Please Stay With Me

Please Stay With Me
Makan Malam Bersama Nyonya Elena



Yuika mengayuh sepeda menyusuri jalan dan lorong-lorong sempit, langit senja berwarna jingga keemasan memancarkan keindahan di sore itu.


Yuika terus berjalan menuju pasar swalayan.


Sore itu dia sangat bersemangat berbelanja kebutuhan dapur di pasar sankaku, karena malam ini ibunya akan datang berkunjung ke rumah untuk menemuinya dan juga Fuji.


Gadis itu mempercepat mengayu sepeda setelah selesai berbelanja menuju rumahnya.


Yuika tak ingin membuang-buang waktunya karena dia akan memasak makanan kesukaan ibunya saat tiba di rumah.


"Aku pulang..!" Teriak Yuika yang segera memarkirkan sepedanya di samping halaman rumah, sambil memegang banyak bungkusan dia lalu masuk ke dalam rumah.


Sore itu tuan Yoshimura sedang tidak berada dirumah. Fuji yang mendengar kakaknya telah kembali dari pasar segera berlari menghampiri.


"Kak Yuika, kakak sudah pulang..!" Ucap Fuji sembari membantu kakanya membawa bungkusan yang berisi bahan-bahan kebutuhan dapur.


Yuika membeli begitu banyak kebutuhan dapur seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan dia juga membeli beberapa kilo gram daging ayam.


"Masukan ini ke dalam kulkas..!" Pinta Yuika kepada Fuji.


"Baik kak..!" Jawab Fuji sambil membawa bungkusan yang berisi daging ayam dan memasuknnya ke dalam kulkas.


"Apa ada lagi yang bisa ku bantu..?" Tanya Fuji kembali.


"Tidak perlu, kakak rasa sudah cukup. Kamu boleh pergi bermain sekarang." Ucap Yuika kepada Fuji.


"Tidak, hari ini aku ingin membantu kakak memasak. Bukankah ibu akan datang malam ini..? Jadi biarkan Fuji membantu kak Yuika." Ucap Fuji.


"Tidak perlu Fuji..! Kakak bisa menyelesaikannya sendiri. Sebaiknya kamu pergilah bermain bersama Ketty..!" Seru Yuika.


Rupanya Fuji tidak pergi dan tetap berada di sana, dia bersikeras akan membantu kakanya memasak, wajah anak itu tampak murung.


"Ok baiklah, bantu kakak mengupas kentang dan wortel ini." Ucap Yuika sambil memberikan beberapa buah wortel dan kentang kepada Fuji.


Fuji yang tersenyum manis segera mengambil pisau dan duduk di atas kursi, dia mulai mengupas kentang itu.


"Hati-hati, jangan sampai jarimu teriris." Ucap Yuika.


"Ya kak..!" Sahut Fuji.


"Apa ayah masih belum kembali..?" Tanya Yuika yang tidak melihat ayahnya di rumah.


"Ya, mungkin sebentar lagi." Ucap Fuji.


"Kak, apa ibu akan menginap di rumah malam ini..?" Tanya Fuji kepada kakaknya.


"Sepertinya tidak, ibu hanya akan datang menjenguk kita sebentar dan akan kembali ke hotel. Aku rasa ibu akan bermalam di sana." Sahut Yuika sambil mengiris bawang bombai.


"Aku sangat merindukan ibu..!" Ucap Fuji.


"Kakak juga sangat merindukannya." Sahut Yuika.


"Fuji sangat merasa senang karena akhirnya ibu akan datang ke rumah malam ini. Apa kakak juga merasa senang seperti Fuji..?" Tanya Fuji.


"Ya, kakak juga senang." Ucap Yuika sambil melirik wajah Fuji yang sedang tersenyum manis kepadanya.


Tak lama kemudian bunyi motor tuan Yoshimura terdengar dari halaman rumah.


Ayah Yuika itu baru saja kembali dari rumah kerabatnya.


"Ayah pulang..!" Teriak tuan Yoshimura sambil masuk ke dalam rumah.


Fuji yang mendengar suara ayahnya segera berlari menyambut kedatangan ayahnya.


"Hey Fuji, selesaikan pekerjaanmu dulu..!" Teriak Yuika.


"Iya kak..!" Ucap Fuji sambil berlari menemui ayahnya dan segera kembali lagi ke dapur.


" Ayah di mana..?" Tanya Yuika.


"Ayah pergi ke kamarnya, kata ayah dia ingin mandi dulu baru setelah itu ayah akan datang menemui kita." Ucap Fuji.


"Oh begitu..!" Seru Yuika.


Setelah sehabis mandi tuan Yoshimura datang ke dapur menemui kedua putrinya.


"Wah, putri ayah rajin sekali..!" Seru tuan Yoshimura seraya menghampiri Fuji sambil gemas mencubiti kedua pipi putrinya itu.


" Aduh, ayah sakit..! Fuji menjerit.


Tuan Yoshimura tampak tersenyum bahagia melihat kedua putrinya kini telah tumbuh besar.


"Ibu kalian akan datang malam ini, jadi menu apa yang akan kita hidangkan untuknya malam ini..?" Ucap tuan Yoshimura sambil membuka kulkas dan mengeluarkan daging ayam yang baru saja dibeli oleh Yuika.


"Bagaimana jika kita membuatkan ayam goreng untuknya..! Ibu kalian sangat suka ayam goreng..!" Ucap tuan Yoshimura kembali.


"Terserah ayah saja." Ucap Yuika.


"Baiklah kalau begitu, mana pisaunya..!" Ucap tuan Yoshimura bersemangat.


Dia lalu mengambil pisau pemotong daging dan mulai memotong-motong daging ayam itu.


Sementara itu Yuika membantu Fuji mengupas kentang dan wortel.


"Jam berapa ibu kalian akan datang..?" Tanya tuan Yoshimura.


"Jam 08:00." Jawab Fuji.


"Sekarang sudah pukul 05:50, kita harus menyelesaikan ini segera." Ucap tuan Yoshimura sambil melihat ke arah jarum jam di tangannya.


"Sayang, apa kamu sudah memasak nasinya..?" Tanya tuan Yoshimura kepada Yuika.


"Iya yah, aku sudah memasaknya. Nasinya ada di dalam ricecooker." Ucap Yuika.


"Baguslah, kalau begitu kita hanya akan tinggal menyiapkan ayam goreng dan sayur supnya saja." Seru tuan Yoshimura.


"Ayah..!" Panggil Yuika kepada ayahnya.


"Ya sayang kakatakan." Sahut tuan Yoshimura.


"Saat ibu datang nanti, ayah ikutlah makan malam bersama kami..!" Ucap Yuika sambil memandangi ayahnya.


"Tidak nak, Itu tidak mungkin." Jawab tuan Yoshimura.


"Tapi mengapa yah..? Kita hanya akan makan malam bersama tidak lebih. Ku mohon yah..! Sekali ini saja. Kami sangat merindukan moment makan bersama seperti dahulu." Yuika memelas sambil matanya mulai tampak berkaca-kaca.


Sementara itu Fuji juga ikut memohon-mohon kepada ayahnya agar ayahnya mau makan bersama dengan mereka malam ini.


Tuan Yoshimura yang melihat kedua putrinya memohon kepadanya, tidak mampu menolak permintaan kedua putri yang amat di sayanginnya itu.


"Sungguh..?" Ucap Yuika sambil melirik kepada ayahnya.


"Ya sayang, ayah tak mungkin menolak permintaan dan mengecewakan kedua putri kesayangan ayah." Ucap tuan Yoshimura.


"Terima maksih ayah..!" Ucap Yuika dan juga Fuji sambil datang memeluk ayah mereka.


Pukul 07:45 malam, semua hidangan makan malam telah siap. Di ruang teras tampak Fuji dan Yuika sedang menunggu kedatangan ibunya.


Sementara itu tuan Yoshimura sedang berada di kamar untuk bersiap-siap menyambut kedatangan mantan istrinya.


"Aku melakukan ini demi kebahagiaan kedua putriku..!" Ucapnya dalam hati.


Pukul 08:15 malam, terdengar bunyi klakson mobil memasuki area pekarangan rumah tuan Yoshimura.


Mobil itu berhenti di sana, tak lama kemudian nyonya Elena keluar dari mobil dan menuju pintu utama rumah itu. Dia melihat Yuika dan juga Fuji telah menantinya di sana.


"Ibu..!" Teriak Fuji menyambut kedatangan ibunya. Dia berlari memeluk ibunya yang telah lama dirindukannya.


"Sayangku..!" Ucap nyonya Elena sambil membalas memeluk Fuji dengan erat.


"Fuji sangat merindukan ibu, terima kasih karena ibu sudah mau datang kemari..!" Seru Fuji.


"Iya sayang, ibu juga sangat senang bisa bertemu dengan kalian." Ucap nyonya Elena.


Kemudian nyonya Elena datang menghampiri Yuika.


"Bagaimana kabarmu sayang..?" Ucap nyonya Elena sambil memeluk Yuika.


"Aku baik bu, kalau ibu bagaimana..?" Yuika balik bertanya kepada ibunya.


"Ibu juga baik sayang, ibu sangat merindukan kalian berdua, maafkan ibu jika akhir-akhir ini ibu jarang menjenguk kamu dan juga adikmu." Ucap nyonya Elena sambil melepaskan pelukan dari Yuika.


"Tidak masalah, aku tahu ibu sekarang sangat sibuk." Ucap Yuika sambil tersenyum.


"Kemana ayah kalian..?" Tanya nyonya Elena kepada Yuika.


"Ayah ada di dalam, masuklah bu..!" Ucap Yuika.


Nyonya Elena kemudian masuk ke dalam rumah sambil mengandeng tangan Fuji dan di ikuti Yuika yang berjalan di belakangnya.


"Ibu, ayo kita ke kamarku, aku akan menunjukan sesuatu pada ibu." Ucap Fuji sambil menarik tangan ibunya.


Nyonya Elena masuk ke dalam kamar Fuji.


Sementara itu, Yuika pergi menemui ayahnya di dalam kamar.


"Ayah..!" Teriak Yuika sambil mengetuk pintu kamar ayahnya.


"Masuklah nak, ayah tidak mengunci pintunya." Teriak tuan Yoshimura dari dalam kamar.


Yuika lalu masuk dan menghampiri ayahnya yang sedang berdiri di dekat jendela kamar.


"Ibu sudah di sini, ayo ayah keluar dan temui ibu..!" Ucap Yuika.


"Baiklah nak." Ucap tuan Yoshimura sambil berjalan ragu-ragu keluar meninggalkan kamarnya.


Sementara itu di dalam kamar Fuji memperlihatkan Ketty kucing kesayangannya kepada ibunya.


"Dia adalah Ketty." Ucap Fuji sambil menggendong Ketty di pangkuannya.


"Wah, dia sangat lucu..! Apa ayahmu yang membelikannya untukmu..?" Tanya nyonya Elena.


"Bukan ayah yang membelikannya, tapi kucing ini pemberian dari kak Yuika, kakak menemukan kucing ini di pinggir jalan saat sepulang sekolah." Ucap Fuji menjelaskan.


"Benarkah..! Dia sangat gemuk, sangat manis..!" Ucap nyonya Elena sambil menyentuh bagian tubuh Ketty.


"Ya bu, Ketty sangat banyak makan..!" Seru Fuji.


Setelah beberapa lama berada dalam kamar Fuji nyonya Elena kemudian keluar dan pergi menemui Yuika yang sedang berada di ruang tamu duduk bersama ayahnya.


"Apa kabar Elena..?" Ucap tuan Yoshimura menyambut kedatangan mantan istrinya itu.


"Kabarku baik, kamu bagimana kabar..?" Nyonya Elena kembali bertanya.


"Ya, seperti yang kamu lihat, aku juga baik-baik saja." Ucap tuan Yoshimura.


Nyonya Elena lalu tersenyum sambil memandangi suasana ruang tamu, dia terpesona saat melihat lukisan di ruangan itu.


"Lukisan ini..! Bukankah..." Ibu Yuika itu memandang lukisan yang tampak tak asing baginya.


"Ya itu lukisan yang ku buat saat kita masih bersekolah dulu." Ucap tuan Yoshimura.


"Aku mengingatnya, kau membuat lukisan ini saat perlombaan itu. Iya kan..?" Tanya nyonya Elena.


"Ya benar sekali." Jawab tuan Yoshimura.


"Ayo bu, kita makan malam bersama, aku sudah menyiapkan makanannya..!" Seru Yuika.


"Baiklah sayang..!" Jawab nyonya Elena sambil mengandeng tangan putrinya, nyonya Elena pergi menuju ruang dapur. Di sana terlihat Fuji yang telah duduk rapi menunggu kedatangan mereka semua.


"Ayo bu kemari..! Duduk bersama Fuji." Ucap Fuji sambil tersenyum memanggil ibunya.


Nyonya Elena datang menghampiri Fuji dan duduk di samping putrinya itu.


"Apa kamu sudah mencuci tanganmu sayang..?" Tanya nyonya Elena kepada Fuji.


"Ya bu, lihat tanganku bersih bukan..!" Seru Fuji sambil memperlihatkan kedua tangannya.


"Aku dan kak Yuika memasak sayur sup dan ayam goreng kesukaan ibu. Ayo makan bu..!" Ucap Fuji mempersilakan ibunya untuk menikmati makan malam.


"Wah ini sangat lezat, kalian berdua sangat pandai memasak." Nyon Elena memuji rasa masakan buatan mereka sambil tersenyum.


Tak terasa sudah pukul 09:30 malam. Nyonya Elena kemudian berpamitan untuk pulang kepada kedua putrinya. Dia memeluk dan mencium pipi kedua putrinya itu.


"Ibu telah mentransfer uang ke rekeningmu sayang, gunakan uang itu untuk keperluan kalian berdua, jika butuh apa-apa jangan sungkan menghubungi ibu." Bisik nyonya Elena saat ketika dia memeluk Yuika.


"Ya bu, terima kasih." Ucap Yuika.


"Baiklah sayang, ibu pulang dulu, jaga diri kalian baik-baik." Ucap nyonya Elena kepada kedua putrinya.


"Sampai jumpa bu..! Datanglah berkunjung lagi nanti..!" Teriak Fuji sambil melambaikan tangannya.


"Iya sayang, sampai jumpa." Ucap nyonya Elena sambil ikut melambaikan tangannya dan masuk ke dalam mobil.


Tuan Yoshimura yang berdiri di dekat jendela ruang tamu tampak sedang memandangi kepergian mantan istrinya itu. Dia merasa senang karena kini Elena telah berubah dan mulai peduli kepada kedua putrinya.