
Pagi itu di SMA 1 Otaru. Para murid tampak sedang bergotong royong membersihkan halaman sekolah mereka. Kepala sekolah SMA 1 Otaru juga tampak turut ikut serta memangkas ranting-ranting pohon yang kering.
Tampak beberapa guru juga sibuk membersikan halaman dan memangkas rumput-rumput yang tumbuh liar di sekitar halaman sekolah.
Pak guru Inuiki juga ada disana.
Dia sedang mengecat kembali pot-pot bunga dan sebagian taman yang warnanya telah pudar. Sehingga tampak menjadi baru kembali.
Minato, Mizuki dan beberapa siswa lainnya sedang mengangkat tong yang berisikan sampah dan membawanya keluar menuju gerbang sekolah lalu meletaknya di pinggir jalan. Sampah-sampah itu nantinya akan di angkut oleh mobil pengangkut sampah yang tiap pagi lewat di sana.
Yuika, Miki dan Hana bertugas menanam bunga tsutsuji di halaman depan ruang kelas mereka.
Terlihat Mizuki yang datang sambil berlari menghampiri mereka bertiga membawa secarik kertas kecil di tangannya, yang bertuliskan The Ghost Prince.
Sepertinya itu adalah sebuah tiket nonton bioskop. Tiket itu lalu di berikannya kepada Miki.
"Apa ini..?" Tanya Miki sambil menerima tiket itu.
"Itu adalah........" Belum sempat Mizuki melanjutkan perkataanya, Hana lantas datang merebut kertas itu dari tangan Miki sambil berkata.
"Waahhh, ini adalah sebuah tiket bioskop, dari mana kau mendapatkan tiket ini..! Apa kalian berdua akan pergi berkencan..?" Seru Hana menggoda Mizuki.
"Bu... bu... bukan seperti itu..!" Mizuki berucap terbata-bata sambil menggaruk-garuk kepalanya. Tampak ia terlihat sangat malu.
"Mana tiket buat kami..? Mengapa kau hanya mengajak Miki..! Bukankah kami ini adalah temanmu juga." Kata Hana sedikit kesal.
"Oh itu... Aku pikir kalian berdua tidak menyukai film horror. Jika aku mengajak kalian berdua, apakah kalian berdua juga akan datang..? Aku masih memiliki 3 tiket nonton, ambilah jika kalian mau." Mizuki mengeluarkan tiket dari saku celananya dan memberikan tiga buah tiket itu kepada Hana.
"Mengapa kau memberikan 3 buah tiket..? Bukankah kami hanya berdua, aku dan juga Yuika." Ucap Hana sambil tangannya menunjuk ke arah Yuika dan juga dirinya
"Kau boleh mengajak satu orang teman lagi. Jika kau mau..! " Ucap Mizuki.
"Bagaimana jika kita mengajak Minato..! Apakah kalian setuju..?" Ucap Hana bersemangat.
"Ya aku rasa kita bisa mengajaknya." Jawab Miki.
"Kalau begitu biar aku saja yang memberikan tiket ini kepadanya." Mizuki hendak mengambil 1 tiket dari tangan Hana untuk diberikannya kepada Minato.
Namun Hana menepis tangan Mizuki dan berkata.
"Aku yang akan memberikan tiket ini langsung kepada Minato."
Saat jam istirahat tiba. Suasana di ruang kelas 10 B tampak sepi. Seluruh anak tengah berada di kantin sekolah menghabiskan waktu istirahat mereka.
Di dalam ruangan itu hanya tersisa Yuika sendiri.
Miki dan Hana juga tengah berada di kantin saat itu.
Yuika sedang melukis sesuatu. Terlihat seperti sebuah wajah seorang pria namun tampaknya lukisannya belum sepenuhnya sempurna.
Minato masuk ke dalam ruangan sambil membawa beberapa bungkus roti favoritnya. Namun sepertinya Yuika tidak mengetahui kedatangan Minato saat itu, dia hanya fokus pada lukisannya saja.
Tiba-tiba saja muncul tangan yang memegang sebuah roti persis di depan wajahnya. Sontak Yuika pun terkejut, ia mengangkat kepalanya dan melihat Minato sedang berdiri dekat meja miliknya.
Minato tersenyum kepadanya sambil tetap memegang roti yang hendak diberikan kepada Yuika.
"Ini untukmu." Minato memberikan roti itu kepada Yuika.
Sesaat Yuika hanya terdiam sambil menatap wajah Minato.
"Apa kau tidak menyukainya..?" Minato meletakan sebungkus roti itu di atas meja Yuika.
"ak... aku suka, Terima kasih." Yuika sedikit gugup lalu mengambil roti yang di berikan kepadanya.
Yuika selalu merasa deg degan saat setiap berada di dekat Minato. Wajahnya terlihat memerah.
"Kamu sedang apa..? Sepertinya kamu terlihat sangat sibuk..! Apa yang sedang kau lukis itu..?" Ucap Minato yang penasaran sambil memperhatikan lukisan yang ada di atas meja Yuika.
Dengan segera Yuika menutup buku gambarnya itu mengunakan kedua tanganya, mencoba menyembunyikan apa yang tengah dilukisnya itu dari Minato.
Dia akan merasa sangat malu jikalau Minato mengetahui bahwa lukisan yang di buatnya itu adalah gambar wajah dari Minato.
"Ayolah... Biarkan aku melihatnya, aku sangat menyukai setiap karyamu. Kamu tak perlu malu padaku..!" Seru Minato seraya mencoba mengangkat kedua tangan Yuika yang menutupi lukisan itu.
Belum sempat Minato melihat lukisan itu, tiba-tiba Mizuki masuk ke dalam ruang kelas.
"Apa yang sedang kalian berdua lakukan..?" Tanya Mizuki.
Ia tampak heran melihat Minato yang sedang berdua-duaan dengan Yuika di ruang kelas.
Tak berselang lama Miki dan Hana serta beberapa murid lainnya juga masuk ke dalam ruang kelas.
Tampaknya Hana merasa cemburu saat melihat tangan Minato berada di atas tangan Yuika.
Sementar itu Miki yang iseng mencoba menggoda Minato sambil berkata,
"Hey... Apa kalian berdua telah jadian..?" Sambil tersenyum melihat Minato dan Yuika.
"Kita harus merayakan ini, bukan begitu teman-teman." Miki terus saja menggoda Minato dan Yuika.
Yuika segera menarik tangannya dan menyembunyikan lukisan itu ke dalam laci mejanya.
"Kami hanya sedang berbincang-bincang." Sahut Minato yang juga tampak mengangkat kedua tangannya. Dia terlihat sedikit malu saat Miki mencoba menggodanya.
Sementara itu pipi Yuika yang tampak masih terlihat memerah karena menahan rasa malu, membuat Hana menjadi semakin curiga.
Kemudian Hana menuju bangku miliknya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Dia mengambil tiket nonton yang dia simpan di dalam tasnya lalu kemudian dia datang meghampiri Minato.
"Malam ini kami semua akan pergi ke bioskop untuk menonton film horror. Kami berencana ingin mengajakmu juga ikut bersama kami. Jika kau bersedia mohon ambilah tiket ini..!" Ucap Hana sambil memberikan sebuah tiket nonton itu kepada Minato.
"Apakah Mizuki juga ikut menonton bersama kalian..?" Minato bertanya sambil menerima tiket nonton pemberian Hana.
"Sebenarnya Mizuki lah yang memberikan tiket nonton ini kepada kami, dan kami bertiga memutuskan untuk mengajakmu pergi bersama kami." Ucap Hana.
"oh, kalau begitu baiklah, aku akan pergi bersama kalian malam ini." Jawab Minato.
Hana terlihat sangat senang mendengarnya, ia tersenyum kepada Minato.
Begitu pula dengan Yuika yang tampak ikut senang mendengarnya.
Pukul 07:30 malam di kota Otaru. Lampu lampion di sepanjang jalan menuju gedung Bioskop tampak begitu sangat cantik dan anggun. Rupanya di sekitar gedung Bioskop juga ada pasar malam yang sedang berlangsung.
Mereka menjual makanan, minuman, pakaian, aksesoris, tas, boneka dan masih banyak lagi.
Begitu banyak pengunjung yang memasuki gedung bioskop dan pasar malam di sana. Mereka membawa saudara, anak, istri beserta keluarga mereka. Tampak juga beberapa pasang kekasih tengah duduk santai di alun alun kota sambil menikmati indahnya pemandangan malam hari di kota Otaru.
Yuika berdiri di dekat pintu masuk gedung bioskop. Dia mengenakan jaket yang cukup tebal berwarna biru, dia juga mengenakan syal dan topi yang terbuat dari rajutan benang woll buatan ibunya.
Udara di kota Otaru malam itu cukup dingin. Dia telah berdiri di sana cukup lama menunggu kedatangan Miki, Mizuki dan Minato.
Sesaat sebelum menuju gedung bioskop Yuika telah menerima pesan dari Hana.
Rupanya malam itu Hana tak bisa ikut pergi ke bioskop bersama mereka. Ayah dan ibunya pergi menjenguk bibi Zima yang sedang jatuh sakit sehingga Hana harus menjaga rumah dan kedua adiknya yang masih kecil.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Miki dan Mizuki datang dan juga tak lama di susul dengan kedatangan Minato.
Setelah memperlihatkan tiket yang dibawa kepada petugas di sana, masing-masing dari mereka pun masuk ke dalam ruang nonton.
Lampu di dalam ruangan telah dimatikan. Film horror The Ghost Prince baru saja akan di mulai, suasana dalam ruangan tampak begitu gelap, hanya cahaya yang terpancar dari layar tancap sayup-sayup menerangi ruangan itu.
Sebenarnya Yuika adalah gadis yang penakut, dia tak begitu suka menyaksikan film horror, namun dia tidak ingin mengecewakan teman-temannya.
The Ghost Prince adalah kisah horror clasic yang menceritakan tentang seorang pangeran dari bangsa jin yang jatuh cinta kepada seorang manusia.
Yang akhirnya menikah dan hidup bahagia selamanya.
Setelah 2 jam berlalu, flim The Gost Prince akhirnya tamat. Keempat remaja itu keluar berjalan meninggalkan ruangan dan kemudian mereka semua berpisah di luar gedung bioskop.
Miki, Yuika dan juga Mizuki segera langsung pulang ke rumah, namun tidak dengan Minato yang masih belum pulang ke rumahnya. Dia tampak berjalan menuju pasar malam dan melihat-lihat barang yang dijual di sana.
Setelah mendapatkan barang yang di perlukannya dia pun segera pulang ke rumahnya.