Oh My Jasson

Oh My Jasson
Kenapa menyalahkanku?



Kimmy nyaris bangkit meninggalkan tempat tidur, namun Jasson tak membiarkannya pergi. Tangan lelaki itu dengan kuat menariknya, hingga membuat selimut yang membalut tubuh Kimmy terlepas dan  kini menampakan tubuh polosnya. Kedua mata Jasson kembali mendamba, tubuhnya yang sudah candu dengan wanita itu, tak membiarkannya lolos pergi begitu saja.


 


***


 


 


Kimmy terlihat duduk di bawah lantai dengan mengenakan pakaian renang berwarna hitam. Lekukan tubuhnya terlihat menonjol di balik balutan kain polyester itu.


Wanita itu kini sibuk memasukan barang-barang miliknya dan juga milik Jasson ke dalam koper. Karna, besok  pagi-pagi sekali mereka harus meninggalkan tempat itu dan kembali  ke negara asalnya. Meskipun sebenarnya, Kimmy merasa enggan meninggalkan tempat tersebut, karena kurang puas akan liburannya yang terasa singkat. Namun bagaimana lagi, ia sama halnya dengan Jasson yang tidak bisa terlalu lama meninggalkan tanggung jawab akan pekerjaannya.


Perhatian Kimmy teralihkan ke arah kamar mandi yang pintunya terbuka. Kimmy melihat Jasson baru saja keluar dari sana. Laki-laki itu kini berjalan ke arahnya dengan telanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek yang mengait di pinggangnya.


"Aku sudah selesai." Jasson duduk berjongkok di samping Kimmy, mengambil alih pekerjaan wanita itu untuk meletakan beberapa pakaian ke dalam koper.


"Sebentar."


Setelah perdebatan tadi pagi yang cukup memanas karena mempermasalahkan kedekatan Mark dan juga Alea. Kimmy dan Jasson kini terlihat nampak akur setelah melakukan pergulatan di atas ranjang yang mereka lakukan lebih dari satu kali. Ya, percintaan itu mengakhiri perdebatan di antara mereka. Mood serta emosi mereka seketika mereda dan nampak membaik daripada sebelumnya.


"Kau yakin tidak ingin pergi ke pantai?"  Jasson memastikan kembali setelah beberapa menit yang lalu  Kimmy menolak akan tawarannya untuk pergi ke pantai.


"Aku rasa tidak, aku sangat lelah sekali." Kimmy mengusap tengkuknya yang kaku sembari melemaskan punggungnya untuk bersandar di lemari, diikuti dengan uapan hingga membuat kedua matanya berair.


Jasson menatap raut wajah Kimmy yang sedikit memucat, pun lingkar hitam di bawah kantung mata wanita itu. Merasa kasihan, karna menyadari bahwa dirinya-lah yang membuat wanita itu kelelahan dan kurang tidur.


"Baiklah, kalau begitu letakan ini, kita sarapan sekarang," perintah Jasson.


Kimmy menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Jasson pun segera mengajak wanitanya itu untuk floating breakfast  'sarapan di kolam renang'


 


 


***


 



Contoh  ilustrasi wkwk


 


Kimmy dan Jasson menenggelamkan sebagian tubuhnya ke dalam kolam renang yang cukup dangkal. Mereka nampak  menikmati sarapan yang telah disiapkan oleh pegawai villa. Beberapa makanan terlihat berjajar  di atas tray yang mengambang di permukaan air yang menampakan ketenangannya di sana.


Suara decakan air sesekali terdengar berjeda, pun kicauan burung yang berhinggap ke sana ke mari membelah keheningan di antara mereka.


Jasson mendaratkan satu suap makanan di dalam mulutnya sembari memperhatikan Kimmy yang sedaritadi sibuk dengan makanannya sendiri tanpa membiarkan bibirnya meloloskan suara untuk mengajaknya berbicara seperti biasanya.


"Apa dia masih kesal karna tadi pagi?" batin Jasson.


"Eherm ...." Jasson tiba-tiba berdehem, merasa sedikit tersedak hingga perhatian Kimmy teralihkan, dan dengan sigapnya wanita itu segera mengambilkan air minum untuk suaminya tersebut.


"Kau makan seperti Elga saja," cebik Kimmy.


"Aku hanya bercanda." Kimmy terkekeh takut  saat Jasson memelototinya.


"Oh, iya, Jasson. Terimakasih sudah mengajakku berlibur, aku sangat menyukai Bali. Aku menyukai semua yang ada di villa ini salah satunya floating breakfast."  Kimmy mengunyah sisa-sisa makanan yang ada di dalam mulutnya seraya menghirup dalam-dalam udara pagi yang sama sekali belum tercemari. Senyuman kepuasan mengembang di wajah wanita itu.


"Jangan kampungan! Ini hanya sarapan biasa, di beberapa resort di negara kita juga menyediakan fasilitas seperti di penginapan ini."


"Iya, tapi aku jarang sekali menemukannya. Menurutku, floating breakfast ini sungguh kreative sekali."


"Kenapa kau bisa bilang seperti itu?" Kening Jasson berkerut.


"Iya, kalau kita kehausan, kita tidak perlu bersusah payah pergi ke dapur. Kita bisa langsung minum air dari kolam ini." Kimmy tertawa dengan lepas, menyadari kebodohannya.


"Dasar gila, memangnya kau mau minum dari air kolam?" seru Jasson.


"Tentu saja tidak mau, aku kan hanya bercanda."


Beberapa bunga frangipani yang tergeletak di tepi kolam renang, kini  menjadi pusat perhatian mata perak Kimmy. Setelah pulang dari Bali, mungkin ia akan menambahkan bunga itu ke dalam daftar bunga kesukaannya. Pandangan Jasson pun teralihkan memperhatikan hal yang serupa.


"Kau menginginkan bunga itu?" tanya Jasson. Kimmy menganggukan cepat  kepalanya dengan penuh harap. Jasson segera mengangsur tubuhnya ke tepi kolam renang setelah memilih  menghentikan aktifitas makannya untuk mengambil bunga frangipani yang sengaja ditebarkan di tepi kolam tersebut.


"Ini ...." Jasson mengulurkan bunga itu kepada Kimmy setelah ia kembali ke tempatnya. Bibir Kimmy berkerut, sungguh tidak romantis sekali pria yang ada di hadapannya saat ini, batinnya seperti itu. Terlalu kaku, Kimmy pun menyadarinya.


Kimmy meletakan garpu yang masih  ia pegang, tangannya nyaris mengambil alih bunga itu dari tangan Jasson. Namun, ia mengurungkannya saat tangan Jasson menyelipkan rambut pirang yang membingkai wajahnya itu ke belakang telinga. Lalu, ia bergantian menyelipkan bunga itu di belahan telinga atasnya.


Jasson berlama-lama memandangi wajah Kimmy yang memerah karna merasa malu dipandang oleh dirinya seperti itu. "Cantik," pujinya.


"Terimakasih." Kedua mata Kimmy menyipit saat senyuman mengembang malu di wajah cantiknya.


 


***


 


Seusai sarapan, Jasson terlihat memakan buah semangka sembari mengedarkan pandangannya untuk menikmati teduhnya suasana di kolam itu. Semantara Kimmy, beberapa menit yang lalu, wanita itu berpamitan pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.


Tak lama kemudian, Kimmy terlihat kembali. Wanita itu dengan terburu-buru menceburkan tubuhnya ke dalam kolam dan mengangsurnya perlahan mendekati Jasson.  Bibirnya tiba-tiba berkerut saat dirinya tak mendapati buah semangka yang sengaja ia sisakan di sana.


"Jasson, kau memakan buah semangkaku!" protes Kimmy saat melihat Jasson dengan santainya memakan buah miliknya.


"Aku kira kau tidak mau memakannya, yasudah kumakan saja," jawab Jasson dengan santainya sembari menelan potongan buah yang tinggal seukuran dadu di tangannya tersebut ke dalam mulutnya.


"Kenapa kau tidak bertanya dulu sebelum memakannya?" seru Kimmy. Keningnya berkerut kesal, merasa tidak terima.


"Salah siapa kau lama sekali di kamar mandi!"


"Jasson, aku tidak mau tahu kembalikan semangkaku!"


"Aku sudah memakannya. Apa buahnya harus kumuntahkan lagi?" seru Jasson.


"Aku tidak mau tahu, kembalikan semangkaku sekarang juga!" seru Kimmy.


"Kau mau aku mengembalikannya?" Jasson bertanya dengan sarkastik.


"Iya!"


Jasson memindahkan tray yang sedaritadi menjadi pembatas di antara tubuhnya dan juga Kimmy. Lalu, ia  menarik tubuh Kimmy dan membenamkan ciuman singkat dibibir wanita itu. Mulutnya yang masih basah akan sisa-sisa buah semangka yang baru saja ia makan, terasa melekat di bibir Kimmy.


"Jasson!" Kimmy dengan segera mendorong tubuh Jasson, namun kedua tangannya masih menopang dada bidang lelaki itu.


"Aku mau kau mengembalikan buah semangkaku! Kenapa kau malah menciumku!" protes Kimmy. Suaranya terdengar mengecil saat getaran itu kembali terjadi. Ya, ciuman lelaki itu seperti sebuah sengatan yang mematikan.


"Aku sudah mengembalikannya." Jasson melingkarkan salah satu tangannya di punggung Kimmy, hingga tubuh mereka saling berdekatan kembali. Tatapan lelaki itu menghujam dalam, membuat mata Kimmy terkunci dan tak ingin beralih.


"Mana?"


"Mau kuulangi lagi?" Jasson menyelipkan sebagian rambut Kimmy yang berhamburan di pipinya.


"Kau sudah memakan buahku dan kau sama sekali tidak merasa bersalah?" seru Kimmy. Tubuhnya nyaris menjauh, namun Jasson tak melepaskannya. Kedua tangannya kini mengunci tubuh wanita itu dalam dekapannya yang kuat.


"Yang memakan buah semangkamu itu mulutku. Jadi salahkan mulutku, jangan salahkan aku!" bantah Jasson.


"Kau!" Kimmy menggertakan giginya karna merasa geram akan jawaban Jasson. Wajahnya memerah malu. Terlihat semakin menggemaskan di kedua mata Jasson.


Jasson menarik pangkal leher Kimmy, ia kembali menamkan ciuman yang cukup lama di bibir wanita itu. Namun, kali ini Kimmy membalasnya. Ciuman wanita itu cukup buruk. Namun Jasson menikmatinya.


"Tidak sia-sia selama beberapa hari kita liburan di sini," Jasson menarik salah satu sudut bibirnya saat ciuman mereka telah berakhir. Namun tatapannya masih mendamba wajah wanita yang ada di hadapannya.


"Jasson!"


"Aku hanya bercanda."


"Tunggulah di sini, aku akan mengambilkan buah semangka untukmu." Jasson mengacak-acak rambut Kimmy yang setengah basah sembari tersenyum kepadanya, senyuman itu membuat kedua mata Kimmy berbinar. Daridulu ia ingin sekali melihat  laki-laki yang sangat ia cintai itu tersenyum kepadanya.


Ada kebahagian tersendiri yang menyelinap di dalam hati Kimmy saat ia bisa melihat senyuman Jasson yang memang benar-benar ditujukan untuk dirinya. Namun, senyuman itu semakin lama semakin menyusut saat sesuatu yang masih mengganjal di hatinya selalu mempertanyakan.


"Apa setelah pulang dari sini, dia akan tetap bersikap seperti ini kepadaku? apa dia akan mengajakku berbicara sebanyak ini? apa dia juga akan memberikanku ciuman setiap saat? ciuman yang selalu membuat diriku lupa untuk berpura-pura tidak mencintainya."


Pertanyaan-pertanyaan itu berkecamuk di dalam pikiran Kimmy. Kedua matanya berkaca-kaca memperhatikan tubuh tegap Jasson yang memunggunginya dan  berjalan menjauh dari pandangannya.


"Jangan terlalu berharap, Kimmy. Hatimu akan patah seperti yang sebelum-sebelumnya." Kedua mata Kimmy terpejam seraya mengembuskan napasnya yang terasa berat.