Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
" meniru teknik." bab 68



jounan hanya terbaring lemas tidak bisa berkutik.


" ya. zoran mempunyai kemampuan tidak lazim untuk menyerap energi. itu jurus hebat yang menyerap energi jiwa dan raga hanya dengan memegang tubuh lawannya. lalu jika semua energi ditubuhmu diserap, jounan, kau akan terpaksa bergantung kepada kekuatan bius kutukuan dariku. sekarang, lepaskan kekuatan yang besar itu! hanya itu caramu untuk selamat. " gumam batin drokage.


" kau! "


jounan langsung menendang perut zoran hingga terpental.


" ha-ha-ha tidak kusangka kau masih punya kekuatan, meski hanya kelinci percobaan. "


zoran menyepelekan jounan yang sudah terbaring lemah.


" hampir saja. " gumam batin jounan.


" jangan khawatir, akan kuakhiri dengn sekejap. "


zoran langsung mengeluarkan energi ditangannya dan kembali menyerang jounan.


jounan langsung berusaha berdiri untuk melawan Zoran.


" haaaa! "


zoran memukul berkali kali ke arah jounan. namun, jounan terus menghindari pukulan zoran.


setelah zoran melontarkan pukulan terakhir. jounan menghindar dengan lemas.


" ada apa? sudah selesai? " ucap zoran.


jounan memutar tubuhnya dan melontarkan pukulan ke arah zoran.


zoran yang menyadari serangan dari jounan langsung meloncat kebelakang.


" tujuannya hanya satu, pertarungan jarak dekat. bagaimana ini? gawat jika terus seperti ini. " gumam batin jounan.


" ha-ha-ha " tawa zoran.


" jounan ahicu. apa hanya sejauh ini kemampuanmu? " gumam batin raga.


" jounan. "


met all merasa geregetan melihat jounan belum juga berhasil menyerang dan mengenai tubuh zoran.


" jounan! kau menyebut dirimu ahicu dengan kemampuan seperti itu? kau tampak payah sekali sekarang! berikan perlawanan yang menajubkan. " teriak dara.


" orang itu ... " gumam batin jounan yang mendengar dara berteriak.


" itu dia! " gumam batin jounan yang mempunyai ide untuk mengalahkan zoran.


" jangan sampai kau lengah! " teriak zoran sambil berlari ke arah Jounan.


" akan kuhabisi kau dengan ini! " teriak zoran.


zoran langsung memukul kembali berkali-kali ke arah jounan dan jounan terus berusaha menghindari serangan zoran.


" apa sejauh ini saja? " Gumam batin banko yang menjadi wasit pertarungan.


disaat jounan menghindari pukulan zoran. tiba-tiba jounan mengeluarkan jurus teleportasi.


" dia menghilang? " terkejut zoran.


jounan langsung muncul dari bawah zoran dan memukul dagu zoran dengan kuat hingga terbang keatas, jounan langsung meloncat ke arah tubuh zoran yang sedang terpental keatas.


" itu teknikku! " gumam batin met all yang terkejut melihat jounan menggunakan teknik met all.


" apa? " terkejut guru ziga.


dara, guru jozan, dan sara pun ikut terkejut melihat serangan dari jounan.


" tetapi mulai sekarang, ini teknik orisinalku. sudah berakhir. " ucap jounan yang membelakangi tubuh zoran dan ingin mencekik leher zoran.


" kaza doya? " gumam batin zoran.


" rasakan ini! "


disaat jounan ingin memegang leher zoran tiba-tiba bius kutukuan itu aktif. dan membuat jounan mengeluarkan darah dari mulutnya.


" sial! biusnya beraksi lagi! " ucap jounan.


segel tinta hitam itu langsung menyebar perlahan ke wajah jounan. yang membuat mereka berdua terbang bersama dengan tubuh yang lemas.


dara terkejut setelah melihat tinta hitam yang menyebar ke seluruh tubuh jounan.


" tolonglah! kumohon. hentikan! "


" sial! jounan! kau tampak payah sekali sekarang! "


jounan mengingat perkataan dara dan sara yang membuat jounan berfikir untuk melawan bius yang sudah menyebar itu agar pertandingannya tidak di hentikan.


" siapa sangka mereka akan mencemaskanku? " gumam batin jounan.


" inikah akhirnya? " gumam batin jounan.


" tidak kubiarkan kutukan ini menguasaiku di sini! tidak akan! " gumam batin jounan.


kutukan itu perlahan langsung menghilang.


" bius kutukuan itu mereda? " gumam batin guru zufa.


" ini dia! " gumam batin jounan yang berhasil menghentikan penyebaran kutukan itu.


jounan langsung mencekik leher zoran dan mendorong kuat leher zoran ke bawah.


" mati kau! " teriak jounan.


buakkkkkk


keduanya pun saling ter terbaring lemas.


guru banko berjalan ke arah zoran dan melihat wajah zoran.


" tidak perlu diperiksa. "


guru banko melirik ke arah jounan yang sedang berusaha bangkit.


" kuhentikan pertarungannya sampai di sini. dengan demikian, pemenang pertarungan pertama, jounan ahicu, lolos babak penyisihan. " ucap guru banko.


" ha-ha-ha yes! " bahagia dara yang melihat jounan berhasil mengalahkan zoran.


jounan yang sedang duduk dan terasa lemas ingin membaringkan tubuhnya. namun, guru jozan tiba-tiba muncul dibelakang tubuh jounan dan menahan punggung jounan agar tidak terbaring.


" yah, lumayan. " ucap guru jozan.


jounan hanya menyeringai ke arah guru jozan.


" sebelum sisi rendah itu, gerakanmu sama seperti rikkuza milik ziga. jadi, kau menirunya dengan zetzu saat melawan anak bernama all itu? "


guru jozan mengetahui kalau jounan meniru teknik milik met all.


" jounan! ha-ha-ha kau menang dengan payah! lihat dirimu, babak belur! bego! "


dara meledek jounan dengan tertawa.


" yaampun, si pecundang itu. " ucap jounan.


" jounan. syukurlah. " gumam batin sara yang ikut senang dengan jounan yang sudah berhasil mengalahkan zoran.


" baiklah, aku juga akan menang! " gumam batin dara yang bersemangat.


" all, berkat dirimu, aku berhasil menyelamatkan diri. aku bisa saja kalah andai tidak melihat teknikmu dari jarak dekat. " gumam batin jounan.


" tapi tampaknya itu bukan teknik yang bisa sering kupakai. " gumam batin jounan.


" begitu rupanya. dia meniru sebagian teknik yang baru kupakai satu kali? itu kemampuanmu. jounan, kau memang hebat. kau terus bertambah kuat. aku merasa sedikit takut. " gumam batin met all.


" untuk rangkaian gerakan rikkuza ranse dengan kecepatan tinggi, mustahil bisa dilakukan tanpa latihan yang mengorbankan keringat dan darah. sesering apapun kau memakai zetzu, teknik itu tidak bisa dikuasai dalam waktu yang singkat. terlebih lagi, idenya untuk gerakkan pamungkas itu ... jounan, anak ini mengingatkanku saat kau masih kecil. " gumam batin guru ziga yang sedang bersebelahan dengan tim met all.


" pemula nomor satu tahun lalu adalah hyuga shisedo. pemula nomor satu tahun ini adalah jounan ahicu. siapa yang lebih kuat? " gumam batin zuko.


" dia memang hebat. dia bisa mengembangkan kekuatan sejati dari zetzu dalam situasi ini. yang paling ditakuti adalah kemampuan ahicu-nya. " gumam batin guru jozan.


" itu mengejutkan. dia menjinakkan bius kutukuan yang lepas kendali dengan kemampuannya sendiri. " gumam batin guru zufa.


raga semakin tidak sabar untuk melawan jounan nanti.


" lagi? " gumam batin kaze yang melihat raga membunyikan jarinya tanda geregetan.


" hekh ini makin menarik. " ucap denta.


" ya! jounan memang hebat! " ucap sashi yang bahagia melihat jounan.


" langkah kita akan terhenti di sini. " gumam batin jidan.


" mulutku kering. " keluh Sachi.


" hebat! " ucap kagura.


" hah tidak ada yang istimewa. " ucap kazuga.


" luar biasa. " gumam batin drokage sambil menjulurkan lidah pedangnya ke depan.


zoran langsung dibawa oleh 3 medis menggunakan tandu.


satu medis berjalan ke arah jounan dan berkata.


" jounan ahicu. kami, unit medis, akan memberimu perawatan terbaik. " ucap medis.


" ini diluar batasan kalian. aku yang akan menanganinya. " ucap guru jozan kepada medis itu.


" sekarang, akan kubawa kau ke belakang ... dan memulihkan bius kutukan itu. " bisik guru jozan kepada jounan.


" bisakah menunggu sampai penyisihannya selesai? aku mau menyaksikan pertandingan lain. " ucap jounan.


" tidak! jangan terlalu bersemangat. jika kita biarkan, kondisimu bisa makin parah. aku tidak akan menuruti permintaanmu lagi. sekarang, ayo. " ucap guru jozan.


jounan langsung berdiri dan berjalan bersama guru jozan.


" jounan. " gumam batin sara yang melihat jounan dan guru jozan pergi berjalan kebelakang.


" sara. omong-omong, saat pertarungan tadi, apa kau lihat sesuatu seperti luka aneh di lengan jounan? " tanya dara yang penasaran dengan luka yang ia lihat barusan.


sara langsung terdiam dan mengingat perkataan jounan yang menyuruh agar menyembunyikan luka jounan kepada dara karena jounan tidak ingin membuat dara khawatir.


dengan terpaksa sara berbohong kepada dara.


" aku tidak melihatnya. " jawab sara.


" begitu rupanya. " ucap dara.