Please Stay With Me

Please Stay With Me
Hari Terakhir Libur Sekolah



Bunga lily tumbuh subur di dalam pot yang berada di teras rumah, sebuah sepeda motor yang terlihat sudah tua terparkir rapi di samping rumah tuan Yoshimura.


Fuji dan Yuika tampak sedang asyik membersihkan halaman rumah, kedua kakak beradik itu bekerja sama membersikan halaman rumah yang di tumbuhi begitu banyak rumput liar.


"Fuji..! Bantu ayah mengambil selang di belakang rumah." Teriak tuan Yoshimura.


"Baiklah yah..!" Jawab Fuji sambil berlalu pergi.


Selang semenit kemudian Fuji telah kembali dengan membawa selang air.


"Ini yah..!"Seru Fuji.


"Terima kasih sayang..!" Ucap tuan Yoshimura.


Ayah Yuika itu lalu memasangkan selang ke keran air yang berada di depan teras rumah mereka, dia akan mencuci sepeda motor miliknya yang sudah terlihat sangat usang.


"Sayang..! Kapan kalian berdua akan kembali bersekolah..?" Tanya tuan Yoshimura.


"Besok Yah..." Sahut Yuika.


"Benarkah..! Jika butuh sesuatu, katakan saja pada ayah, mungkin kalian butuh peralatan sekolah baru." Ucap tuan Yoshimura.


"Iya yah, Kami butuh beberapa buku baru dan alat tulis baru" Seru Yuika.


"Baiklah, sore ini ayah akan ke toko buku. Ucap tuan Yoshimura.


Tahun ini Yuika dan Fuji telah naik kelas, Yuika naik ke kelas 11 sedangkan Fuji naik ke kelas 5. Mereka berdua tentunya akan membutuhkan perlengkapan sekolah yang baru.


"Kak, aku lelah... Aku haus..!" Ucap Fuji kepada Yuika sambil mengusap keringat di wajahnya.


"Kak, aku ingin minum sirup." Ucapnya lagi.


"Baiklah, tunggu sebentar, kakak akan membuat sirup untuk kita semua." Ucap Yuika sambil berdiri beranjak masuk ke dalam rumah.


"Fuji..! Ayo kemari... " teriak Yuika sambil membawa 3 gelas sirup dingin.


"Ayah, ayo minum dulu..!" Panggil Yuika kepada tuan Yoshimura.


Mereka pun lalu beristirahat sebentar sambil meminum sirup buatan Yuika.


Pukul 03:30 Sore, masih di kediaman tuan Yoshimura.


"Sayang..!" Ayah akan pergi ke toko buku bersama Fuji." Teriak tuan Yoshimura memanggil Yuika.


"Baiklah ayah..! Hati-hati di jalan." Sahut Yuika.


Sementara itu, Fuji yang telah berpakaian rapi tengah menanti ayahnya di depan pintu teras rumah.


Bunyi suara mesin sepeda motor tuan Yoshimura terdengar dari halaman rumah, Yuika mengintip dari balik jendela kamarnya dan melihat kepergian ayah dan adiknya.


Gadis cantik itu kemudian merebahkan dirinya di atas ranjang, dia mengambil dan menghidupkan handphone miliknya, lalu melihat kembali pesan-pesan yang perna di kirim oleh Minato kepadanya.


Sepertinya gadis itu tengah merindukan sosok Minato.


"Hai, bagaimana kabarmu..?" Yuika menulis sebuah pesan dan mengirimkannya kepada Minato.


Selang beberapa detik,


"Aku baik, bagaimana denganmu..?" Minato membalas pesan dari Yuika.


"Kabarku juga baik, apa kamu dan kakek masih di Karuizawa..?" Yuika kembali mengirim pesan kepada Minato.


"Tidak, kami sudah berada di rumah sekarang, pagi tadi kami baru saja kembali." Balas Minato.


"Bagaimana dengan Ketty..? Apakah dia baik-baik saja..?" Minato kembali mengirim pesan kepada Yuika.


"Ya."


"Baguslah." Balas Minato kembali.


"Apa kamu akan ke sekolah besok..?" Tanya Yuika.


"Ya tentu saja, besok adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang, tak terasa sekarang kita telah naik ke kelas 11. Aku sangat senang dan bersemangat..!" Balas Minato.


"Hmm... Aku juga sangat senang."


"Baiklah sampai jumpa besok di sekolah." Yuika kembali mengirim pesan kepada Minato.


Gadis itu lalu meletakan handphonenya kembali di atas meja belajar dan pergi menuju ruang tengah.


Sambil menunggu kepulangan ayah dan Fuji adiknya, Yuika menyempatkan diri membersihkan ruangan serta merapikan beberapa bingkai foto yang terpajang di ruang itu.


Yuika adalah gadis yang rajin, selain cantik dan pintar masak, gadis itu juga adalah seorang yang pembersih.


Bahkan kamar tidurnya tampak begitu sangat rapi dan bersih.


Dia telah terbiasa hidup menjadi seorang kakak dan sekaligus menjadi seorang ibu yang harus mengurus rumah tangga, semenjak kedua orang tuanya bercerai.


Yuika harus menjadi gadis dewasa, walau sebenarnya umurnya masih sangat muda.


"Aku pulang..!" Teriak Fuji saat masuk ke dalam rumah.


"Selamat datang." Jawab Yuika menyambut kepulangan ayah dan adiknya itu.


"Sayang, ini ambilah..!" Seru tuan Yoshimura sambil memberikan perlengkapan alat tulis baru yang masih terbungkus plastik kepada Yuika.


"Aku rasa itu cukup untukmu." Ucapnya lagi.


"Ya ayah, terima kasih..!" Jawab Yuika sambil memperhatikan isi yang ada di dalam kantung plastiknya.


"Baiklah, ayah akan ke kamar dulu." Tuan Yoshimura berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Sementara itu Yuika juga pergi ke kamar untuk meletakan buku-buku serta alat tulis baru yang ayah belikan untuknya.


Beberapa menit kemudian, tuan Yoshimura telah kembali keluar dari kamar dan pergi ke dapur untuk menyiapkan menu makan malam.


Yuika yang masih berada di kamar sedang sibuk mengatur dan menyiapkan alat tulis dan perlengkapan sekolah untuk besok.


Setelah semuanya telah beres, dia lalu turun ke lantai bawah hendak membantu ayahnya menyiapkan makan malam.


"Biar aku bantu ayah." Ucap Yuika ketika telah berada di dapur dan melihat ayahnya sedang memasak makan malam.


"Adikmu di mana..?" Tanya tuan Yoshimura.


"Sepertinya dia sedang di kamar." Jawab Yuika sambil menggulung Sushi dan memotong-motongnya menjadi beberapa bagian.


"Letakan itu di sana sayang..!" Ucap tuan Yoshimura menyuruh putrinya meletakan sushi di atas meja makan.


"Malam ini ayah akan membuat menu baru untuk makan malam kita." Ucapnya lagi.


"Menu baru..? Ayah akan membuat apa..?" Tanya Yuika penasaran.


"Udon, ayah akan membuat udon hari ini. Kamu tahu saat zaman sekolah dulu, ibumu sangat menyukai Udon." Ucap tuan Yoshimura.


"Benarkah..?" Yuika memperhatikan bagaimana ayahnya membuat hidangan Udon yang belum perna dia lihat sebelumnya.


Udon adalah makanan khas Jepang yang mirip seperti Ramen, namun Udon biasanya memiliki ukuran mie yang lebih besar dengan tekstur yang lebih kenyal. Sebagai pelengkap Udon disantap bersama kuah Dashi dan juga kecap asin khas Jepang.


"Wah, ayah sangat pandai memasak.." Seru Yuika sambil terus memperhatikan ayahnya membuat Udon.


"Haaa... Aromanya sangat wangi... Pasti rasanya sangat enak." Ucapnya lagi sambil menikmati aroma wangi masakan ayahnya.


Tiba-tiba saja Fuji datang menghampiri Yuika dan ayahnya yang berada di dapur.


"Wah... Wangi sekali..! Fuji jadi lapar." Ucap Fuji.


"Ayah sedang masak apa..?" Fuji datang mendekat dan memperhatikan masakan ayahnya.


"Ini namanya Udon sayang, kamu pasti akan menyukainya, ayah jamin..!" Seru tuan Yoshimura sambil tersenyum.


Pukul 07:45 malam, semua hidangan menu makan malam telah tersaji di atas meja makan, Fuji tampak sangat lahap menyantap semangkok Udon yang di buat oleh ayahnya.


Begitu pula Yuika dan tuan Yoshimura yang sangat menikmati menu makan malam.


Setelah selesai makan malam Yuika segera kembali ke kamarnya, dia ingin tidur lebih awal agar bisa bangun pagi esok hari.


Gadis itu kembali memeriksa isi dalam tas yang akan dia bawa ke sekolah besok.


Setelah merasa telah lengkap semuannya, Yuika segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan menutup kedua matanya. Gadis cantik itu hendak tidur, namun tiba-tiba,


"Kak..! Kak Yuika..!" Teriak Fuji memanggil.


"Kak, buka pintunya..!" Fuji menggedor-gedor pintu kamar Yuika.


"Ada apa Fuji..?" Tanya Yuika, serayah membuka pintu kamarnya.


"Kak, Mohon bantu Fuji mengatur perlengkapan sekolah untuk besok." Ujar Fuji.


"Ya ampun Fuji, mengapa tidak mengatakan kepada kakak dari tadi..! Sekarang kakak ingin tidur, kamu selalu mengganggu jam istirahat kakak." Ucap Yuika.


"Aku benar-benar lupa kak, tadi sore setelah pulang dari toko, aku langsung bermain bersama Ketty, jadi aku lupa menyiapkan perlengkapan sekolah." Jawab Fuji.


"Hmm... Baiklah..." Yuika lalu pergi menuju ke kamar Fuji.


Setelah menyiapkan perlengkapan sekolah adiknya.


"Ok, semuanya sudah siap, sekarang kamu tidurlah, agar kamu bisa bangun pagi besok. Kakak juga akan tidur sekarang. Jangan bermain dengan Ketty lagi, kamu mengerti..?" Ucap Yuika tegas.


"Ya kak, mengerti..!" Fuji naik ke atas ranjang dan berbaring.


"Selamat malam kak..!" Ucap Fuji.


"Baiklah, selamat malam..!" Yuika kemudian mematikan lampu kamar adiknya dan menghidupkan lampu tidur agar adiknya bisa tidur dengan nyenyak.


Gadis itu kemudian kembali ke kamar. Sebelum tidur dia menyetel alarm pada handphonenya untuk sekedar berjaga-jaga.


Dan akhirnya gadis itu tertidur dengan lelap di malam itu.