Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
penyelamatan ibu andini bab 28



setelah 15 menit mereka berjalan dan sampai di terowongan itu.


"ha? apa apaan ini?" terkejut pak kuciza melihat 8 temannya yang sedang bekerja sudah tergeletak di tanah.


"ada apa ini? apa yang telah terjadi?"ucap pak kuciza.


"mustahil."ucap guru jozan.


"andini, tolong bantu ibu.andini!" ucap ibu andini yang memanggil andini dari dapur.


"ya aku datang!" jawab andini.


tidak lama kemudian ada seorang 2 lelaki yang datang dengan seluruh badan yang bertato dan membawa samurai.


*****


"kabut ini...."ucap guru jozan yang menyadari kabut itu.


"jounan, sara,mereka datang."ucap guru jozan.


sara dan jozan langsung menutupi mendepani tubuh kuciza untuk melindungi.


"sudah kuduga dia masih hidup.muncul secepat ini..."ucap guru jozan.


"guru jozan.ini simakuki miliknya kan?"tanya sara.


"maaf sudah membuatmu menunggu,jozan.ku lihat para bocah itu bersamamu seperti biasa.dia masih gemetaran.kasihan."ucap zudanza.


seketika bayangan 3 bayangan zudanza muncul di hadapannya mereka bertiga.


"hhm?"bingung zudanza yang melihat wajah jounan berubah menjadi tersenyum.


"aku gemetar karena sudah tidak sabar."ucap jounan.


"lakukan,jounan."


hanya butuhh waktu 5 detik dengan cepat jounan langsung menebas ke tiga bayangan lumpur itu dengan pisau.


"aku bisa melihatnya." gumam batin jounan.


"ohhh jadi dia bisa melihat bayangan lumpur.bocah itu sudah berkembang. ini berarti ada lawan baru,soka."ucap zudanza.


"sepertinya begitu."


*****


"sial! aku benar benar terlambat!"ucap dara yang sedang berlari menyusul temannya yang sudah berada di terowongan.


"yah, tampaknya tebakanku tepat."ucap guru jozan.


"tebakan?"tanya zudanza.


"anak dengan pipi bergaris x itu..."ucap guru jozan.


"ha?" terkejut sara.


"dugaanku benar." ucap jounan.


"ternyata ninja senior dari simakuki itu hanya sekedar kebohongan."ucap pak kuciza.


"bagaimanapun kau melihatnya, dia pasti rekan zudanza.berdiri bersamanya seperti itu..."ucap guru jozan.


"beraninya dia muncul seperti itu setelah melakukan perbuatannya."ucap sara.


"aku benci melihat bocah yang berlagak sok jagoan."ucap guru jozan.


"dia lebih baik daripada guru jozan."ucap sara.


"betulkah?"ucap guru jozan.


"biar aku saja."ucap jounan.


"apa?"tanya sara.


"dengan akting sampah...aku benci bocah orang yang berlagak sok jagoan."ucap jounan.


"jounan,kau kece sekali!" ucap sara.


"sara tergila gila pada jounan."gumam batin guru jozan yang aneh.


"dia bocah yang luar biasa.meski kekuatan bayangan lumpur itu hanya 5 persen dari kekuatan aslinya,mengejutkan dia bisa mengalahkannya."ucap soka.


"namun,kau sudah melakukan tindakan pencegahan.maju."ucap zudanza memerintahkan soka untuk melawan jounan.


"baik."


*********


duarrrrrr


kedua lelaki itu langsung menendang pintu rumah andini dengan kuat sehingga pintu itu jebol.


"kau putrinya kuciza?maaf, tapi kau harus ijut dengan kami."ucap lelaki itu.


lelaki itu langsung mendorong ibu Andini hingga terjatuh.


"aaaaaaaa"


andini yang mendengar teriakan ibunya langsung keluar dari kamar mandi dan melihat keadaan ibunya yang sudah duduk di lantai dengan wajah yang ketakutan.


"ibu."teriak andini.


"jangan keluar! cepat pergi dari sini andini!" perintah ibunya.


"kenapa kau, bocah? apa kita harus membawanya juga?"ucap lelaki itu.


"satu sandera saja sudah cukup."ucap lelaki yang di sebelahnya.


"sandera?"ucap andini.


"kalau begitu...kita bunuh saja dia?"ucap lelaki berambut pirang sambil tertawa jahat.


"tunggu! jika kau menyentuh anak itu,akan ku cekik leherku hingga mati!"ucap ibu andini.


lelaki berambut pirang itu langsung kembali menutup pedangnya.


"kau harus berterima kasih pada ibumu,bocah."ucap lelaki berhidung merah.


andini langsung terduduk dan menangis.


"yah ini tidak cukup.berhentilah.kau sudah mencoba pedangmu tadi. lupakan saja.ayo bawa wanita itu."ucap lelaki berhidung merah.


lelaki berambut pirang itu langsung mengikat kedua tangan ibu andini dengan tali dan membawa ibu andini pergi.


"ibu,maafkan aku.maafkan aku. aku lemah.jadi,aku tidak bisa melindungimu.aku tidak mau mati. aku takut!"ucap andini sambil meneteskan air mata.


andini seketika langsung mengingat perkataan dara, guru jozan dan ayahnya(dasar cengeng,jadi kau hanya akan menangis setiap hari seperti orang lemah? orang bodoh sepertimu menangis saja selamanya. dasar cengeng!)(dia mungkin sudah lelah menangis.jadi dia tau arti dari kata kuat. seperti ayahmu) (untuk hal hal yang berharga,akan ku lindungi sampai akhir dengan kedua tangan ini).


andini langsung mengusap kedua air matanya sambil berkata."apa aku juga...bisa menjadi kuat?"


andini langsung berdiri dengan wajah yang serius."ayah!"


"hehe melihat dada indahmu membuatku ingin menyentuhmu."ucap lelaki berambut pirang.


"hei, jalan yang cepat." ucap lelaki berhidung merah.


"berhenti!" teriak andini.


mereka bertiga langsung membalikan badannya.


"ha Andini!"teriak ibu andini.


"apa? itu bocah yang tadi."ucap Lelaki berambut pirang.


"lepaskan ibuku!"ucap andini dan langsung berlari ke arah dua lelaki itu.


"yaampun, dasar bocah tak berguna."ucap lelaki berambut pirang.


"ayo."ucap lelaki berhidung merah.


"aku akan mencekik leherku dan..."ucap ibu andini.


bukkkkk


lelaki berambut pirang itu langsung memukul bagian leher ibu andini sehingga terpingsan.


"diam, tidurlah yang pulas."ucap lelaki berambut pirang sambil mengeluarkan samurainya.


"haaaaaaaaaa."teriak andini sambil berlari ke arah kedua lelaki itu.


*********


jounan dan soka sedang bertarung menggunakan pisau.


"hmm hebat. dia bisa melihat kecepatan itu."ucap zudanza.


"sara, lindungi kuciza dan jangan menjauh dariku.biar jounan yang menanganinya!"perintah guru jozan.


"baik."jawab sara.


ting ting ting ting


"aku tak mau membunuhmu.sebaiknya kau mundur saja."ucap soka.


"tidak akan." ucap jounan.


"sudah kuduga.namun,kau tak akan bisa menandingi kecepatanku.selain itu,aku sudah melakukan dua tindakan pencegahan."ucap soka.


"dua tindakan pencegahan?"tanya jounan.


"yang pertama adalah air di bawah sini. yang kedua adalah menghalangi satu tanganmu.dengan begitu,kau hanya bisa menahan seranganku."ucap soka dengan tangan kirinya ingin mengeluarkan jurus.


"apa? dengan satu tangan dia..."gumam batin jounan.


"mengeluarkan jurus dengan satu tangan?aku belum pernah melihatnya."kaget guru jozan.


"surudoi hahen!"ucap soka yang mengeluarkan jurus serpihan kayu yang tajam terbang mengelilingi tubuh jounan.


"ternyata soka tidak berniat membunuhnya.ingin dia begitu?" gumam batin zudanza.


"jounan." ucap sara.


"ingat latihan itu.kumpulkan energi pada satu titik."gumam jounan yang juga ingin mengeluarkan jurus.


******


kedua Lelaki itu langsung menebas tubuh andini.namun,setelah di tebas ternyata berubah menjadi serpihan kertas.


"itu jiko hen'i?" ucap lelaki berhidung merah.


"wanita itu..."ucap lelaki berambut pirang sambil menatap wajah lelaki berhidung merah.


"maaf aku terlambat.super hero biasanya muncul terlambat, jadi...."ucap dara yang ternyata kembali ke rumah andini dan menyelamatkan andi dan ibunya.


"dara!"ucap andini.


"andini,kau hebat!"ucap sara.


"apa?"ucap andini.


"karena kau mengalihkan mereka,aku bisa menyelamatkan ibumu."ucap dara.


"kakak, bagaimana kau tau bahwa para samurai ada di sini?"tanya andini.


"haaaa ada ayam yang di tebas pedang di hutan.selain itu,banyak dahan yang di tebas.jejak tebasan itu menuju ke arah rumahmu, jadi aku, khawatir."ucap dara.


"begitu rupanya.."ucap andini.


"ada apa? bukankah dia ninja tidak berguna yang di sewa oleh kuciza."ucap lelaki berambut pirang.


"ayo."ucap lelaki berhidung merah.


"baik."ucap lelaki berambut pirang sambil mengeluarkan samurainya.