
Hari ini adalah hari ke dua Yuika dan kawan-kawan berada di Karuizawa.
Yuika yang mencari keberadaan tuan Takeda masih menunggu informasi dari nona Karin.
Di dalam kamar penginapan Hana dan juga Miki sedang berbaring sambil bermain video game dari handphone mereka masing-masing.
"Aku sudah tak sabar, apa kita akan menunggu sampai pak Inuiki datang..?" Ucap Miki sambil melirik ke arah Hana dan juga Yuika.
"Ya, kalau tidak demikian, maka kita tak boleh kemana-mana, itukan pesan dari pak Inuiki." Jawab Hana.
"Sabarlah sebentar lagi, pak Inuiki pasti akan segera kembali." Ucap Yuika kepada Miki.
Sesuai yang telah disepakati, sore ini Yuika, Miki, Hana dan juga anggota tim lainnya akan pergi berkunjung ke Museum Contemporary Art Karuizawa.
Tetapi pak Inuiki sedang pergi keluar sebentar, untuk menyelesaikan sebuah urusan yang mendadak, sehingga mereka semua belum bisa pergi, karena harus menunggu sampai pak Inuiki kembali.
Pukul 03:50 sore,Yuika dan kawan-kawan sedang berada di ruang utama penginapan. Tiba-tiba terdengar bunyi klakson sepeda motor memasuki pekarangan gedung penginapan. Rupanya pak Inuiki telah kembali, namun dia datang tidak sendiri, pak Inuiki datang dengan adiknya yaitu Ken.
"Selamat siang..! Maaf aku sedikit terlambat." Ucap pak Inuiki, menyapa semua anak-anak didiknya yang sedang duduk bersantai di teras.
"Ya, selamat siang pak..!" Jawab mereka semua dengan kompak.
"Bagaimana..? Apa kalian sudah siap untuk berangkat..?" Tanya pak Inuiki.
"Ya pak, kami sudah siap..!" Seru Miki yang sudah memegang tas dan handicam di tangannya.
Sementara itu tampak Ken tak masuk ke dalam ruang tamu pengginapan, dia hanya berdiri di depan teras halaman penginapan.
"Ken..! Ayo kemari, bantu aku mengangkat tas ini." Panggil pak Inuiki kepada Ken adiknya itu.
"Ya kak." Ken datang menghampiri kakaknya yang berada di depan pintu ruang utama penginapan.
Kemudian Ken mengangkat tas milik pak Inuiki yang akan di bawa ke Museum Contemporary Art Karuizawa dan menyimpannya di atas sepeda motor miliknya.
Tak lama setelahnya para siswi anggota tim volleyball keluar dari gedung penginapan, begitu pula dengan Yuika, Hana dan juga Miki.
"Kamu..! Kamu ada di sini..?" Yuika tampak heran melihat kedatangan Ken di resor.
"Hai selamat siang..!" Sapa Ken kepada Yuika sambil tersenyum.
"Sedang apa kamu di sini..? Tanya Miki kepada Ken.
"Aku dengar kalian akan ke Museum, dan kebetulan aku juga akan ke Museum untuk bahan kebetuhan study penelitian nanti, jadi aku akan pergi bersama kalian." Ucap Ken.
"Oh begitu, baguslah kita bisa sekalian ke sana bersama-sama." Sahut Miki.
"Bagaimana kabarmu..?" Tanya Ken kepada Yuika.
"Aku baik, bagaimana denganmu..?" Yuika kembali bertanya kepada Ken.
"Aku juga baik, sangat baik, seperti yang kamu lihat." Sahut Ken sambil tersenyum lebar kepada Yuika.
"Baiklah anak-anak..! Kalian semua berangkat menggunakan bus saja, jadi bapak harap kalian jangan lupa membawa semua keperluan kalian. Nona Karin juga akan ikut bersama kalian menggunakan bus." Teriak pak Inuiki.
Semetara itu pak Inuiki akan pergi dengan menggunakan sepeda motor bersama Ken adiknya.
Sekitar 35 menit perjalanan, akhirnya mereka telah tiba di Museum Contemporary Art Karuizawa.
Mereka semua turun dari bus dan berjalan sekitar 20 meter menuju ke dalam pintu gerbang masuk Museum.
Bangunan Museum itu lumayan besar, di dalamnya terdapat patung dan lukisan-lukisan antik yang di buat oleh seniman-seniman hebat di Jepang.
Di Museum inilah juga terkumpul dan di pamerkan semua karya seniman jepang yang berkarya di luar negeri. Misalnya Tsuguharu Foujita, Kumi Sugai, Kiyoshi Hasegawa, dan Chuta Kimura yang berkarya di Paris. Selain itu, ada juga karya dari Yayoi Kusama dan Shusaku Arakawa yang di buat di New York.
Sementara itu Miki dan Hana mengambil beberapa gambar patung dan lukisan-lukisan di sana. Ken juga tampak sedang mengamati setiap lukisan dan benda-beda yang di pamerkan di dalam Museum sambil mencatat data-datanya sebagai bahan praktek nanti.
Nona Karin yang berjalan bersama pak Inuiki dan para siswi anggota voleyball yang lain tampak sedang menjelaskan tentang sejarah Museum Contemporary Art Karuizawa yang sekarang sedang mereka kunjungi.
Setelah puas menikmati pameran seni lukis di Museum itu, mereka semua pun kembali ke penginapan.
pukul 05:40 menjelang petang mereka semua telah tiba di halaman resor gedung penginapan.
Yuika yang merasa lelah langsung masuk ke dalam kamar penginapan dan segera mandi untuk membersikan diri dari keringat yang melekat di tubuhnya.
Pukul 07:30 malam hari, Hana, Yuika dan juga Miki yang sedang berada di ruang utama, mereka semua sedang menunggu makan malam yang akan di kirim oleh panitia pihak resor.
"Aku sangat lapar..! Kapan makanannya akan datang..? Perutku sudah tak bisa di ajak kompromi." Ucap Miki mengelu sambil memegang-megang bagian perutnya.
"Aku juga lapar..!" Ucap Yuika yang sepertinya sudah sangat lapar.
Bukan hanya mereka berdua, tetapi hampir semua siswi anggota tim sudah merasa kelaparan.
Tak selang beberapa menit menunggu, akhirnya, paket makan yang di kirim oleh pihak resor pun tiba, paket copleted nasi ayam bumbu jepang, susi, sup miso yang masih hangat beserta buah-buahannya.
Menu makanan yang di sediakan oleh resor tiap harinya berbeda-beda.
Miki,Yuika, Hana dan juga semua siswi anggota tim tampak sangat menikmati makan malam mereka, mereka semua terlihat begitu lahap.
Sementara itu pak Inuki yang mengantar Ken, masih belum kembali ke penginapan.
Setelah menikmati menu makan malam, Yuika dan kawan-kawan segera kembali ke kamar mereka masing-masing. Yuika yang merasa risau menyuruh Miki untuk menghubungi pak Inuiki.
"Aku camas, sudah jam begini pak Inuiki masih belum kembali. Bisakah Kamu menghubunginya..!" Ucap Yuika kepada Miki.
"Biarkan saja, mungkin sebentar lagi, pak Inuiki akan segera kembali." Jawab Miki dengan santai.
"Aku akan menghubunginya, jangan cemas." Ucap Hana kepada Yuika.
Hana lalu menghubungi pak Inuiki,rupanya pak Inuiki sudah berada di sekitar resor, namun dia masih singga di restoran dekat resor untuk mengganjal perut yang kosong. karena pak Inuiki telah telat jadwal makan malam di penginapan.
Pukul 09:40 malam, pak Inuiki baru saja kembali.
"Selamat malam..!" Ucap pak Inuiki sambil sedikit mengencangkan suaranya.
Dia tampak mengetuk-ngetuk pintu beberapa kali namun tidak di dengar oleh para siswinya yang sedang berada di kamar mereka masing-masing.
Pak Inuiki kemudian menelepon Miki.
"Hallo..! Apa kalian semua sudah tidur..? Ya bapak berada di luar, di depan pintu. Ya, cepatlah." Ucap pak Inuiki yang berbicara dengan Miki di dalam telepon.
Kemudian Miki yang di temani Yuika datang membukakan pintu untuk pak Inuiki yang telah kembali.
"Selamat datang..!" Sapa Yuika kepada pak Inuiki.
"Ya selamat malam anak-anak, maafkan bapak sudah merepotkan kalian." Ucap pak Inuiki.
"Tidak masalah, kami senang bapak telah kembali." Ucapan Yuika.
"Ya, bapak sangat lelah, sebaiknya kalian berdua juga pergilah tidur." Ucap pak Inuiki sambil kembali mengunci pintu ruang utama.
"Baiklah pak." Yuika dan Miki segera kembali ke kamar untuk tidur.
Begitu pula pak Inuiki yang berjalan menuju kamarnya, dia beristirahat dan tidur untuk menghilangkan rasa lelahnya.