Please Stay With Me

Please Stay With Me
Belajar Bersama di Rumah Miki



Musim panas di Jepang berlangsung sekitar bulan Juni dan akan berakhir pada bulan agustus, yang artinya sebentar lagi cuaca di kota Otaru akan semakin menjadi panas.


pada bulan itu biasanya tekanan suhu di sana mencapai 35° Celcius.


Tinggal sepekan lagi musim semi akan berganti menjadi musim panas.


Di awal bulan Juni ujian semester juga akan di selenggarakan di SMA 1 Otaru, Yuika akan menghadapi ujian dan akan naik ke kelas 11.


Di dalam ruang perpustakaan terlihat Yuika dan juga Hana sedang duduk di sana sambil membaca sebuah buku yang akan menjadi materi pembelajaran saat ujian nanti. Gadis itu tampak rajin belajar akhir- akhir ini.


Tak lama kemudian Miki datang sambil juga membawa buku yang baru saja di ambilnya dari rak buku, lalu duduk di samping Yuika.


Miki memperhatikan Yuika yang sedang fokus membaca buku di ruang itu.


"Kau serius sekali..!" Ucap Miki.


Yuika tersenyum kepada Miki dan melanjutkan membaca buku itu.


Ilmu pengetahuan alam, tulisan yang terdapat pada cover buku yang di baca oleh Yuika.


Rupanya gadis itu sedang mempelajari tentang manusia dan tentang masalah-masalah bagaimana manusia mengembangkan satu kehidupan yang lebih baik.


Sementara itu Hana yang duduk sedikit agak berjarak dari Miki dan juga Yuika, tampak berjalan mendekati mereka berdua.


"Ayo kita kembali ke kelas sekarang..! Sebentar lagi pelajaran akan di mulai." Ucap Hana.


"Tapi aku baru saja akan membaca buku ini..!" Ucap Miki sambil memperhatikan buku yang sama dengan yang di baca oleh Yuika kepada Hana.


"Tidak masalah, kita bisa meminjam bukunya dan melanjutkan membacanya di kelas nanti." Ucap Hana.


"Baiklah..!" Jawab Miki.


Mereka bertiga pun beranjak dari tempat duduk pergi menuju loket pengminjaman buku di ruang perpustakaan. Setelah selesai mereka semua segera kembali ke ruang kelas 10 B.


Suasana di dalam ruangan masih tampak sepi karena beberapa murid masih berada di kantin dan sebagiannya lagi masih berada di perpustakaan sekolah. Yang ada di dalam ruangan itu hanyalah Mizuki dan 2 orang siswa lainya yang sedang belajar.


Mizuki adalah anak yang pandai dia sering mendapat peringkat pertama bahkan saat masih duduk di bangku SD, dan sampai sekarang anak itu selalu unggul dalam pelajaran.


Kemudian Miki datang menghampiri Mizuki yang sedang asyik mempelajari sebuah buku.


"Hey kutu buku..!" Sapa Miki kepada Mizuki.


"Hmm, ada apa..?" Sahut Mizuki sambil tetap fokus membaca setiap kalimat di dalam buku itu.


"Apa catatan seni budayamu lengkap..?" Tanya Miki.


"Hmm, memangnya kenapa..?" Sahut Mizuki.


"Pinjami aku, buku catatanku masih belum lengkap." Ucap Miki.


"Ya baiklah, sore nanti akan ku bawakan ke rumahmu." Sahut Mizuki.


"Jangan sore, sore nanti kami akan belajar bersama. Siang ini saat sepulang sekolah aku akan singgah dulu di rumahmu bagaimana..?" Ucap Miki.


"hmm, tersera kau saja." Sahut Mizuki sambil terus fokus membaca.


Kemudian Miki kembali menemui Hana dan Yuika yang tampaknya juga sedang fokus belajar.


Tak lama kemudian Minato datang sambil membawa beberapa roti dan 2 kaleng minuman dingin.


"Minato berjalan mendekati Mizuki, namun pandangannya melihat ke arah Yuika yang sedang fokus belajar.


"Mizuki, tangkap..!" Ucap Minato sambil melempar 2 bungkus roti ke arah Mizuki.


Mizuki yang secara spontan menangkap bungkusan itu dengan sangat buruk sehingga satu roti yang di lempar oleh Minato jatuh kelantai bawah meja. Kemudian Minato datang menghampirinya sambil sedikit tertawa kecil.


"Ayo minum dulu, dari tadi kamu hanya sibuk belajar." Ucap Minato sambil memberikan sekaleng minuman dingin yang baru saja di belinya dari kantin sekolah.


"Ya, terima kasih..!" Sahut Mizuki sambil tunduk mengambil sebungkus roti yang terjatuh di bawah meja.


Sementara itu, Miki yang memperhatikan mereka berdua segera datang menghampiri .


"Mana untukku..?" Tanya Miki.


"Apa kamu mau juga..? Ucap Minato.


"Jangan berikan itu kepadanya..! Biarkan dia membelinya sendiri." Ucap Mizuki.


"Dasar Kau ini..!" Ucap Miki sambil menatap tajam ke arah Mizuki.


Minato tersenyum sambil melihat ke arah Miki dan juga Mizuki.


"Ini ambilah..!" Ucap Minato sambil memberi sebungkus roti kepada Miki.


"Terima kasih Minato..! Kamu memang teman yang sangat baik, tak seperti Mizuki." Ucap Miki yang masih menatap tajam ke arah Mizuki.


Sementara itu Hana dan Yuika tersenyum saat melihat tingka Miki dan Mizuki yang seperti anak-anak.


Bel pulang pun berbunyi, Miki, Hana dan juga Yuika berjalan menuju pintu gerbang sekolah.


"Sampai jumpa..!" Ucap Hana


"Jangan lupa nanti sore ya..!" Ucap Miki kepada kedua sahabatnya.


"Ya baiklah" Ucap Yuika dan Hana serentak.


"Sampai jumpa." Ucap Yuika.


Lalu ketiga remaja itu pun berpisah di sana. Yuika berjalan menuju stasiun kereta api, setelah beberapa menit berjalan sampailah dia di stasiun Kereta. Gadis itu melirik mencari keberadaan Minato namun dia tak menemukan Minato di sana.


Kemudian Yuika duduk di stasiun sambil menunggu kedatangan Kereta Api, selang beberapa menit Kereta Api pun tiba, Yuika segera masuk dalam kereta dan duduk di bangku paling sudut.


Di melirik ke arah balik jendela berharap Minato akan segera datang dan masuk ke dalam kereta bersamanya, namun sayangnya sudah beberapa menit berlalu Minato masih belum terlihat. Rupanya hari ini Minato pulang bersama dengan ibunya menggunakan mobil, Siang ini Minato dan ibunya akan pergi ke bandara untuk menjemput ayahnya yang baru pulang dari luar kota.


Kereta Api melaju mengantarkan Yuika ke tempat tujuan.


"Aku pulang..!" Teriak Yuika saat tiba di depan pintu rumah.


Gadis itu segera naik ke lantai dua menuju kamarnya. Setelah berganti pakaian dia kembali kelantai bawa dan menemui ayahnya di dapur.


Tampak ayahnya sudah menghidangkan seluruh menu makan siang di atas meja makan.


"Ayah masak apa hari ini..? Sangat wangi, sepertinya ini sangat lezat..?" Ucap Yuika sambil mencim aroma wangi masakan ayahnya.


"Ayah membuat miso soup, takoyaki dan juga ramen, kalian pasti suka." Ucap tuan Yoshimura.


"Ayo panggil adikmu kita makan bersama." Ucap tuan Yoshimura kembali.


Yuika lalu menemui adiknya yang sedang bermain bersama Ketty di dalam kamarnya.


"Ayo Fuji, ayah telah menunggu kita." Ucap Yuika mengajak Fuji makan siang bersama.


"Ya kak..!" Sahut Fuji sambil melepaskan Ketty dari gendongannya.


Mereka berdua lalu pergi menuju dapur menemui tuan Yoshimura.


"Wangi sekali, masakan ayah sangat wangi..!" Ucap Fuji sambil berjalan mendekati meja makan.


"Wah... Terlihat sangat cantik, ayah Fuji memang the best. Ucap Fuji kembali sambil mengacungkan jempolnya ke arah ayahnya.


Tuan Yoshimura tersenyum melihat tingkah putrinya itu.


"Ayo kita makan sebelum makanannya menjadi dingin." Ucap tuan Yoshimura.


"Baiklah, selamat makan..!" Ucap Fuji.


Mereka pun menikmati makan siang buatan ayahnya dengan sangat lahap.


"Yah, sore ini aku akan pergi ke rumah Miki, kami akan belajar bersama." Ucap Yuika.


"Baiklah, apa kamu ingin ayah mengantarmu..?" Tanya tuan Yoshimura.


"Tidak perlu yah, Yuika akan menggunakan bus saja." Ucap Yuika.


"Terserah kamu saja." Jawab tuan Yoshimura sambil menghabiskan makan siangnya.


"Kak Yuika, apa Fuji boleh ikut..?" Tanya Fuji.


"Tidak Fuji kamu tak boleh ikut, kakak pergi untuk belajar bukan untuk bermain." Ucap Yuika.


"Baiklah kak." Sahut Fuji.


"Ayah mau ke kamar sekarang, selesai makan, tolong kamu bereskan semuanya ya nak." Ucap tuan Yoshimura kepada Yuika sambil beranjak dari kursinya.


"Baik ayah..!" Sahut Yuika.


Setelah selesai makan siang, Yuika membereskan semua piring-pring kotor yang tergeletak di atas meja makan sambil di bantu Fuji, Yuika lalu mencuci semua piring kotor itu hingga bersih.


Pukul 03:50 sore, Di dalam kamarnya Yuika tampak sedang bersiap-siap.


Gadis itu lalu menemui ayahnya dan berpamitan.


"Ayah, aku pergi..!" Ucap Yuika sambil mencium tangan ayahnya.


"Hati-hati di jalan sayang..!" Ucap tuan Yoshimura.


"Iya yah." Sahut Yuika sembari berjalan pergi meninggalkan rumah.


Gadis itu berjalan menuju halte bus, dan sebuah keberuntungan saat tiba di halte bus juga baru saja datang, lalu Yuika segera naik ke dalam bus dan duduk di baris paling depan.


Setelah beberapa menit perjalanan, tibalah dia di rumah Miki. Rumah Miki memiliki halaman yang sangat luas, ada 2 sampai 3 mobil terparkir di sana. Saat gadis itu ingin berjalan masuk ke halaman tiba-tiba saja dia di hentikan oleh seorang pria berbadan kekar, rupanya pria itu adalah satpam yang menjaga rumah Miki.


"Maaf nak, kamu sedang mencari siapa.." Tanya pria berbadan kekar itu kepada Yuika.


"Aku adalah Yuika teman sekolah Miki, aku datang kemari untuk bertemu dengannya." Ucap Yuika.


"Oh jadi kamu teman sekolah nona Miki, baiklah, ayo kemari ikutlah denganku, aku akan mengantarmu menemui nona Miki." Ucap Pria itu.


Yuika lalu ikut berjalan di belakang pria itu.


Dari jauh tampak Miki dan juga Hana yang telah menantinya di depan teras rumah.


"Yuika..! Teriak Hana sambil melambaikan tangannya.


"Hey..!" Yuika membalas lambaian tangan Hana.


"Terima kasih." Ucap Yuika kepada pria yang telah mengantarnya.


"Ya sama-sama." Pria itu lalu kembali pergi.


"Ayo masuklah." Ucap Miki kepada kedua sahabatnya.


"Wah, ternyata rumah Miki sangat besar." Ucap Hana merasa kagum.


Mereka lalu menuju ke halaman belakang rumah Miki, di sana tampak kolam ikan hias yang cukup besar, di tengah-tengah kolam itu terdapat pancuran air yang sangat indah.


"Kita belajar di sini saja." Ucap Miki.


"Ya baiklah, di sini suasananya sangat indah aku pasti akan semangat belajar...! Seru Hana sambil sedikit tertawa kecil.


Mereka kemadian mengeluarkan buku pelajaran dari dalam tas dan memulai belajaran.


Hana yang pandai dalam pelajaran bahasa inggris mulai mengajarkan kepada Miki dan juga Yuika tentang metode-metode dan rumus yang di gunakan dalam bahasa inggris.


begitu pula dengan Yuika dan Miki yang pandai dalam Pelajaran IPA dan Matematika mereka saling mengajarkan satu sama lain.


Saat sedang belajar tiba-tiba seorang wanita paruh baya datang menghampiri mereka sambil membawakan beberapa gelas minuman dingin dan juga beberapa toples kue kering.


"Silakan di minum." Ucap wanita paruh baya itu sambil tersenyum.


"Terima kasih bi..!" Ucap Han dan juga Yuika.


Rupanya wanita itu adalah asisten rumah tangga keluarga Miki.


Di halaman yang luas dan indah ketiga remaja itu menikmati minuman dingin dan kue kering sambil menyaksikan ikan mas koki yang berenang ke sana kemari.


Suara air yang mengalir dari air pancur menambah ke indahan di sore itu.


Pukul 06:20 Sore, langit senja tampak berwarna kemerah-merahan.


Yuika dan Hana berjalan meninggalkan pekarangan rumah Miki yang amat luas.


Di depan pintu gerbang rumah Miki tampak ayah Hana yang duduk di atas sepeda motor telah menunggu kedatangannya di sana.


"Sampai jumpa..!" Ucap Hana sambil duduk di atas motor belakang ayahnya.


"Sampai jumpa..!" Jawab Yuika sambil tersenyum melambaikan tangannya.


Kemudian gadis itu berjalan sendiri menuju halte bus. Langit senja kini telah berubah menjadi sedikit gelap, di atas langit tampak beberapa kawanan kelelawar terbang keluar dari sarang mereka menuju ke dalam hutan untuk mencari makan. Yuika masih duduk di halte menunggu kedatangan bus.


Beberapa saat kemudian bus telah tiba, Yuika segera naik ke dalam bus dan pulang ke rumah.