Oh My Jasson

Oh My Jasson
Kedatangan Elga



Kimmy masuk ke dalam kamar dan menutup rapat pintu kamarnya, wanita itu kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menatap nanar langit-langit kamar, sebelum kedua matanya terpejam dikuti oleh cairan bening yang mengalir di kedua sudut matanya.


"Apa selamanya aku akan seperti ini?" Hatinya merasa sakit saat melihat Alea sebegitu dekatnya dengan Jasson. Bahkan Jasson bisa tersenyum hanya karna sebuah tumpukan buku yang dibawakan oleh Alea untuknya, senyuman yang selama ini tidak bisa ia dapatkan dari laki-laki yang kini telah menjadi suaminya itu.


Selama satu minggu ini, Kimmy benar-benar menyembunyikan rasa sakitnya dan menjalani hidup seperti biasa, ia menunjukan di depan keluarganya bahwa dengan adanya pernikahan ini hidupnya baik-baik saja, padahal tidak demikian.


Kimmy kembali mengingat saat hari itu, di mana  dirinya pertama kali menginjakan kakinya di rumah ini bersama Jasson setelah satu hari menikah. Jasson masih berbicara kasar dan dingin terhadapnya, mungkin karna waktu itu ia masih belum siap menerima perubahan statusnya yang secara mendadak.


"Aku memperkerjakan seorang pelayan untuk membantumu, dia akan mulai bekerja besok." Jasson mengambil sebuah kunci dari dalam saku celannya dan membuka pintu rumah yang yang akan ia tempati bersama Kimmy.


Kimmy mengiyakannya diiringi dengan anggukan kepala, ia menarik sebuah koper dan berjalan mengikuti langkah laki-laki yang baru saja menjadi suaminya tersebut masuk ke dalam rumah baru yang di dalamnya sudah dipenuhi dengan begitu banyak perabotan rumah tangga dan kini langkah mereka menuju ke sebuah kamar yang sudah tertata rapi.


"Apa ini kamarku?" tanya Kimmy.


"Iya, sementara hanya ada satu kamar yang sudah aku isi perabotan, kau bisa menempati kamar ini."


"Lalu di mana kamarmu?" tanya Kimmy.


Jasson tak langsung menjawabnya, menatap dingin wanita itu. Lalu berkata, "Aku akan sering berada di luar rumah, jadi aku bisa tidur di mana saja."


"Tata dengan rapi pakaianku. Jangan terlalu lancang memegang barang-barang atau dokumen penting tanpa seizinku!" tuturnya. Kimmy menganggukan kepalanya sebagai jawaban, ia masuk ke dalam kamar dan mendekati lemari bermaksud memindahkan pakaian miliknya di dalam sana, namun tubuh Kimmy tiba-tiba terguncang saat tangan Jasson dengan kasar menarik tubuhnya dan menghimpitnya di tembok, hingga koper yang masih Kimmy pegang terlepas dari genggaman tangannya.


"Jangan melupakan kesepakatan kita! Kau tidak lupa dengan apa yang kita sepakati minggu lalu bukan?" Jasson bertanya dengan tatapan penuh peringatan. Bagaimana Kimmy bisa lupa, dirinya tidak akan lupa kesepakatan yang ia rasa begitu menyakitkan.


Kimmy menarik perlahan napasnya yang terasa berat. "Tentu saja, aku tidak akan lupa jadi kau jangan mengkhawatirkan itu." Kimmy menghempaskan dengan pelan tangan Jasson dari kedua bahunya.


"Aku tidak akan menuntut apapun darimu, karna aku juga tidak menginginkan pernikahan ini!  Tahun depan aku akan melanjutkan pendidikanku untuk menjadi dokter spesialis. Kesibukanku akan bertambah, mungkin kau bisa menjadikan itu alasan kepada keluarga kita untuk mengakhiri pernikahan ini," sambungnya dengan suara berat namun penuh ketegasan. Jasson hanya diam dan menatap dalam kedua bola mata Kimmy,  mulutnya tak bergeming seakan tidak ada perkataan yang bisa ia katakan lagi.


"Aku mau mengganti pakaian. Apa ada yang perlu kau bicarakan lagi?" pertanyaan Kimmy tak membuat Jasson menjawabnya, masih menatapnya, kemudian ia memalingkan pandangannya dan berlalu pergi meinggalkan kamar itu.


Dengan langkah gontai  Kimmy berjalan, tangannya memegang gagang pintu dan segera menutup rapat pintu kamarnya tersebut. Ia menyandarkan punggungnya di balik pintu dan berusaha mengatur napasnya yang kian memberat. Air mata yang semula Kimmy tahan, saat itu tak bisa lagi ia bendungkan. Ini ialah bentuk dari rasa sakitnya, Kimmy memegangi bagian dadanya yang terasa sesak seraya menutup rapat mulutnya agar siapapun tidak mendengar isakan tangisannya di dalam sana.


Setelah memberi ultimatum kepada Kimmy, Jasson pergi meninggalkan rumah selama dua hari dan tidak kembali, Kimmy tidak tau ke mana suaminya pergi waktu itu dan seharusnya Kimmy memang tidak perlu tau. Jasson memang tidak mengnginkan pernikahan ini jadi Kimmy harus membiasakan diri dengan keadaan yang ke depannya mungkin akan lebih menyakitkan.


Dan setelah dua hari berlalu, keesokannya saat jam tiga pagi, Kimmy dibuat terkesiap saat dirinya terbangun mendapati Jasson tiba-tiba  tidur di sampingnya. Tubuh Kimmy terjingkat hingga getaran yang tercipta dari spring bed mengguncang kuat  tubuh Jasson hingga membangunkan laki-laki itu dari tidurnya.


"Apa kau bisa bangun dengan perlahan? kau mengganggu tidurku!" Suara decakan dari mulut Jasson mengiringi  bentakannya kepada Kimmy.


"Ma-maaf, aku hanya terkejut kau tiba-tiba tidur di sini."


"Aku tidak bisa tidur jika tidak di tempat tidur! Kalau kau keberatan aku tidur di sini, kau bisa tidur di lantai atau di sofa!"


"Ehm, a-aku tidak keberatan."


"Jangan mengganggu tidurku lagi!" Jasson mengubah posisi tubuhnya membelakangi Kimmy dan kembali melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu. Begitu pula dengan Kimmy, ia pun merebahkan kembali tubuhnya dengan menjaga jarak dengan suaminya tersebut, dan tak lama kemudian kedua mata wanita itu  terpejam.


°°°


Kedua mata Kimmy seketika terbuka saat suara ketukan pintu membuyarkan pikirannya. Kedua ibu jarinya segera mengusap air matanya yang masih melekat di wajah. Lalu, wanita itu segera bangkit dari tempat tidur dan membukakan pintu kamarnya tersebut. Dilihatnya Jasson sedang berdiri di sana.


"Ada apa?" tanya Kimmy.


"Ada Elga di ruang tamu, dia mencarimu."


"Elga?" Senyuman Kimmy terulas sempurna, kesedihannya seakan telah tersamarkan saat mendengar nama gadis kecil itu. Ia menerobos tubuh Jasson hingga sedikit mengguncang bahu laki-laki itu namun tak membuatnya berpindah akan posisinya, langkah kaki Jasson pun menyusul Kimmy dari belakang.


Langkahnya sejenak terhenti saat ia melihat putri kecil sahabatnya yang kini telah menjadi keponakannya itu sedang duduk dipangkuan Alea.


"Elga ...." Perhatian Elga seketika teralihkan saat mendengar suara lembut yang terlepas dari bibir Kimmy memanggil namanya.


"Bibi dokter ...." Senyuman gadis kecil itu mengembang, ia meronta meminta kepada  Alea untuk segera menurunkannya. Dan setelahnya,  Elga menghambur dengan penuh semangat berlari ke arah Kimmy.


"Bibi dokter, tangkap aku ... tangkap aku ...."


Kimmy segera berjongkok dan meregangkan kedua tangannya menyambut Elga yang kini membenamkan tubuh munglinya ke dalam pelukannya, Kimmy memeluk erat gadis kecil itu dan mencium pipi bulatnya yang begitu menggemaskan hingga berulang-kali.


"Bibi senang sekali kau kemari, di mana mamimu, Sayang?" tanya Kimmy, kedua matanya menyapu ke seluruh ruangan namun tak melihat Alana maupun Ken di sana, yang ia dapati hanya Daven dan juga Chelia yang duduk sejajar bersama Alea dan juga Harry, rasanya Elga datang kemari bersama mereka.


"Bibi dokter tidak merindukanku?" Elga mencebikan bibirnya yang mungil, keningnya berkerut menandakan bahwa gadis kecil yang akan menginjak usia lima tahun itu merasa kesal.


"Tentu saja Bibi merindukanmu, Sayang." Jemari Kimmy menyingkirkan rambut Elga yang menutupi dahinya dan menghadiahkan sebuah ciuman di sana.


"Lalu kenapa  Bibi malah menanyakan mami?" serunya.


"Iya, karna mamimu tidak terlihat."


"Mami sedang pergi bersama daddy untuk memeriksakan adikku yang ada di dalam perut, aku kemari bersama paman dan juga bibi Chelia."


Langkah Jasson terhenti, ia berdiri di antara istri dan keponakannya, memperhatikan mereka yang sedang bercakap.


"Baiklah, sayang."


"Bibi dokter, ajak Elga bermain di kamar," Elga merengek dengan begitu manjanya kepada Kimmy.


"Baiklah, ayo kita ke kamar." Kimmy berdiri dengan susah payah menggendong tubuh Elga yang tidaklah ringan, hendak berlalu pergi dari sana namun Alea dan Chelia tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Elga, katanya kau ingin melihat foto masa kecil bibi?" bujuk Alea.


"Iya, Elga. Biarkan bibi dokter beristirahat, ayo bermain bersama Bibi  saja," timpal Chelia.


"Maaf, Bibi. Kita bermain lain kali saja. Elga kemari hanya ingin bermain bersama bibi dokter," cetusnya seraya menyandarkan kepalanya di bahu Kimmy dengan begitu manja. Kehadiran Kimmy benar-benar membuat semua orang yang ada di rumah itu menjadi diasingkan oleh Elga.


"Biar Elga bermain bersamaku, aku sedang tidak sibuk." Kimmy tersenyum hendak melanjutkan kembali langkahnya untuk membawa Elga  masuk ke dalam kamarnya. Namun, ia sejenak beradu pandang dengan Jasson. Suaminya itu selalu menatapnya dengan tatapan yang sama, tatapan yang sama sekali tidak pernah bisa ia terjemahkan.



Mau kukasih foto Nona tapi takut pada sawan hahahaha.


Jadi Nona kasih foto visual Elga, ya. Kurang lebih kayak gini.


Terimakasih buat yang sudah setia membaca karya Nona dan selalu menyempatkan untuk memberi dukungan berupa like, vote dan komentar positif di cerita Kimmy dan Jasson. Semoga kita semua senantiasa selalu diberikan  kesehatan selalu.


Oh iya, minggu depan Nona mau ngadain giveaway lagi kaos My Introvert Husband tapi kali ini giveawaynya  Nona adain di instagram, ya.


Jadi jangan lupa follow instagram Nona: @Nona.lancaster


Watt*pad: @Nonalancaster