Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
hidup kembali bab 22



"sepertinya ini tempat yang aman untuk aku kembalikan kesadaran zudanza."ucap anak kecil itu dan langsung membaringkan tubuh zudanza.


di saat tangan anak itu ingin menyentuh zudanza seketika zudanza memegang tangan anak kecil itu sambil berkata.


"tidak usah akan ku lakukan sendiri."ucap zudanza yang melototkan matanya.


"ah tampaknya kau susah hidup kembali?" ucap anak kecil itu.


"astaga, kau kasar sekali." ucap Ucap zudanza sambil mencabut jarum yang masih menancap di lehernya.


"kau juga zudanza. jangan di cabut terlalu keras atau kau akan mati beneran."ucap anak kecil itu.


"ya, mau sampai kapan kau memakai ikat rambut itu terus? bukalah."ucap zudanza yang menyuruh anak kecil itu membuka ikat rambutnya.


"ini pusaka dari masa lalu dan berguna untuk menipu."ucap anak kecil itu sambil membuka ikat rambutnya.


anak kecil itu melanjutkan perkataannya.


"tetapi jika tak kuselamatkan, kau jelas akan terbunuh."


"jika kau akan membuatku seolah mati, kau tidak perlu membidik bagian leherku. kau sangat kejam seperti biasanya."ucap zudanza yang kesal.


"yah mau gimana lagi? lagi pula, aku tak mau membuat bekas luka di tubuhmu yang bersih.selain itu, aku bisa lebih mudah membidik di titik leher yang tidak memiliki banyak otot. selama satu hari, kau mati rasa dan tidak bisa bergerak. tetapi karena kau zudanza, mungkin kau akan cepat bisa bergerak."ucap anak kecil itu sambil tersenyum.


"kau sangat pintar dan juga polos. itu yang ku sukai darimu." ucap zudanza yang memuji anak kecil itu.


anak kecil itu langsung tersenyum dan pipi yang memerah sambil berkata." aku basih anak anak. kabutnya sudah mulai hilang."


"yaaa." jawab zudanza dengan singkat.


"kau akan baik baik saja lain kali?" ucap anak kecil itu.


"lain kali? aku akan bisa membaca dimensi."ucap zudanza dengan wajah yang kejam.


************


" apa ini? meskipun zudanza sudah tewas, rasa khawatir yang begitu kuat ini...pasti sangat penting. rasanya aku seperti melewatkan sesuatu." gumam guru jozan Sambil memegangi matanya.


"ada apa,guru?" tanya dara.


"ha? melanjutkan ceritaku barusan, para ninja pembasmi.. membereskan tubuh orang yang di bunuh dengan segera."ucap guru jozan yang melanjutkan ceritanya.


"lalu ada apa dengan itu semua?"tanya sara.


"apa yang di lakukan anak kecil itu kepada zudanza?"tanya guru jozan.


"bagaimana kita bisa tau? bocah bergaris × di pipinya itu membawa kabur zudanza."tanya sara.


"benar. jika butuh bukti membunuh zudanza, padahal bawa saja kepalanya. selain itu....senjata ninja pembasmi untuk membunuh zudanza...."ucap guru jozan.


"hanya sebuah jarum. jangan jangan...."ucap jounan yang tiba tiba terkejut.


"ya benar. apa itu memungkinkan?" tanya guru jozan.


"dari tadi kalian ini sedang membahas apa sih?" tanya pak kuciza yang tidak mengerti apa pembahasan mereka.


"mungkin saja, zudanza masih hidup."ucap guru jozan.


sara,dara dan pak kuciza pun langsung melotot dan terkaget setelah mendengar perkataan guru jozan.


"aaaaa apa maksudmu?" tanya dara.


"guru jozan, bukankah kau memastikan kematiannya?" tanya sara.


"aku memang memastikan. yah, mungkin dia hanya dalam keadaan sekarat. jarum yang di pakai ninja pembasmi itu tidak terlalu mematikan... kecuali jika jarum itu mengenai titik vitalnya. jarum itu biasanya di pakai untuk pengobatan seperti orang yang sekarat. ninja pembasmi tau segala hal tentang struktur tubuh Manusia. mudah bagi mereka untuk membuat orang terlihat hampir mati. pertama, dia repot repot membawa mayat zudanza...yang mungkin lebih berat dari pada tubuhnya. kedua, dia memakai jarum, senjata yang kurang mematikan. dari kedua faktor ini, bukannya membunuh zudanza. tapi dia menyelamatkannya." penjelasan guru jozan.


"kau terlalu berfikir berlebihan, kan?" tanya pak kuciza yang tidak percaya.


guru jozan melihat ke arah yang sedang mengepalkan tangannya sambil tersenyum senang bergumam dalam hatinya.


"mendengar bahwa zudanza mungkin masih hidup lalu merasa senang..."


"guru, kita harus mempersiapkan apa? sebelum terlambat? guru padahal belum bisa bergerak."tanya sara.


"hehehhe ku tugaskan kalian untuk latihan!" ucap guru jozan dengan santai.


"loh! meskipun dengan latihan kami tak akan bisa sekuat itu! soalnya kita melawan yang bahkan mata dimensimu saja sangat sulit untuk di kalahkan." ucap sara.


"sara. siapa yang menyelamatkanku saat aku sedang di dalam kesulitan? kalian semua cepat berkembang terutama dara."ucap guru jozan.


dara langsung terkejut dan menatap mata guru jozan.


guru jozan melanjutkan perkataannya.


"kau yang paling cepat berkembang."


dara langsung tersenyum senang setelah mendengar pujian dari guru jozan.


"dia sudah jelas bertambah kuat dari pada sebelumnya, tapi..." gumam batin sara sambil menatap ke arah dara.


"ahhh kau baru sadar, guru jozan? ini mulai seru!" ucap sara yang senang.


"sama sekali tidak seru." ucap sara.


di pertengahan perbincangan antara dara dan yang lainnya tidak lama kemudian muncul seorang anak perempuan yang datang dari pintu masuk, mereka semua langsung melirik ke kebelakang.


"siapa kau?" tanya dara.


"hoii, andini! kau dari mana saja?" tanya pak kuciza.


" akhirnya kau pulang kakek." teriak andini sambil berlari ke arah kakeknya dan memeluk kakeknya dengan erat.


"andini, ucap kan salam terlebih dahulu. mereka adalah ninja yang sudah mengantarkan pulang kakekmu!" ucap wanita itu yang memarahi anaknya.


"tidak apaa apa ya andini?" ucap pak kuciza Sambil mengelus kepala Andini.


"ibu, mereka semua akan terbunuh. tidak mungkin mereka akan menang melawan kano." ucap andini.


"aaaaaaa bicara apa kau?! dengar baik baik! aku akan menjadi ninja yang hebat dan akan menjadi tuan pemimpin kelak, pahlawan terkuat! apa itu kano atau yang lainnya... aku sama sekali tidak merasa takut sama mereka!" ucap dara dengan semangat.


"pahlawan itu bodoh, tidak ada hal semacam itu." ucap andini dengan wajah yang murung.


"aa..a..apa katamu?" ucap dara yang kesal mendengar perkataan andini dan langsung menghampiri andini karena ingin memukulny.


sara dengan cepat langsung menarik tubuh dara dengan kuat sambil berkata."hentikan!"


"jika kalian tidak mau terbunuh, sebaiknya cepat pulang." ucap andini sambil berjalan keluar dari kamar.


"kau mau ke mana andini?" tanya pak kuciza.


"aku akan melihat danau." ucap andini dan langsung pergi menuju ke arah danau terdekat.


"maafkan aku."ucap pak kuciza.


dara yang masih kesal kepada andini langsung berjalan mengejar andini ke arah danau terdekat Sambil bergumam dalam hati."sial. bocah nakal itu. akan ku beri dia pelajaran."


setelah sampai di belakang andini dara tiba tiba menghentikan langkahnya karena melihat andini yang sedang menangis di tepi danau itu.


"dia menangis?"


"ayah."ucap andini yang sedang menangis sambil melihat foto ayahnya.


dara yang melihat andini sedang menangisi ayahnya, ia pun langsung ikut termenung dengan menundukkan kepalanya.