
Di pagi hari yang cerah, langit tampak berwarna biru pudar. Terlihat Yuika di dalam kamarnya sedang melipat beberapa helai pakaiannya dan memasukannya ke dalam tas besar yang di pinjam dari ayahnya.
Pakaian itu rencananya akan di bawa oleh Yuika saat pergi berlibur ke Karuizawa bersama kawan-kawannya.
Sore nanti bus sekolah akan datang menjemput Yuika. Gadis itu tampak begitu sibuk mengemasi barang-barang bawaannya.
Tuan Yoshimura masuk ke dalam kamar putrinya itu sambil membawa suatu benda di tangannya.
"Ambil ini sayang, ini akan berguna saat di sana nanti." Ucap tuan Yoshimura sambil memberikan sebuah senter berukuran kecil kepada Yuika.
"Biasanya saat pergi ke tempat wisata, senter akan berguna saat di malam hari." Ucap tuan Yoshimura kembali.
"Baiklah yah, terima kasih." Jawab Yuika sambil mengambil senter dan memasukannya ke dalam tas.
"Aku akan sangat merindukan kak Yuika." Ucap Fuji dengan raut wajah sedih, sambil mengendong Ketty Fuji duduk di atas ranjang Yuika.
"Kakak juga akan rindu kepada Fuji, tapi kakak tak akan lama di sana, kalau sudah tiba pasti kakak akan menelepon Fuji." Ucap Yuika.
"Selama kakak pergi, mohon kamu jaga Ketty dengan baik." Ucap Yuika kembali kepada Fuji.
"Ya kak, kakak tak perlu cemas." Jawab Fuji.
"Apakah ibumu tahu kamu akan pergi berlibur ke Karuizawa selama sepekan..?" Tanya tuan Yoshimura kepada Yuika.
"Aku masih belum memberi tahu ibu, nanti saat di dalam bus aku akan menghubunginya." Ucap Yuika sambil terus mengemasi barang-barangnya ke dalam tas.
Pukul 12:00 siang, tuan Yoshimura dan keluarga kecilnya sedang menikmati makan siang, setelah makan siang Yuika menyempatkan diri membersikan dapur dan merapikan kamar tidurnya.
Fuji yang terus saja berada di sisi Yuika, mengikuti kemana pun Yuika pergi. Tampaknya adik Yuika itu tak ingin jauh dari Yuika.
"Ayolah Fuji berhenti mengikuti kakak, kakak masih belum akan pergi sekarang..! Sebaiknya kamu pergi tidur siang." Ucap Yuika.
"Tidak mau, bagaimana jika kakak pergi tanpa memberi tahu Fuji..!" Sahut Fuji.
"Tidak mungkin, kakak pasti akan memberitahu kepadamu, pergilah tidur..! Kakak janji akan membangunkanmu saat sebelum pergi." Ucap Yuika membujuk Fuji.
"Tidak, Fuji tidak mau." Sahut Fuji.
"Baiklah, terserah kamu saja." Ucap Yuika.
Pukul 03:10 menjelang sore, terdengar bunyi dering panggilan dari handphone Yuika.
Rupanya itu adalah panggilan dari Miki.
"Hallo..!" Yuika mengangkat telpon.
"Hallo Yuika..! Aku dan semua teman-teman telah berada di dalam bus sekolah sekarang, menuju arah ke rumahmu." Ucap Miki dari dalam telepon
"Benarkah..!" Sahut Yuika.
"Dengar, bus sekolah tidak bisa masuk ke dalam lorong rumahmu berada, jadi kata pak Inuiki sebaiknya kamu menunggu di depan lorong, kami akan tiba sekitar 15 menit lagi." Ucap Miki.
"Baiklah." Jawab Yuika sambil mengakhiri panggilan dari Miki.
Yuika lalu bergegas menuju ke dalam kamarnya dan mengambil tas besar yang berisikan barang-barang bawaannya.
"Kak, apa kakak akan pergi sekarang..?" Tanya Fuji kepada Yuika.
"Ya, kakak akan pergi sekarang, bus akan datang sebentar lagi." Ucap Yuika.
"Ayah..! Kak Yuika akan pergi sekarang..!" Teriak Fuji memanggil ayahnya.
Ayah Yuika lalu keluar dari dalam kamar dan menemui Yuika yang telah menunggunya di depan teras rumah.
"Apa kamu akan berangkat sekarang..?" Tanya tuan Yoshimura kepada putrinya.
"Ya ayah, 15 menit lagi busnya akan tiba. Sekarang aku harus pergi menuju keluar lorong karena bus sekolah tidak bisa masuk ke dalam." Ucap Yuika.
"Baiklah tunggu ayah, ayah akan mengantarmu sampai ke depan lorong." Ucap tuan Yoshimura yang bergegas mengunci pintu rumah lalu mengambil payung karena cuaca di luar masih sangat terasa panas.
"Ayah, Fuji juga ikut..!" Seru Fuji.
"Iya sayang." Ucap tuan Yoshimura sambil menggandeng tangan Fuji.
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan pekarangan rumah menuju depan lorong.
Selama 5 menit menunggu di depan lorong bus sekolah akhirnya tiba.
"Yuika..!" Teriak Miki yang mengintip dari balik kaca jendela bus sekolah.
Yuika lalu berpamitan kepada ayah dan juga adiknya.
"Yah, Yuika pergi dulu." Ucap Yuika sambil memeluk ayahnya.
"Hati-hati di jalan nak, jaga diri baik-baik dan jangan lupa segera hubungi ayah saat ketika kamu telah sampai di sana." Ucap tuan Yoshimura sambil memeluk erat putrinya itu.
"Iya ayah, Yuika pasti langsung menelepon ayah saat tiba nanti." Jawab Yuika.
"Jaga ayah ya, jangan merepotkannya, kakak akan membawakanmu oleh-oleh saat kakak kembali nanti." Ucap Yuika sambil memeluk Fuji adiknya.
"Baiklah kak, kakak Yuika juga jaga diri baik-baik ya." Sahut Fuji sambil matanya berkaca-kaca.
"Jangan menangis, kakak akan segera kembali, hanya satu minggu kakak berada di sana." Ucap Yuika sambil menghapus air mata Fuji yang mulai menetes.
"Fuji akan sangat merindukan kak Yuika." Ucap Fuji.
"Kak Yuika juga akan merindukan Fuji." Jawab Yuika.
"Baiklah kakak pergi, sampai jumpa..!" Ucap Yuika seraya masuk ke dalam bus.
"Sampai jumpa..!" Teriak Fuji dan juga tuan Yoshimura.
Kemudian bus pergi meninggalkan Fuji dan Tuan Yoshimura yang masih tampak berdiri di depan lorong kompleks perumahan. Sementara itu di dalam bus, tampak Miki dan teman-teman yang lain menyambut kedatangannya.
"Apa Hana tidak ikut berlibur bersama kita..?" Tanya Yuika kepada Miki sambil melirik di sekitar kursi penumpang di dalam bus.
Yuika duduk di samping Miki, di dalam bus tampak Miki sangat menikmati moment kebersamaan.
Yuika lalu menghidupkan handphonenya dan menghubungi ibunya.
"Hallo..!" Ucap Yuika.
"Aku sedang berada di dalam bus sekolah sekarang bersama teman-teman. Ya, kami akan pergi berlibur ke Karuizawa selama sepekan." Ucap Yuika kembali.
"Ya bu, maaf jika Yuika baru mengabari ibu. Yuika akan menjaga diri dengan baik, ya, baiklah, aku juga sayang ibu. Sampai jumpa." Yuika mengakhiri perbincangannya dengan ibunya dan menutup telponnya.
Setelah beberapa menit berjalan, bus berhenti tepat di depan rumah Hana, Hana yang tengah berdiri di pinggir jalan segera masuk ke dalam bus, dia terlihat sangat senang sama seperti Miki.
Ketiga sahabat itu lalu duduk bersama, di sepanjang perjalanan mereka semua bernyanyi bergembira ria, pak Inuiki juga tampak ikut bernyanyi. Suasana di dalam bus tampak penuh dengan canda dan tawa.
Sekitar 3 jam lebih perjalanan, akhirnya sampailah rombongan mereka di pintu masuk wisata Karuizawa. Kemudian Yuika, Miki dan juga Hana serta seluruh teman-teman tim volleyball turun dari bus sambil membawa barang-barang mereka.
Di sana, mereka di sambut oleh seorang wanita paru baya yang akan menjadi pemandu wisata mereka.
Pak Inuiki tampak sedang berbicara empat mata dengan wanita paruh baya itu.
Setelah beberapa menit berbincang pak Inuiki kembali menemui anak-anak didiknya.
"Baiklah anak-anak, perkenalkan dia adalah nona Karin. Nona Karin akan menjadi pemandu wisata kita selama 3 hari kedepan." Teriak pak guru Inuiki kepada seluruh anak-anak didiknya.
"Sebelum matahari terbenam, kita semua akan pergi menuju penginapan sekarang. Bapak harap kalian telah mengambil semua barang-barang dari dalam bus, jangan ada yang terlupakan." Ucap pak Inuiki kembali.
"Buatlah barisan yang rapi, dan berjalanlah mengikuti nona Karin, jangan ada yang keluar dari barisan atau kalian akan tersesat. Kalian semua mengerti..?" Teriak pak Inuiki.
"Ya pak, kami mengerti..!" Seru semua siswi serentak.
"Bagus, ayo mulailah berjalan." Ucap pak Inuiki.
Miki, Yuika dan juga Hana berjalan mengikuti barisan, sementara itu pak guru Inuiki berada pada barisan paling belakang, berjalan mengikuti sambil memantau murid-muridnya.
Langit sudah tampak menjadi gelap, setelah berjalan beberapa menit tibalah mereka semua di sebuah resor, sebuah penginapan yang masih sangat asri. Suasana penginapan masih sangat terlihat tradisional, banyak lampu lampion yang terpajang di sekitat halaman penginapan. Karena matahari sudah terbenam mereka tidak sempat melihat-lihat area sekitar penginapan, di tambah lagi suasana yang telah menjadi gelap.
Nona Karin mengarahkan mereka semua menuju kamar penginapan.
"Baiklah ini adalah bangunan tempat kalian menginap, di dalam bangunan terdapat 1 buah ruang dapur, 4 buah kamar tidur di lengkapi kamar mandi dan toilet di setiap masing-masing kamar. Karena jumlah kalian sebanyak 7 orang, maka setiap kamar bisa ditempati 2 sampai 3 orang siswi." Ucap nona Karin.
"Jika butuh sesuatu, bapak bisa langsung menghubungiku." Ucap nona Karin kepada pak Inuiki sambil memberikan kartu nama dan juga 5 buah kunci. 1 buah kunci ruang utama dan 4 buah kunci kamar tidur.
"Terima kasih." Ucap pak Inuiki sambil berjabat tangan dengan nona Karin.
Kemudian nona Karin berlalu pergi meninggalkan tempat penginapan.
"Baiklah anak-anak, 3 orang di antara kalian boleh maju kemari dan mengambil kunci kamar kalian masing-masing." Ucap pak Inuiki.
Miki dan 2 orang siswi lainya maju ke depan dan mengambil kunci kamar mereka masing-masing.
"Apa semua siswi telah mendapatkan kunci kamar masing-masing..?" Tanya pak Inuiki.
"Ya pak..!" Semua siswi menjawab serentak.
"Baiklah, sekarang kalian boleh masuk." Ucap pak Inuiki sambil membuka pintu utama bangunan itu.
Semua siswi kemudian masuk ke dalam ruang kamar mereka masing-masing. Miki, Hana dan juga Yuika tampak berada dalam satu kamar, sementara kamar yang lain masing-masing di tempati oleh 2 orang siswi dan satu ruang kamar lagi di tempati oleh pak guru Inuiki.
Karena merasa lelah, sehabis makan malam Miki, Hana dan juga semua anggota volleyball kembali ke kamar masing-masing dan segera tidur.
Sementara itu Yuika yang masih belum tidur, menyempatkan diri menghubungi ayahnya serta memberitahukan bahwa dia telah sampai di tempat wisata dan telah berada di penginapan.
Setelah mengabari ayahnya, Yuika yang juga merasa sangat lelah karena telah duduk berjam-jam di dalam bus ikut tidur bersama Miki dan juga Hana.
Begitu pula pak Inuiki yang kelelahan juga tampak telah tertidur pulas.
Udara di sekitar penginapan sangat dingin di pagi hari, Hana dan juga Yuika mengigil kedinginan, kedua remaja itu tampak membungkus tubuh mereka menggunakan selimut tebal.
Musim panas di Karuizawa terasa begitu berbeda dengan kota Otaru.
Sementara itu pak Inuiki tampak telah berada di depan penginapan bersama dengan nona Karin. Sepertinya mereka tengah membicarakan tempat objek wisata yang terkenal di Karuizawa.
Karuizawa merupakan tempat wisata yang sangat banyak diminati oleh para wisatawan, baik dari dalam negri atau pun dari luar negri. Karuizawa terletak di Prefektur Nagano bagian timur. Lokasi ini terkenal sebagai resor yang nyaman untuk melewati musim panas. Suhu rata-rata musim panas di sini kurang lebih 25° celcius.
Langit tampak begitu cerah, pak Inuiki segera mengumpulkan semua anak-anak didiknya dan memberi kabar gembira.
"Anak-anak, pagi ini kita akan di pandu nona Karin menuju tempat air terjun Shiraito, namun sebelum berangkat ada baiknya kita semua sarapan terlebih dahulu agar berstamina dan kuat berjalan" Ucap pak Inuiki bersemangat.
Setelah selesai sarapan pagi Miki, Hana dan juga Yuika serta anggota volleyball yang lainnya tampak tengah bersiap-siap untuk pergi menuju air terjun Shiraito.
"Baiklah semuanya, karena jarak tempuh menuju tempat wisata air terjun Shiraito akan memakan waktu 1 jam perjalanan bila berjalan kaki, maka kami dari panitia resor akan memberikan tumpangan gratis berupa Mini bus yang akan membawa kalian semua ke tempat wisata air terjun hanya dalam waktu 10 menit." Ucap nona Karin.
Seluru siswi tampak sangat gembira, kemudian mereka semua pergi menggunakan mini bus, sambil perjalanan mereka di pandu oleh nona Karin hingga sampai ke tempat tujuan.
Setelah sampai di tempat wisata air terjun Shiraito, nona Karin kemudian menjelaskan tentang sejarah singkat dari air terjun tersebut.
Hari itu Yuika dan ke dua sahabatnya tampak sangat menikmati wisata air terjun Shiraito. mereka sangat senang bisa berkunjung ke Karuizawa.
Ketiga remaja itu mengambil gambar saat mereka berada di bawa air terjun Shiraito.
Mereka bertiga relah berbasa-basahan demi mengabadikan keseruan mereka dalam sebuah video recording yang di ambil dari handycam yang di bawa oleh Miki.
Pak Inuiki juga tampak ikut turut serta, tak mau melewatkan keseruan yang di buat oleh anak-anak didiknya itu.
Setelah merasa puas bermain air, mereka segera berganti pakaian di dalam ruangan yang telah di sediakan oleh pihak resor. perjalanan mereka menjadi sangat menyenangkan, karena hampir semua fasilitas yang di butuhkan telah di sediakan oleh pihak resor, mulai dari tempat penginapan, makanan sampai alat transportasi, semuanya bisa dinikmati dengan cuma-cuma karena pihak sekolah telah mendanai perjalan wisata mereka.
Setelah berganti pakaian mereka semua kembali ke penginapan menggunakan mini bus.
Pukul 12:15 siang, tampak meraka semua telah berkumpul kembali di dalam ruang utama penginapan.
Sambil menunggu makan siang yang akan di sediakan oleh pihak resor, Miki dan juga Hana memposting foto kebersamaan mereka di dalam instagram. Sementara itu Yuika tampak sedang mengirim gambar keseruannya sewaktu berada di air terjun kepada ayahnya.