Please Stay With Me

Please Stay With Me
Mencari Jejak Tuan Takeda ( Mendapat Informasi )



Masih di kediaman tuan Hanohara. Yuika dan nona Karin duduk di atas kursi kayu antik berukiran sangat klasic, Yuika yang sangat serius mendengarkan informsi dari tuan Hanohara tentang keberadaan tuan Takeda.


"Itu adalah lukisan tuan Takeda yang saya beli sekitar 1 tahun yang lalu." Ucap tuan Hanohara sambil mengingat-ingat kembali masa lalunya saat ketika dia membeli lukisan-lukisan itu dari tuan Takeda.


"Tapi itu sudah sangat lama." Ucapnya lagi.


"Apa anda tahu, lukisan-lukisan yang anda beli darinya, sebenarnya itu semua bukanlah lukisan milik tuan Takeda, tetapi itu adalah lukisan milik ayahku yang telah di curi olehnya." Ucap Yuika menjelaskan.


"Ha ha ha... Benarkah..!" Spontan tuan Hanohara tertawa saat mendengar ungkapan dari Yuika.


"Bagaimana kamu bisa mengatakan hal semacam itu..? Kalian berdua adalah gadis yang masih sangat mudah, tidak baik jika kalian berbohong dan mengada-ada cerita palsu..!" Seru tuan Hanohara sambil melirik ke arah Yuika dan juga nona Karin.


"Aku tak mengada-ngada. Ayahku adalah tuan Yoshimura, dulunya dia adalah pelukis hebat di kota Tokyo, tapi tuan Takeda telah menipunya dan mengambil semuanya dari ayahku" Ucap Yuika yang sedikit merasa kesal.


"Aku akan membuktikan bahwa apa yang aku katakan ini adalah benar." Ucap Yuika tegas.


"Jadi kamu adalah putri dari tuan Yoshimura..?" Tanya tuan Takeda heran.


"Ya, aku adalah putrinya. Apa anda mengenal ayahku..?" Tanya Yuika.


"Saya adalah seorang kolektor, siapa yang tidak mengenal tuan Yoshimura, dia adalah pelukis yang cukup populer." Sahut Tuan Hanohara.


"Setahuku ayahmu dan tuan Takeda mereka berdua adalah partner bisnis yang baik, hubungan mereka sangatlah dekat. Bagaimana bisa tuan Takeda menipu ayahmu..?" Tanya tuan Hanohara sambil melirik ke arah Yuika.


"Itu adalah cerita yang sangat panjang, memang, sebelumnya tuan Takeda adalah rekan baik ayahku, tapi pada kenyataannya dia tidaklah sebaik itu, dia tega merampas hasil kerja keras ayahku selama ini. Kami telah melaporkan ini kepada pihak berwajib, namun sampai saat ini keberadaan tuan Takeda bagaikan lenyap di telan bumi." Ucap Yuika dengan raut wajah yang sedih.


"Jadi aku mohon kepada anda, jika anda mengetahui informasi apa pun tentang tuan Takeda, mohon beritahu kepada kami, kami ingin tuan Takeda mendapat hukuman yang setimpal atas apa yang telah dia perbuat terhadap keluarga kami." Ucap Yuika Kembali.


"Aku sungguh tidak perna menyangka bahwa tuan Takeda melakukan hal serendah ini..! Baiklah berikan nomor ayahmu, aku pasti akan membantu mencari informasi tentang tuan Takeda." Ucap tuan Hanohara.


"Aku memiliki banyak rekan sesama kolektor yang terkenal di jepang, aku akan mencoba berusaha membantu sebisa yang aku mampu." Ucap tuan Hanohara kembali.


"Terima kasih atas bantuannya." Ucap Yuika.


"Apakah tuan Yoshimura masih tinggal di kota Tokyo..?" Tanya tuan Hanohara.


"Tidak lagi, sekarang kami tinggal di kota Otaru." Jawab Yuika.


"Oh rupanya begitu ya, baiklah." Tuan Hanohara lalu mencatat nomor tuan Yoshimura yang di berikan oleh Yuika.


"Mohon bantuannya..!" Ucap Yuika kepada tuan Hanohara sambil sedikit membungkukan tubuhnya.


"Ya, aku akan berusaha." Jawab tuan Hanohara.


"Terima kasih, sudah meluangkan waktu untuk kami." Ucap Yuika.


"Ya tidak masalah." Sahut tuan Hanohara.


Setelah mendapatkan informasi dari tuan Hanohara, lalu Yuika dan nona Karin pergi meninggalkan rumah kediaman tuan Hanohara.


"Terima kasih untuk bantuannya hari ini." Ucap Yuika pada nona Karin.


"Ya, sama-sama. Aku berharap urusanmu akan segera terselesaikan dan tuan Takeda yang telah menipu ayahmu segera di temukan dan mendapatkan hukuman yang setimpal atas pembuatannya." Jawab nona Karin.


"Terima kasih kak..!" Ucap Yuika sekali lagi.


Kemudian Yuika kembali ke resor tempat penginapan sedangkan nona Karin kembali pulang ke rumahnya.


Pukul 05:45 sore menjelang petang, langit jingga di kota Karuizawa, terlihat sangat mempesona, pemandangan di kota itu tampak sangat indah.


Yuika turun dari bus dan berjalan menuju tempat penginapan, raut wajah gadis itu tampak lelah namun lelah yang dia rasakan sedikit terobati dengan informasi yang dia dapatkan hari ini dari tuan Hanohara tentang tuan Takeda.


Yuika berjalan lurus ke depan, hingga sampailah dia di halaman resor tempat dia menginap.


Hana dan Miki yang telah menunggu kepulangannya berjalan mendekati Yuika sambil memanggil namanya.


"Kau sudah kembali..!" Ucapnya lagi.


Yuika tersenyum melihat kedua sahabatnya itu sambil melambaikan tangannya.


"Kamu dari mana saja..? Kau bahkan tidak memberitahu kepada kami kalau kamu akan pergi." Seru Hana.


"Ya, aku sedikit ada urusan, maafkan aku..! Aku tidak sempat memberitahu kalian berdua. Saat aku hendak pergi, kamu dan Miki sedang tidur pulas, jadi ku pikir tak baik jika membangunkan kalian berdua." Jawab Yuika.


"Dasar kau ini..! Kita kan sahabat..! Mengapa harus sungkan, lain kali jika kamu ingin keluar, apapun yang terjadi mohon beri tahu kepada kami." Ucap Miki.


"Satu hal lagi, mengapa handphonemu tidak aktif..? Aku telah menghubungmu berkali-kali tapi tidak tersambung..! Kamu sungguh membuat kami cemas." Ucap Miki kembali.


"Oh itu, handphoneku tiba-tiba mati, mungkin batreinya habis." Sahut Yuika sambil memegang lengan Hana dan juga Miki.


Ketiga remaja itu pun berjalan masuk ke dalam kamar penginapan.


"Bisakah aku meminjam handukmu..?" Tanya Yuika kepada Hana.


"Kamu tak perlu izin, jika kamu membutuhkannya, ya pakai saja." Sahut Miki.


"Hana juga tak akan keberatan, ya kan Hana..?" Ucap Miki kembali sambil melirik ke arah Hana.


"Ya, barang-barang yang ada dilamar ini adalah barang milik bersama, jadi pakailah semaumu." Jawab Hana.


"Terim kasih..!" Ucap Yuika sambil tersenyum senang.


Yuika yang terlihat sangat lelah segera mandi dan membersikan dirinya.


Selesai mandi gadis itu pun berganti pakaian dan tidur untuk menghilangkan lelah yang hinggap di tubuhnya.


Pukul 07:30 malam, makan malam telah dikirimkan kepada mereka semua. Tampak Miki, Hana dan juga Yuika sangat menikmati menu makan malam yang di sediakan oleh pihak resor.


Saat di dalam kamar,


"Sepertinya timbangan berat badanku semakin bertambah, apakah aku terlihat gendut..?" Tanya Hana kepada Yuika.


"Aku rasa tidak, tubuhmu masih terlihat langsing. " Sahut Yuika.


"Benarkah..!" Seru Hana sambil memperhatikan bentuk tubuhnya di depan cermin.


"Tapi pipiku terlihat gendut, ya kan..?" Ucapnya lagi.


"Ya, gendut seperti badut." Sahut Miki tertawa mengejek Hana.


"Kau ini, jangan mengejeku." Seru Hana sambil melemparkan bantal kecil ke arah Miki.


"Apakah malam ini kita tidak jadi ke pasar malam..?" Tanya Yuika.


"Tidak, aku sedang tidak enak badan." Ucap Hana sambil memijat-mijat bagian bahu kanannya.


"Bilang saja kalau kamu takut masuk ke dalam wahan rumah hantu." Ucap Miki mengejek.


"Kita akan pergi besok malam, aku akan buktikan bahwa aku tidak penakut seperti yang kamu pikir. Malam ini aku sungguh merasa tidak enak badan." Jawab Hana sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur.


Malam semakin larut, rembulan malam tampak terang menerangi gelapnya malam.


Langit yang bertabur bintang-bintang memancarkan sinar kelap-kelip di angkasa, dari balik kaca jendela kamar Yuika tampak sedang memandangi langit malam, gadis itu masih belum bisa memejamkan kedua matanya.


Yuika duduk lalu bersandar pada tembok dekat jendela, sambil menikmati indahnya suasana malam di kota Karuizawa.


Dari kejauhan tampak lampu-lampu rumah penduduk menerangi kota itu. Cahaya yang terpancar bagaikan cahaya bintang di langit yang berkilauan.