Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
CERITA 4 TAHUN LALU bab 26



"ada masalah,kenzo!" teriak seorang pemuda yang langsung membuka pintu rumah pak kuciza dengan tubuh yang basah karena kehujanan.


" terowongannya jebol karena hujan ini yang menyebabkan banjir! kalau begini, terowongan kita akan hanyut!" teriak pemuda itu.


"apa?" ucap Kenzo.


"ayah!"panggil Andini.


"andini,ambil tali di belakang!" perintah kenzo.


"baik!" jawab andini dan langsung berlari ke belakang untuk mengambil tali.


"gawat! kita hanya pasang tali dan beton untuk menutupi lubangnya karena terlalu besar!" teriak penduduk kota yang melihat terowongan bocor.


"jangan banyak bicara! bagaimana caramu pasang beton? untuk kita menuju ke lubang itu pun kita tidak bisa karena arus banjir sangat cepat. kita akan mati jika masuk ke arus se kencang itu!"ucap penduduk kota.


"namun,jika di tunda, pembangunan akan lenyap! bagaimana ini?"ucap penduduk yang di sebelah kanannya.


"akan ku tangani." ucap kenzo yang datang dari belakang menggunakan topeng berwarna putih polos.


"haa." ucap penduduk secara bersamaan yang melihat kenzo datang.


"kenzo! Jangan gegabah.kau tidak akan sanggup!" ucap penduduk itu.


"ayah." panggil Andini dengan wajah yang khawatir.


"Jangan khawatir. ayahmu ini tidak ada tandingannya. ayahmu menyayangi kota kelahiranmu, jadi... untuk hal hal yang berharga bagi diriku." ucap kenzo sambil mengikat tali di perutnya yang di kaitkan dengan besi agar tidak terseret arus.


Kenzo melanjutkan perkataannya.


"meski harus mengorbankan nyawaku....akan ku lindungi sampai darah titik penghabisan dengan kedua tanganku inii!" ucap kenzo sambil berenang ke arah lubang yang berada di terowongan.


"ayah,bertahanlah!" teriak andini.


setelah sampai di bolongan itu.dengan cepat kenzo mengambil batang pohon yang berada di sampingnya dan mendorong batang pohon itu ke arah lubang tersebut dengan sekuat tenaga karena melawan arus dari lubang itu.


"dia berhasil! batangnya terpasang! baik! semuanya! tarik talinya!" ucap penduduk kota menyuruh yang lainnya untuk membantu menarik tali yang mengait di besi dan perut kenzo.


"ayo!" teriak penduduk itu secara bersamaan.


"sejak saat itu, orang orang di pulau ini menyebut kenzo super hero/pahlawan.dia menjadi ayah yang di banggakan andini. sekitar saat itu lah kano menginjakan kaki di pulau ini.lalu, pada suatu malam....."ucap pak kuciza.


kenzo di bawa ke rumah kano yang banyak pengawalnya. kenzo di ikat kedua tangannya dan kakinya oleh pengawal kano dan di pukuli punggungnya menggunakan kayu.


"aku dengar kau akan melindungi kota ini dengan tangan itu.coba saja kalau kau bisa."ucap kano.


di saat kenzo sudah terbaring.kedua pengawal yang di samping kano yang berbadan besar langsung menjatuhkan batu besar ke tangan kenzo sehingga berteriak kesakitan.


"aaaaaaaa!"


paginya harinya kano membawa kenzo tubuh ke tengah tengah lapangan dan mengikat tubuh kenzo di besi dan di lingkari batasan menggunakan pagar.


semua warga hanya melihati keadaan kenzo yang sudah lemah dan bercucuran darah di wajahnya.


"dengarkan! pria ini melawan peraturan perusahaan kano dan mengganggu ketenangan pulau ini. maka dari itu, dia akan di eksekusi! ku harap hal sepele seperti ini tidak akan terjadi lagi." ucap kano.


"ayah!" teriak andini yang melihat keadaan kenzo sambil menangis tersenggug senggug.


"hentikan, andini." ucap pak kuciza yang berada di sebelah andini.


"lakukan." ucap kano yang menyuruh pengawalnya untuk menghabisi kenzo.


pengawal kano langsung mengeluarkan samurai dari pinggangnya dan langsung menebas kepala kenzo hingga darah bercucuran.


"ayahhhh!!!!" teriak andini yang melihat dengan mata kepalanya sendiri ayahnya di bunuh dengan sadis.


"bukankah ayah bilang...ayah akan melindungi ku...dan orang orang di pulau ini dengan tangan ayah? ayah membohongiku." ucap andini sambil menangis.


"sejak saat itu, sikap andini berubah 100% begitu juga dengan tsunami dan penduduk kota."ucap pak kuciza.


dara yang sedang mendengarkan cerita pak kuciza seketika merenung dan mengingat perkataan andini(super hero itu pembodohan tidak ada hal semacam itu!).


dara langsung terbangun dari duduknya dengan wajah yang serius membuat yang lainnya Bingung.


"mau apa kau, dara?" tanya sara.


"sudah cukup latihan untuk hari ini,kau terlalu banyak memakai energi. kau akan mati jika memaksakannya." ucap guru jozan.


"akan ku buktikan." ucap dara sambil mengepalkan kedua tangannya.


"membuktikan apa?" ucap sara.


"akan ku buktikan bahwa ada super hero di dunia ini!" ucap dara dengan semangat.


pagi hari kemudian....


Soka sedang membawa keranjang yang berisi tanaman obat.dengan cantiknya yang rambutnya di kuncir dan melihat dara sedang terbaring di taman tersebut.namun, ia belum menyadari kalau itu adalah dara karena jaraknya sangat jauh.


"ha."


setelah soka sudah melihat ikat kepala di dahi dara ia langsung teringat akan kejadian yang waktu mereka bertemu(dara: sebenarnya kau itu siapa?).


soka langsung berdiri dan berjalan ke arah dara.


**********


"selamat pagi." ucap sara yang baru saja bangun dari tidurnya dan duduk di meja makan.


"silahkan." ucap ibu andini yang menaruh air minum di hadapan sara.


"dara tidak pulang lagi semalam?" tanya pak kuciza.


"dia memang gila.keluar setiap malam dan memanjat dinding.mungkin dia sudah mati akibat terlalu banyak memakai energi." ucap sara.


"entah bagaimana keadaan dara. anak kecil seperti dia keluar saat tengah malam." ucap ibu andini sambil membawa makanan.


"tidak perlu cemas.meski tak terlihat dari luar, dia seorang ninja." ucap guru jozan.


"entahlah. mungkin si gila itu sedang kelelahan saat ini." ucap jounan dan berdiri berjalan keluar dari rumah.


"jounan." panggil sara.


jounan menghentikan langkahnya dan berkata."aku mau jalan jalan."


"kita baru saja mau makan." ucap sara dan melihat piring jounan ternyata makannya sudah selesai.


"ihhh cepat sekali." ucap sara.


**********


setelah sampai di hadapan dara soka langsung menepuk bahu dara berkali kali sambil berkata."kau bisa sakit jika tidur disini."


"ehmm" sadar dara dan melihat wajah soka dan terbangun namun ia belum menyadari bahwa itu soka karena tidak ada garis x di pipinya.


"siapa kau?" tanya dara.


soka hanya tersenyum manis ke arah dara membuat dara salah tingkah.


"apa aku membangunkanmu kak? sedang apa kau di sini?" tanya dara.


"aku sedang mengumpulkan obat dari tanaman."jawab soka.


"obat tanaman?" tanya dara yang tidak mengerti apa itu obat tanaman.


"iyah.untuk menyembuhkan luka,penyakit dan yang lainnya." jawab soka.


"kakak sudah sibuk sekali pagi ini." ucap dara.


"kau juga, sedang apa kau di tempat seperti ini dari pagi?"tanya soka.


"ehe berlatih!" teriak dara dengan semangat.


"ohh..apa kau seorang ninja atau semacamnya? dengan ikat kepala itu dan..."ucap soka yang terpotong.


"apa aku terlihat seperti ninja? ya benar, aku seorang ninja!" ucap dara yang senang.


"serius? kau hebat,ya?"ucap soka.


"hehehhe." tertawa dara sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"akan tetapi,kenapa kau berlatih?"tanya soka.


"aku ingin bertambah kuat." jawab dara.


"namun, kau sudah terlihat cukup kuat." ucap soka.


"ahh belum. aku masih belum puas dengan ini dan aku ingin lebih kuat lagi." ucap dara.


"untuk apa?" tanya soka.


"untuk menjadi ninja terbaik di desaku. aku ingin membuat semua orang mengakui kehebatanku.selain itu, aku harus membuktikan sesuatu kepada seseorang." ucap dara.


"demi seseorang atau demi diri sendiri?" ucap soka.


"apa?" ucap dara yang kebingungan.


"apa yang lucu?" ucap dara yang melihat soka hanya tertawa kecil.


"apa kau mempunyai orang yang berharga dalam hidupmu?" tanya soka.


"berharga? apa maksudmu kak?" tanya dara.


 


seketika soka melamun dan mengingat kejadian waktu ia masih berusia 7 tahun yang hidup sendirian tidur di samping tempat sampah dan menunggu orang membuang sampah agar ia bisa mencari makanan.


di suatu tempat ia sedang duduk merenung sambil menangis seketika ada seorang pemuda yang lewat dan menghentikan langkahnya sambil melihat ke arah soka.mereka berdua pun saling menatap.


 


"ada apa?" tanya dara.


"saat seseorang mempunyai sesuatu yang berharga untuk di lindungi, saat itu lah mereka bisa benar benar kuat." ucap soka.


dara langsung tersenyum dan mengingat kembali perkataan guru jozan dan perkataan kenzo yang di ceritakan oleh pak kuciza,guru dara,(kenzo: ayahmu menyayangi kota kelahiranmu,guru jozan: takkan ku biarkan rekanku terbunuh begitu saja, dara:jika berani menyentuh guru ramada, kubunuh kau!).


"ya! aku juga menyadari hal itu." ucap dara.


soka langsung berdiri dan mengambil keranjangnya dan berkata."kau akan bertambah kuat."


"ya!"


"ku harap kita bertemu lagi." ucap soka sambil berjalan.


"eh satu lagi. aku perempuan."


"hek! mustahil! padahal dia lebih tampan dari pada jounan!" gumam batin dara yang terkejut sambil memegang kepalanya.