
Rabu, 6 Desember 2023, pagi hari di kota Otaru. Suasana berkabut semakin tampak tebal menutupi kota itu.
Jalan raya juga terlihat sangat sepi.
Minato tampak berjalan sendiri menuju gerbang sekolah pagi itu, dengan mengenakan jaket tebal berbahan kulit berwarna abu-abu, pria itu mempercepat langkanya masuk ke dalam gerbang sekolah.
Minato berjalan menuju gedung sekolah dan naik ke lantai 2. Saat di tangga gedung, dia bertemu dengan Mizuki yang juga ternyata baru datang.
"Mizuki..!" Teriak Minato sambil berlari menaiki anak tangga dan menghampiri Mizuki.
Mizuki menoleh dan tersenyum kepada Minato.
Karena cuaca kota Otaru yang cukup dingin saat di pagi hari, tampak seluruh murid di sana memakai jaket tebal termaksud juga Mizuki.
Keduanya lalu berjalan masuk ke dalam ruang kelas mereka, yakni kelas 11 A.
"Selamat pagi..!" Sapa Mizuki sambil tersenyum kepada Miki dan Hana yang telah berada di dalam ruangan.
"Selamat pagi..!" Balas Hana sambil memperhatikan Minato yang berjalan di belakang Mizuki.
Minato lalu duduk di bangku miliknya dan meletakan tasnya di atas meja.
"Bagaimana dengan Yuika..? Apa dia tidak datang hari ini..?" Miki datang menghampiri Minato.
"Aku juga tidak tahu, semalam aku menghubunginya berkali-kali, namun nomornya tidak aktif. Aku juga mencoba mengirim pesan ke whatsappnya tapi sampai sekarang dia belum membalasnya." Jawab Minato dengan perasaan cemas.
"Ini semua salahmu..! Jika kamu tidak mengajaknya ke pantai hari itu, pasti Yuika akan baik-baik saja sekarang." Cetus Miki dengan rada kesal.
Minato hanya terdiam, dia tahu bahwa dialah penyebab Yuika sampai jatuh sakit.
"Apa-apaan si kamu..! Berhenti menyalahkan Minato." Hana mencoba membela Minato.
"Tidak, apa yang di ucapkan Miki itu adalah benar akulah yang menyebabkan semua kekacauan ini, karena aku Yuika jatuh sakit." Minato menyalahkan dirinya.
"Jangan menyalahkan diri sendiri, kamu juga pasti tidak bermaksud menyakiti Yuika kan..!" Seru Hana.
Sementara itu di kediaman tuan Yoshimura. Terlihat Yuika yang sedang berbaring di atas ranjang dengan mengenakan jaket dan selimut tebal menyelimuti seluruh bagian tubuhnya.
Suhu tubuh gadis itu masih belum stabil, demamnya pun belum juga turun.
Tuan Yoshimura yang berada di ruang tamu tampak sedang berbicara dengan nyonya Elena ibu dari Yuika.
"Ya, demamnya masih sangat tinggi..! Kata dokter dia hanya demam biasa dan akan segera sembuh, tapi jika siang ini demamnya masih belum turun juga, maka aku akan membawanya ke rumah sakit. Ya baiklah, kami menunggumu..!" Ucap tuan Yoshimura dari dalam telepon.
"Fuji..! Ayo bersiaplah ayah akan mengantarmu ke sekolah..!" Teriak tuan Yoshimura sesaat setelah menutup telpon dari mantan istrinya itu.
"Nona Naomi tidak bisa menjemputmu pagi ini, di sedang ada urusan..." Teriak tuan Yoshimura kembali.
"Tidak, aku tidak mau ke sekolah, aku akan menjaga kak Yuika saja di rumah." Fuji datang masih dengan mengenakan piama di tubuhnya.
"Sayang ayolah... Kamu harus ke sekolah..!" Tuan Yoshimura mencoba merayu putri kecilnya itu.
"Tidak ayah, aku tak akan pergi..!" Fuji berlari masuk ke dalam kamar Yuika.
"Ahh... Anak itu..!" Tuan Yoshimura pasrah sambil ikut berjalan masuk ke kamar Yuika.
"Sayang, bagaimana perasaanmu sekarang..?" Tanya tuan Yoshimura seraya duduk di sisi kasur samping Yuika, sambil menyentuh dahi putrinya.
Yuika tak menjawab, dia hanya tersenyum sambil memandangi ayahnya.
"Siang ini ibu kalian akan datang, tadi dia telah menghubungi ayah. Dia sangat cemas kepadamu sayang." Ucap tuan Yoshimura kembali.
"Benarkah ibu akan datang..?" Fuji merasa senang mendengarnya.
"Ya sayang, ibu kalian akan datang. Baiklah, ayah akan membuatkan bubur untuk kakakmu." Tuan Yoshimura kemudian berjalan keluar dari kamar Yuika lalu pergi menuju dapur.
Selang beberapa saat kemudian, tuan Yoshimura kembali ke kamar Yuika dengan membawa semangkok bubur hangat dan beberapa pil obat.
"Sayang, ayo bangun..! Ayah membawakan bubur hangat untukmu..!" Ucap tuan Yoshimura sambil kembali duduk di sisi Yuika.
"Ayah..! Biar aku saja yang menyuapi kakak." Ucap Fuji.
"Baiklah, tapi pelan-pelan, buburnya masih sedikit panas." Jawab tuan Yoshimura.
Fuji lalu menyuapi Yuika dengan sangat hati-hati.
"Ayah harus ke sekolah Yuika pagi ini." Ucap tuan Yoshimura sambil melirik jam tangannya.
"Ayah telah menghubungi gurumu tapi tidak tersambung, jadi mungkin sebaiknya ayah harus pergi kesekolah untuk mendapatkan cuti beberapa hari buatmu" Ucap tuan Yoshimura kepada Yuika.
"Bisakah kamu menjaga kakakmu sampai ayah kembali..?" Tanya tuan Yoshimura kepada Fuji.
"Iya yah, pergilah..! Aku pasti akan menjaga kakak dengan baik.
"Baiklah sayang, ayah tak akan lama. Jangan lupa setelah makan berikan obat itu kepada Yuika." Tuan Yoshimura kemudian keluar dari kamar putrinya
Di sekolah SMA 1 Otaru saat jam istirahat. Miki dan Hana tampak sedang berjalan di dekat taman sekolah dekat ruang guru, mereka tampak akan pergi menuju ke kantin sekolah, tanpa di sengaja kedua remaja itu melihat ayah Yuika yang baru saja keluar dari ruang guru.
"Paman, bagaimana keadaan Yuika sekarang..?" Tanya Miki cemas.
"Oh kalian rupanya..! Demamnya masih belum turun, Sepertinya paman akan membawanya ke rumah sakit siang ini." Ucap tuan Yoshimura.
"Paman datang kemari untuk mendapatkan izin cuti beberapa hari untuk putri paman." Ucapnya lagi.
"Kasian Yuika..!" Seru Hana.
"Paman, kalau Yuika jadi ke rumah sakit, mohon beritahu kami berdua, kami pasti akan berusaha datang menjenguknya." Ucap Miki dengan perasaan yang semakin cemas.
"Ya, paman pasti akan menghubungi kalian berdua. Baiklah, kalau begitu paman harus kembali pulang sekarang. Paman khawatir karena meninggalkan Fuji dan Yuika di rumah." Ucap tuan Yoshimura.
"Ya paman, Hati-hati di jalan..!" Seru Miki dan juga Hana.
Kedua gadis itu lalu balik kembali ke ruang kelas, keduanya tidak jadi pergi ke kantin.
Saat di dalam ruang kelas.
"Yuika, dia, demamnya masih belum turun. Aku sangat khawatir..! Kata ayahnya dia akan membawanya ke rumah sakit siang ini." Ucap Miki menghampiri Minato yang sedang berdiri bersama Mizuki di dekat jendela.
"Benarkah..!" Ucap Minato yang juga terlihat sangat cemas.
"Tadi aku dan Hana bertemu ayah Yuika di ruang guru, dia datang untuk mendapatkan izin cuti beberapa hari untuk Yuika.
"Ikutlah bersama kami siang ini menjenguk Yuika." Ucap Miki kepada Minato dan juga Mizuki.
"Ya, kami akan ikut denganmu." Sahut Minato.
Kembali ke kediaman tuan Yoshimura.
Ayah Yuika itu baru saja pulang, dia masuk ke pekarangan rumah.
Di depan pekarangan rumah terlihat sebuah mobil terparkir di sana, rupanya nyonya Elena telah datang untuk menjenguk Yuika putrinya.
Tuan Yoshimura bergegas masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar Yuika.
Tampak di dalam kamar nyonya Elena sedang duduk di atas kasur sambil merangkul Yuika.
"Kamu sudah di sini..? Ucap tuan Yoshimura seraya berjalan menghampiri.
"Demamnya masih sangat tinggi, bagaimana bisa kamu meninggalkan putri kita dalam keadaan seperti ini..? Ucap nyonya Elena penuh emosional.
"Ibu..! Tidak apa..! Yuika baik-baik saja." Seru Yuika dengan suara yang lemah.
Tampak mata nyonya Elena berkaca-kaca melihat kondisi putrinya yang sangat lemah.
"Maafkan aku, tapi aku harus ke sekolah untuk mendapatkan izin cuti buatnya." Jawab ayah Yuika sambil menarik kursi dan duduk di atasnya.
Fuji yang juga berada di ruangan itu, datang mendekat kepada ayahnya dan duduk di pangkuannya.
"Kita harus membawanya ke rumah sakit. Jika hanya membiarkanya seperti ini maka demamnya tak akan kunjung turun dan semakin memburuk" Ucap nyonya Elena.
"Aku punya seorang dokter kenalan di rumah sakit Kasih Bunda, sebaiknya siang ini kita membawanya ke sana." Ucap nyonya Elena kembali sambil mengelus-elus bagian kepala Yuika.
"Ayah..! Apa kak Yuika akan baik-baik saja..?" Tanya Fuji yang tampak cemas saat mendengar bahwa kakaknya akan di bawa ke rumah sakit.
"Iya sayang, kakakmu akan baik-baik saja. Jangan cemas.
"Tidak bu, Yuika tak ingin ke rumah sakit. Yuika baik-baik saja." Ucap Yuika.
"Sayang, dengarkan ibu..! Di rumah sakit kamu akan mendapatkan perawatan yang lebih baik." Ucap nyonya Elena.
"Ibu juga akan selalu menjagamu sampai keadaanmu membaik, kamu jangan cemas ada ibu bersamamu." Ucap nyonya Elena.
Nyonya Elena begitu merasa bersalah, salama ini dia tidak bisa berada di sisi putri-putrinya, bahkan selama bertahun-tahun dia kurang memberikan kepedulian dan kasih sayang sebagai seorang ibu yang baik kepada kedua putrinya.
Setelah bercerai dengan ayah Yuika, nyonya Elena hanya menghabiskan waktunya dengan kesibukan sendiri.
Ada perasaan menyesal di hatinya sekarang.
"Ayo Yoshimura, bantu aku menyiapkan semuanya, kita ke rumah sakit sekarang. Jangan menunda lagi." Ucap nyonya Elena sambil mengusap air mata yang menetes di pipinya.
"Sayang, kemari..! Bantu ibu mengemasi pakaian kakakmu ke dalam tas." Panggil nyona Elena kepada Fuji.
"Iya bu..!" Sahut Fuji.
Setelah selesai mengemasi segala keperluan putrinya saat nanti selama di rumah sakit. Lalu kemuadian tuan Yoshimura merangkul Yuika yang tampak lemah turun ke lantai bawah menuju ke mobil milik nyonya Elena.
"Hati-hati sayang..!" Seru nyonya Elena saat Yuika masuk ke dalam mobil.
"Tunggu sebentar, Ayah akan mengunci pintu terlebih dahulu." Ucap tuan Yoshimura seraya berlari kembali ke pintu rumah dan mengunci pintu.
Kemudian mereka pun pergi menggunakan mobil menuju ke rumah sakit Kasih Bunda.