Please Stay With Me

Please Stay With Me
Hati yang Patah



Suasana di dalam ruang kelas 10 B pagi itu. Semua murid tampak fokus memperhatikan pelajaran yang di ajarkan oleh pak guru Watanabe.


"Ayo anak-anak buka buku cetak kalian di halaman 156..! Selesaikan tugas yang ada di sana. Bapak akan keluar sebentar, dalam waktu 1 jam kemudian, kumpulkan tugas kalian saat bapak kembali nanti..! Kalian mengerti..?" Ucap pak guru Watanabe.


"Ya pak..!" Sahut para murid serentak.


Kemudian pak Watanabe berjalan keluar dari ruang kelas 10 B menuju ke ruang guru.


Terlihat Yuika dan Hana yang sedang serius mengerjakan beberapa soal pertanyaan yang ada di buku cetak mereka.


"Aku sangat lapar..! Ayo kita ke kantin..?" Ucap Miki kepada Hana sambil memegang perutnya.


"Ini masih jam pelajaran, bersabarlah beberapa waktu lagi sampai waktu istirahat tiba. Aku sungguh heran sebenarnya perutmu itu terbuat dari apa..?" Ucap Hana.


"Aku tidak bisa bersabar, aku sunggu sudah sangat lapar, pagi ini aku bangun terlambat dan terburu-buru pergi ke sekolah sehingga aku lupa sarapan." Ucap Miki mengeluh kepada Hana.


"Dasar kau ini..!" Ucap Hana.


Dia mengabaikan ajakan Miki dan terus menyelesaikan tugas yang di berikan pak guru Watanabe.


"Baiklah aku pergi sendiri saja..!" Ucap Miki seraya berdiri dari tempat duduknya.


"Bagaimana dengan tugasmu..?" Tanya Hana.


"Aku tak akan lama, aku akan segera kembali." Ucap Miki sambil berjalan meninggalkan ruang kelas.


"Dia mau kemana..?" Tanya Yuika kepada Hana saat melihat Miki berjalan pergi keluar meninggalkan ruang kelas.


"Ya kamu tahu sendiri, kemana lagi anak itu pergi saat lapar..!" Jawab Hana.


"Oh..!" Ucap Yuika sambil mengangguk- anggukkan kepalanya.


Sementara itu tanpa disadari oleh Yuika, Minato sedang memperhatikannya dari tempat duduknya.


Selang beberapa menit. Miki datang sambil membawa beberapa bungkus roti dan sekaleng minuman susu.


Satu jam telah berlalu, pak guru Watanabe kembali ke ruang kelas dan meminta agar seluruh siswa menyetor tugas mereka.


"Baiklah anak-anak, kumpulkan tugas kalian sekarang." Ucap pak guru Watanabe.


Yuika, Hana dan juga Miki serta seluruh siswa membawa dan memberikan tugas mereka kepada pak guru Watanabe.


"Apakah semua murid sudah menyetorkan tugasnya..? Tanya pak Watanabe memastikan bahwa tak ada satupun tugas dari muridnya yang terlewatkan.


"Ya pak..!" Ucap para siswa.


Sambil membawa buku tugas dari para muridnya, pak guru Watanabe pun pergi keluar meninggalkan ruang kelas.


Saat di jam istirahat, Miki dan juga Yuika pergi ke kantin belakang sekolah.


Sementara itu Hana tetap berada di dalam ruang kelas. Hana sengaja tidak ikut bersama Miki dan Yuika ke kantin karena dia ingin menemui Minato.


Hana melihat Minato yang sedang duduk melamun sambil memandangi suasana luar kelas dari balik kaca jendela.


"Hey, apa yang kamu pikirkan..?" Ucap Hana menyapa sambil tersenyum manis kepada Minato


"Eh, kamu Hana..! Bukan apa-apa, aku hanya sedang memandangi pohon sakura yang ada di sana." Minato lagi-lagi terkejut dengan kedatangan Hana yang secara tiba-tiba.


"Benarkah..!" Hana lalu duduk disamping Minato sambil ikut memandangi pohon sakura yang tumbuh di halaman sekolah.


"Apa kau tahu..? Pohon sakura yang tumbuh di halaman sekolah kita itu, katanya berhantu..!" Ucap Hana.


"Benarkah..?" Sahut Minato.


"Ya itu benar, aku tak mengada-ngada. Pak satpam yang menjaga bangunan sekolah ini telah beberapa kali melihat sosok wanita yang berdiri di bawah pohon itu. Ucap Hana.


"Rumor menyeramkan tentang pohon itu telah tersebar luas sampai ke luar sekolah. Katanya dahulu ada seorang siswi yang melakukan bunuh diri di pohon sakura itu. Siswi itu mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena telah ketahuan hamil di luar nikah dan kekasih yang menghamilinya telah melarikan diri. Gadis itu merasa sangat sedih dan akhirnya bunuh diri." Ucap Yuika kembali menceritakan peristiwa menakutkan yang terjadi pada pohon itu.


"Coba perhatikan baik-baik, bukankah pohon sakura itu terlihat menyeramkan..!" Bisik Hana sambil wajahnya didekatkan ke telinga Minato.


Yuika yang baru saja kembali dari kantin sekolah, melihat Hana yang duduk bersama Minato. Dia merasa bahwa hubungan Hana dan Minato menjadi semakin dekat.


Gadis itu berdiri di pintu ruang kelas sambil terus memperhatikan mereka berdua.


"Hey, ada apa..?" Dari belakang Miki menepuk pundak Yuika sehingga gadis itu terkejut. Yuika lalu pergi menuju tempat duduknya.


"Apa yang sedang di pikirkan anak itu..! Apa dia merasa cemburu..?" Ucap Miki dalam hati sambil melihat kearah Minato dan juga Hana.


"Musim panas akan segera tiba, kau masih ingatkan dengan janji pak Inuiki..? Tanya Miki kepada Yuika sambil berjalan menghampirinya.


"Hmm..!" Sahut Yuika singkat.


"Kita akan pergi ke bukit bulan depan, aku sudah mengatakan tentang ini kepada ayahku. Bagaimana denganmu..?" Tanya Miki.


Yuika tidak langsung menjawab pertanyaan dari Miki, gadis itu terus memandangi Hana dan Minato yang sedang duduk bersama.


"Hey, hey Yuika..!" Miki memanggil Yuika sambil membesarkan suaranya.


"Eh, apa yang kau katakan tadi..? Maaf aku tak begitu mendengarnya..!" Ucap Yuika.


"Oh itu, aku masih belum memberitahukannya kepada ayahku." Ucap Yuika.


"Oh jadi begitu..!" Seru Miki.


"Tapi aku akan segera memberitahukannya, aku harap dia mau memberi izin kepadaku..!" Seru Yuika.


Setelah beberapa jam kemudian, bel panjang pun berbunyi, yang artinya semua pelajaran telah usai. Seluruh murid berhamburan meninggalkan ruang kelas menuju pintu gerbang.


Yuika tampak berjalan dengan begitu terburu-buru meninggalkan pintu gerbang sekolah.


Dari arah belakang Minato berlari menghampirinya.


"Hey Yuika..!" Teriak Minato memanggil Yuika.


Namun Yuika tak menghentikan langkanya dan terus berjalan, gadis itu berpura-pura tidak mendengar panggilan dari Minato kepadanya.


Sepertinya hari Ini Yuika tak ingin pulang bersama Minato, dia mencoba menghidar darinya.


Semnetara itu terlihat Minato yang terus mengejar, dan akhirnya mendapatinya.


Mereka berdua lalu berjalan bersama.


"Hey..!" Sapa Minato kepada Yuika.


"Hmm." Jawab Yuika singkat.


"Sebenarnya ada apa denganmu..? Dari kemarin kamu mengabaikanku..!" Ucap Minato.


"Aku tidak mengabaikanmu." Jawab Yuika.


"Jika memang begitu, lalu mengapa tadi itu kamu tidak berhenti saat ku pangil..? Ucap Minato.


"Ku rasa, aku tak begitu mendengar panggilanmu." Ucap Yuika.


"Jangan coba berbohong padaku, aku tahu kau sedang ada masalah. Kau coba menghindar dariku iya kan..?" Tanya Minato sambil berdiri di hadapan Yuika, sehingga Yuika tidak dapat melanjutkan langkanya karena terhalang oleh Minato.


"Ku mohon minggirlah..! Biarkan aku lewat." Ucap Yuika.


"Tidak, aku tak akan pergi dari hadapanmu sebelum kamu memberi tahukan kepadaku apa yang sebenarnya telah terjadi padamu. Mengapa kamu mencoba menghindar dariku..?" Ucap Minato.


"Aku tidak menghindar darimu dan aku juga tidak memiliki masalah apapun." Jawab Yuika.


"Ku mohon minggirlah..! Ucap Yuika kembali.


"Tidak, itu bukan jawaban yang sebenarnya, kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Ku mohon Yuika katakanlah kepadaku..! Jangan membuatku bingung dengan sikapmu yang tiba-tiba berubah seperti ini..!" Seru Minato sambil terus berdiri di hadapan Yuika.


Raut wajah Yuika tiba-tiba saja berubah, dia terdiam sambil menundukan kepalanya.


"Aku, itu, sebaiknya kamu tidak usa mendekati aku lagi." Ucap Yuika dengan perasaan sedih.


"Apa maksudmu..?" Tanya Minato yang semakin heran.


Tiba-tiba saja Ken yang mengendarai sepeda motor datang menghampiri mereka berdua.


"Hey, Yuika..!" Sapa Ken kepada Yuika sambil turun dari motornya.


Yuika melirik ke arah Ken yang menuju padanya.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini..?" Tanya Ken.


"Tidak ada, aku hanya ingin pulang ke rumah." Ucap Yuika.


"Benarkah..! Kalau begitu ikutlah denganku, aku akan mengantarmu pulang." Ucap Ken menawarkan diri.


"Yuika akan pulang bersamaku." Ucap Minato sambil menarik tangan Yuika.


"Maaf, aku tak bisa pulang bersamamu..!" Yuika melepaskan tangannya dari genggaman Minato.


"Aku akan pulang bersama Ken." Ucap Yuika sambil terus menundukan pandangannya. Gadis itu tidak ingin memperlihatkan kesedihan yang terlukis di kedua bola matanya.


"Ayo pulanglah bersamaku..!" Pinta Minato sambil sekali lagi menarik tangan Yuika.


"Tidak, maafkan aku, aku tak bisa pulang bersamamu. Pulanglah sendiri Kereta Api akan segera berangkat. Aku akan pulang bersama Ken." Ucap Yuika.


"Kamu dengarkan..! Yuika ingin pulang bersamaku." Ucap Ken sambil tersenyum melirik tajam ke arah Minato.


"Ayo Yuika, kita pergi sekarang..!" Ucap Ken sambil melepaskan tangan Yuika dari genggaman tangan Minato.


Yuika lalu ikut pulang bersama Ken menaiki sepeda motor milik Ken.


Sementara itu Minato tetap berdiri di pinggir jalan sambil memandangi Yuika yang berlalu pergi bersama Ken meninggalkannya sendirian.


Hatinya merasakan sakit yang teramat sangat, bagai tertusuk ribuan duri. Dia tak menyangka bahwa Yuika akan benar-benar mengabaikannya.


Kemudian Minato berjalan sendiri menuju arah Stasiun Kereta Api dengan perasaan yang kacau. Raut wajahnya menjadi sangat murung, pria itu merasa sangat sedih.