
" untuk mengalahkan saudaraku, aku harus bertahan hidup! itu yang kupikirkan. tetapi akulah yang bodoh. dara! sara! bagaimana bisa orang yang tidak berkorban nyawa di situasi ini bisa mengalahkan saudaraku? " gumam batin jounan yang membangkitkan mata zetzu sambil berlari ke arah drokage.
jounan dengan cepat melemparkan 3 pisau ke arah drokage dengan tubuhnya mengarah ke drokage secara bersamaan.
jounan menukul dan menendang dari arah manampun. namun, drokage terus menangkisnya.
mereka berdua pun saling memukul dan saling menghindar dari Serangan.
" terlihat! " gumam batin jounan yang bisa mengimbangi kecepatan drokage.
kecepatan drokage semakin meningkat dan sangat cepat. tapi tidak kalah dengan jounan yang masih bisa melihat kecepatan itu.
" aku bisa melihatmu! " ucap jounan dan dua kali mengeluarkan jurus semburan angin dari mulutnya.
hufftttttt
drokage dengan cepat masuk ke dalam tanah dan mengarah ke arah jounan untuk menarik kaki jounan. namun, jounan langsung melompat mundur.
" boleh juga. kau bisa membaca gerakanku dan sasaranmu tepat. kau bisa melihat gerakanku, 'kan? " gumam batin drokage.
°°°°°°°
" matahari sudah mulai terbenam aku harus segera menemukannya! sebentar lagi akan gelap dan akan makin sulit mencarinya. tetapi kenapa sekarang? apa tujuannya? tidak masalah. dia datang ke desa ini. akan kuselesaikan sekarang. " gumam batin guru zufa.
°°°°°°
" hakhhh! " drokage memukul tanah dan tanah itu langsung hancur mengarah ke jounan.
jounan langsung melompat di atas pohon yang berada di belakang drokage.
jounan menjatuhkan diri dan langsung memeluk tubuh drokage.
" kena kau! " teriak jounan sambil melempar tubuh drokage ke tanah hingga kepalanya membentur ke tanah sangat keras.
" akhhhhh. "
duarrrrrrr
seketika tubuh drokage meleleh dan berubah menjadi lumpur.
" pengganti tubuh? " terkejut jounan.
tiba tiba dari sebelah kanan jounan terdapat puluhan pisau yang mengarah ke arah jounan hingga satu pisau menyeset pipi jounan.
jounan langsung berlari menghindari pisau itu. namun, di saat jounan sedang menghadap kebelakang drokage muncul di hadapan jounan dan memukul wajah jounan berkali kali. satu kali pukulan terkena yang lainnya masih bisa jounan tepis.
karena jounan sudah merasa lemah pukulan terakhir pun mengenai wajah jounan hingga ia terjatuh.
bugggg
" jounan! " terkejut sara.
" kau terlalu mudah. kau mempermalukan nama ahicu. tidak apa apa. aku akan bermain main denganmu sebelum aku akan membunuhmu seperti cacing. " gumam batin drokage.
tiba tiba di belakang punggung drokage ada bom kecil yang menempel.
duarrrr
" akhh "
jounan langsung bangkit melompat dan melemparkan 5 pisau yang di kaitkan dengan benang ke arah pohon yang berbeda.
sukkk sukkkk sukkk
jounan langsung menarik benang itu hingga tubuh drokage terikat dengan pohon.
" toppu! " jounan mengeluarkan jurus semburan angin ke arah drokage.
" tidakkkkkkk! "
karena semburan angin jounan sehingga serpihan pohon ikut terlempar dan menancap ke ke seluruh tubuh drokage.
" dia berhasil! " gumam batin sara.
sara berlari mendekat jounan sambil berkata. " jounan! kau berhasil! "
jounan tidak menjawab perkataan sara karena ia merasa kelelahan dengan nafas yang terengah engah.
" kau baik baik saja? bertahanlah. " ucap sara.
tubuh drokage terlepas dari ikatan benang itu dan langsung mengepalkan tangannya mengeluarkan jurus pelumpuh.
sara langsung terjatuh duduk di hadapan jounan.
" pelumpuh? " ucap jounan.
" tidak kuduga kau bisa memakai zetzu sekuat ini di usiamu. kau memang anggota keluarga ahicu sejati. aku memang menginginkanmu. " ucap drokage yang seketika suaranya berubah menjadi aslinya yang sedikit serak.
" haaaaaaaaaa " teriak jounan yng berusaha menggerakkan tubuhnya.
" kau benar benar saudaranya. matamu menyembunyikan kemampuan yang lebih kuat dari pada jouda. " ucap drokage.
" siapa kau sebenarnya? " teriak jounan.
drokage langsung mengambil buku itu dari mulutnya sambil berkata. " namaku drokage. jika kau ingin bertemu lagi denganku, berjuanglah untuk mencapai puncak ujian ini. kalahkan ketiga...ninja desa otonami bawahanku. "
" ucapanmu tidak masuk akal! kami tidak mau melihat wajahmu lagi, faham? " ucap sara.
" hahah tidak akan kubiarkan. " ucap drokage sambil melemparkan sebuah suntikan yang berisi bius ke arah lengan kiri jounan.
" akh! "
tiba tiba di tubuh jounan mengeluarkan garis segel seperti tato.
jounan langsung merasa kesakitan setelah terkena bius tersebut.
" kau! apa yang kau lakukan kepada jounan? " ucap sara.
" aku memberinya tanda perpisahan. jounan pasti akan mencariku demi kekuatan. aku suka melihat beragam kekuatanmu. " ucap drokage.
drokage langsung pergi meninggalkan mereka bertiga.
"akhhhhhhhh " jounan pun kesakitan karena biusnya mulai menyebar.
" jounan! bertahanlah, jounan. ayolah. " ucap sara.
jounan tiba tiba terpingsan di pangkuan sara.
" dara! jounan...daraaaa " teriak sara yang memanggil nama dara terus menerus.
karena dara masih terpingsan ia pun tidak mendengar teriakan sara.
" apa? apa yang harus aku lakukan? " ucap sara.
°°°°°°°°°
" aku bisa merasakan! " gumam batin guru zufa yang merasakan keberadaan drokage.
" dia di dekat sini. " ucap guru zufa.
setelah beberapa menit kemudian drokage dan guru zufa pun bertemu.
" lama tak jumpa. zufa. " ucap drokage yang sedang bersandar di bawah pohon.
" kau penjahat tingkat S, orang paling berbahaya yang di buru. karena itu, aku akan membunuhmu di sini meski nyawa taruhannya. itu tugasku Sebagai mantan muridmu.... yang belajar darimu. benar, bukan, drokage? " ucap guru zufa.
" kau tidak akan bisa. " ucap drokage.
drokage langsung mengeluarkan lidah pedangnya yang sangat panjang ke arah guru zufa.
namun guru zufa dengan cepat menghindari serangannya. sehingga lidah drokage menusuk ke pohon.
lidah drokage langsung menggibas pedangnya kembali dan mengenai sedikit pundak guru zufa.
" akhhhh! "
" senju jetshu! " teriak guru zufa yang menglurukan tangannya ke depan dan mengeluarkan 5 tali dari baju tangannya.
tali itu langsung mengikat tubuh drokage.
" tidak akan kubiarkan kau lolos! " ucap guru zufa sambil menarik tali itu dan menabrakannya ke arah pohon.
guru zufa dengan cepat menusuk telapak tangan drokage sambil berkata. " kena kau. "
tangan guru zufa di tempelkan ke dada drokage yang ingin mengeluarkan jurus bunuh diri.
" jurus ini. " ucap drokage terkejut.
"benar. kau dan Aku akan mati di sini. " ucap guru zufa.
guru zufa menarik nafasnya sambil berkata. " jurus ninja...jisofahu... "
perkataan guru zufa tiba tiba terhenti setelah mendengar Drokage tertawa.
" hahaha kau berniat untuk bunuh diri? " ucap drokage.
tiba tiba tubuh asli drokage muncul di belakang guru zufa sambil berkata. " pengganti tubuh. "
guru zufa langsung panik dan melihat drokage yang tangannya di tusuk olehnya seketika meleleh menjadi lumpur.
" sebagai senior Khusus dari desa ini, kau tidak bisa memakai jurus terlarang yang kuajarkan begitu saja. " ucap drokage.
guru zufa yang sudah melemah hanya melemparkan pisau ke arah drokage.
drokage dengan santainya menangkap pisau itu Dan berkata. " sudah ku bilang itu sia sia. "
" hakhh " drokage langsung menyempurnakan jurus yang guru zufa katakan.
guru zufa langsung semakin lemas sambil berkata. " kenapa kau di sini? "
" ini pertemuan kita setelah sekian lama, tetapi sikapmu sangat dingin. " ucap drokage.
"apa kau datang untuk membunuh tuan pemimpin? " tanya guru zufa.
" tidak. bawahanku kurang banyak untuk itu. kudengar kemampuan orang orang di desa ini dan kupikir aku harus merekrut mereka. " ucap drokage.
" akhh! " guru zufa kesakitan dan terjatuh merangkak.
" baru saja, kuberikan segel yang sama sebagai tanda perpisahan. ada anak yang kuinginkan. " ucap drokage.
" kau egois seperti biasanya. anak itu akan mati. " ucap guru zufa.
" tentu. peluang kematiannya satu banding sepuluh, tapi dia mungkin selamat sepertimu. " ucap drokage.
" kau sangat menyukai anak itu, ya? " ucap guru zufa.
" apa kau cemburu? hei apa kau masih dendam karena aku memanfaatkanmu dan mencampakkanmu? tidak seperti kau, anak itu lebih unggul. satu hal yang pasti, dia mewarisi kemampuan ahicu. tubuhnya juga bagus dan wadah yang bisa menjadi pewarisku. jika anak itu hidup, keadaan akan tambah menarik. " ucap drokage
" jangan batalkan ujian ini. tiga orang dari desaku juga mengikuti ujian ini. biarkan aku menikmatinya. jika kau merusak kesenanganku, anggap saja itu akhir dari desa kosaki. " ucap drokage sambil berjalan meninggalkan guru zufa.