
Sepasang mata tampak sedang memperhatikan indahnya biru langit dari balik jendela kaca. Hembusan angin mengayun lembut setiap helai rambut dari seorang gadis yang sedang duduk santai di atas Kereta Api. Ya dia adalah Yuika.
Pagi itu dia berangkat ke sekolah dengan menggunakan Kereta Api, udara di sekeliling kereta terasa begitu segar hingga membuat gadis itu beberapa kali menarik napas dalam-dalam menikmati sejuknya aroma di pagi hari.
Pukul 07:40 pagi Yuika baru saja tiba di sekolah. Dia berjalan memasuki gerbang sekolah. Tampak dari kejuhan Ken berdiri di bawah pohon yang rindang dekat pintu gerbang, dia talah menanti kedatangannya.
Yuika yang melihat Ken datang menuju padanya segera mempercepat langkanya mencoba menghindari Ken.
"Hai, selamat pagi..!" Ucap Ken sambil berlari menghampiri Yuika.
Namun Yuika tak berhenti dan terus saja berjalan tanpa menghiraukan sapaan dari Ken.
"Aku mohon hanya sebentar saja, aku ingin berbicara kepadamu." Minato terus mengejar Yuika.
Gadis itu tampak tak memperdulikan Ken dan pergi memasuki ruang kelasnya.
"Sial..!" Ken mengumpat sambil melihat ke arah kelas Yuika dan berlalu pergi.
Di dalam ruangan, Miki dan Hana telah menunggu kedatangannya.
Dia lalu datang menghampiri kedua sahabatnya itu.
"Selamat pagi..!" Yuika menyapa Miki dan Hana sambil duduk di bangku miliknya.
"Selamat pagi..!" Ucap Miki dan Hana menyambut kedatangan Yuika.
Yuika kemudian membuka res tasnya dan mengeluarkan sejumlah uang lalu diberikan kepada Miki.
"Ini ambilah..!" Yuika memberikan sejumlah uang untuk membeli tiket konser yang akan di adakan 2 hari lagi kepada Miki.
"Bagus... Sekarang kita hanya menunggu hari dan akan bersenang-senang..!" Seru Miki tampak gembira.
Sementara itu Mizuki tampak sedang menghubungi seseorang di teras depan ruangan kelas. Seusai menelepon kemudian dia segera masuk ke dalam kelas dan menemui Yuika, Miki dan Hana yang sedang bercanda gurau di bangku mereka.
"Aku baru saja mendapat telepon dari Ibu Minato. Ku rasa Minato sedang sakit, hari ini dia tidak bisa hadir ke sekolah." ucap Mizuki.
"Benarkah..! " Hana tampak terkejut.
"Sepulang sekolah aku akan menjenguk Minato, apa di antara kalian ada yang akan ikut bersamaku..?" Tanya Mizuki kepada mereka bertiga.
"Aku akan ikut bersamamu..!" Ucap Hana bersemangat.
Bagaimana dengan kalian berdua..? Ucap Mizuki sambil melirik ke arah Yuika dan Miki.
"Maafkan aku, aku rasa aku tak bisa ikut bersama kalian. Hari ini aku ada acara keluarga jadi aku harus segera pulang." Ucap Miki.
"Bagaimana denganmu Yuika..? Apa kau juga akan ikut bersama kami..? Minato pasti akan senang jika kau datang untuk menjenguknya." Mizuki melirik ke arah Yuika sambil tersenyum.
Mizuki sebenarnya telah megetahui bahwa Minato memiliki perasaan kepada gadis itu.
"Baiklah, aku akan ikut bersama kalian tapi kurasa aku tak bisa berlama-lama karena aku harus segera menjemput Fuji." Ucapnya.
"OK, baguslah..!" Seru Hana yang terlihat senang seraya memeluk tubuh Yuika dari arah belakang.
Saat sepulang sekolah mereka bertiga pun pergi menuju rumah Minato dengan menggunakan Kereta Api yang seperti biasa Yuika naik.
Yuika yang sebelumnya telah mengetahui rumah kediaman dari Minato lalu menunjukan arah jalan menuju rumah Minato kepada kedua temanya itu.
Dan kini mereka bertiga telah tiba di depan pintu pagar rumah kelurga Minato.
"wahhh... Rumah Minato cukup besar ya..!" Seru Hana sambil melirik rumah keluarga Minato dari balik pagar.
Mizuki lalu memencet bel beberapa kali, lalu tak lama kemudian keluarlah perempuan paruh baya yang wajahnya masih sangat cantik, dialah ibu Minato nyonya Kurinai.
"Selamat siang nyonya..! Kami adalah teman Minato dari SMA 1 Otaru." Mizuki mengucapkan salam kepada ibu Minato sambil memperkenalkan diri.
"Ayo mari masuk nak, aku akan memberitahu Minato bahwa kalian datang menjenguknya. Ucap ibu Minato sambil mepersilakan mereka duduk di atas sofa ruang tamu.
Lalu ibu Minato kembali masuk ke dalam menuju kamar Minato. Beberapa menit kemudian kakek Minato pun ikut keluar menyambut kedatangan Yuika, Hana dan Mizuki.
"Wahh... Teman-teman dari Minato rupanya datang..! Aku sangat senang sekali kalian peduli dengan cucu kakek..! Dari semalam tubuh Minato demam. Dokter juga sudah memeriksanya pagi ini dan syukurlah dia sudah mulai membaik." Ucap kakek Minato sambil melirik ke arah Yuika, Mizuki, juga Hana.
"Apa kami boleh melihatnya kek..?" Ucap Hana yang cemas.
"Ya ya, tentu saja bole kalian boleh melihatnya. Tunggu sebentar." Ucapan kakek Minato.
"Kurinai...! Teman-teman Minato ingin melihat Minato." Teriak kakek Minato.
"Iya yah, suru saja mereka masuk..!" Ucap ibu Minato sambil membersikan kamar Minato yang tampak sedikit berantakan.
"Baiklah, ayo masuklah nak kalian boleh melihatnya sekarang." Ucap kakek Minato.
Mereka bertiga pun segera masuk ke dalam ruang kamar Minato yang ukurannya cukup luas. Tampak di dalam kamar Minato sedang berbaring lemah tak berdaya di atas ranjangnnya. Minato tersenyum merasa sangat senang ketika melihat kedatangan Yuika dan yang lainnya. Dia lalu bangun dari ranjangnya dan bersandar pada susunan bantal sambil di bantu oleh ibunya.
"Kalian rupanya..! Terima kasih telah mau datang kemari." Ucap Minato dengan suara yang lemah.
"Kami langsung kemari ketika kami mengetahui kabar bahwa kamu sedang sakit. Kami sangat mencemaskanmu..!" Seru Hana sembari datang mendekati Minato.
Minato hanya bisa tersenyum. Tak lama kemudian Ibu Minato datang membawa beberapa gelas minuman teh hangat dan cemilan.
"Ayo silakan di minum, jangan malu-malu..!" Ucap ibu Minato sambil tersenyum dan memberikan secangkir minum hangat itu kepada Mizuki.
"Iya bi terima kasih." Mizuki mengambil gelas itu lalu meminumnya pelan-pelan.
Begitu pula Yuika dan Hana, mereka mulai meminum minuman teh hangat buatan ibu Mizuki.
"Ini sangat enak." Ucap Hana.
"Benarkah..? Itu adalah minuman shoga-yu, yang terbuat dari jahe.
Minato juga sangat menyukai minuman itu. Ucap ibu Minato.
"Aku sangat merasa kesepian tanpa kehadiranmu Minato, cepatlah sembuh..!" Ucap Mizuki kepada Minato dengan sedikit berlebihan.
"Ya..." Jawab Minato sambil tersenyum kepada mereka.
"Yuika juga sudah sangat merindukanmu, iya kan Yuika..?" Mizuki mulai menggoda Minato sambil melirik ke arah Yuika yang sedari tadi tampak hanya duduk diam tak bersuara.
Yuika hanya bisa tersenyum, tampak wajah gadis itu menjadi merah karena malu.
Ibu Minato yang melihatnya juga ikut tersenyum.
Mereka bertiga berbincang-bincang cukup lama di kamar Minato. Sesekali terdengar suara Mizuki dan ibu Minato tertawa dari kamar itu.
Jam kini telah menunjukan pukul 02:55 siang. Yuika mulai memperhatikan jam yang ada di tangannya.
"Apa kamu terburu-buru..?" Ucap
Minato yang memperhatikan Yuika.
"Ya, aku harus menjemput Fuji di toko bunga nona Naomi." Jawab Yuika.
"Oh begitukah, baiklah kalau begitu pergilah, dia pasti telah lama menunggumu..!" Ucap Minato kepada Yuika.
"Baiklah kami juga akan pulang sekarang, ku rasa ada baiknya jika kita pulang bersama." Ucap Mizuki.
Lalu mereka bertiga pun pamit kepada ibu dan kakek Minato, dan pulang ke rumah mereka masing-masing.