Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
" jozan melawan drokage! " bab 70



denta yang ingin mengeluarkan semburan pasir. tiba-tiba terhenti karena tangannya merasa sakit.


" akhhhh! tanganku! "


" apa ini? "


denta terkejut saat melihat lubang di tangan untuk mengeluarkan pasir tersumbat oleh lalat rino.


" sudah kuanjurkan kau untuk menyerah, 'kan?, sebagai tindakan pencegahan, kusuruh para lalat itu ... menghalangi lubang pasir merepotkan itu dan diam di sana. inilah kartu as di lubang yang kumaksud. " ucap rino yang berbisik di telinga denta.


" kurang ajar! "


teriak denta yang memutar tubuhnya ingin memukul wajah rino. namun, dengan cepat Rino Langsung memukul wajah denta terlebih dahulu, hingga terpental.


--buakkkkk---


 


drokage perlahan berjalan ke arah guru jozan.


" menjauhlah dari jounan! "


guru jozan langsung mengeluarkan satu tangan kanan listrik.


" meski kau salah satu dari senioritas itu, aku juga bisa membunuhmu! " ucap guru jozan.


" ha-ha-ha-ha. "


drokage hanya menanggapi ucapan guru jozan dengan tertawa.


" apa yang lucu? " tanya guru jozan.


" semua ucapan dan tindakanmu, itu percuma. " ucap drokage.


" apa? " bingung guru jozan.


" sia-sia saja mencoba untuk menyegelnya. kau mengerti, 'kan? hati yang mengejar sebuah tujuan, tanpa memedulikan rintangan yang ada. dia memiliki kualitas itu. dia seorang pendendam. "


jelas drokage tujuan untuk mengambil alih jounan dari guru jozan karena jounan orang yang pendendam dan tidak takut dengan apapun.


" jadi, kau memanfaatkannya? namun, jounan ...," ucap guru jozan.


" kelak suatu saat, dia akan mencariku ... demi mendapatkan kekuatan. lalu kau akan membunuhku? kenapa tidak mencobanya? itu jika kau bisa ..., " ucap drokage sambil berjalan meninggalkan tempat tersebut.


guru jozan hanya terdiam terbengong mendengar perkataan drokage.


" hah ... aku juga bisa membunuhmu? apa aku bego? " ucap guru jozan yang terbata-bata.


 


guru banko mengecek keadaan denta yang sudah terbaring dengan lengan yang penuh lubang karena gigitan dari lalat rino.


" tampaknya sudah berakhir. pemenangnya rino hachi. "


" eh, siapa sebenarnya dia, hyuga? " tanya met all kepada hyuga.


hyuga langsung mengeluarkan jurus mata tembus pandang untuk melihat energi yang berada di dalam tubuh rino.


" byukagi!"


"hah? dia berbeda. aku mengerti dia memanggil lalat dengan horinezumi hatzu, tapi dia menyembunyikan semuanya di tubuhnya. " ucap hyuga.


" apa katamu? " terkejut met all.


" dia berasal dari ras penjinak lalat yang ada turun-temurun di kosaki. "


guru ziga ikut penjelaskan kepada met all kemampuan dari rino.


" sepertinya aku pernah mendengarnya. cerita tentang ras yang datang ke dunia ini, mereka memiliki teknik rahasia dengan menyerahkan tubuh kepada lalat ... sebagai sarang dan mereka akan bertarung menggunakan lalat itu. mereka akan mengendalikan lalat dan memakainya untuk bertarung. kabarnya mereka memberikan energi kepada lalat ... sebagai pengganti makanannya. " jelas hyuga.


" jadi, dia pemenangnya? " tanya met all sambil melihat Rino yang sedang berjalan meninggalkan arena.


" sayang sekali, denta. " ucap jimbe yang melihat denta sedang di angkat menggunakan tandu.


" apa yang terjadi kepada tangan denta? " tanya jikha.


" mungkin, orang bernama rino itu ... mengeksploitasi lubang dan menyuruh lalat itu masuk ke lubang pasir di tangan denta. jika dia mengeluarkan sanghuka saat itu ... energi yang tersumbat akan mencari jalan keluar. lengan yang seperti selongsong senapan itu meledak ... dan menjadi tidak berguna. hubungan kita hanya sebatas rekan satu misi, tapi akan kubalaskan dendammu. "


drokage akan membalas kepada rino atas kematian denta.


" hebat. dia sungguh membuatku merinding. " gumam batin guru pasa.


" apa? rino, ternyata kau sekuat itu, ya? sial! " teriak dara yang baru menyangka rino bisa sehebat itu dan mengalahkan musuhnya dengan santai.


" kupikir sebelumnya dia hanya orang aneh, tapi ..., " ucap sara.


rino langsung menaiki tangga penonton dan berjalan ke arah kazuga dan kagura.


" rino, kerja bagus ... " ucap kagura.


" hoi, kau berhasil! " ucap kazuga.


kazuga merasa kesal dengan sikap rino yang biasa saja.


" dia kembali dengan bersikap seolah-olah ketua tim ini! sial! "


setelah pertandingan kedua sudah selesai. guru banko langsung melanjutkan pertandingan berikutnya.


" sekarang, akan kulanjutkan ke pertandingan berikutnya. "


dara langsung melihat guru banko yang sedang berbicara. namun, tiba-tiba guru jozan muncul dari belakang.


-- bufttt--


" guru jozan! " terkejut dara.


" hai! " sapa guru jozan.


" kenapa santai begitu, guru jozan? bagaimana dengan jounan? apa dia baik-baik saja? " tanya sara dengan nada sedikit tinggi.


" ya, dia baik-baik saja. dia tidur nyenyak di ruang kesehatan. " jawab guru jozan.


" namun, dengan pasukan ninko yang menjaganya ..., " gumam batin guru jozan.


" hah? " dara terkejut melongo melihat nama di layar atas.


(zoran kajha vs. kaze)


" akhirnya giliranku. " gumam batin kaze sambil menyeringai.


" kaze benar-benar meremehkan ini. " gumam batin guru donja guru perwakilan dari desa sukanzi.


" bodoh. " gumam batin raga.


" itu dia. " gumam batin kaze yang sedang berjalan masuk ke arena dan melihat lawannya yang sedang berjalan ke arena.


" tidak seperti zoran, aku tidak akan lengah menghadapi anak kecil. " ucap kaze yang sudah berhadapan dengan zoran.


" akan kukatakan lebih dahulu. setelah mengeluarkan teknikku, jika kau menyerah, akan kuakhiri dengan cepat. " ucap zoran.


" kalau begitu, aku juga ... akan mengakhirinya dengan cepat! " ucap kaze dengan bersemangat.


" sekarang, pertandingan ketiga ... dimulai. fight! " ucap guru banko.


" kau tidak akan sempat beraksi. kuhabisi sekali serang! "


zoran langsung berlari menyerang kaze dengan pukulan kirinya. namun, kaze dengan cepat langsung menangkap tangannya.


tiba-tiba zoran langsung mengeluarkan rantai dari lengannya dan mengikat leher dan kaki kaze.


kaze langsung tidak berkutik setelah di kunci oleh zoran.


" wahhh hebat! itu keren! rantainya tiba-tiba keluar dari lengannya? " ucap dara yang terkesan melihat kemampuan zoran.


" aku melepaskan setiap rantai ditubuhku, dan dengan energi, kukendalikan rantai yang keluar dari tubuhku sesuka hati. " ucap zoran yang sedang mengendalikan rantai dengan energi yang sudah mengikat leher kaze.


" dengan energi? " heran sara.


" aku juga bisa meremasmu sampai tulangmu hancur. akan kuhancurkan dengan cepat jika kau tidak menyerah. entah jurus atau alat ninja apa yang akan kau pakai, tapi jika aku terus meremasmu, tidak akan ada bedanya. aku bisa mematahkan lehermu sekarang. jadi, cepatlah menyerah. " ucap zoran.


" tidak. " jawab kaze sambil menyeringai.


" apa kau mau mati? " ucap zoran sambil menguatkan ikatan leher kaze.


" bodoh. kau yang akan mati. " ucap kaze.


--krakk--


suara tulang yang retak terdengar dengan jelas yang membuat semua murid yang sedang menonton terkejut.


kepala kaze langsung tergantung seperti orang mati.


" lehernya patah. " ucap met all.


" apa? " kaget dara yang mendengar perkataan met all.


" konyol sekali. " ucap raga.


" hufttt. " hembus nafas guru banko.


" hah ... bodoh. aku sedikit berlebihan dan akhirnya membunuhku. " ucap zoran.


pecahan mata robot terjatuh di bawah kaze yang membuat zoran terkejut. robot itu langsung memutar kepalanya ke arah wajah zoran.


"apa?"


" baiklah, sekarang giliranku." ucap robot itu yang menyerupai tubuh kaze.


robot itu langsung bergantian mengunci leher zoran dengan kuat.


" ini robot! "