Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
melindungi demi impian bab 34



"jurus ninja,herinezumi!" ucap guru jozan dengan menghentakan kertas itu ke tanah dan mengeluarkan jurus tikus tanah untuk melacak keberadaan zudanza dari dalam tanah.


4 tikus pun langsung menggali tanah dan mencari keberadaan zudanza.


"semua usahamu takkan berhasil.kau tak tau di mana posisiku.namun...aku tau persis posisi dan tindakanmu.jozan. kau berada di bawah kendaliku sekarang."ucap zudanza.


krektekkkk


suara tanah yang pecah berada di bawahnya terdengar oleh zudanza membuat zudanza terkejut.


"ha?" ucap zudanza sambil menoleh ke bawah.


duarrrrr


4 tikus itu pun langsung keluar dari bawah tanah dan menggigit kaki kedua kaki zudanza agar tidak bisa bergerak.dan dua tikus yang lainnya pun langsung mencabik cabik tubuh zudanza menggunakan giginya yang sangat tajam.dan mengikat kedua tangan zudanza menggunakan rantai dan rantai itu di gigit oleh tikus untuk menahan tangan zudanza agar tidak bisa bergerak.


****


"apa? suara apa itu?" tanya pak kuciza kepada sara yang mendengar suara decitan tikus.


"apa yang terjadi di sana?"tanya sara.


****


"jika tidak bisa memakai mata atau telinga untuk mendeteksi keberadaanmu,gunakan saja hidungmu. itu yang terjadi saat kau menutup matamu di tengah tengah kabut.ini herinezumi yang di khususkan untuk mengejar. aku sengaja berdarah saat menghentikan seranganmu demi ini. senjatamu memiliki bau darahku sekarang.mereka adalah tikus ninja kesayanganku. penciuman mereka tak ada tandingannya.kau lah yang berada di bawah kendaliku.kabutnya sudah mulai menghilang. masa depanmu adalah kematian."ucap guru jozan.


"sudah cukup dengan omong kosongmu!" ucap zudanza.


"jangan sok kuat! tidak ada yang bisa kau lakukan di situasi seperti ini. kematianmu sudah dekat. zudanza kau terlalu percaya diri.ambisimu terlalu besar.kau pergi dari desa dengan beberapa orang bawahanmu dan menjadi ninja pelarian. setelah itu, namamu terdengar sampai desa kosaki. kau butuh dana untuk kembali menyerang. kau harus bersembunyi dari incaran dan pembalasan unit pemburu. bukankah itu alasanmu bekerja di bawah keparat seperti kano? zudanza. kau sungguh percaya aku berhasil selamat hanya bermodalkan mata dimensi? ini lah sesuatu yang tidak kutiru. jurusku sendiri. akan kuperlihatkan kepadamu."ucap guru jozan yang ingin mengeluarkan jurus tangan listrik.


energi yang berwarna hijau langsung keluar dari tubuh guru jozan dan mengelilingi tangan kanan guru jozan dan berubah menjadi listrik hingga tangan kanannya hampir tidak terlihat karena penuh dengan listrik diseluruh tangan kanan guru jozan.


"haaaaaaa fuku!" teriak guru jozan yang sedang mengumpulkan energi listrik di tangannya.


"apa apaan? listrik terlihat berkumpul di tangannya!" ucap zudanza yang ketakutan.


"kau terlalu berbahaya.pak kuciza,orang yang kau coba bunuh, adalah lambang keberanian negara ini. terowongan yang dia bangun adalah harapan negara ini. ambisimu akan mengorbankan banyak nyawa. itu bukan sikap seorang ninja." ucap guru jozan.


"apa aku terlihat peduli? aku selalu berjuang demi impianku. dan itu takkan berubah!" ucap zudanza.


"akan kukatakan sekali lagi." ucap guru jozan.


"apa?"jawab zudanza.


"menyerahlah. masa depanmu adalah kematian." ucap guru jozan yang mengulang perkataannya.


*****


"tolong bunuh aku. kenapa kau terlihat ragu?" ucap soka.


"akh tidak yang kau katakan itu aneh! kau adalah senjata? hanya alat baginya? bagaimana bisa kau bisa menganggapnya istimewa? apa kau tak keberatan dengan itu?" tanya dara yang kesal kepada soka.


"apa aku sudah salah? katakan apa yang salah?" tanya soka.


"i..i.i..itu. itu bukan.." ucap dara yang terbata bata.


" zudanza mengandalkanku meski aku tak berharga. dia membuatku merasa di butuhkan.namun, kini, aku kehilangan kegunaan yang menjamin keberadaanku.zudanza tak membutuhkanku lagi. karena itu lah aku memohon kepadamu.tolong,cepat lakukan." ucap soka yang merintah dara untuk membunuh dirinya.


*****


"kak dara dan yang lainnya sedang berjuang di sana! kami juga harus ikut serta!" ucap andini yang sedang berlari ke arah rumah pak guci.


setelah sampai di depan rumah salah satu teman dari pak kuciza.andini segera mengetuk pintu rumahnya 6 kali sambil berkata."pak! pak guci! buka pintunya! ayo ke terowongan! jika di lakukan bersama, kali ini kita bisa mengalahkan kano dan anak buahnya!"


tidak lama kemudian pak guci membuka pintunya dan berkata kepada andini."andini, aku memutuskan untuk berhenti bekerja..bahkan ayahmu pun...orang yang kita sebut sebagai super hero dia sudah tiada.jika kita berjuang,akan ada banyak nyawa yang melayang. aku tak mau kehilangan sesuatu yang berharga bagiku. tak ada yang ingin menyesal lagi."ucap pak guci.


andini yang mendengar perkataan pak guci seketika terdiam sejenak memasang wajah murung dan berkata."karena itu lah kita harus berjuang! aku sangat menyayangi ibuku dan kakeku, serta pak guci juga! aku menyayangi masyarakat di sini! akhirnya aku tak sadar tak ada yang bisa di capai jika selalu menangis! akhirnya aku mengerti!" teriak andini dan pergi meninggalkan rumah pak guci.


pak guci langsung menutup pintu rumahnya dan menangis di balik pintu.kemudian istri pak guci yang sedang makan di meja makan berkata."andini sudah tumbuh dewasa. apa kau akan membiarkan andini pergi ke sana sendirian?" ucap istri pak guci.


dorr dorr dorrr


"buka pintunya! aku memintamu untuk berjuang denganku! pak tolong dengarkan aku!" teriak andini yang sedang berusaha mengajak warga lainnya untuk menemaninya berjuang untuk terowongan.


"kenapa tak ada yang membukakan pintunya untukku? kak dara..." ucap andini dan berlari pergi dari rumah warga itu.


****


dara yang mendengar perkataan soka terlihat kebingungan dengan wajah kesal.


"kenapa kau ragu?" tanya soka.


"aku tidak mengerti! satu satunya alasanmu bisa hidup adalah karena kau kuat? pasti ada hal selain bertarung. pasti ada jalan lain untuk membuat orang lain menerimamu!" ucap dara.


"ingat saat kita bertemu di hutan? apa kau tau apa yang kupikirkan? bahwa kau mirip denganku. aku yakin kau memahamiku. maaf karena sudah mengotori tanganmu dengan darahku." ucap soka.


"jadi,begitu? benarkah tak ada jalan lain?"tanya dara yang memastikan.


"tak ada." jawab soka.


"andaikan kita bertemu dalam situasi yang berbeda, mungkin kita bisa berteman."ucap dara dan langsung mengambil pusau dari sakunya dan berlari ke arah soka.


"tolong, berjanjilah kau akan meraih impianmu. " ucap soka.


"dia juga...jounan juga punya impiannya sendiri!"gumam batin sara.


"haaaaaaaaaaa!" teriak dara yang sedang berlari ke arah soka dengan wajah kesalnya.


"terima kasih.kau akan menjadi lebih kuat" gumam batin soka.


****


"kabut tebal akhirnya sudah mulai menghilang." ucap pak kuciza.


"aku sudah bisa melihat dan ada dua orang di depan sana mereka sedang bertarung." ucap sara yang melihat guru jozan sedang bertarung dengan zudanza namun belum sepenuhnya lihat dengan jelas.


"apa? mana? tidak terlihat jelas aku hanya melihat bayangannya saja."ucap pak kuciza.


"yang mana guru jozan?"ucap sara.


"ah seseorang bergerak!" ucap sara yang melihat bayangan itu bergerak menyerang ke arah lawannya.


*****


"haaaaaaaa"teriak dara.


plakkkkk


setelah pisau yang di pegang oleh dara dekat dengan dada soka seketika soka menangkap tangan dara dengan tangan kirinya dan berkata."maafkan aku, dara."


soka langsung mengepalkan satu tangan kanannya untuk mengeluarkan jurus perpindahan tempat sambil berkata."aku belum bisa mati sekarang."


dara yang melihat soka tiba tiba menghilang terkejut dan berkata."ha? ke mana dia?"


***


zudanza yang melihat guru jozan sudah berlari ke arahnya dengan tangan listriknya berkata."sudahkah sampai di sini?"


"haaaaaaa!" teriak guru jozan yang berhasil memukul menggunakan tangan listriknya.


tterttttt terrttt tertttt tertttt(suara listrik)


zudanza yang melihat itu terbengong dan membulatkan matanya.


buftttttt


"angin apa ini kencang sekali?" ucap pak kuciza yang kebingungan.


"ha?" sara terkaget setelah melihat kejadian itu.


darah pun bercucuran di tanah.dan tikus guru jozan satu persatu menghilang karena tugasnya sudah selesai.


"ha?" zudanza pun terkaget setelah melihat soka tiba tiba sudah di depannya.dan pukulan guru jozan itu mengenai perut soka.


guru jozan yang baru saja melihat ia sedang memukul perut soka ikut membulatkan matanya karena terkejut.


"aaa zudanza." ucap soka terbata bata sambil memegang tangan guru jozan dengan kuat.


"kau bilang masa depanku adalah kematian?hahah kau salah lagi,jozan." ucap zudanza dengan menyeringai jahat.