Oh My Jasson

Oh My Jasson
Apa perlu aku mengajarimu?



Dua minggu kemudian,


Kimmy terlihat baru saja pulang  dari rumah sakit setelah wanita itu benar-benar menyelesaikan tugasnya, kini ia tinggal di sebuah rumah baru yang ia tempati bersama Jasson, cukup luas bagi mereka berdua. Ya, satu minggu yang lalu, mereka berdua melangsungkan pernikahan yang digelar cukup meriah, tidak sedikit yang patah hati menyaksikan pernikahan mereka, terutama Alea, wanita itu benar-benar patah hati ketika mengetahui laki-laki yang ia cintai menikah dengan wanita yang ia kenal. Kendati itu, Alea tetap menghadiri pesta pernikahan Jasson dan juga Kimmy, meskipun hatinya sakit, ia masih tetap  memperlihatkan bahwa dirinya baik-baik saja.


Kehidupan Kimmy berjalan normal seperti biasanya, bahkan dirinya merasa seperti tidak memiliki suami, dulu Kimmy mengira, menikah akan sangat menyenangkan, ia  berharap akan memiliki banyak waktu untuk bisa meluluhkan hati Jasson, namun itu semua tidak berlaku. Karna, Jasson jarang sekali berada di rumah, sekalipun laki-laki itu pulang, ia hanya sekedar menumpang mandi, tidur atau hanya mengambil berkas-berkas pekerjaan miliknya saja.


Kimmy sudah tak mempedulikan itu, karna ia sudah bisa menerima dengan baik kesepakatan yang dibuat oleh Jasson sebelum menikah dengannya.


Kimmy merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan kaki yang menjuntai di lantai tanpa melepas kemeja atau tas yang masih menyilang di tubuhnya begitu pula dengan sepatu heels yang masih membalu telapak kakinya, teriknya mentari serasa membakar tubuh siapa saja yang berada di luar peraduannya. Matanya terpejam merasa sangat lelah, karna selama dua hari ini ia kurang istirahat dan disibukan akan pekerjaannya di rumah sakit


Suara decitan pintu kamar yang terbuka tak membuat Kimmy tergugah dari tidurnya, seseorang membuka pintu kamar itu dan menutupnya kembali dengan sangat pelan karna memang sengaja tak ingin membangunkan orang yang sedang beristirahat di dalamnya.


Seseorang itu tak lain ialah Jasson. Tubuh Kimmy kini menjadi sorotan kedua matanya hingga membuat dirinya berjalan mendekat ke arah  tempat tidur. Kunci mobil dan juga ponsel yang masih berada di genggaman tangannya sengaja ia letakan di atas nakas. Lalu, kedua tangannya itu berpindah perlahan memindahkan kaki Kimmy ke atas tempat tidur hingga tubuh wanita itu berbaring dengan sempurna. Jasson pun tak lupa melepas sepatu yang masih dikenakan oleh istrinya tersebut. Rasanya Kimmy benar-benar lelah hingga dirinya tidak terbangun akan guncangan yang diakibatkan oleh Jasson, karna memang Jasson memindahkan tubuh istrinya itu dengan sangat hati-hati agar tidak terbangun.


Setelah itu, Jasson masuk ke dalam kamar mandi, menanggalkan seluruh pakaiannya dan segera membersihkan tubuhnya dengan guyuran air  dari shower yang baru saja ia nyalakan.


***


Kedua mata Kimmy mengerjap tatkala dirinya merasa terganggu akan ponsel miliknya yang berdering lebih dari satu kali. Tangannya dengan malas merogoh tas miliknya yang masih melekat di atas perutnya, diambil-lah ponsel itu yang masih berdering. Saat mengetahui ada satu panggilan masuk dari Jesslyn, Kimmy seketika beranjak duduk dan segera menerima panggilan  dari sahabat sekaligus saudara iparnya tersebut.


"Hallo, Jesslyn?" sapa Kimmy, setelah meletakan ponsel itu mendekat ke daun telinganya diiringi dengan menguap akibat rasa kantuk yang masih menyerangnya.


"Kau ini ke mana saja? kenapa lama sekali menerima panggilanku!" keluhnya dengan suara yang terdengar kesal.


"Maaf, aku tadi tidur. Ada apa kau menelponku?"


"Kimmy, ayo nanti malam kita pergi ke taman hiburan." Jesslyn mengajak dengan penuh semangat dan juga paksaan.


"Aku sangat lelah, Jesslyn. Aku membutuhkan banyak waktu untuk beristirahat."


"Hanya sebentar, kau ajak saja Jasson."


"Dia tidak akan mau." Bibir Kimmy menipis, ia sudah bisa menerka jawabannya meskipun tanpa bertanya.


"Lain kali saja, ya."


"Ayolah, Kimmy. Temani aku." Jesslyn merengek, namun hal itu tetap tak membuat Kimmy mengubah keptusannya.


"Aku benar-benar lelah sekali, Jesslyn. Lain kali aku janji akan menemanimu."


"Baiklah!" Jesslyn mencebik kesal.


"Kenapa kau tiba-tiba mengajak ke taman hiburan? tidak biasanya sekali!"


"Iya, karna aku tidak mau pergi ke sana hanya  berdua dengan si--" Jesslyn tiba-tiba menghentikan kalimatnya, hingga membuat dahi Kimmy berkerut.


"Dengan siapa?" tukasnya penasaran.


"Bukan dengan siapa-siapa, lupakan saja! Ya sudah jika kau tidak bisa menemaniku, bye ..." Jesslyn dengan tergesa-gesa mengakhiri panggilan ponselnya tersebut.


"Jesslyn ini aneh sekali." Kimmy tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, ia meletakan ponselnya tersebut di atas nakas. Namun, dirinya dibuat terkesiap saat melihat Jasson keluar dengan tiba-tiba dari dalam kamar mandi. Jasson terlihat telanjang dada, menatap Kimmy seraya mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk yang mengalung di lehernya.


"Dia sudah pulang? sejak kapan?" gumamnya. Kimmy dengan segera  menundukan pandangannya.


"Dia pasti pulang hanya mengambil kemeja saja."  Kimmy beranjak berdiri dari tempat tidur, mendekati lemari dan mengambilkan satu kemeja untuk suaminya tersebut, namun Jasson tiba-tiba menghentikannya.


"Aku bisa mengambil pakaianku sendiri!" Jasson menyaut kemeja yan sudah Kimmy ambilkan untuknya dan meletakan kembali kemeja itu ke tempat semula, lalu menukarnya dengan kaus polos berwarna putih yang biasa ia kenakan rumah.


"Dia tidak pergi lagi?"


"Ehm ...." Kimmy merasa kesal, ia hendak keluar dari kamar tersebut mencoba menghindar.


"Apa ada makanan yang bisa dimakan?" Suara Jasson lagi-lagi menghentikan niatnya untuk pergi dari sana. Kimmy memutar lehernya  diikuti dengan tubuhnya hingga kini wanita itu menghadap ke arah lak-laki yang telah menjadi suaminya itu.


"Kau ingin kumasakan apa?"


"Kau bisa masak apa?"


"Pasta, mie instant dan juga telur," jawabnya dengan polos.


"Iya aku tau, kau kan alergi pedas. Aku akan membuatkan makanan untukmu sekarang."


 Jasson memandangi Kimmy yang berjalan meninggalkan kamarnya tersebut dengan tergesa-gesa menuju ke dapur.


"Bagaimana dia bisa tau? apa Jesslyn yang memberitaunya?"


Setelah memakai pakaian, Jasson mendaratkan tubuhnya untuk duduk di sofa, ia terlihat sedang membaca buku sembari menunggu Kimmy membuatkan makanan untuknya.


***


Jasson menghampiri meja makan saat Kimmy memanggilnya dan memberitahukan bahwa makanan yang ia masak sudah siap. Kimmy membuatkan pasta untuk Jasson, karna hanya makanan itu yang menurutnya sangat mudah untuk ia buat. Jasson pun mulai menikmati pasta yang dibuatkan oleh istrinya tersebut, laki-laki itu tidak protes dan berkomentar apapun tentang makanan yang telah dimasakan oleh istrinya, jadi Kimmy merasa aman.


Sementara Kimmy sendiri disibukan untuk mencuci piring, karna pelayan yang baru beberapa hari bekerja di rumah mereka mendadak sakit, Kimmy pun tidak setega itu membiarkan pelayannya bekerja, hingga ia terpaksa menyuruh pelayannya tersebut beristirahat selama beberapa hari dan dirinya sendiri yang mengambil pekerjaan rumah.


Suara bell rumah berbunyi berulang-kali, Kimmy menghentikan aktivitasnya dan segera pergi untuk membukakan pintu rumah. Sahutan suaranya membuat bunyi bell itu berhenti, ia meraih gagang pintu dan membukanya selebar mungkin. Terlihat Harry dan juga Alea berdiri di sana.


"Harry, Nona Alea." Senyuman Kimmy terulas menyapa mereka berdua. Harry menyapa balik diiringi dengan senyuman, namun tidak dengan Alea yang menyapanya hanya dengan memasang wajah datarnya.


"Apa Jasson ada, Kimmy?" tanya Harry.


"Ada, dia sedang makan. Masuklah!" Kimmy menutup pintu rumah saat kedua teman suaminya itu benar-benar sudah masuk. Lalu, ia memandu mereka berjalan menuju ke meja makan. Heningnya suasana rumah siang itu seketika memecah akan kehebohan Harry saat menyapa sahabatnya.


"Ada apa kalian kemari? kenapa tidak memberitauku dulu?" tanya Jasson, masih sibuk menikmati makanannya.


"Aku kemari hanya mengantarkan Alea," jawab Harry seraya mendudukan tubuhnya di kursi yang baru saja ia tarik, dan diikuti oleh Alea.


"Iya, Jasson. Aku kemari hanya mengantarkan beberapa seri buku *Patrick Rothfus *.yang akan kau pinjam." Alea meletakan tumpukan buku yang ia pegang ke atas meja yang dekat dengan Jasson.


Jasson tersenyum, merasa senang melihat tumpukan buku tersebut. "Terimakasih banyak, kenapa kau repot-repot membawakannya kemari? kau bisa memberikannya senin besok saat di kantor."


"Tidak apa-apa, Harry mengajakku untuk mencari kado untuk seseorang, itu sebabnya aku sekalian mampir kemari meminjamkan buku-buku  ini."


"Oh ..." Jasson membulatkan bibirnya, lalu melanjutkan kembali makannya.


"Harry, Nona Alea, minumlah." Kimmy sejenak menghentikan percakapan mereka, ia meletekan masing-masing jus jeruk yang baru saja ia buatkan untuk Harry dan juga Alea.


"Jasson, kenapa kau makan pasta?" tanya Alea secara tiba-tiba saat baru disadarkan akan makanan yang dimakan oleh teman sekaligus atasannya tersebut. Perhatian Kimmy pun teralihkan.


"Aku hanya menginginkannya saja." Jasson menjawabnya dengan santai  seraya memasukan kembali makanan tersebut ke dalam mulutnya.


"Tidak biasanya sekali, bukannya kau paling tidak suka makan pasta?" timpal Harry.


"Kau tidak suka makan pasta?" tanya Kimmy kepada Jasson, namun laki-laki itu hanya diam dan menatapnya.


"Iya, Nona Kimmy. Jasson sangat tidak  suka memakan pasta, dia akan sangat menghindari makanan ini. Dia lebih menyukai olahan daging dan brokoli."


"Maaf, aku tidak tau kalau kau tidak menyukai pasta, kalau kau bilang jika tidak menyukai pasta aku bisa membelikan makanan lain di luar, karna aku hanya bisa memasak itu saja," ujar Kimmy, dirinya mengira Jasson menyukai masakan yang ia buat.  Karna tadi suaminya itu sama sekali tidak menolak masakan tersebut.


"Tidak apa-apa," ucap Jasson.


"Nona Kimmy, lain kali kau harus belajar memasak. Apa  perlu aku mengajarimu memasak?" Pertanyaan Alea tak membuat Kimmy langsung menjawabnya..


"Terimakasih banyak, Nona Alea. Tetapi itu tidak perlu, karna mama Merry sendiri yang akan mengajariku nanti." Kimmy tersenyum getir, meskipun niat Alea terdengar baik, namun entah kenapa Kimmy menanggapinya bahwa itu ialah sebuah hinaan.


"Aku permisi ke kamar," pamit Kimmy.


"Bahkan Nona Alea mengetahui apa yang disuka dan tidak disukai oleh Jasson." Kimmy memejamkan kedua matanya diriingi dengan napasnya yang terembus berat, lalu ia berjalan meninggalkan dapur tersebut. Kedua mata Jasson mengikuti gerak tubuh istrinya yang berlalu menjauh dari pandangannya.


.


.


.


FYI: Nona slow update kalau weeknd jadi mohon pengertiannya, ya. ^_^


Jangan lupa dukungan Like dan votenya, terimakasih.