Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
berhasil naik ke dinding paling tinggi bab 27



jounan sedang berjalan ke arah taman dengan wajah cueknya.di tengah jalan jounan dan soka berpapasan.namun,jounan juga tidak menyadari bahwa itu adalah soka anak kecil yang membawa pergi zudanza.


"hhm kenapa? aneh sekali. manusia di sini penuh dengan misteri."ucap dara kebingungan.


plokkkk


"aduhh.woi! apa yang kau lakukan?" tanya dara yang kesakitan karena tiba tiba jounan memukul kepalanya.


"apa kau lupa jika ini sudah saatnya makan? dasar bego." ucap jounan.


"heheh." jawab dara dengan menyeringai.


"daraaaa." teriak sara yang sedang mencari keberadaan.


"apa yang dara lakukan? jounan juga tadi bilangnya mau jalan jalan, tapi belum ke sini."


seketika dari atas dinding ada yang melemparkan pisau ke tanah di hadapan guru jozan dan sara.mereka berdua langsung menengok ke arah atas dinding itu.


"hehehehe."dara tertawa dari atas dinding.


"mustahil. dara bisa memanjat dinding setinggi itu sekarang? hebat." ucap sara.


"bagaimana? aku bisa memanjat setinggi ini sekarang!" ucap dara sambil tersenyum.


"dia sedikit berkembang." ucap guru jozan.


karena terlalu senang dara langsung melompat lompat di dinding itu tanpa ia sadari kalau ia sedang berdiri di dinding yang tinggi.seketika kaki dara tidak menempel di dinding itu dan terjatuh.


"aaaaaaaa tidak mati lah aku!!!!" teriak dara.


dengan cepat jounan langsung berlari ke arah dara dan menangkap tubuh dara.


"dasar bego." ucap jounan.


dara langsung membuka matanya melihat jounan yang menggendong tubuhnya.


"jounan."


"aaaaa keren jounan!" ucap sara yang terpukau dengan jounan.


"mereka berdua benar benar berkembang." gumam batin guru jozan yang tersenyum.


*******


andini sedang di rumahnya duduk di kasur sambil memandangi foto ayahnya berkata."dara yuzande.."


******


" kau sudah mulai pulih ya?"tanya soka kepada zudanza.


"baik lah tinggal sedikit lagi, soka." ucap zudanza.


"ya."


di malam hari kemudian jounan dan dara masih berlatih dan mereka berdua sudah berhasil dan berdiri di atas dinding yang paling tinggi 100 meter.


dengan nafas yang terengah engah jounan berkata."mau pulang?"


"ayo!" teriak dara sambil tersenyum senang.


"huftt mereka terlambat dan belum pulang ke rumah juga.bukan hanya dara, tapi jounan juga."ucap sara.


cekrekkkkk


sara yang mendengar ada yang membuka pintu ia langsung menengok ke arah belakang.


dengan wajah yang terlihat kelelahan pak kuciza bertanya." ada apa dengan kalian? kalian sangat kotor dan kelelahan."


"heheh kami berdua berhasil memanjat dinding paling tinggi." jawab dara.


"bagus lah.dara,jounan, kalian juga mulai mengawal pak kuciza besok."ucap guru jozan.


dengan sangat semangat dara berkata."siap!" sangking semangatnya membuat dara terjatuh di lantai.


"dasar bego." ucap jounan.


guru jozan dan yang lainnya pun tertawa melihat dara yang terjatuh.


setelah makan malam mereka sudah selesai pak kuciza berkata."tinggal sedikit lagi,maka terowongan akan selesai. ini berkat kalian juga." ucap pak kuciza.


"meskipun begitu,jangan lengah." ucap ibu andini.


"sudah lama aku ingin menanyakan hal ini. kenapa kalian masih di sini meski ak berbohong tentang misi itu?" ucap pak kuciza.


pak kuciza dan ibu andini kebingungan dengan perkataan guru jozan.


"ha?" ucap pak kuciza dengan ibu Andini dengan bersamaan.


"itu ajaran tuan pemimpin ke 3 sebelum meninggal." ucap guru jozan.


andini hanya menatap wajah dara yang sedang menghadap ke bawah di meja makan sambil mengingat kejadian perjuangan ayahnya yang membuat dirinya sedih dan meneteskan air mata.


"kenapa?" ucap andini dengan pelan.


"ha ada apa?" tanya dara yang melihat andini menangis.


andini langsung mendrobak meja makan dan berdiri sambil berkata."kenapa kau berlatih sangat keras sampai seperti itu? tidak mungkin kau bisa melawan anak buah kano meskipun kau sudah berlarih mati matian! apapun ucapanmu atau bagaimana pun kerja kerasmu, yang lemah selalu kalah di hadapan yang kuat!"


"berisik sekali, jangan samakan aku dengan dirimu." ucap dara.


"berisik! melihat wajahmu membuatku muak! ikit campur meski kau tidak tahu apa apa tentang pulau ini! aku tidak seperti dirimu yang selalu gegabah tanpa tau rasa penderitaan!"teriak andini yang semakin keras.


dengan tatapan kesal dara berkata."jadi,kau hanya akan menangis setiap hari seperti orang lemah? orang bodoh sepertimu menangis saja selamanya, dasar cengeng!"


andini langsung terkejut dan takut melihat tatapan mata dara yang tajam.


"dara! kau terlalu berlebihan!"ucap sara.


dara langsung berdiri dari meja makan dan berjalan keluar dari rumah.


mereka semua langsung melihat ke arah dara yang pergi begitu.


andini yang mendengar perkataan dara semakin menangis tersenggug senggug dan berjalan pergi kedanau untuk menenangkan dirinya.


"boleh bicara sebentar?" ucap guru jozan yang datang dari belakang andini.


andini langsung melihat ke arah belakang dan berkata."duduklah."


"dara tidak ada niat untuk menyakiti hatimu dengan perkataannya. dia tidak tau sopan santun,jadi....kami sudah dengar tentang ayahmu dari pak kuciza.sama denganmu,dara tidak punya ayah sejak kecil.bahkan, dia tak mengenal ayahnya. tidak hanya itu saja,dia tidak menpunyai teman sama sekali."ucap guru jozan.


"apa?"ucap andini.


"namun,aku tidak pernah melihatnya termenung ataupun menangis.dia selalu bersemangat, ingin di akui oleh seseorang.jika demi cita cita itu, dia selalu mempertaruhkan nyawanya. dia mungkin sudah lelah.jadi,dia tau arti sebenarnya dari kata (kuat) seperti ayahmu. mungkin dara yang paling memahami perasaanmu yang dara katakan barusan... itu yang selalu dia katakan kepada dirinya sendiri berulang kali."ucap guru jozan.


andini hanya menatap mata guru jozan yang artinya ia mengerti apa maksud dari perkataan dara.


keesokan harinya.


"baik lah! ku titipkan dara kepadamu.karena tubuhnya sangat kelelahan. aku rasa dia tidak bisa bergerak hari ini."ucap guru jozan yang tau kalau dara masih tertidur nyenyak.


"jozan, kau sudah pulih?"tanya ibu andini.


"hehe sedikit."


"yokk kita berangkat."ucap pak kuciza.


pak kuciza,sara,jounan dan jozan pun langsung berjalan pergi meninggalkan rumah dan menuju ke tempat kerja pak kuciza (terowongan).


*****


"apa yang kau lakukan.aku membayar kalian bukan bukan untuk bersantai."ucap kano yang sedang berbicara dengan zudanza menggunakan walky talkie


zudanza yang mendengar itu langsung melemparkan walky talkie itu ke dinding hingga hancur.


"ayo pergi,soka."ucap zudanza.


"yaaa."ucap soka.


zudanza langsung melihat lihat ke arah terowongan itu.


*******


dara yang baru baru bangun berkata."aku kesiangan!"


dara langsung berlari ke arah kamar mandi dan melihat ibu Andini sedang mencuci dan berkata."ibu,di mana semua orang?"


"eh dara, gurumu ingin kau beristirahat hari ini."ucap ibu andini.


"ha? sudah kuduga.mereka akan meninggalkan aku."ucap dara dengan cepat langsung mengganti pakaian.


setelah sudah memakai pakaian dara berkata sambil berlari keluar dari rumah."aku pergi!"


"sial! harusnya mereka sebelum berangkat membangunkanku."