
"Haaa... Hari yang sangat melelahkan..!" Yuika merebahkan diri di atas kasurnya, ia sangat kelelahan setelah habis bertanding.
Ketty kucing peliharaan barunya datang, meloncat ke atas ranjang dan duduk di samping Yuika yang sedang berbaring.
"Meong...."
Ketty datang mendekati tubuh Yuika dan ikut berbaring di sisinya.
Selang beberapa saat.
"Pus... Pus... Ketty kamu di mana..?
Teriak Fuji memanggil-manggil Ketty.
"Pus... Pus... Ayo keluar Ketty sayangku jangan sembunyi dariku...!"
"Kak, kak Yui... Kak Yuika..! Apa kakak melihat Ketty..? Apakah dia bersamamu..?"
Fuji masuk ke dalam kamar Yuika.
"Astaga Ketty, aku mencarimu kemana-mana, rupanya kamu disini..!"
Fuji menggendong Ketty dan membawanya pergi keluar dari kamar kakaknya.
Sementara itu Yuika tampak sedang tertidur dan tidak menyadari kedatangan Fuji. Yuika tertidur dengan sangat lelap hari itu.
Jam dinding di kamarnya kini menunjukan pukul 07:20 malam.
"Kring... Kring... Kring... Kring..."
Bunyi yang berasal dari handphone genggam Yuika.
Yuika terbangun dari tidurnya, dengan masih sangat lemas, dia membuka mata dan meraih handphonenya yang berada di atas meja belajar.
"Aku sudah mengirim fotonya di whats'app." Yuika membaca pesan yang baru saja masuk di handphone miliknya.
Kemudian dia segera mengecek whats'app nya dan mendownload foto yang baru saja di kirim oleh Minato.
Gambar seorang wanita paruh baya. Rupanya Minato baru saja mengirim gambar foto neneknya kepada Yuika.
Selang beberapa detik, Minato kembali mengirim sebuah pesan melalui whats'app.
"Bagaimana kabar Ketty..?"
"Ketty baik baik saja." Yuika membalas pesan itu.
"Aku ingin sekali melihatnya..! Besok adalah hari minggu. Ayo kita membawanya berjalan-jalan di taman besok.! Bagaimana..?"
"Baiklah, besok pukul 06:00 pagi kita bertemu di depan toko dekat stasiun Kereta." Balas Yuika.
"Ok, Sampai jumpa besok."
Setelah membalas pesan dari Minato, Yuika beranjak dari ranjang menuju kamar mandi dan membasuh wajahnya.
Lalu ia turun ke dapur untuk membantu ayahnya yang sedang menyiapkan makan malam.
"Kau sudah bangun nak..?"
Tuan Yoshimura menyapa putrinya.
"Ya yah..!" Sahut Yuika sambil masuk ke dapur hendak membantu ayahnya yang sedang mengiris-ngiris bawang bombai.
"Tidak nak, kau masih sangat lelah. Kau tak perlu membantu ayah..! Malam ini biarkan ayah yang menyelesaikan semuanya."
"Tapi yah.....ayah juga kan lelah seharian bekerja..!" Yuika bersikeras ingin membantu ayahnya memasak di dapur.
"Tidak apa putriku..! Ayah akan memasak makanan spesial malam ini, sebagai hadiah dari ayah karena kamu telah memenangkan perlombaan hari ini." Ucap tuan Yoshimura sambil tersenyum bahagia.
"Hmm, baiklah yah." Yuika duduk di kursi meja makan sambil memperhatikan ayahnya yang sibuk memasak menyiapkan menu makan malam.
"Yah, Fuji dimana..? Aku tak melihatnya..!" Tanya Yuika kepada ayahnya.
"Adikmu sedang berada di teras bersama Ketty. Seharian ini ayah melihatnya terus bermain bersama Ketty. Sepertinya adikmu sangat menyukai kucing itu..!" Jawab tuan Yoshimura.
Yuika lalu beranjak dari kursi hendak menemui Fuji di teras rumah.
"Fuji..!" Teriak Yuika memanggil adiknya.
"Ya kak, Fuji disini..!" Sahut Fuji.
Yuika datang menghampiri adiknya yang sedang duduk bermain bersama Ketty di pangkuannya.
Tampak dia atas kepala kucing itu terpasang sebuah mahkota layaknya boneka barbie, dan ada sebuah kalung tergantung di lehernya.
"Ya ampun Fuji... Apa yang kamu lakukan..?" Yuika tertawa saat melihat Ketty yang telah di dandan oleh Fuji.
"Dia terlihat sangat cantik... Ya kan kak..? Fuji tampak sedang asyik menyisir-nyisir bulu Ketty.
"Ya dia sangat cantik sepertimu.." Seru Yuika.
"Dengar, besok kakak dan kak Minato akan membawa Ketty jalan-jalan di taman. Apa kamu mau ikut juga..?" Tanya Yuika kepada Fuji sambil ikut mengelus-elus bulu Ketty.
"Ia kak, Fuji mau ikut jalan-jalan ke taman bersama Ketty. Asyik... Kita akan pergi ke taman besok..! " Fuji memainkan kedua tangan Ketty seraya sedang menari bersama.
"Anak-anak... Ayo kemari, makan malam sudah siap..!" Tuan Yoshimura memanggil kedua putrinya.
Malam itu mereka makan bersama sambil merayakan keberhasilan Yuika.
Pukul 05:40 pagi dini hari, alaram dari handphone Yuika berbunyi.
Yuika terbangun dan beranjak pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Dia bersiap-siap untuk menemui Minato di toko dekat stasiun Kereta Api.
"Fuji... Fuji... Kakak akan pergi, ayo bangun..!" Yuika memanggil adiknya itu berkali-kali namun tidak mendapat jawaban.
Lalu dia datang ke kamar adiknya, tampak Fuji sedang tertidur lelap.
"Aku akan pergi sendiri saja." Yuika tidak ingin membangunkan adik kesayangannya itu.
Yuika keluar rumah menuju toko sambil membawa Ketty.
Tampak dari jauh Minato telah menunggunya di sana. Lalu Yuika mempercepat langkanya menghampiri Minato.
"Selamat pagi..!" Minato menyapa Yuika dengan sebuah senyuman.
"Selamat pagi..! Maaf, aku sedikit telat." Ucap Yuika.
"Kamu tidak telat, ini masih belum pukul 06:00 pagi, aku yang datang terlalu awal." Seru Minato sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Sini berikan Ketty kepadaku biar aku yang menggendongnya."
Mereka berdua pun berjalan meninggalkan toko menuju taman dekat stasiun kereta.
Pagi yang sangat indah, kupu-kupu berterbangan di sekitar taman mengitari bunga-bunga yang sedang bermekaran.
Tampak juga beberapa ekor kumbang saling berkejaran.
"Kau merawatnya dengan sangat baik, Ketty terlihat lebih gemuk sekarang." Minato berjalan sambil memperhatikan bagian tubuh Ketty dengan seksama.
"Bukan aku yang merawatnya, kurasa Fuji
meberinya makan berlebihan." Ucap Yuika.
"Benarkah..! Ternyata Fuji sangat pandai merawat hewan peliharaan ya..!"
Mereka berdua berjalan masuk ke dalam taman dan berhenti di sebuah bangku panjang yang ada di taman itu.
"Baiklah aku rasa kau aman jika berjalan-jalan di sini." Minato melepaskan Ketty dari gendongannya dan membiarkan Ketty berjalan-jalan mengitari taman.
Mereka berdua pun lalu duduk sambil memperhatikan Ketty dari kejauhan.
Ketty tampak sedang mengejar kupu-kupu yang berterbangan di sekitar taman itu.
"Dia sangat bahagia." Ucap Yuika tampak tersenyum sambil terus memandangi Ketty.
"Ya dia sangat merasa senang kita membawanya kemari..!" Minato juga ikut tersenyum.
Diam-diam Minato memperhatikan Yuika yang sedang tersenyum.
Ada sesuatu yang bahagia yang di rasakan anak berambut hitam itu, saat ketika melihat Yuika tersenyum.
Jantungnya mulai berdetak tak karuan, saat Yuika tak sengaja secara tiba-tiba memalingkan wajah ke arahnya, sehingga wajah mereka berdua hampir saja saling bertemu.
Mereka saling bertatapan beberapa detik.
"Ma... Maaf..! Maafkan aku, aku tak sengaja..!" Yuika menjadi sangat gugup dan merasa sangat malu.
Begitu pula Minato, wajahnya tampak pucat, Keringatnya mulai bercucuran membasahi wajahnya.
Minato hanya terdiam dan terus menatap kedua mata Yuika yang indah.
Tampak Yuika menundukan kepalanya karena merasa malu.
"Cahaya matahari mulai menyengat, aku rasa aku ingin kembali sekarang."
Ucap Yuika yang ingin segera pulang ke rumah.
"Baiklah, kita kembali sekarang..!" Minato lalu beranjak dari bangku dan menghampiri Ketty yang sedang bermain-main di taman. Dia mengambil kucing itu dan memberikan kepada Yuika.
Mereka berdua lalu pergi meninggalkan taman itu. Saat di perjalanan pulang, sebuah gerobak penjual es krim lewat
dan berhenti tak jauh dari tempat mereka berjalan.
"Apa kau ingin es krim..?" Minato bertanya kepada Yuika.
"Ya... Tapi aku tak membawa uang." Ucap Yuika sambil merogo kantung dari jaket yang di kenakannya.
Lalu Minato berlari menuju gerobak penjual es krim.
"Hey Yuika..! Kamu ingin rasa apa..?" Teriak Minato.
"Aku ingin yang strawberry..!" Sahut Yuika.
Beberapa saat kemudian Minato datang menghampiri Yuika sambil membawa 2 buah es krim. Es krim rasa strawberry di berikan kepada Yuika dan rasa coklat untuknya.
Mereka lalu berjalan pulang dan berpisah di toko tempat di mana mereka bertemu.