
Minato tampak sedang mengendarai sepeda menyusuri lorong-lorong jalan. Dia akan pergi ke sebuah super market dekat rumahnya. Ibu Minato meminta putranya itu berbelanja beberapa keperluan dapur, karena stok kebutuhan di dapur mereka sudah habis. Sementara itu, sore nanti teman-teman kantor ayah Minato akan datang berkunjung ke rumah tempat tinggal mereka, jadi keluarga Minato harus membuat beberapa hidangan untuk menyambut kedatangan teman-teman kantor ayah Minato.
Cuaca sedikit panas siang itu, Minato mengayuh sepedanya dengan cepat ingin segera tiba di super market.
Saat tiba di sana dia segera memarkirkan sepeda miliknya di depan area super market.
Dia lalu melihat daftar belanja yang ibunya berikan kepadanya.
Minato memegang keranjang belanja sambil memilih-milih kebutuhan yang akan dibelinya itu.
Setelah selesai berbelanja dan merasa bahwa keperluan dapur yang dibelinya sudah lengkap semua, dia lalu pergi menuju ke kasir untuk menbayar total harga belanjaannya.
Kemudian ia keluar dari super market dan mengambil sepeda miliknya, lalu meninggalkan super market itu.
Saat sedang mengendarai sepedanya, di jalan dia tak sengaja melihat anak laki laki yang bersama Yuika saat di taman dekat sekolah kemarin, sedang memasuki sebuah toko bunga milik nona Naomi.
Kemudian Minato menghentikan sepedanya dan berdiri di seberang jalan sambil terus memperhatikan anak laki laki itu keluar dari toko bunga.
"Bukankah dia siswa yang kemarin bersama Yuika di taman..! Sedang apa dia disini..?" Ucap Minato dalam hati.
Tampak Ken keluar dengan membawa sebuah rangkaian bunga yang sangat indah, sambil berjalan keluar Ken sesekali menciumi dan menikmati aroma harum dari bunga yang baru saja di belinya itu.
Dari seberang jalan Minato yang terus menguntit tampak merasa curiga kepada Ken.
"Dia membeli bunga untuk siapa..? Apakah dia membeli bunga untuk di berikan kepada Yuika..?" Minato semakin curiga dan menerka-nerka untuk siapa bunga itu.
Suatu yang kebetulan, saat itu Yuika juga tampak tengah mengendarai sepeda miliknya menuju arah ke toko bunga. Yuika berencana akan menjemput adiknya Fuji yang berada di toko bunga milik nona Naomi.
Setiap saat pulang sekolah Fuji selalu mampir sebentar ke toko bunga milik nona Naomi menunggu Yuika kakanya datang menjemputnya.
Lalu kemudian Ken yang sedang berjalan tak sengaja berpapasan dengan Yuika yang hendak menjemput adiknya itu.
"Hai..!" Ken menyapa Yuika sambil melambaikan tangannya.
Yuika lalu menghentikan laju sepedanya sambil membalas sapaan dari Ken.
"Sedang apa kau disini..?" Tanya Yuika kepada Ken.
"Aku baru saja membeli bunga ini..!" Jawab Ken sambil menunjukan rangkaian bunga yang berada di tangannya.
Tampak dari jauh Minato terus menguntit. Minato merasa sangat cemburu ketika melihat Yuika juga berada di sana bersama Ken.
"Jadi benar, anak laki laki itu adalah kekasih Yuika..!" Ucap Minato dengan wajah yang tampak sedih.
Dia mengirah bahwa Ken yang bersama Yuika sewaktu di taman itu adalah kekasih dari Yuika.
Lalu Minato Mengayuh sepeda miliknya dan pergi meninggalkan tempat itu.
Keesokan harinya saat di sekolah. Terlihat Minato yang tampak kurang bersemangat mengikuti pelajaran.
"Hei Minato..! Ada apa denganmu..? Apa kau sedang tidak sehat..?" Bisik Mizuki yang cemas melihat Minato.
Minato tampak tidak seperti biasanya, hari itu dia terlihat begitu murung.
"Aku tak apa, aku hanya merasa sedikit lelah." Ucapnya.
"Jika kau merasa tidak sehat kau sebaiknya pulang saja. Aku akan memberitahu guru kita nanti." Ucap Mizuki tampak cemas.
"Tidak perlu, aku baik baik saja." Balas Minato.
"Sungguh..? Kamu yakin..?" Mizuki melirik ke arah Minato.
"Ya, aku sungguh baik-baik saja." Sahut Minato.
"Baiklah." Ucap Mizuki.
Saat jam istirahat tiba. Hana, Miki dan Yuika yang sedang duduk di kantin sekolah, mereka bertiga tampak sedang menikmati makanan mereka.
Tiba-tiba Mizuki masuk ke dalam kantin, da datang membeli minuman dan juga beberapa roti kesukaan Minato.
Hana yang tampak heran melihat Mizuki masuk ke kantin seorang diri.
"Hei Mizuki..! Apa Minato tak bersamamu..? Tanya Hana.
"Oh dia berada di kelas, ku rasa dia sedang kurang sehat, aku baru saja akan membelikan roti ini untuknya." Ucap Mizuki sembari berlalu pergi.
"Apa Minato benar-benar sedang sakit..?" Ucap Hana yang mencemaskan Minato.
Yuika juga tampak cemas memikirkan Minato.
Saat sepulang sekolah seperti biasanya Hana, Miki dan juga Yuika, mereka berpisah di gerbang sekolah.
Namun Yuika tampaknya masih belum pulang ke rumah. Dia masih berdiri di sana menunggu Minato.
"Apa kau melihat Minato..?" Yuika mencoba bertanya kepada salah satu siswa di sana.
"Tidak, aku tak melihatnya. Sepertinya dia sudah pulang duluan" Ucap siswa itu.
Yuika yang merasa binggung kemudian pergi meninggalkan gerbang sekolah menuju stasiun Kereta Api.
Saat di stasiun, rupanya Kereta Api akan segera berangkat meninggalkan stasiun. Yuika mempercepat langkahnya menuju pintu masuk Kereta Api.
"Syukurlah, hampir saja aku ketinggalan kereta..!" Yuika berseru dengan nafas yang terengah-engah sambil tangannya diletakan di dadanya.
Di dalam kerata itu tak disangka-sangka Yuika bertemu dengan Minato. Lalu dia datang menghampiri Minato dan duduk di sebelahnya.
"Hai...!" Yuika menyapa Minato namun tampaknya Minato tidak membalas sapaannya.
Dia hanya memberikan sebuah senyuman kecil dari bibirnya saat melihat Yuika datang dan duduk di sisinya.
"Apakah kau baik baik saja?" Yuika kembali menyapa Minato yang sedari tadi hanya diam tak bersuara.
"Apa yang terjadi padamu..? Mizuki bilang kau sedang tidak sehat hari ini." Tanya Yuika.
"Aku baik-baik saja, kau tak perlu mencemaskanku." Ucap Minato.
Yuika terdiam sejenak, ia sedikit tidak mengerti mengapa Minato yang biasanya bersikap ceria dan menyenangkan kini menjadi sedikit dingin kepadanya.
"Siswa yang bersamamu di taman itu, apakah dia kekasihmu..?" Minato tiba-tiba saja bertanya, membuat Yuika merasa kaget.
"Kau... Apa kau juga berada di taman kemarin..? Jadi kau melihat kami..?" Ucap Yuika.
"Tidak... Aku hanya kebetulan lewat dan tak sengaja melihatmu bersamanya di sana." Balas Minato.
Minato terpaksa berkata bohong karena dia tak ingin Yuika tahu bahwa sebenarnya kemarin dia mengikuti Yuika sampai ke taman itu.
"Hmm... Pria yang kau maksud itu adalah Ken siswa kelas 11 senior kita. Dia bukanlah kekasihku, aku bahkan baru beberapa kali bertemu dengannya." Yuika mencoba menjelaskannya kepada Minato.
"Kemarin dia mengajakku bertemu di taman dan dia menyatakan perasaannya kepadaku."
"Oh... jadi dia menyukaimu..? Apakah kau juga menyukainya..?" Minato bertanya dengan raut wajah yang terlihat cemburu.
"Kami baru saja bertemu, aku bahkan tidak mengerti bagaimana bisa dia menyukai gadis sepertiku." Ucap gadis itu dengan ekspresi wajah yang kebingungan.
"Bukankah kau gadis yang cantik..! Aku rasa akan ada banyak pria yang menyukaimu." Ucap Minato sambil melirik ke arah Yuika.
Yuika tampak malu saat Minato memujinya. Tampak wajahnya menjadi merah.
"Jadi apakah kau juga menyukainya..? Minato kembali bertanya kepada Yuika.
" Aku.... itu...... Aku masih belum memikirkan hal yang semacam itu, lagi pula aku masih sangat muda. Sekarang aku hanya ingin fokus bersekolah.
"Jadi kau menolaknya..?" Minato bertanya dengan raut wajah yang cukup tegang.
"yaa...." Ucap Yuika sambil menundukan kepalanya.
Minato tampak sangat senang mendengar jawaban dari Yuika, dia merasa bahwa akan ada peluang untuknya mendekati gadis itu.
Sebenarnya dia juga telah menyukai Yuika saat waktu pertama kali mereka bertemu di depan pintu masuk Kereta Api.
Sambil tersenyum Minato memandangi langit dari balik kaca jendela Kereta Api.