakasih." Ucap tuan Yoshimura sambil membuka pintu kulkas.


"Apa kamu yang membeli buah ini sayang..?" Tuan Yoshimura mengambil buah dari kulkas dan memakannya beberapa.


"Ya, saat kami kembali ke rumah, Fuji melihat itu dan dia menginginkannya jadi aku membelinya.


"hmm... Rasanya sangat manis. Ngomong-ngomong di mana adikmu..? Ucap tuan Yoshimura sambil terus mengunyah buah di mulutnya.


"Dia sedang di kamarnya."


Yuika berdiri sambil mengambil beberapa makanan yang akan ia sajikan di atas meja makan.


"Bungkusan..? Bungkusan apa yang kau maksud..?" Ucap tuan Yoshimura bingung.


"Itu yah, yang ada di dalam gudang, benda yang terbungkus kain berwarna merah, aku tadi melihatnya saat di dalam gudang.


"Oh itu...."


Tiba-tiba saja Fuji datang sambil berlari mendekati ayahnya dan merampas buah dari tangan tuan Yoshimura.


"Ayah, itu milikku, buah ini milikku ayah jangan memakannya..!" Teriak Fuji sambil merebut semua buah yang ada di tangan tuan Yoshimura.


"Ayah hanya memakannya sedikit, jika kamu memakan semua nanti perutmu akan sakit, ayo berikan juga pada ayah beberapa..!"


Tuan Yoshimura membujuk Fuji, putrinya yang manja itu.


"Fuji, berikan itu pada ayah, nanti akan ku belikan lagi untukmu." Ucap Yuika.


"hm baiklah, ini yah ambilah..!" Fuji memberikan sebagian buah miliknya kepada tuan Yoshimura.


"Terima kasih sayang." Ucap tuan Yoshimura sambil mencium bagian kepala putri kesayangan itu.


"Baiklah ayo kita makan." Ucap Yuika yang telah selesai menghidangkan makanan di atas meja makan.


Keluarga kecil itu pun tampak sangat lahab menikmati makanan yang sederhana siang itu.


Saat sore menjelang, Tuan Yoshimura dan Fuji yang sedang tidur di kamar.


Sementara itu Yuika sedang membersihkan piring kotor di dapur.


Selesai membersihkan piring-piring kotor, Yuika tampak berjalan menuju pintu gudang.


Yuika tampaknya penasaran dengan benda yang terbungkus oleh kain yang ada di dalam gudang.


Dia lalu masuk ke dalam gudang dan mencari-cari benda yang terbungkus itu namun tampaknya dia tidak menemukan keberadaan benda itu.


"Dimana ya..! Kok tidak ada..! Apa mungkin ayah telah memindahkanya..? Ucapnya dalam hati.


Yuika lalu segera keluar meninggalkan gudang dan kembali ke kamar tidurnya.


Dia tampak berdiri di dekat jendela kamarnya sambil melakukan sebuah gerakan senam beberapa menit.


Setelah itu dia pun berbaring dia atas ranjangnya sambil memutar musik favoritnya dari handphone miliknya dan kemudian dia pun tertidur.


Pukul 07:00 malam. Yuika turun dari kamar menuju lantai bawah. Saat melintasi ruang tamu Yuika tak sengaja melihat sebuah lukisan terpajang di dinding ruangan itu.


"Indahnya..!" Ucapnya merasa kagum melihat lukisan yang terpajang cantik di dinding ruang tamu.


Yuika terus saja memandangi lukisan itu sampai-sampai dia tidak menyadari bahwa tuan Yoshimura ayahnya sedang berdiri di belakangnya.


"Bagaimana..! Itu indah bukan..? Apa kau menyukainya..?" Ucap tuan Yoshimura kepada putrinya yang juga sedang memandangi lukisan itu.


"Itu adalah lukisan pertama yang ayah buat sewaktu ayah masih SMA." Ucap tuan Yoshimura.


"Ayah sungguh seorang seniman hebat..! ini tampak seperti suasana kota Tokyo di malam hari, sungguh tampak sangat nyata..!" Yuika merasa sangat kagum melihat lukisan hasil karya ayahnya itu.


Dia lalu datang mendekati lukisan itu sambil meraba struktur cat warna yang timbul dari lukisan itu.


"Mengapa ayah tidak memajang lukisan ini dari dulu..? Mengapa baru sekarang..?" Ucap Yuika sambil terus meraba-raba permukaan lukisan itu.


"Ya nak, ayah melupakannya, tadi pagi ayah baru saja menemukannya di gudang." Ucap tuan Yoshimura.


"Jadi benda yang terbungkus kain di dalam gudang itu adalah lukisan ini..?" Tanya Yuika


"Ya, itu adalah sebuah lukisan." Jawab tuan Yoshimura.


Bertahun-tahun yang lalu tuan Yoshimura telah membuat sebuah lukisan yang indah.


Sebuah lukisan yang menggambarkan suasana kota Tokyo di malam hari. Sebenarnya lukisan itu dulunya perna diikutsertakan dalam suatu perlombaan lukis tingkat SMA, namun sayang lukisan yang dibuatnya tidak berhasil memenangkan perlombaan dikarena tidak memenuhi persyaratan dalam lomba itu. Sehingga akhirnya tuan Yoshimura membungkus lukisan itu dan menyimpannya.