Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
menjaga orang pingsan bab 52



" kita sudah mengamankan makanan dan air setelah setengah hari...dan kebanyakan tim tidak bergerak. sesuasi rencana, ini saatnya kita untuk menyerang. kita berpencar sambil mengawasi. namun, baik bertemu tim lain atau tidak, kita kembali ke tempat ini. paham?" ucap hyuga sambil menancapkan kayu di tanah.


" okeh. " jawab zuko.


" baik. " jawab met all.


" baiklah. berpencar! " ucap hyuga.


mereka bertiga langsung berpencar.


°°°°°°


" akhh " jounan masih merasa kesakitan dengan lukanya.


dara masih tidak sadarkan diri dari pingsannya.


" nafasnya perlahan kembali normal, tapi demamnya masih tinggi. " ucap sara.


" aku harus melindungi mereka berdua. " gumam batin sara.


°°°°°°°


" aku harus segera mengirim informasi ini kepada tuan pemimpin. " gumam batin guru zufa sambil mengikat bahunya yang terkena oleh lidah drokage menggunakan perban.


tidak lama kemudian guru zufa yang sedang berjalan tiba tiba menghentikan langkahnya dan melihat ke sebuah semak semak yang mencurigakan.


dari belakang semak semak harimau itu keluar dan berjalan ke arah guru zufa.


" sial! di saat seperti ini! " gumam batin guru zufa.


harimau itu berhadapan dengan guru zufa dan meraung ingin menggigit guru zufa. namun, guru zufa hanya menundukan kepalanya ketakutan dan pasrah.


di saat harimau itu ingin menggigit guru zufa tiba tiba dari belakang pisau melayang mengenai punggung harimau itu dan harimau itu terjatuh dan mati.


" ini..? pisau milik ninko? " gumam batin guru zufa yang kebingungan.


" jadi, kau di sini, zufa. " ucap ninja itu dari atas pohon dengan wajah yang menggunakan topeng khusus dari desa kosaki.


kedua ninko tersebut langsung turun dari pohon dan menghampiri guru zufa.


" sebagai pasukan ninko, kalian sangat terlambat. " ucap guru zufa.


" jangan bicara seperti itu. " ucap ninko satunya.


" akhhhh "


tiba tiba guru zufa terjatuh kesakitan sambil memegang lengannya.


" kau tidak apa apa? " tanya ninja itu.


" apa? ini... segel kutukannya muncul. jangan jangan... ini ulah drokage? " ucap ninja itu.


" apa? benarkah? kalau begini, kami akan membawamu ke tuan pemimpin. " ucap ninja satunya.


" tidak, bawa aku ke tebing. " ucap guru zufa Sambil menahan rasa sakit.


" bicara apa kau? saat drokage datang ke desa ini, peringatan ketat harus di keluarkan. lebih penting dari pada melanjutkan ujian. " ucap ninja itu.


" aku mengerti. akan aku ceritakan semuanya nanti, jadi, Tolong panggil tuan pemimpin. " ucap guru zufa.


°°°°°°°


di sebuah atas pohon yang tertutup oleh dedaunan sehingga hampir tidak terlihat oleh musuh. sara yang sedang tertidur sambil menjaga dara dan jounan. ada bawahan drokage yang memantau dari kejauhan.


" hehehe sesuai perintah tuan drokage, kita tunggu sampai pagi. sasaran kita adalah jounan ahicu, bukan yang lain. " ucap jimbe.


" jika mereka menghalangi, tidak apa apa membunuhnya, 'kan? " tanya denta.


" tentu saja. " jawab jimbe.


keesokan hari. matahari pun mulai menyinari dan suara burung yang berbunyi.


sara sudah terbangun dari tidurnya dan mengambil 2 sapu tangan miliknya dari tas. sara menuangkan air minumnya yang hangat kepada sapu tangan itu yang bertujuan untuk mengompres dahi jounan.


" hm aku tidak boleh tertidur lagi. aku harus melindungi mereka. " gumam batin sara.


setelah beberapa menit kemudian sara memejamkan matanya.


dara terbangun sambil berkata" huwaaaa tidurku sangat nyenyak! " ucap dara.


"ha dara! " ucap sara yang senang.


jounan pun ikut terbangun sambil mengusap matanya menggunakan sapu tangan.


" jounan! " ucap sara.


" terima kasih, sara! kondisi kami membaik berkatmu! " ucap dara.


" syukurlah. " ucap sara yang bahagia.


tiba tiba sara terkejut melihat ke arah samping dari kejauhan muncul drokage dari belakang semak semak.


" mangsa harus selalu tegang dan berusaha lari di hadapan pemangsa! " ucap drokage sambil menjulurkan lidahnya ke arah jounan yang sedang mengobrol dengan dara namun tidak bersuara.


sara yang ingin memberi informasi kepada Jounan tiba tiba suara sara pun menghilang.


" suaraku hilang! " gumam batin sara yang ketakutan.


crukkkkkk


di saat itu juga sara terbangun dari tidurnya Karena terkaget.


" itu hanya mimpi. " ucap sara sambil menghembuskan nafasnya.


" apa sudah siang? " ucap sara yang melihat ke atas langit namun tidak bisa karena semuanya tertutup oleh dedaunan.


" ha apa itu? " gumam batin sara yang mendengar suara gesekan daun.


sara pun langsung mengambil pisau untuk berjaga.


setelah sara melihat kebelakang ternyata itu hanyalah kelinci yang sedang memakan wortel.


" kelinci? jangan mengejutkanku seperti itu! " ucap sara.


kelinci itu berlari ke arah sara. namun, sara mengira itu adalah jebakan. ia langsung melemparkan pisau ke arah kelinci tersebut.


kelinci itu langsung terkejut setelah melihat pisau menancap di tanah hadapannya dan memutar tubuhnya dan berlari pergi.


" huftt hampir saja. "


°°^°°°°


" apa dia menyadarinya? bom kayu yang kita pasang kelinci ituu.... " tanya denta.


" tidak, bukan itu. " ucap jimbe.


" benarkah? laluu apa? ada apa? " ucap denta.


" kita akan tau jika mendekat. jadi, kita harus bergerak. " ucap jimbe yang masih memantau keberadaan sara dan dua temannya.


°°°°°°°°


di saat met all sedang berlari melewati pepohonan ia menghentikan langkahnya karena melihat daun yang sangat banyak berjatuhan.


"hyas. jika bisa kutangkap 25 daun ini sebelum menyentuh tanah, sara pasti akan mulai menyukaiku. jika gagal menangkap satu saja, maka jadi cinta sepihak selamanya. atau malah...matamu terlalu melotot! itu yang akan dia lakukan! " gumam batin met all.


" hiya! " teriak met all yang memulai menangkap daun yang sedang melayang.


"1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21,22,23,24," gumam batin met all.


" satu lagi. " ucap met all yang melihat satu daun lagi yang hampir saja menyentuh tanah.


dengan cepat met all melompat ingin menangkap daun itu agar tidak menyentuh tanah.namun, disaat Met all sedang ingin menangkap satu daun itu. ia melihat kelinci yang sedang terbakar di punggungnya.


dengan cepat met all langsung mengabaikan daun itu dan menangkap kelinci itu.


setelah di tangkap, met all langsung menggosok punggung kelinci itu menggunakan bajunya yang basah karena keringat dan mengambil kayu tersebut yang menempel di punggung kelinci itu.


" huftt hampir saja. ini di sebut bom kayu dan akan meledak pada saat tertentu. siapa yang melakukan hal kejam ini? " ucap met all.


°°°°°°


kyuga yang sedang berjalan santai tiba tiba melihat tim jidan sedang bersembunyi di semak semak.


" jangan bersembunyi dan keluarlah. " ucap hyuga.


"ahh? sial! padahal kita sudah cepat cepat bersembunyi begini. " bisik sashi yang tidak berani menghadap ke belakang.


" sial, dia merepotkan dan kita ketahuan. " bisik jidan.


" strategi 1, sembunyi dan membiarkannya lewat, gagal! sekarang kita jalankan strategi 2! " bisik sashi.


"apa? kau serius? " ucap sachi dengan nada pelan.


" kenapa? kau keberatan? ini pasti akan berhasil. " bisik sashi.


" apa boleh buat... " ucap jidan.