Perfect Wife

Perfect Wife
BAB - 37



Aisyah semakin tak tahan dengan Kara yang terus mengintimidasinya. "Sudahlah Kara, ini bukan urusanmu. Sekala itu seorang pria, dia bisa menikahi dua, tiga atau empat wanita selama ia bisa adil. Harusnya temanmu itu bersyukur karena Sekala mencukupi semua kebutuhannya, dan selalu pulang ke rumahnya." bentak Aisyah.


Kara menggelengkan kepalanya, bisa-bisanya ada seorang ibu yang berkata seperti itu. Ia semakin yakin jika sebenarnya tantenya sudah mengetahui hubungan Sekala dengan Syeira, dan justru malah menutupi dan mendukungnya, lantaran Syeira mampu mengambil hati Aisyah.


"Harusnya tante tahu, bahwa mencukupi kebetuhan keluarga dan pulang ke rumah adalah kewajiban sebagai seorang suami yang harus di tunaikan, jika memang tante merasa keberatan jika anak tante melaksanakan kewajibannya, aku rasa Bu Annisa, ibunda Aurora pun keberatan jika Aurora menggunakan sebagian asset pribadinya yang ia kumpulkan susah payah hanya untuk menyelamatkan suami tukang selingkuh dari jeratan hukum." ucap Kara dengan sinis.


"Apa maksud ucapanmu Kara? Jangan ngomong sembarangan kamu!"


Kara melirik ke arah suaminya, memintanya untuk menjelaskan mengenai apa yang telah di lakukan oleh Sekala di kantor.


"Jadi begini tante, beberapa bulan belakangan ini Sekala sering mengambil uang perusahaan untuk kebutuhan pribadinya dalam jumlah yang cukup besar. Bahkan yang terakhir, ia sampai mencaikan dana project hingga project tersebut terbengkalain dan kami mendapatkan penalti sebesar 200% dari nilai kontrak karena keterlambatan pekerjaan." terang Aksara.


"Tidak mungkin."


"Sebentar tante..." Aksara berlari menuju mobilnya, untuk mengambil tas kerjanya. Setelah itu ia kembali masuk ke kediaman Aisyah.


Aksara memperlihatkan dokumen pencairan dana yang di lakukan oleh putranya, dan surat denda keterlambatan pekerjaan, yang harus di tanggung oleh perusahaan.


"Sebenarnya pada RUPSLB beberapa waktu lalu, beberapa investor menginginkan Sekala untuk di proses secara hukum. Namun Sky selaku pemilik saham mayoritas, meminta untuk memberikan Sekala waktu untuk mengganti biaya denda tersebut. Hal itu atas permintaan Aurora, ia bahkan memberikan tabungan dan sertifikat rumahnya untuk jaminan, karena ia tak ingin suaminya masuk penjara." terang Aksara. "Akhirnya perusahaan hanya mengeluarkan Sekala, dan memberikannnya waktu selama 12 untuk membayar denda tersebut sebesar 2.2 Miliar." Lanjut Aksara.


"Tapi aku enggak tahu, apakah Aurora masih melindungi suaminya, setelah ia mengetahui persilingkuhan suaminya dengan Syeira, teman satu kantornya dulu. Dan di tambah Syeira yang telah mendorong Aurora hingga terjatuh, saat Aurora melabrak perselingkuhan suamianya, kemarin malam" sambung Kara.


"Tidak-tidak mungkin..." Aisyah menggelengkan kepalanya, ia tak percaya jika putra kesayangannya di keluarkan dari perusahaaan dan memiliki hutang sebanyak itu, di tambah perbuatan Syeira, wanita yang selalu di banggakan Aisyah, berani mencelakai cucunya.


"Jadi bukan Aurora yang tidak bisa menjaga kandungannya, tapi memang calon mantu kesayangan tante yang sengaja mencelakainya." ucap Kara dengan sinis. "Tante tidak perlu repot-repot menjenguk Aurora dan bayinya, karena Aurora dan bayinya tidak butuh pengakuan tante. Tante urus saja anak dan calon menantu kesayangan tante yang mungkin sebentar lagi akan masuk penjara." Kara mendekat ke arah Aisyah dan berbisik. "Permisi!!"


Kara menggandengng tangan suaminya keluar dari kediaman Aisyah, saat di teras dengan rumah Aisyah, ia berpapasan dengan Sekala.


"Akhirnya, pemeran utama dalam drama ini keluar juga. Bagaimana nyenyak di kelonin sama pelakor?" Kara menatap Sekala dengan tatapan penuh amarah.


"Ngomong apaan sih loe ini?" meski tahu siapa yang sedang Kara bicarakan, namun ia enggan meladeni adik sepupunya yang terkenal sangat galak itu.


"Loe yang apaan, brengsek!!" Kara mendorong tubuh Sekala dengan sekuat tenaganya. "Gue malu punya kakak sepupu kaya loe."


Plak...


Kara menapar wajah Sekala, hingga pipinya memerah "Harusnya dulu gue enggak ngenalin dan enggak ngizinin loe nikahin Aurora."


Tak puas dengan menampar Sekala, Kara menarik kerah baju Sekala "Kalau loe ga cinta sama sama dia, dan loe masih pengen ngejar Mak lampir sial*n itu, loe pulangin Aurora ke rumah ibunya. Loe itu memang anji*g, bajingan!!"


"Loe enak-enakan tidur sama pelac*r itu, sementara istri loe masuk rumah sakit dan terpaksa lahiran prematur karena pendarahan. Dasar laki-laki brengs*k, enggak tahu diri." Kara kembali meraih rambut Sekala dan menjambaknya hingga ke bawah.


"Rumah sakit?" Sekala terkejut mendengar Aurora masuk rumah sakit dan ia telah melahirkan. "Lepasin!!! kepala gue sakit, bangs*t." Sekala melepaskan tangan Kara dari rambutnya dan menjauh dari amukan Kara yang membabi buta.


"Itu belum ada apa-apanya di bandingkan dengan rasa sakit yang Aurora rasakan, akibat perbuatan loe!!"


Sekala mengacuhkan omelan Kara, ia berjalan mendekat ke arah Aksara "Benarkah Aurora masuk rumah sakit?" tanya Sekala kepada Aksara, yang sedari tadi hanya memandangi istrinya yang tengah meluapkan kemarahannya kepada Sekala.


Aksara menganggukan kepalanya. "Ya, kemaren malam Aurora nyamperin loe di apartement Syeira. Keduanya sempat ribut hingga akhirnya Syeira mendorong Aurora hingga terjatuh." ucap Aksara.


"Syeira?" Sekala menggelengkan kepalanya, ia tak menyangka jika Syeira mampu mrlakukan hal sejauh itu. 'Kali ini kau sudah benar-benar keterlaluan' gumam Sekala.


"Loe pasti mabok, sampe-sampe loe enggak denger kalau bini loe dateng. Atau jangan-jangan memang loe sengaja pura-pura enggak denger karena takut ketauan selingkuh. Dasar suami lakt*t." omel Kara.


Sebelum ia kena amukan Kara untuk kesekian kalinya, Sekala berlari masuk ke dalam ke mobilnya dan bergegas menuju apartement.


Tiba di gedung apartemen, Sekala tidak langsung menuju unit apartemen Syeira, ia terlebih dahulu menghampiri petugas keamanan yang bertugas mengawasi CCTV.


"Astagfirullahaladzim, Boo.." tubuhnya bergetar saat menyaksikan rekaman CCTV, di mana sebelum Aurora terjatuh, tubuhnya sempat menghantam tembok akibat dorongan Syeira. Sekala mengepalkan tangannya 'Aku tidak akan pernah memaafkanmu Syei.'


"Cukup!! tolong copykan untukku." pinta Sekala. Kemudian ia bergegeas menuju unit apartement Syeira. Tanpa memecet bel ia langsung masuk ke dalam dan mencari keberadaan kekasih gelapnya itu.


"Se-Sekala..." Syeira nampak sangat terkejut dengan kedatangan Sekala secara mendadak dan tanpa memencet bel. Karena meski Sekala tahu pin pintu apartemennya, biasanya Sekala tetap memencet bel hingga Syeira membukakan pintu. Namun kali ini berbeda, Sekala datang secara tiba-tiba, tanpa memencet bel dan memergoki Syeira tengah bercumbu dengan Brandon, pria yang juga tak bisa Syeira lepaskan.


"Dasar wanita murahan!!" Sekala meraih tangan Syeira, kemudian menyeretnya keluar. "Ikut aku sekarang!!"


"Sayang, aku bisa jelasin. Ini semua tidak seperti yang kamu lihat."


Sekala menghentikan langkahnya sesaat, kemudian menatap Syeira dengan tatapan jijik, melihat leher dan dada Syeira di penuhi tanda kepemilikan yang di buat oleh Brandon. "Aku tidak peduli kamu berbuat apa dengan pria brengsek itu, aku mau membawamu ke kantor polisi agar kamu mempertanggung jawabkan perbuatanmu yang telah mencelakai istriku." ia kembali menarik Syeira keluar.


"Sayang please lepasin aku! ini semua hanya salah paham. Dia duluan yang menyerangku dan menjambakku. Aku sama sekali tidak berbuat apa-apa, dia hanya berpura-pura terjatuh untuk menarik simpati orang-orang. Percayalah padaku, sayang!!!" ucap Syeira.


"Kau jelaskan itu semua di kantor polisi, aku sudah memiliki barang bukti rekaman CCTV "


Syeira semakin terkejut dan ia sudah tidak bisa lagi membela dirinya.