
Malam hari di kota Otaru tepatnya di rumah sakit Kasih bunda, tempat dimana Yuika sedang di rawat.
Di lorong-lorong ruangan terlihat tuan Yoshimura dan ayahnya yakni kakek Yuka sedang duduk sambil mengobrol.
"Kapan wanita itu datang..?" Tanya kakek Yuika kepada tuan Yoshimura.
"Kemarin. Dia segera datang ketika mengetahui putrinya jatuh sakit." Jawab tuan Yoshimura.
"Hmm begitu ya..! Apa hubungan kalian berdua baik..?" Tanya kakek Yuika kembali.
"Ya ayah, walau kami berdua sudah bercerai tapi kami tetap menjalani hubungan yang baik. Demi kedua putriku aku tak akan menjadi orang tua yang egois." Jawab tuan Yoshimura sambil menyalahkan sepuntung rokok di tangannya.
"Kamu masih saja seperti dulu, kebiasaan merokok itu tidak baik..!" Kakek Yuika merampas rokok dari tangan tuan Yoshimura.
"Tidak ayah, sudah hampir 4 bulan ini aku tidak melakukannya lagi." Tuan Yoshimura memainkan korek api. Menyalahkan dan kemudian mematikannya kembali.
"Terus ini apa..? Tanya kakek Yuka seraya mematakan puntung rokok itu dan melemparnya ke dalam tong sampai yang telah di sediakan di lorong ruang itu.
"Aku hanya sedang tegang, setiap kali melihat Elena, rasanya begitu sulit..! Sudah hampir 5 tahun kami berpisah." Ucap tuan Yoshimura sambil menundukan pandanganya menghadap lantai.
"Apakah kamu masih mencintainya..? Wanita itu sudah mempunyai suami baru.. Kamu harusnya melupakannya dan mencari wanita baik yang mau menerima kedua purtimu." Ucap kakek Yuika.
"Aku sudah perna mencobanya, tapi percuma saja..! Aku tidak bisa mencintai wanita lain selain Elena. Ayah tak akan mengerti ini..!" Seru ayah Yuika itu dengan mata sayu menatap lantai lorong rumah sakit.
"Tapi sampai kapan..? Sampai kapan kamu akan menjadi seperti ini..? Usiamu tak mudah lagi sekarang. Ingat Yoshimura..!" Ucap kakek Yuika sambil menatap kepada putranya itu.
"Kakakmu Yamamura. Kamu lihat dia, bagaimana dia hidup tanpa seorang istri sampai akhirnya tuhan memanggilnya dari dunia ini. Ayah sungguh sangat sedih melihat kondisinya saat itu. Karena cinta dia bahkan memutuskan untuk tidak perna menikah." Ayah Yoshimura itu tampak menghela napas panjang mengenang kenangan almarhum anaknya.
"Mohon jangan membuat ayah bersedih lagi..! Ibumu di surga sana juga pasti akan sangat merasa bersedih jika melihat putranya menderita hanya karena cinta seorang wanita yang telah bersuami lagi." Ucap kakek Yuika kembali.
Tuan Yoshimura hanya terdiam sambil terus menundukan pandangannya, pria paru baya itu merasa berada dalam situasi yang sulit.
Dilema yang melanda batinnya sangat membuat hatinya tergores sangat dalam.
Dia tidak peduli dengan cinta, sekarang dia hanya ingin membesarkan kedua putrinya dan membahagiakan keduanya.
Malam semakin larut, separu bentuk rembulan malam tampak menyinari dinginnya malam itu.
Sementara itu di dalam ruang rawat. Fuji terlihat sudah tertidur pulas di atas sebuah kursi sofa yang tak jauh dari ranjang Yuika.
"Sayang..! Ayo tidurlah, ini sudah larut..! Seru nyonya Elena kepada Yuika yang tampak masih belum bisa memejamkan kedua matanya.
"Aku masih belum mengantuk bu..!" Sahut Yuika.
"Ayah dan kakek, mereka berdua kemana..?" Tanya Yuika.
"Oh, ayah dan kakekmu sedang berada di luar, mereka mungkin sedang mengobrol. Sesuai peraturan di rumah sakit ini, yang boleh menemanimu di kamar malam ini cukup dua orang saja, jadi sepertinya ayah dan juga kakek akan kembali pulang ke rumah malam ini." Jawab nyonya Elena sambil menyelimuti tubuh Fuji dengan menggunakan selimut tebal.
"Ayo, sebaiknya kamu tidur sekarang, jika besok kondisimu sudah membaik maka kata dokter kamu sudah bisa pulang ke rumah." Ucap nyonya Elena seraya memperbaiki selimut yang menutupi tubuh Yuika.
"Baiklah bu..!" Sahut Yuika.
Setelah beberapa menit Yuika tertidur, ayah dan kakeknya masuk ke dalam ruang rawat.
"Apa cucu kakek sudah tidur..?" Tanya kakek Yuika kepada nyonya Elena yang menjaga Yuika.
"Iya, dia baru saja tidur." Jawab nyonya Elena.
"Kami berdua akan kembali ke rumah sekarang, jika ada sesuatu kamu bisa menghubungiku." Ucap tuan Yoshimura.
"Kalian akan kembali dengan apa..? Pakailah mobilku saja..!" Ucap nyonya Elena.
"Tidak, tidak perlu... Kami akan pulang menggunakan bus malam saja..!" Seru kakek Yuika seraya mengambil topi miliknya yang tergantung di dinding ruangan itu.
"Baiklah, aku titip cucuku kepada mu, mohon jagalah dia malam ini." Ucapannya lagi.
"Baiklah ayah..! Sahut nyonya Elena.
Kemudian ayah dan anak itu pun pergi keluar meninggalkan ruang rawat Yuika.
Keduanya berjalan menuju halte yang berada di seberang jalan depan rumah sakit.
Pukul 10:20 malam, tampak tuan Yoshimura dan ayahnya telah berada di dalam bus dan duduk di kursi penumpang.
Bus melaju dengan cepat membawa mereka ke tempat tujuan.
Di sepanjang jalan tampak lampu-lampu menerangi jalan. Jalan mulai tampak sunyi hanya ada beberapa kendaraan yang terlihat lalu lalang.
Sementara itu di dalam ruang rawat, nyonya Elena juga sudah ikut tertidur di sisi Yuika. Wanita paruh baya itu tertidur dengan posisi setengah berbaring di sisi Yuika.
Pukul 07:10 pagi, di keesokan harinya tepatnya di rumah sakit Kasih bunda.
Tuan Yoshimura dan kakek Yuika pagi-pagi sekali telah datang kembali ke rumah sakit.
Sebuah sepeda motor milik tuan Yoshimura tampak terparkir rapi di area parkir sekitar halaman rumah sakit Kasih Bunda.
"Selamat pagi putriku..!" Seru tuan Yoshimura ketika masuk ke dalam ruang rawat.
"Selamat pagi ayah..!" Sahut Yuika dan juga Fuji sambil tersenyum manis.
"Bagaimana perasaanmu sayang..? Apa kamu sudah merasa baikan sekarang..?" Tuan Yoshimura mendekati putrinya sambil memegang wajah Yuika dan menciumi dahinya.
"Iya ayah, aku sudah merasa lebih baik sekarang." Yuika menggenggam kedua tangan ayahnya.
"Ibumu kemana..?" Tanya tuan Yoshimura.
"Lihat..! Apa yang kakek bawa untuk cucu-cucu kakek..!" Seru kakek Yuika saat masuk ke dalam ruang sambil menunjukan beberapa makanan ringan dan juga kotak susu coklat.
"Wah... asyik..." Teriak Fuji sambil berlari menghampiri kakeknya dan mengambil sekantung besar makanan ringan.
Dari dalam toilet nyonya Elena keluar.
"Oh... Ayah telah datang rupanya..!" Seru nyonya Elena.
"Ibu..! Lihat..! Kakek memberikan kami ini..!" Seru Fuji sambil memperlihatkan sekantung makanan ringan.
"Iya sayang, ucapkan terima kasih kepada kakekmu..! Ucap nyonya Elena.
"Terima kasih kek..!" Fuji memeluk dan mencium pipi kakeknya.
"Kata dokter Reva, siang ini Yuika sudah bisa pulang." Ucap nyonya Elena.
"Benarkah..! Syukurlah..!" Seru tuan Yoshimura.
Sementara itu suasana di sekolah SMA 1 Otaru. Terlihat Minato berdiri di dekat jendela ruang kelas sambil memandangi pohon sakura yang tumbuh di halaman sekolah.
Pria itu tampak cemas memikirkan kondisi Yuika.
"Apa yang sedang kamu pikirkan..?" Tanya Hana yang tiba-tiba saja berdiri di sampingnya.
"Aaa... " Minato terkejut.
"Aku sedang melihat pohon sakura, dari sini pohon itu terlihat sangat indah." Ucap Minato.
"Benarkah..!" Sahut Hana sambil melirik ke arah pohon sakura.
"Hana..! Ayo cepatlah..!" Teriak Miki memanggil Hana.
"Iya... Tunggu sebentar..!" Sahut Hana.
"Aku pergi dulu, sampai nanti." Ucap Hana seraya berjalan terburu buru menuju ke arah Miki yang telah menunggunya di depan pintu kelas.
Kedua remaja itu lalu pergi menuju kantin belakang sekolah.
"Aku akan menghubungi ayah Yuika. Aku harap hari ini kondisinya membaik." Ucap Miki.
"Hmm... Aku juga berharap yang sama." Keduanya masuk ke dalam kantin sekolah dan memesan beberapa roti, minuman serta makanan ringan.
"Hey Minato..!" Sapa Mizuki sambil menyentuh bahu Minato.
"Ya... Ada apa..?" Minato berbalik melihat ke arah Mizuki.
"Bisakah kamu menemaniku ke ruang perpustakaan..? Aku ingin meminjam buku cetak Biologi.
"Kapan pelajaran Biologi di mulai..?" Tanya Minato.
"Besok."
"Baiklah, aku juga akan meminjam buku. Ayo pergi..!" Ucap Minato.
Kembali ke rumah sakit Kasih Bunda.
Keluarga Yoshimura tampak sedang mengemasi barang-barang mereka. Siang ini Yuika telah di perbolehkan pulang, Kondisi gadis itu juga sudah tampak mulai pulih kembali.
"Ibu..! Apa kita akan pulang sekarang..?" Tanya Fuji.
"Iya sayang, siang ini kita sudah boleh pulang." Jawab nyonya Elena sambil melipat selimut bekas semalam.
"Horeeee akhirnya kita pulang... Aku sudah sangat merindukan Ketty..!" Seru Fuji dengan wajah gembira.
"Sayang apa kamu mau makan buah..? Ayah akan mengupaskannya untukmu..!" Tanya tuan Yoshimura kepada Yuika.
"Ya ayah." Sahut Yuika.
"Ayah..! Aku juga mau buah..!" Fuji datang menghampiri ayahnya yang sedang mengupas buah apel.
"Iya sayang, ayah juga akan mengupaskan buah untukmu.
"Ayah..! Apa ayah juga mau buah..?" Tanya tuan Yoshimura kepada ayahnya yakni kakek Yuika.
"Tidak nak, kalian saja." Kakek Yuika menolak.
Pukul 11:40 siang, di area parkir rumah sakit, mobil nyonya Elena terlihat sudah siap membawa keluarga Yoshimura kembali ke rumah.
"Pelan-pelan sayang..!" Ucap nyonya Elena berjalan merangkul Yuika.
Keduanya berjalan keluar dari gedung rumah sakit menuju pintu mobil.
"Ayah..! Fuji ingin duduk di depan bersama ayah." Ucap Fuji sambil menggandeng tangan ayahnya.
"Iya sayang, kamu boleh duduk di depan bersama ayah." Jawab tuan Yoshimura.
Yuika masuk ke dalam mobil dan di dampingi oleh ibunya di jok belakang sedangkan tuan Yoshimura uang akan mengendarai mobil. Kakek dan juga Fuji juga duduk di jok depan bersama tuan Yoshimura.
Jalanan masih tampak di selimuti kabut tebal, kondisi di Kota Otaru siang itu sangat dingin.
Mobil melaju meninggalkan area parkir rumah sakit menuju jalan raya, dengan kecepatan normal, mobil itu membawa keluarga Yoshimura kembali ke rumah.