Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
melindungi atau di lindungi bab 56



" sara? " gumam batin sashi yang melihat wajah sara sangat serius.


" sara. " lirih met all dengan keadaan yang masih terbaring lemas.


" kha! bunuh dia! " teriak denta.


jikha langsung menggeluarkan 3 pisau.


" pergerakan tangan itu..." gumam batin denta yang melihat sara ingin mengeluarkan jurus.


jikha langsung menabrak tubuh sara dari belakang.


bukkkk


buftttttt


tubuh sara langsung berubah menjadi batang kayu.


" jiko hen'i! " gumam batin jikha yang terkejut.


" di kanan? kau pikir aku bodoh? dengan rikkuzi dasar seperti itu, kau pikir bisa melawanku? " gumam batin denta.


sara langsung berlari ke arah denta dengan membawa pisau di kedua tangannya.


" kha! menyingkir! " teriak denta yang meminta jikha untuk menyingkir agar tidak berhadapan dengan denta.


jikha pun langsung menyingkir.


sara langsung melempar pisau ke arah denta.


" percuma! " teriak denta.


" tekanan udara 100 persen, gelombang ultra sonik 0 persen, hasilnya... " gumam batin denta.


denta yang melihat sara ingin mengeluarkan jurus bergumam dalam hati. " hanya itu kemampuanmu? "


" sanghuka! " teriak denta.


denta langsung mengeluarkan pasir dari tangannya dan mendorong pisau sara dengan cepat.


pisau itu pun membalik ke arah sara. namun, saat pisau itu mengenai tubuh sara, tubuh sara pun berubah berubah lagi menjadi batang pohon.


buftttttt


" gerakanmu sangat terlihat. dari atas! " ucap denta.


sara langsung muncul dari atas denta dan ingin mengeluarkan jurus menukar tubuh lagi.


" sudah kukatakan berkali kali, itu percuma! " teriak denta.


" terima ini! " ucap denta sambil mengambil pisau dari sakunya.


denta melempar tiga pisau ke arah sara.


crukkkkkk crukkk crukkkkk


denta pun langsung mengalihkan pandangannya melihat kanan kiri, karena denta menebak kalau pisau yang mengenai tubuh sara akan berubah menjadi batang kayu.


" apa? " terkejut denta yang melihat, ternyata pisau yang mengenai tubuh sara itu adalah tubuh aslinya.


" kali ini, bukan pengganti tubuh! " gumam batin denta.


sara langsung menabrak tubuh denta dengan kedua lututnya sehingga denta terjatuh.


lutut sara sebelah kanan menekan tangan kiri denta dan sara menusukkan pisau ke tangan kiri denta.


cukkkkk


mereka semua terkejut melihat sara yang berhasil melawan denta.


" lepaskan aku! woi! " teriak denta sambil memukul wajah sara berkali kali dengan tangan kirinya.


" sara. " gumam batin sashi yang melongo tidak menyangka melihat sara.


sashi kembali mengingat di saat pertama kali sashi bertemu dengan sara.


" kau selalu di beri nama julukan dengan nama pesek dan di ejek. " ucap sashi.


" siapa kau? " ucap sara yang sedang menangis.


" namaku sashi nara. namamu? " ucap sashi yang kembali bertanya kepada sara.


" aku sara. " lirik sara.


" siapa? kurang kencang. katakan lebih keras. " ucap sashi.


" sara harimuna! " jawab sara dengan nada tinggi.


" begitu rupanya. hidungmu pesek. benar, 'kan, pesek? "ucap sashi sambil memegang hidung sara.


sara hanya menangis dan Sambil menutupi hidungnya.


" karena itulah kau sembunyikan hidungmu dengan penutup luka(hansaplast) seperti terkena luka. " ucap sashi.


sara yang mendengar perkataan sashi semakin mengeluarkan air matanya.


" sara, 'kan? " tanya sashi.


" iya. " jawab sara.


" datanglah ke tempat ini lagi besok. akan kuberikan sesuatu yang bagus untukmu. " ucap sashi yang meninggalkan sara sambil melambaikan tangannya.


"apa? " ucap sara dengan nada pelan.


°°°°°°°°


" sial, lepaskan! " ucap denta yang masih di injak oleh sara sambil memukul kepala sara.


°°°°°°


keseokan harinya setelah sara dan sashi bertemu lagi di tempat yang sama.


" lihat, kau lebih manis seperti ini, sara! tindik itu untukmu. " ucap sashi yang memakaikan tindik hidung kepada sara.


" tetapi apa? " ucap sashi.


" hidungku..." ucap sara yang masih belum pede memakai tindik hidung itu.


" kau terus di ejek karena kau menutupi hidungmu. wajahmu manis, sara. jadi, percaya dirilah! " ucap sashi.


" sashi. " gumam batin sara.


sara dan sashi pun berjalan menuju pulang ke rumah dengan berjalan bersama. namun, di pertengahan jalan ada dua laki laki yang memanggil sashi.


" hei, siapa itu? siapa dia, sashi? " tanya lelaki itu.


" namanya sara. ayo, sapa mereka. " ucap sashi.


sara langsung mengumpat di belakang sashi karena malu sambil menyapa dua lelaki itu.


" aloo... "


°°°°°°°°°°°


bukk bukkk bukkk


denta masih memukuli kepala sara sehingga kepala sara berdarah.


°°°°°


" halo, semuanya! " sapa sara kepada 4 temannya yang 2 lelaki yang dua lagi perempuan.


" ada orang yang aku suka! coba tebak siapa Menurut kalian? " ucap sara.


" cepat beri tahu kami. " ucap lelaki itu yang menyapa sara tadi.


" jangan bilang dia jounan? " ucap teman wanita yang berada di samping sashi.


" apa? bagaimana kau bisa tau? " ucap sara bingung.


" jounan sangat terkenal. dia paling terkenal! " ucap perempuan itu.


" aduhhh! aku punya banyak saingan. bagaimana ini? " ucap sara.


" hai, sashi! sara menjadi ceria belakangan ini! " ucap perempuan itu.


sashi langsung membuang wajah sambil berkata dengan nada pelan. " dia hanya berlagak berani dan ceria! "


di saat umur 10 tahun sara dan sashi sudah mulai dewasa.


" sashi, kudengar jounan menyukai wanita berkalung. " ucap sara.


°°°°°°°°°


" sara. " gumam batin sashi yang melihat sara merasa kasihan sedang di pukuli.


°°°°°°°°°°


"kudengar, kau juga menyukai jounan, sashi. " ucap sara.


sashi hanya terdiam dan tidak menjawab perkataan saraa.


" mulai sekarang, kita adalah saingan. " ucap sara yang meninggalkan sashi.


setelah mereka berdua di usia 14 tahun mereka berdua pun seling bertengkar karena jounan.


°°°°°°°°


sashi yang melihat sara masih di pukuli dengan wajah yang sudah berlumuran darah. sashi merasa kasihan dan hampir meneteskan air matanya.


" sara! " gumam batin sashi.


" aku akan.... " gumam batin sara.


bukkkkkk


sara pun langsung terpental dan terjatuh setelah menerima pukulan terakhir dari denta.


" menyerahlah! " ucap denta..


" ini sangat bahaya. " ucap sachi.


" oi, sashi! " panggil jidan dengan sedikit meninggikan nadanya.


sashi tidak menggubris perkataan jidan, ia hanya melamun menatap sara yang sedang dalam kesusahan.


" aku harus melindungi semua orang! " gumam batin sara yang terus berusaha bangkit.


" bocah! " teriak denta yang ingin mengeluarkan jurus pasir dari tangannya.


tiba tiba sashi dan dua temannya muncul di hadapan sara,mereka semua langsung terkejut.


" hah ada orang aneh lagi. " ucap denta.


" sashi? " ucap sara melihat sashi berada di depannya untuk melindungi.


" sara! aku berjanji tidak akan kalah darimu, 'kan? " ucap sashi.


" hah " kaget sara yang membulatkan matanya.


°°°°°°°


mimpi jounan


" siapa itu? " ucap yang melihat ada seseorang dari kejauhan.


" aku saat kecil? " gumam batin jounan.


" ayah dan ibu tidak perlu mati! semua orang terbunuh. keluargaku musnah karena aku tidak punya kekuatan. " ucap jounan masa kecil.


°°°°°°°


energi yang keluar dari tubuh jounan pun semakin banyak dan membuat jounan perlahan tersadar dan sedikit demi sedikit menggerakkan tubuhnya.