Please Stay With Me

Please Stay With Me
Bolos Sekolah Bersama, bagian II



Otaru Dream Beach adalah nama pantai yang di datangi Minato dan juga Yuika.


"Ini adalah pantai favorite ibuku, hampir tiap minggu sekali kami sekeluarga berkunjung kemari." Ucap Minato yang berjalan di belakang Yuika.


"Aku baru tahu, kalau di dekat sekolah kita ada pantai yang seindah ini..!" Yuika tersenyum memandangi indahnya pantai dengan pohon-pohon kelapa yang tumbuh tinggi menjulang.


"Jika datang lebih pagi, maka kita bisa melihat betapa indahnya matahari terbit dari sini." Ucap Minato sambil memandang ke arah langit biru.


"Benarkah..! Itu pasti sangat menyenangkan." Yuika terus berjalan sambil kakinya memainkan pasir putih pantai itu.


"Jika kamu mau kita bisa ke sini lagi nanti, saat sore hari, akan banyak pengunjung yang berdatangan." Ucap Minato.


"Apa kamu melihat pondok di sebelah sana..?" Minato menunjuk ke arah sebuah pondok kecil.


"Biasanya, saat sore hari di pondok itu masyarakat yang tinggal di sekitar sini akan datang untuk berjualan, mereka menyediakan kelapa mudah segar yang bisa kita nikmati sambil memandangi pesona pantai. Saat sore hari langit senja akan sangat terlihat indah dari sini." Ucap Minato.


Yuika terus berjalan mendekati air laut di pinggir pantai. Gadis itu lalu membuka sepatu dan kaos kaki yang di kenakannya dan mulai menginjakan kakinya ke dalam air.


"Airnya sangat dingin..!" Seru Yuika.


"Apa kamu tak mau merasakannya..? Ayo Minato kemarilah..! Rasanya sangat menyenangkan. Cobalah..!" Seru Yuika sambil tersenyum dan tangannya menyentuh air merasakan dinginnya.


"Tidak, udara di sini sangat dingin, jika aku masuk ke dalam air, maka aku akan mati membeku." Minato menolak ajakan Yuika dan hanya memperhatikan gadis itu menikmati keseruannya saat berada di air.


"Kita berdua telah di sini, ayo sebentar saja. Sungguh ini sangat menyenangkan." Ucap Yuika sambil memercikan air dari tangannya ke arah Minato.


Minato berjalan menjauh dari Yuika, pria itu tak ingin tubuhnya menjadi basa karena ulah jail Yuika.


Yuika tertawa dan terus memercikan air ke arah Minato.


"Hentikan..." Teriak Minato sambil menghindar.


"Aku tak akan berhenti, Ayolah kemari..." Yuika tertawa bahagia dan terus membasahi pakaian Minato dengan air.


"Aku akan membalasmu, awas lihat saja nanti..!" Seru Minato.


Pria itu kemudian melepas sepatu dan kaos kakinya lalu ikut masuk ke dalam air.


"Kemari kau..!" Minato berlari mengejar Yuika.


"Tidak..! Jangan..!" Teriak Yuika saat Minato mengejarnya.


Gadis itu berlari mengindari kejaran Minato namun pada akhirnya dia tertangkap juga.


Minato menggenggam kedua tangan Yuika dan menariknya membawanya ke tempat yang lebih dalam.


"Tidak, tidak, lepaskan..! Kumohon jangan..! Aku tak tahu berenang." Yuika ketakutan, gadis itu memohon-mohon agar Minato berhenti membawanya.


"Kamu telah membuatku basa, jadi sebaiknya kita basa bersama." Jawab Minato sambil terus menarik tangan Yuika.


"Minato..! Kumohon jangan lakukan ini..!" Yuika berusaha melepaskan genggaman tangan Minato.


"Aku sungguh tak tahu berenang." Tubuh Yuika sedikit bergetar karena merasa takut.


Ketinggian air kini talah mencapai lutut gadis itu.


"Airnya tidaklah cukup dalam. Kamu tak akan tenggelam." Ucap Minato.


Minato lalu melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan Yuika berdiri sendirian.


Minato lalu berjalan mundur menjauh dari Yuika.


"Kembali..! Jangan tinggalkan aku..!" Teriak Yuika yang tak mampu berjalan kembali ke daratan, karena merasa takut jikalau dia akan terjatuh.


Sementara itu Minato hanya mengejek Yuika sambil tertawa.


"Ayo berjalanlah, jika ingin kembali." Ejek Minato.


"Minato..! Ku mohon, aku tak bisa bergerak." Ucap Yuika sambil sedikit bergetar.


"Tidak, Bukankah kamu yang memulainya..!" Sahut Minato sambil terus tertawa.


Yuika lalu mencoba untuk berjalan kembali ke daratan, dengan sangat pelan dan hati-hati dia berjalan ke depan.


Tiba-tiba saja ombak datang, membaut tubuh gadis itu bergoyang dan hampir saja terjatuh.


Yuika tampak menjerit ketakutan, dia mulai menangis.


Minato yang melihat Yuika menangis segera datang menghampiri lalu kembali menggenggam tangannya.


Saat keduanya berjalan hendak menuju ke daratan tiba-tiba saja ombak yang cukup besar menerpa mereka sehingga keduanya terpeleset dan tercebur ke dalam air.


Minato berusaha menahan tubuh Yuika agar tak jatuh ke dalam air, namun sayangnya sebagian tubuh wanita itu telah masuk ke dalam air, bahkan sebagian rambutnya yang panjang juga telah menjadi basa.


Sementara itu seluruh bagian tubuh Minato tercebur ke dalam air laut.


Tubuh keduanya kini menjadi basa kuyup.


Minato merangkul tubuh Yuika lalu berjalan menunju ke tepi daratan.


Yuika terus saja menangis. Tubuh gadis itu terlihat bergetar menahan rasa dingin.


"Ini semua salahmu..!" Yuika menangis sambil berkali-kali mukul lengan Minato, gadis itu merasa kesal.


Bibirnya tampak menjadi pucat bagaikan kertas.


"Iya, ini semua salahku. Maafkan aku..!" Seru Minato sambil memeluk tubuh Yuika yang bergetar.


" Sekarang bagaimana..? Bagaimana kita berdua akan kembali pulang..?" Ucap Yuika sambil terishak.


"Tenanglah, sebaiknya kamu tenangkan dirimu." Minato terus memeluknya.


Kedua remaja itu lalu duduk bertedu di bawah pohon yang rindang di dekat pinggir pantai.


"Dimana kamu menyimpan tasmu..?" Tanya Minato.


"Aku meletakan tas di atas batu itu." Ucapnya lagi.


"Baiklah, tunggu sebentar." Minato lalu bergegas mengambil tas milik Yuika.


Setelah beberapa detik, dia telah kembali sambil membawa tas miliknya dan juga milik Yuika.


"Kita bisa memakai pakaian ini saat pulang nanti." Ucap Minato sambil mengeluarkan baju seragam olahraga dari dalam tas Yuika.


Hari itu adalah hari selasa, hari dimana mereka berolahraga, dan kebetulan mereka berdua membawa baju seragam olahraga.


"Sekarang kita hanya perlu mencari tempat untuk berganti pakaian." Ucap Minato sambil melihat-lihat di sekitar area pantai.


Rupanya ada sebuah pondok, dimana wisatawan yang datang bekunjung dapat berganti pakaian disana.


"Syukurlah sepertinya ada tempat untuk kita berganti pakaian." Ucap Minato.


Minato lalu berjalan sambil merangkul Yuika yang tampak lemas, keduanya berjalan menuju pondok tersebut.


"Kita akan segera pulang, kamu jangan cemas." Ucap Minato kembali.


Setelah berganti pakaian, keduanya lalu berjalan pulang menuju arah stasiun Kereta Api.


Di sepanjang jalan Yuika berjalan sambil menggandeng tangan Minato.


Kedua remaja itu tampak seperti sepasang kekasih yang sedang merajut asmara.


"Aku tak akan membuatmu takut lagi. Maafkan aku..!" Ucap Minato.


Yuika hanya terdiam dan terus berjalan.


Rambut panjang Yuika masih tampak sedikit basa. Udara yang dingin membuat keduanya menggigil kedinginan.


Saat di dalam Kereta Api.


Yuika duduk sambil bersandar di bahu Minato, tubuh gadis cantik itu tampak menjadi sangat pucat.


Minato memperhatikan Yuika yang lamah, lalu menyentuh bagian dahinya.


"Sepertinya kamu demam..!" Ucapnya.


Minato sangat merasa bersalah dan sangat menyesal, karena ulahnya telah membuat gadis yang di cintainya itu jatuh sakit.


"Aku akan mengantarmu sampai ke rumah." Ucap Minato.


"Tidak perlu, aku akan pulang sendiri saja." Sahut Yuika dengan suara yang lemah.


"Aku tak akan mungkin membiarkanmu pulang ke rumah sendirian dan aku juga akan bertanggung jawab atas apa yang telah ku perbuat kepadamu." Minato menggenggam kedua telapak tangan Yuika yang terasa hangat.


Kereta telah tiba, Yuika dan Minato keluar dari Kereta dan berjalan menuju arah rumah Yuika.


Saat telah tiba di rumah Yuika.


"Kita sudah sampai." Ucap Minato.


Pria itu dengan perasaan gugup mengetuk pintu rumah Yuika.


Pintu rumah lalu terbuka, tampak dari balik pintu ayah Yuika tuan Yoshimura berdiri disana.


"Ada apa ini..? Apa yang telah terjadi..?" Tuan Yoshimura merasa kaget saat melihat putrinya yang berdiri lamas sambil bersandar di pundak Minato.


"Putriku, Yuika... Apa yang terjadi padamu sayang..?" Ucapnya lagi.


Tuan Yoshimura merangkul anaknya dan membawanya masuk ke dalam rumah.


"Aku tidak apa-apa ayah, tadi saat di sekolah, aku tak sengaja terpelset dan terjatuh ke dalam kolam ikan." Ucap Yuika.


Yuika terpaksa berbohong demi untuk menutupi kesalahan Minato.


Yuika tahu betul bagaimana ayahnya akan bertindak, jika dia mengetahui bahwa Minato lah yang membuatnya menjadi seperti ini.


Ayah Yuika itu sangat menyayangi putrinya. Dia tidak akan mengizinkan Yuika bermain bersama Minato jika dia tahu kenyataan yang sebenarnya telah terjadi.


"Tapi Yuika, ini semua salah...


"Diamlah..!" Yuika memotong ucapan Minato.


"Kamu pasti sangat kedinginan sayang, ayo biar ayah mengantarmu ke kamar." Ucap tuan Yoshimura.


Tuan Yoshimura merangkul putri kesayangannya dengan pelan menaiki anak tangga menuju kamar Yuika.


Saat di dalam kamar, Yuika berbaring di atas ranjang dengan keadaan yang lemah.


"Istrahatlah sayang, ayah akan membuatkan teh jahe hangat untukmu.


"Ayah..! Tolong katakan pada Minato, terima kasih karena telah mengantarku." Ucap Yuika.


"Minato..? Maksudmu anak laki-laki yang bersamamu tadi..? Apa dia yang mengantarmu sampai ke rumah..? Tanya tuan Yoshimura.


"Iya ayah." Jawab Yuika.


"Baiklah sayang, tunggulah sebentar." Tuan Yoshimura kembali turun ke lantai bawah dan menghampiri Minato yang telah berada di teras rumah.


"Yuika sedang beristirahat, sepertinya dia demam. Terima kasih karena kamu telah mengantar putriku ke mari." Ucap tuan Yoshimura.


"Ayo masuklah dulu, akan ku buatkan teh untukmu." Ucapnya lagi.


"Tidak perlu repot-repot paman, sebaiknya aku pulang sekarang." Jawab Minato.


"Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan nak." Tuan Yoshimura lalu kembali masuk ke dalam rumah.


Sementara itu Minato berjalan pergi meninggalkan rumah Yuika dengan perasaan bersalah.