Please Stay With Me

Please Stay With Me
Benih-Benih Cinta Tumbuh Dalam Hati Yuika



Hari ini adalah hari minggu. Gedung SMA 1 Otaru nampak sangat sepi. Dedaunan kering yang berguguran terhempas angin menyebar di sekeliling gedung sekolah itu.


Sementara itu, di rumah kediaman tuan Yoshimura tampak Fuji sedang asyik bermain sepeda pemberian Ayahnya beberapa minggu yang lalu saat dia berulang tahun.


Fuji begitu menikmati bermain sepeda di depan rumah pagi itu.


"Fuji.... kembali kemari..! Jangan bermain terlalu jauh..!" Tuan Yoshimura berteriak memanggil Fuji sambil memotong rumput liar yang tumbuh di sekitar pekarangan rumah.


"Baiklah yah.... " Fuji memutar balik sepeda miliknyu menuju pekarangan rumah mereka.


Di samping rumah, Yuika tampak sedang menjemur beberapa helai pakaian sekolah milik Fuji dan juga miliknya serta beberapa helai pakai milik ayahnya.


Selesai menjemur pakaian Yuika lalu segera masuk ke dalam rumah menuju ke ruang dapur hendak membuat secangkir teh dan minuman dingin untuk Ayah dan Fuji adiknya.


"Ayah.. aku membuat secangkir teh hangat untuk ayah..! Istirahatlah sejenak sebelum tehnya menjadi dingin." Yuika memanggil ayahnya sambil meletakan minuman itu di atas meja teras rumah.


Tuan Yoshimura segera menghentikan pekerjaannya lalu datang mengambil minuman itu dan meminumnya.


"Ayo Fuji kemarilah..! kakak membuat minuman dingin untuk kita." Yuika memanggil Fuji adiknya sambil meminum segelas minuman dingin yang telah di buatnya tadi.


Fuji segera turun dari sepeda dan berlari menghampiri kakanya mengambil segelas minuman dingin itu dan langsung meminumnya.


Dia tampak sangat kehausan karena lelah mengayuh sepada miliknya.


Cuaca pagi itu sangat bersahaja. Matahari mulai menghangatkan pakaian yang baru saja Yuika jemur. Angin yang berhembus lembut juga membantu mengeringkan pakaian itu.


Yuika dan Fuji datang menghampiri ayahnya dan duduk di sisinya.


"Bagaimana dengan sekolah kalian, apakah berjalan dengan baik..?" Tuan yoshimura bertanya kepada kedua putrinya.


"Ya yah... Sekolah kami baik-baik saja." Jawab Yuika.


"Syukurlah kalau begitu." Ucap tuan Yoshimura sambil kembali meneguk teh buatan putri kesayangan.


Tuan Yoshimura telah berusia 49 tahun. Nampak beberapa helai rambut pria paru baya itu telah menjadi putih dan beberapa garis kerutan tergambar di wajahnya namun demikian tuan Yoshimura masih terlihat tampan dan sehat bugar.


"Siang ini ayah akan pergi berkunjung ke rumah teman ayah, jadi kalian berdua jaga rumah dan jangan kemana-mana sampai ayah kembali..! Ucap tuan Yoshimura.


"Ok yah... Tapi saat kembali nanti jangan lupa membawa coklat buat Fuji..!" Seru Fuji kepada ayahnya.


"Mintalah hal yang lain Fuji..! Jangan selalu memakan coklat itu tak baik, gigi kamu akan cepat rusak nanti." Yuika mengingatkan Fuji.


"Kak Yuika juga sering memakan coklat bukan..! Aku sering melihat kakak diam-diam memakan coklat di kamar. Ayo ngaku..!" Fuji tampak kesal karena tidak di perbolehkan memakan coklat.


"Sudah-sudah jangan berdebat, ayah akan membawakan coklat untukmu, tapi ingat habis makan jangan lupa segera gosok gigi, mengerti..!"


Tuan Yoshimura beranjak dari tempat duduknya dan mulai kembali memotong rumput di pekarangan rumah.


Sementara itu Yuika mengambil gelas-gelas bekas minuman dan membawanya ke dapur untuk di bersihkan.


Fuji tampak membantu ayahnya membersikan pekarangan rumah.


Dia mulai mencabuti rumput satu per satu menggunakan kedua tangan kecilnya.


Di dalam dapur Yuika sedang asyik merapikan gelas yang telah di bersihkannya.


Kemudian dia mulai mengeluarkan beberapa potong daging dan sayuran dari dalam kulkas. Dia akan mulai memasak menu untuk makan siang nanti.


Pukul 11:35 siang, Keluarga kecil itu tampak sedang menikmati hidangan buatan Yuika.


Yuika sangatlah pandai dalam urusan masak memasak, dia harus membiasakan dirinya menjadi seorang kakak sekaligus menjadi seorang ibu yang harus mengurus rumah dan Fuji adiknya. Walau usianya masih terbilang sangat muda tetapi cara berfikir gadis itu sudah mulai menjadi dewasa.


Siang itu tuan Yoshimura sedang tidak ada di rumah.


Fuji yang sedang menonton tv di ruang tengah sambil menggendong Ketty di pangkuannya. Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari balik pintu rumah.


"Kak.... kak Yuika..! Ada tamu datang..!"Fuji berteriak memanggil kakaknya yang sedang berada di kamarnya.


Kemudian Yuika segera turun kelantai bawah dan membuka pintu.


Tampak di balik pintu Minato sedang berdiri sambil memegang sesuatu di tangannya.


"Selamat siang...!"Sapa Minato kepada Yuika sambil tersenyum lebar.


"Selamat siang...! Kau....." Yuika yang tampak terkejut melihat kedatangan Minato secara tiba-tiba.


"Ya aku....! Maaf aku datang tanpa memberitahumu terlebih dahulu..!" Minato terus saja tersenyum lebar kepada Yuika.


"Oohhhhh... Masuklah..!" Yuika mempersilakan Minato masuk ke dalam rumah.


"Kak... siapa yang datang...?" Fuji keluar menemui kakaknya sambil menggendong Ketty.


"Hai Fuji....!" Sapa Minato kepadanya.


"Kak Minato..! Kakak disini...!" Fuji segera mendekat kepada Minato dan memeluknya.


Minato lalu tersenyum sambil membelai rambut Fuji.


"Ayo kak masuk ke dalam." Fuji menarik tangan Minato masuk ke dalam rumah.


Minato mengikuti Fuji masuk ke dalam rumah menuju ruang tengah.


"Ayo kita nonton kak." Ucap Fuji sambil duduk di atas kursi sofa.


Minato ikut duduk bersama Fuji.


"Kak Minato, apa yang kakak bawa itu..?" Ucap Fuji lagi sambil memberi Ketty kepada Minato dan lalu mengambil barang yang di pegang oleh Minato.


"Aku membawakan makanan kaleng buat Ketty." Sahut Minato.


"Kalau hadia buat Fuji mana kak..?" Fuji melihat ke arah Minato sambil tangannya di julurkan kepada Minato.


"Oh ya, kakak juga punya sesuatu untukmu." Ucap Minato seraya mengelurkan sebatang coklat dari dalam saku jaket yang di kenakannya.


Fuji tampak sangat senang menerima coklat pemberian Minato, dia lalu memeluk Minato sambil mengucapkan terima kasih.


Tak lama kemudian, Yuika datang membawa secangkir teh dan beberapa cemilan.


Yuika lalu mempersilakan Minto untuk meminum teh yang telah di buatnya.


"Sebenarnya apa yang membuatmu datang kemari..? Tanya Yuika kepada Minato.


"Bukan apa-apa, aku hanya kebetulan lewat jadi ku pikir aku akan singgah dan sekalian menjenguk Ketty. Ucap Minato sambil mengelus-elus tubuh Ketty di pangkuanya.


"Oh, begitu..!" Ucap Yuika sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


"Bagaimana dengan kakimu, apa sudah menjadi lebih baik..?" Tanya Minato sambil memperhatikan kaki Yuika.


"Ya... aku merasa lebih baik sekarang, lukanya sudah mengering. Lagi pula ini hanya tersandung batu." Ucap Yuika sambil tersenyum.


"Sekarang..?" Tanya Minato.


"Ya kak... Sekarang..!" Ucap Fuji.


"Kita tidak bisa membawa Ketty jalan-jalan sekarang, di luar sana masih sangat panas. Kita akan membawanya lain kali saja ok..!" Ucap Minato.


Fuji tak menjawab dan tampak cemberut.


Dia mengambil Ketty dari tangan Minato dan pergi Keluar.


"Fuji... Kamu mau kemana..?" Teriak Yuika.


"Aku mau ke teras bermain bersama Ketty..!" Sahut Fuji sembari berlari keluar rumah.


"Dia sangat manja." Ucap Yiuka kepada Minato.


"Ya, dia mirip sepertimu..!" ucap Minato sambil memandangi Yuika.


"Benarkah..? Yuika tersenyum Kepada Minato.


"Gawat...!" ucap Yuika panik.


Tiba-tiba saja di berlari menaiki tangga menuju kamarnya.


Rupanya dia lupa mematikan keran air di kamar mandi.


Dia pun masuk ke kamar mandi untuk mematikan keran air dan saat ketika hendak melangka meninggalkan pintu kamar mandi Yuika pun jatuh terpeleset di karenakan genangan air di lantai kamar mandi.


"Aduh...!" Yuika berteriak kesakitan.


Minato yang mendengar jeritan dari Yuika segera berlari menuju arah suara.


Minato masuk kedalam kamar Yuika dan mendapati Yuika terduduk di lantai kamar mandi. Dia pun segera menggendong gadis itu dan membaringkannya ke atas ranjang.


"Kamu tak apa..?" Minato sangat cemas melihat Yuika yang menjerit kesakitan.


Yuika memegang bagian lututnya sambil menjerit. Rupanya saat terpeleset lututnya terbentur ke lantai.


Minato yang panik memegang lutut Yuika.


"Aku rasa lututmu terkilir..! Apakah kamu memiliki balsem..? Ucap Minato


Yuika tak menjawab dia hanya merintih sambil tangannya menunjuk ke arah lemari di depannya.


Minato yang mengerti maksud Yuika segera pergi ke lemari dan mengambil balsem yng tersimpan di sana.


Kemudian dia mengosokan balsem itu ke lutut Yuika yang sakit.


"Aduh sakit..!" Yuika sedikit menjerit.


"Tahanlah sebentar." Ucap Minato sambil menggosok-gosok balsem ke lutut Yuika dan sedikit memijatnya.


Yuika menutup kedua matanya menahan rasa sakit yang timbul saat Minato memijat-minat lututnya.


"Tak apa, tahanlah sebentar lagi..!" Minato terus memijat lutut Yuika.


Berapa menit kemudian gadis itu merasa sedikit baikan, dia lalu bangun dan duduk di atas ranjang namun tampaknya Yuika belum dapat berjalan.


"Sebaiknya kamu beristirahat dulu..! Jangan memaksa untuk berjalan. Aku akan memanggil Fuji untuk menjagamu. Tungguan sebentar..!" Minato keluar dari kamar Yuika menuju teras tempat Fuji bermain.


Beberapa saat kemudian Minato datang kembali bersama Fuji.


"Kakak tidak apa-apa..? Fuji berlari mendekat kepada Yuika dengan perasaan cemas.


"Ya kakak tak apa, hanya rasanya sedikit sakit."


Lutut Yuika tampak mulai membengkak.


Fuji dan Minato membantu Yuika kembali berbaring di atas ranjang.


"Kamu jaga kak Yuika baik-baik, sampai ayah kalian kembali..!" Ucap Minato kepada Fuji.


"Ya kak..!" Sahut Fuji.


"Kakak tak bisa berlama-lama di sini, kakak harus kembali sekarang..! Ucap Minato.


Minato lalu berpamitan kepada Yuika.


"Terima kasih..! Ucap Yuika kepada Minato yang hendak pergi.


"Ya, mohon jagalah dirimu..!" Minato tersenyum kepada Yuika.


Minato pun lalu keluar dari kamar Yuika sambil diantar oleh Fuji hingga kedepan pintu rumah.


"Sampai jumpa kak..!" Ucap Fuji sambil melambaikan tangannya.


"Sampai jumpa..! Ingat jangan biarkan kakakmu berjalan sampai ayah kalian kembali, mengerti..!" Teriak Minato sambil berjalan meninggalkan rumah Yuika.


"Baiklah kak... " Fuji terus melambaikan tangannya.


Saat sore menjelang, tuan Yoshimura baru saja kembali. Dia begitu cemas setelah mengetahui putri kesayanganya itu terjatuh dari kamar mandi.


Tuan Yoshimura datang menghampiri putrinya yang sedang berbaring di atas ranjang sambil membawa segelas air putih dan 2 butir obat.


"Ayo sayang minumlah obat ini, ini akan menghilangkan rasa perih dan menurunkan bengkak pada lututmu." Ucap tuan Yoshimura sambil memberikan obat itu kepada putrinya.


Yuika segera meminum obat pemberian ayahnya itu.


"Beristirahatlah..!" Tuan Yoshimura mencium dahi putrinya dan pergi keluar meninggalkan kamar Yuika.


Pukul 08:00 malam. Fuji datang membawa makan malam, dia lalu menyuapkan makanan itu kepada Yuika.


"Kak Minato bilang aku harus menjaga kakak sampai kak Yuika sembuh dan bisa berjalan lagi..! Seru Fuji.


"Hmmm benarkah... Terimakasih." Ucap Yuika sambil mengunyah makanan di mulutnya.


Setelah selesai makan Fuji lalu membantu kakaknya kembali berbaring.


"Kakak sebaiknya tidur sekarang..!" Ucap Fuji sambil memakaikan selumut ke tubuh Yuika dan pergi meninggalkan kakaknya itu.


***


Yuika yang masih belum bisa tidur malam itu tampak gelisah.


Dia memikirkan tentang Minato yang telah beberapa kali selalu membantunya. Bayangan wajah Minato saat tersenyum tiba-tiba muncul di hadapanya.


Sepertinya gadis itu semakin menyukai Minato. Wajahnya tampak kembali memerah. Gadis cantik itu mulai tersenyum sendiri saat memikirkan Minato, dia menarik selimut dan menutupi wajahnya.