Please Stay With Me

Please Stay With Me
Menjenguk Yuika



Pukul 01:10 siang, tepatnya di rumah sakit Kasih Bunda yang berada di kota Otaru. Terlihat Yuika tengah berbaring di atas ranjang kasur salah satu kamar rumah sakit. Di sisinya nyonya Elena duduk sambil menyuapinya dengan sepiring kecil buah apel segar yang telah di potong kecil-kecil.


Tak selang babarapa waktu kemudian, seorang dokter wanita muda nan cantik dan juga asistenya datang untuk memeriksa kondisi Yuika.


"Selamat siang ibu, bapak..!" Sapa dokter tersebut sambil tersenyum kepada semua orang yang berada di dalam ruangan.


"Selamat siang dok..!" Jawab nyonya Elena yang juga tersenyum.


"Baiklah, saya akan memeriksa pasiennya dulu..!" Ucap dokter wanita itu seraya berjalan mendekati Yuika dan meletakan sebuah alat pada bagian dada Yuika.


"Siapa namamu sayang..? "Dokter itu bertanya kepada Yuika.


"Yuika dok..!" Seru Yuika.


"Yuika ya..! Nama yang indah..! Ok, sekarang berikan tanganmu sayang, aku akan mengecek tekanan darahmu..!" Ucap dokter cantik itu sambil memasangkan sebuah alat pengecek tekanan darah ke lengan Yuika.


"Apa nafsu makan pasien Yuika berkurang..?" Tanya dokter itu sambil memegang bagian perut Yuika.


"Iya dok, sudah 2 hari ini nafsu makan anak saya berkurang." Jawab tuan Yoshimura.


"Detak jantungnya sangat lemah..! Tolong infusnya sus..!" Dokter muda itu memerintahkan kepada asistenya untuk memasangkan selang infus ke tangan Yuika.


"Tetaplah tenang, ini tak akan sakit." Ucap suster sambil menyuntikan jarum suntik ke tangan kiri Yuika.


"Apakah anda berdua keluarga pasien..?" Tanya dokter cantik itu.


"Ya dok, kami orang tuanya." Jawab nyonya Elena.


"Saya akan menuliskan resep obatnya, mohon segera di tebus." Dokter itu mencatat sebuah resep obat dan memberikan kepada tuan Yoshimura.


" Bu dokter..! Apakah dokter Sakura masih bertugas di rumah sakit ini..?" Tanya nyonya Elena.


"Oh... Dokter Sakura ya..! Dia sedang bertugas di luar kota, sepertinya malam ini dia baru akan kembali." Jawab dokter muda itu.


"Aku adalah kerabat dari dokter Sakura." Ucap nyonya Elena sambil tersenyum.


"Oh begitu ya, saya adalah dokter Reva yang akan menangani putri nyonya selama dia dirawat inap di rumah sakit ini. Baiklah, nanti saya akan kembali mengecek kondisi putri nyonya..! Kalau begitu kami permisi dulu." Ucap dokter Reva.


Sebelum dia pergi, dokter Reva menjepitkan sebuah alat ke salah satu jari Yuika.


Sementara itu di sekolah SMA 1 Otaru. Miki Hana, Minato dan juga Mizuki tampak sedang berkumpul di depan pintu gerbang sekolah.


Mereka semua berencana untuk menjenguk Yuika ke rumah sakit dengan menggunakan bus siang itu.


"Sebelum ke rumah sakit, sebaiknya kita membelikan buah-buahan segar untuk Yuika." Ucap Mizuki.


"Ya, kamu benar..! Baiklah, kalau begitu tunggulah sebentar. Aku dan Hana akan ke toko untuk membeli buah." Ucap Miki.


"Ya, pergilah cepat, jangan lama-lama..!" Seru Mizuki.


"Ya, tenang saja..!" Teriak Miki seraya berjalan pergi menuju tokoh buah yang tak jauh dari sekolah SMA 1 Otaru.


Kembali ke rumah sakit Kasih Bunda. Suasana rumah sakit terlihat begitu ramai pasien. Tuan Yoshimura tampak sedang duduk mengantri di sebuah apotik rumah sakit untuk menebus resep obat-obatan.


"Yuika Jasmine..!" Teriak suster yang menjaga apotik.


"Ya sus..!" Tuan Yoshimura berdiri dan berjalan menuju ruang penebusan obat.


Tuan Yoshimura kemudian memberikan kertas resep obat tersebut lalu membayar sejumlah uang tunai.


"Ini obatnya tuan." Ucap suster penjaga apotik sambil memberikan bungkusan plastik berisikan beberapa macam obat kepada tuan Yoshimura.


"Terima kasih sus..!" Seru tuan Yoshimura.


Setelah selesai menebus obat, tuan Yoshimura kemudian berjalan kembali menuju ruang tempat Yuika di rawat.


"Ayah..! Ayah sudah kembali..!" Seru Fuji menyambut kedatangan ayahnya.


"Bagaimana..? Apa obatnya sudah kamu tebus..?" Tanya nyonya Elena.


"Ya, aku sudah mengambilnya." Jawab tuan Yoshimura sambil menunjukan bungkusan obat-obatan yang ada di tangannya.


Miki, Hana, Minato dan juga Mizuki sedang duduk di bangku penumpang di dalam sebuah bus.


Tampak sebuah kerajang buah tengah berada di pangkuan Hana.


Pukul 02:05 siang, bus mereka telah sampai di rumah sakit Kasih Bunda.


Keempat remaja itu lalu bergegas turun dari bus dan masuk ke dalam rumah sakit.


Mereka berjalan mencari kamar tempat di mana Yuika di rawat.


Sesuai informasi dari ayah Yuika, mereka semua pergi menuju ruang Melati nomor 2 yakni tepat Yuika di rawat.


"Selamat siang..!" Sapa keempat remaja itu seraya masuk ke dalam kamar rawat Yuika.


"Selamat siang..!" Jawab nyonya Elena dan juga Fuji.


"Kak Minato, kakak di sini..! Seru Fuji seraya berjalan mendekati Minato.


"Di dalam kamar, tampak Yuika sedang tertidur, dia tidak mengetahui bahwa hari ini teman-teman sekolahnya datang untuk menjenguknya.


"Permisi bibi..! Kami adalah teman-teman sekolah Yuika." Miki memperkenalkan diri kepada ibu Yuika.


"Kami sangat khawatir saat mendengar kabar Yuika sakit dan di bawah kemari, jadi kami semua segera datang untuk menjenguknya." Ucap Miki kembali.


"Iya nak, terima kasih sudah datang kemari." Ucap ibu Yuika.


"Ya bi, tidak masalah, biarkan Yuika istirahat." Ucap Hana sambil meletakan keranjang buah ke atas meja.


"Apa demamnya masih belum turun..?" Tanya Minato.


"Iya nak, tapi kata dokter panasnya akan segera turun." Jawab nyonya Elena.


"Apakah kalian semua adalah teman sekelas Yuika..?" Tanya nyonya Elena.


"Iya bi, kami semua adalah teman sekelas Yuika. Yuika adalah sahabat baik kami bahkan dari kelas 10 kami telah berteman baik dengannya." Jawab Miki.


Sementara itu Minato terus memperhatikan wajah Yuika yang tampak pucat dan sangat lemah.


"Aku berharap semoga Yuika lekas sembuh." Ucap Minato sambil terus memandangi wajah Yuika.


"Ya nak terima kasih, bibi juga berdoa agar putri bibi segera sehat kembali." Ucap nyonya Elena dengan raut wajah sedih.


"Oh ya bi, paman kemana..? Aku tak melihatnya..? Tanya Miki.


"Ayahnya sedang berada di ruangan dokter membawa obat." Jawab nyonya Elena.


Selang beberapa menit, tuan Yoshimura baru saja kembali dari ruangan dokter.


"Selamat siang paman..!" Ucap keempat remaja itu menyapa tuan Yoshimura saat memasuki ruang rawat.


"Selamat siang..!" Sahut tuan Yoshimura sambil tersenyum.


"Kalian semua telah di sini rupanya..!" Ucap tuan Yoshimura sambil melirik ke arah Miki dan juga Hana.


"Paman sangat berterima kasih, kalian semua telah kemari." Ucapnya lagi.


"Ya paman..!" Sahut Miki.


"Bisakah kalian menceritakan kepadaku kronologi, bagaimana bisa Yuika terjatuh ke dalam kolam ikan." Tanya Ibu Yuika.


"Kata ayahnya, 1 hari yang lalu saat di sekolah Yuika terjatuh ke dalam kolam ikan, dia pulang ke rumah sudah dalam keadaan demam." Ucap nyonya Elena kembali.


Minato tampak gugup saat mendengar pertanyaan ibu Yuika yang secara tiba-tiba.


"ii... itu sebenarnya... aku..."


"Itu... Kami juga tidak berada di tempat saat Yuika terjatuh..!" Jawab Miki memotong ucapan Minato.


Miki terpaksa berbohong menyembunyikan kebenaran, karena telah berjanji kepada Yuika.


Gadis itu terlihat menyubit tangan Minato yang ingin mengungkapkan kesalahannya.


"Oh Begitu ya..!" Seru nyonya Elena.


"Apa kalian semua sudah makan..?" Tanya ayah Yuika.


"Belum paman, kami akan makan saat kembali nanti, jangan khawatir..!" Seru Miki sambil tersenyum lebar.


"Kalian sebaiknya makan dulu nak, ayo paman akan mentraktir kalian makan di kantin rumah sakit." Ucap tuan Yoshimura sembari berdiri dan mengambil jaketnya.


"Tidak paman, tidak perlu repot-repot..! Tadi pagi saat di sekolah kami sudah makan di kantin, kami semua belum merasa lapar. Ia kan teman-teman..? Seru Miki.


"Ya paman, tidak masalah kami akan makan nanti saat tiba di rumah." Ucap Mizuki.


"Baiklah kalau begitu." Tuan Yoshimura kembali meletakan jaketnya dan kembali duduk.


Pukul 02:20 siang, masih di dalam ruang kamar rawat Yuika.


Terlihat Yuika masih tertidur lelap.


"Sepertinya Yuika masih sangat terlelap..! Kalau begitu kami semua izin pulang sekarang. Nanti saat dia bangun mohon sampaikan kepadanya bahwa kami datang menjenguknya." Ucap Miki.


"Iya sayang, kami akan memberitahu kepadanya saat dia bangun nanti. Sekali lagi terima kasih banyak..! Kalian sangat peduli kepada putri bibi." Ucap nyonya Elena sambil berjabatangan dengan keempat remaja itu secara bergiliran.


"Baiklah, kami permisi..! Seru Miki.


"Ya sayang, hati-hati di jalan..!" Ucap nyonya Elena.


"Kak Minato..! Hati-hati kak..!" Teriak Fuji sambil melambaikan tangannya.


Minato tampak berbalik badan dan juga membalas lambaian tangan Fuji.


Keempat remaja itu lalu pergi berjalan keluar meninggalkan ruang kamar rawat Yuika.


"Hey Minato..! Apa-apaan kamu tadi..! Apa kamu ingin membuat Yuika bersedih..?" Seru Miki saat sudah berada di luar gedung rumah sakit.


"Tapi aku sungguh sangat merasa bersalah." Jawab Minato.


"Kamu pikir dengan aksimu memberitahu kejadian yang sebenarnya kepada orang tua Yuika, akan membaut masalah selesai..? Apakah pengakuanmu akan membuat Yuika kembali sehat..? Kamu hanya akan membuatnya bersedih." Ucap Miki menegaskan.


"Jika sampai ayah Yuika tahu yang sebenarnya, maka dia pasti tidak akan membiarkan Yuika berteman dengan kita semua, dan aku juga sudah berjanji kepadanya untuk merahasiakan kejadian hari itu dari ayahnya." Ucap Miki.


"Aku tidak ingin hubungan persahabatan kami putus hanya kerena ulahmu..!" Ucap Miki kembali.


"Sudahlah Miki..!" Seru Hana mencoba menenangkan.


Minato hanya terdiam dengan raut wajah yang tampak sedih.


Keempat remaja itu lalu menumpangi sebuah bus dan kembali ke rumah masing-masing.