
Dua minggu kemudian.
Aurora semakin menikmati peran barunya sebagai seorang Ibu, ia mencurahkan semua perhatian dan kasih sayangnya untu putra semata wayangnya yang ia beri nama Sagara Biru Nalendra.
"Ra kayanya ada tamu deh di depan, biar aku saja yang pakein kaosnya Saga." Sky mengambil pakaian Saga dari tangan Aurora.
"Loh bukannya tadi ada Wiwit di depan?"
"Enggak ada, barusan dia pergi ke kampus. Udah buruan sana!!!" Sky meminta Aurora untuk segera ke depan melihat tamu yang datang ke kediaman Eyangnya.
"Iya, iya sebentar." Aurora pun bergegas menghampiri tamu yang sedari tadi mengetuk pintu rumahnya.
Cklek..
Begitu membuka pintu rumahnya, Aurora di kejutkan dengan kedatangan seseorang yang membawa booth container.
"Maaf dengan Ibu Aurora?" tanya sang sopir yang membawa booth container tersebut.
"Iya, ada apa ya Pak?" Aurora nampak sangat bingung karena ia merasa tak memesana booth container.
"Ini pesanan Bu Aurora, silahkan Ibu tandatangani di sini." Sang sopir tadi memberikan selembar kertas bukti pengiriman barang kepada Aurora.
"Ta-tapi aku tidak memesan ini." tolak Aurora secara halus.
"Katanya kemarin ada yang mau buka cabang steak di sini?" bisik Sky, ia datang menghampiri Aurora sembari menggendong Saga. "Sudah ayo cepat di tandatangani, kasihan itu kurirnya menunggu lama."
Aurora menganggukan kepalanya, kemudian ia menandatangani surat penerimaaan pengiriman barang tersebut. "Terima kasih ya, Pak. Booth containernya di taruh di depan situ aja." Aurora menunjuk ke arah garasi rumahnya.
"Kok kamu enggak bilang sih, Sky?"
"Ini idenya Ibu juga kok, biar kamu betah di sini." ucap Sky, ia menatap mata Aurora dalam-dalam. "Besok lusa aku harus balik ke Jakarta, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, tapi sebelum aku balik, aku pastikan semuanya sudah beres."
"Tapi nanti kamu balik lagi ke sini kan?"
"Janji apa?"
"Apa pun yang terjadi, kamu harus selalu happy."
Sebenarnya Aurora tak begitu paham dengan maksud ucapan Sky, namun suara tangis dari bayi mungilnya membuat ia tak menanyakan maksud ucapan Sky.
"Oe.. Oe.. Oe.."
"Anak bunda haus ya..." Aurora mengambil putranya dari tangan Sky. "aaku ke kamar dulu ya."
"Iya, aku juga mau jemput Ibu di pasar." Sky mengambil kunci mobilnya kemudian ia pergi menjemput Annisa di pasar klithikan sidomukti.
Sementara itu di tempat berbeda, Sekala nampak sangat frustasi dengan kondisi jantung Ibundanya yang semakin melemah, di tambah Aisyah juga mengalami komplikasi Stroke, dimana adanya gumpalan darah yang menghambat aliran darah menuju otak. Gumpalan darah tersebut muncul karena jantung tidak bekerja dengan baik, hampir sebagian tubuh Aisyah mengalami mati rasa.
Tak hanya masalah kesehatan Aisyah yang menjadi beban pikirannya, pagi ini Sekala mendapatkan surat panggilan sidang perceraian.
"Aku tak ingin berpisah denganmu, Ra." gumam Sekala. Ia hampir putus asa, karena selama dua minggi ini ia belum juga mendapatkan kabar soal keberadaan istri dan anaknya.
Namun ia berharap pada sidang mediasi pertamanya nanti, ia bisa bertemu dengan Aurora, dan memintanya untuk kembali padanya.
"Surat dari pengadilan agama?" tanya Amanda, ia berjalan menghampiri kakaknya di sudut ruang rawat inap ibundanya. "Mba Aurora mau menceraikan Mas Sekala?" tanya kembali, ia merasa kasihan melihat kakaknya tertunduk lesu memegangi surat panggilan dari pengadilan agama tersebut.
"Mas tahu, Mas banyak salahnya. Tapi Mas enggak mau ngelepasin kakak iparmu, Mas enggak mau kehilangan istri dan anak Mas." Sekala menghapus air mata di sudut matanya.
Ada perasaan bersalah pada diri Amanda yang beberapa waktu lalu, ia seolah mendukung hubungan Kakaknya dengan Syeira, karena menganggap Syeira lebih keren, gaul, pintar, modis, dan juga royal terhadapnya. Namun setelah mengetahui semua kejahatan yang di lakukan oleh Syeira kepada kakak dan ibundanya, Amanda kini sangat membenci Syeira, ia juga merasa bersalah pada Aurora karena sikapnya selama ini tak pernah baik kepada Aurora, padahal Aurora sering memberinya uang jajan dan membantu tugas kuliahnya. Amanda berharap Aurora bisa memberikan kakaknya kesempatan kedua.