Perfect Wife

Perfect Wife
BAB - 06



Dengan sangat berat hati, Aurora mengambil uang tabungan miliknya yang akan ia gunakan untuk biaya persalinan dan kebutuhan calon buah hatinya.


"Sebentar ya, Mah" ucap Aurora, lalu ia melangkah masuk ke dalam kamarnya mengambil token internet banking serta handphonenya, kemudian ia mentransfer sejumlah uang yang di minta oleh mama mertuanya untuk biaya pendidikan adik iparnya.


"Sudah Aurora transfer, Mah."


Aurora memperlihatkan bukti mutasi rekeningnya kepada mama mertuanya.


"Nah, gitu dong. Padahal itu kan bukan uangmu sendiri tapi kenpa kebanyakan mikir sih? Sudah ya Mama pulang dulu, sudah sore takut Papa mencari Mama"


"Iya Mah, hati-hati" Aurora mengantar Mama mertuanya hingga ke pintu gerbang rumahnya. "Hati-hati, Mah" Aurora melambaikan tangannya ke arah mobil Mama mertuanya.


Setelah mobil mama mertuanya sudah tak terlihat, barulah Aurora masuk ke dalam kediamannya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


"Lelah sekali hari ini," Aurora mengelus perutnya dengan lembut. "Anak Bunda di dalam lelah juga tidak?" ia berbicara dengan buah hatinya yang masih di dalam perutnya. Meski masih di dalam perut, Aurora rutin mengajak buah hatinya untuk berkomunikasik karena banyak sekali manfaat yang di dapat ketika ia berbicara dengan janin dalam kandungannya, yang di antaranya: Merangsang pendengaran bayi, memperkenalkan bahasa yang digunakan, membuat bayi merasanyaman, membangun kedekatan emosional, memupuk kecerdasan bayi. Untuk itulah, Aurora rutin melakukannya.



Sementara itu di tempat berbeda, Sekala nampak sangat mencemaskan kondisi Syeira, kekasih gelapnya yang baru saja mengalami kecelakaan.


Ting Tong.. Ting Tong...


Secara tidak sabar ia terus menekan tombol bel apartement milik Syeira, ia tak bisa membayangkan jika Syeira berdarah atau mengalami luka-luka akibat kecelakaan yang menimpanya.


Cepatlah buka pintunya!


Tak lama kemudian pintu apartement di buka oleh Syeira, dengan nada panik Sekala langsung menanyakan kondisi Syeira sambil memeriksa seluruh bagian tubuh Syeira, memastikan Syeira tak mengalami luka parah seperti dalam bayangannya.


"Are you okay baby?" tanya Sekala.


"Kau tak lerlu berlebihan seperti ini, aku baik-baik saja." Syeira melepaskan tangan Sekala dari tubuhnya. "Masuklah!!!" Syeira meminta Sekala untuk masuk ke dalam apartementnya.


"Bukankah tadi kamu bilang kamu kecelakaan?" tanya Sekala kembali, sambil mengikuti Syeira dari belakang.


"Iya aku memang tadi kecelakaan, tapi aku baik-baik saja hanya mobilku saja rusak. Apa kamu mau membelikan mobil baru untukku?" tanya Syeira.


Dari kalimat yang Syeira lontarkan, sudah jelas bahwa itu bukan hanya sekedar kalimat pertanyaan biasa melaikan sebuah permintaan yang rasanya terlalu sulit untuk di tolak oleh Sekala, tapi di tengah kondisi keuangan Sekala yang tidak memungkinkan.


"Seberapa besar kerusakannya? Memangnya tidak bisa di perbaiki dulu?" tanya Sekala.


"Aku sudah lama tidak ganti mobil, aku mau ganti mobil baru." ucap Syeira, ia melihat wajah kusut Sekala yang terlihat sangat berat untuk membelikannya mobil.


"Bukan begitu, maksud aku jika mobilnya masih bisa di perbaiki, di perbaiki dulu nanti bulan depan akan aku belikan."


"Kamu ini sejak menikah dengan Aurora pelit sekali. Pasti dia telah menguasai keuanganmu!!" ucapnya dengan kesal. "Enak sekali jadi dia, bisa memilikimu seutuhnya, sementara aku?"


"Kalau begitu kamu beliin aku mobil baru,"


"Okay, kamu mau mobil apa?"


"Tesla Model X Long Range," jawab Syeira tanpa basa-basi.


Uhhhukk...


Seketika Sekala sangat terkejut dan langsung terbatuk mendengar mobil permintaan Syeira, pasalnya Tesla Model X Long Range berada di kisaran harga 4.4 miliar rupiah.


Harga 4.4 miliar rupiah tentu bukan harga yang murah untuk Sekala, terlebih di situasi keuangan kantornya yang saat ini sedang tidak stabil.


"Kamu kenapa sayang?"


Sekala menggelengkan kepalanya "Tidak, aku tidak apa-apa." Sekala mencoba terlihat sesantai mungkin agar Syeira tak menganggap dirinya keberatan dengan permintaannya kali ini.


"Apa tidak ada model lain? Model 3 misalnya, yang sudah memiliki sistem semi otonomus Autopilot dengan minim intervensi dari pengemudi atau Smart Summon. Dan bisa berjalan sejauh 400 km, berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 5,3 detik dan mencapai kecepatan maksimal di 225 km/jam. Bagus bukan? cocok sekali untukmu"


"Aku tidak tertarik, aku mau Tesla Model X Long Range, titik." pintanya dengan tegas tanpa adanya lenawaran.


Sekala menghembuskan nafas beratnya "Baiklah, akan aku usahakan secepatnya," dengan sangat terpaksa Sekala menyanggupi permintaan kekasihnya.


"Benarkah? Thank you, baby"


Syeira langsung memeluk dan mencium bibir Sekala, "Aku rindu sekali padamu sayang," ia memainkan jarinya di dada Sekala.


"Aku juga merindukanmu," Sekala membalas ciuman Syeira lebih dalam, jari jemari Sekala menyentuh dengan ringan menuruni sisi leher Syeira, mengikuti kerah pakaian yang di kenakan oleh Syeira.


Kemudian Sekala menariknya hingga menampakkan ranumnya payud*ra telanj*ng Syeira, kemudian ibu jari Sekala mengusap puncak payudar*nya yang mengeras, memaksa bibir Syeira mengerang.


Syeira selalu menikmati, kenikmatan yang di berikan oleh Sekala. Kepuasan berdenyut di bagian sensitif Syeira saat gairah kental dan hangat meleleh dari pusat tubuhnya. "Jangan berhenti sayang" bisik Syeira.


Sekala semakin tertantang, kedua tangan Sekala menangkup payudar* Syeira yang semakin membesar, yang satu masih dilapisi pakaiannya, satunya lagi telah telanjang. "Aku akan membuatmu berteriak sayang" bisik Sekala.


Sekala menundukkan kepala di mulut Syeira dan menjil*t pelan mengelilingi bibir Syeira yang merekah dan menggoda, kemudian Sekala menyelipkan lidahnya hingga memenuhi mulut Syeira.


Tangan Sekala bergerak ke pinggul Syeira, mempersiapkan Syeira untuk menerima gairahnya yang sudah mengeras. "Bersiaplah!! Tidak ada satu inci pun dari tubuhmu yang tidak kunikmati dan kusentuh."


Hasrat bergejolak dalam diri Syeira, membuat napasnya terengah, tangannya berusaha menggapai, membuka pakaian Sekala, kemudian turun ke bawah bergumul dengan ikat pinggang dan ritsleting sampai Sekala menangkap pergelangan tangannya dan menariknya meninggalkan ruangan tamu apartement Syeira.


Di dalam kamar Syeira, Sekala menelanjangi tubuhnya dan tubuh Syeira. "Astaga, Syeira. Tubuhmu bagai candu bagiku!!!"