
Suasana pasar sankaku di kota Otaru sangatlah ramai. Pagi-pagi sekali nyonya Kurinai ibu dari Minato telah berada di sana. Dia membeli beberapa kebutuhan dapur dan juga pakaian serta beberapa kebutuhan lainnya.
Ibu Minato itu sangat hobby berbelanja.
Sementara itu tuan Yoshimura juga tampak tengah memasuki sebuah toko buah di pasar itu. Dia membeli 1 kg buah anggur dan 1 kg buah apel kesukaan Yuika.
Sehabis berbelanja buah, tuan Yoshimura kemudian berjalan menuju toko yang menjual berbagai macam cat. Dia membeli 1 kaleng cat kayu berwarna coklat. Rupanya ayah Yuika itu akan mengganti warna cat jendela rumah mereka yang telah tampak usang dengan cat warna baru.
Pagi itu tuan Yoshimura tidak menggunakan motor miliknya namun dia datang ke pasar dengan berjalan kaki. Hanya sekitar 2 kilo meter saja jarak yang tempuh dari kediamannya untuk sampai ke pasar sankaku.
Setelah selesai berbelanja, tuan Yoshimura kemudian berjalan pulang meninggalkan lokasi pasar sankaku.
Saat di perjalanan dia melihat sebuah kios yang menyediakan berbagai macam minuman. Karena merasa kehausan tuan Yoshimura pun singga sebentar di kios itu untuk membeli sebotol minuman dingin.
Tak jauh dari kios itu seorang wanita paru baya tampak tengah duduk di sebuah bangku panjang sambil menikmati sekaleng minuman dingin yang baru saja di belinya.
Wanita itu tampak tak asing bagi tuan Yoshimura.
"Hai, lama tak jumpa..! Sapa tuan Yoshimura kepada wanita itu.
Rupanya wanita paru baya itu adalah ibu Minato yang juga kebetulan merupakan teman lama dari tuan Yoshimura.
Ibu Minato berbalik melihat ke arah tuan Yoshimura. Dia lalu tersenyum saat mengetahui bahwa yang menyapanya adalah tuan Yoshimura teman lamanya.
"Hai..! Ibu Minato membalas sapaan sambil tersenyum. Sebuah lesung pipit yang terbentuk di pipi ibu Minato saat tersenyum tampak begitu terlihat sangat manis.
"Apa yang kamu lakukan di kota ini..? Ucap tuan Yoshimura kepada ibu Minato sembari duduk di sebuah bangku yang berhadapan dengan ibu Minato.
Setahu tuan Yoshimura, Kurinai ibu Minato itu tinggal di kota Tokyo bersama suaminya.
"Aku tinggal di sekitar sini." Ucap Ibu Minato.
"Benarkah..! Jadi kau juga telah pinda kemari..? Kebetulan sekali aku juga tinggal di sekitar sini, rumahku berada tak jauh dari tempat ini." Ucap tuan Yoshimura.
"Di mana Elena..? Apa dia tidak datang bersamamu..?" Ucap Ibu Minato. Rupanya dia belum mengetahui tentang perceraian antara tuan Yoshimura dan juga Elena.
Dulunya saat ketika masih bersekolah tuan Yoshimura, Elena dan juga ibu Minato adalah sahabat dekat.
"Kami sudah tidak bersama lagi, dia telah bersama pria lain. Kami berdua telah berpisah..!" Ucap tuan Yoshimura.
"Sungguh..!" Ibu Minato tampak kaget mendengarnya, dia tidak menyangka bahwa Elena yang dulu sangat mencintai tuan Yoshimura memutuskan hubungan dan berpaling dari tuan Yoshimura. Padahal dulu saat ketika masih bersekolah, Elena sangat tengila-gila kepada Yoshimura ayah dari Yuika itu.
Ibu Minato juga dulunya menyimpan perasaan kepada tuan Yoshimura, namun dia lebih memilih untuk mengalah dan memendam perasaannya kepada tuan Yoshimura agar hubungan persahabatan mereka tidak hancur.
Tapi kisah itu sudah sangat lama, sekarang ibu Minato itu telah hidup bahagia bersama suaminya yakni ayah Minato.
"Jadi Elena sekarang sudah menikah lagi..?" Tanya ibu Minato.
"Ya, dia menikah dengan seorang pengusaha dan masih tetap tinggal di kota Tokyo." Ucap tuan Yoshimura.
Tuan Yoshimura menceritakan semua kejadian yang dia alami kepada ibu Minato tanpa sungkan karena dulunya dia dan ibu Minato itu adalah sahabat dekat.
Ibu Minato tampak bersedih setelah mengetahui bahwa Elena berpaling dari tuan Yoshimura dan memilih pria yang lebih mapan darinya.
Ibu Minato itu hanya bisa menyemangati dan mengatakan kepada tuan Yoshimura agar tetap bersabar menjalani cobaan hidup.
"Aku harus segera kembali ke rumah kedua putriku telah menungguku." Ucap tuan Yoshimura sambil berdiri dan hendak pergi.
"Apakah kau pulang dengan berjalan kaki..? Tanya ibu Minato.
"Ya, rumahku tak jauh dari sini." Jawab tuan Yoshimura.
"Kau bilang rumahmu tak jauh dari sinikan..? Kalau begitu biarkan aku mengantarmu pulang, kebetulan aku membawa mobil, aku juga akan pulang sekarang." Ucap Ibu Minato menawarkan tumpangan kepada tuan Yoshimura.
" Apakah ucapanku terdengar seperti memaksa..? Tanya ibu Minato yang tersenyum sambil melirik ke arah tuan Yoshimura.
Kemudian mereka berdua pun masuk ke dalam mobil. Ibu Minato mengendarai mobil miliknya dan mengantar tua Yoshimura sampai depan halaman rumahnya.
"Ayo singgahlah ke rumah walau hanya sebentar saja..!" Ucap tuan Yoshimura mengajak Ibu Minato masuk ke dalam rumahnya.
"Ya baiklah...! Ucap ibu Minato.
Ibu Minato keluar dari mobil dan ikut bersama tuan Yoshimura masuk ke dalam rumah.
"Maaf rumahku sangtlah kecil..!" Ucap tuan Yoshimura.
"Tidak masalah..! Ibu Minato lalu duduk di atas kursi sofa ruang tamu rumah itu.
Sementara itu tuan Yoshimura pergi ke dapur untuk membuatkan secangkir teh.
"Bibi..! Bibi siapa..? Ucap Fuji sambil datang menghampiri ibu Minato. Hari itu Fuji tidak mau pergi kesekolah karena dia ingin menjaga Yuika.
" Dia bibi Kurinai teman lama ayah." Ucap tuan Yoshimura yang tiba-tiba berdiri di belakang Fuji sambil membawa secangkir teh buatannya.
Fuji tampak terus memandangi ibu Minato.
"Kau manis sekali..! Mirip seperti ibumu." Ucap ibu Minato sambil mecubiti pipi Fuji yang tembem seperti roti.
"Dia adalah Fuji anak bungsuku." Ucap tuan Yoshimura memperkenalkan putrinya kepada ibu Minato sambil memberikan secangkir teh buatannya itu.
"Aku memiliki dua orang putri, namun putriku yang pertama sedang berada di kamarnya sekarang. Dia masih belum dapat berjalan, kakinya sedang cedera karena terjatuh dari kamar mandi kemarin. Lain kali aku akan memperkenalkannya kepadamu." Ucap tuan Yoshimura.
Setelah beberapa menit berbincang-bincang dan menghabiskan secangkir teh buat tuan Yoshimura, ibu Minato kemudian pamit untuk pulang ke rumahnya.
"Aku rasa, aku harus pulang sekarang." Ucap ibu Minato.
"Baiklah, terima kasih karena kamu sudah mengantarku dan mau mampir ke gubuk kecilku ini..!" Ucap tuan Yoshimura sambil tersenyum.
Kemudian ibu Minato keluar meninggalkan rumah dan menuju mobil miliknya.
Dia mengendarai mobil kembali pulang menuju rumahnya.
Sementara itu di dalam kamar Yuika. Tampak gadis itu sedang duduk di atas ranjangnya sambil membalas sebuah pesan yang Miki kirim padanya melalui whats'aap.
Rupanya kedua sahabatnya itu cemas karena hari ini Yuika tidak hadir di sekolah.
Tak lama kemudian, tuan Yoshimura datang dan masuk ke dalam kamar Yuika sambil membawa potongan buah-buah segar yang baru saja dibelinya pagi ini.
Dia kemudian mengambil sebuah kursi lalu duduk di hadapan Yuika.
"Apa kamu sudah merasa lebih baik hari ini..?" Tanya tuan Yoshimura kepada putri kesayangannya itu sambil menyuapkan potongan buah ke dalam mulut Yuika.
"Ya, aku rasa aku sudah lebih baik daripada kemarin. Ucap Yuika.
"Lain kali berhati-hatilah saat masuk ke dalam kamar mandi..! Ucap tuan Yoshimura memperingatkan bahaya kepada putrinya itu.
"Iya yah." Jawab Yuika sambil mengunyah buah di mulutnya.
"Baiklah kalau begitu, makanlah buah ini sendiri, ayah harus pergi untuk mengecat kembali jendela rumah kita yang sudah tampak usang." Ucap tuan Yoshimura seraya memberikan piring plastik yang berisikan potongan-potongan buah segar kepada Yuika.
Ayah Yuika itu lalu pergi berjalan keluar meninggalkan kamar putrinya menuju jendela depan rumah yang warna catnya sudah terlihat sangat pudar.
Lalu kemudian dia mulai mengecat kembali jendela ruangan itu dengan cat yang baru saja di belinya di pasar sankaku. Sehingga kini warna jendela itu tampak baru kembali.