
di saat semua murid sedang berdiskusi dengan timnya kecuali jounan yang sedang duduk di bebatuan dan melihat pengawal guru zufa sedang menutup lemari di dekat gerbang pintu masuk hutan.
"seperti itu ternyata, jadi, kami tidak tahu buku yang di berikan ke setiap tim. tidak tau siapa pemegang buku di antara dua orang itu. jika yang di katakan ryu benar, akan ada perjuangan hidup dan mati demi informasi di ujian ini. semua orang adalah musuh! keberanian semua orang di sini kuat. berarti mungkin akan saling membunuh." gumam batin jounan sambil membaca kertas perizinan yang di berikan oleh guru zufa.
"sepertinya mereka sedikit memahami arti dari surat perizinan." gumam batin guru zufa yang sedang melihat semua muridnya sedang berdiskusi.
"hei, lihat siapa itu! si hidung pesek, 'kan? aku pikir kau sudah lama pulang. tidak kupercaya masih di sini." ucap sashi yang melihat sara duduk sendirian di bawah pohon.
"lihat siapa ini? si sashi kurus yang jelek. mulai sekarang, ini adalah ujian bertahan hidup dua hari dengan jounan. tidak ada alasan untuk pulang." ucap sara.
sashi pun kesal menatap mata sara dengan tajam keduanya saling tatap tatapan dan mengejek.
"pesek!" ucap sashi.
"kurus!" ucap sara.
sachi dan jidan yang berada di belakang sashi ikut ketakutan melihat kedua wanita yang sedang berdebat ingin berantem.
"sara, ini tidak mungkin bagimu. demi keselamatanmu, sebaiknya kau pulang!" ucap sashi dengan nada tinggi.
"aku juga bisa mengatakan hal yang sama!" ucap sara.
"huuuh!" keduanya saling membuang tatapannya dan berjalan.
"jidan, kenapa mereka berdua selalu tidak akur?" tanya sachi.
"kau pikir aku peduli tentang hal tidak penting seperti itu?" ucap jidan.
"(surat perizinan) ya ampun. yang di butuhkan hanya menulis namaku, kenapa harus memakan banyak waktu?" ucap dara yang sedang berjalan sambil membaca kertas itu.
setelah dara menghadap ke depan ia melihat kagura yang sedang berdiri di samping pohon sambil membaca kertas perizinan.
"hai, kagura! sedang apa kau di sana?" ucap ucap dara.
"eh, dara. a..a..aku..." jawab kagura yang malu malu.
"sudah kutebak, anak ini aneh." gumam batin dara.
"sampai jumpa!" ucap dara melambaikan tangannya ke kagura dan melanjutkan berjalan.
"dara." ucap kagura pelan.
*****
pengawas yang berada di sebelah lemari itu berkata." sudah waktunya untuk menukar buku."
satu persatu tim pun saling bergantian mengambil buku itu dan saling menyembunyikan buku itu di badannya agar tidak ada yang tau siapa yang memegang buku tersebut.
"aku ingin tau berapa banyak tim yang selamat." gumam batin guru zufa yang sedang melihat semua muridnya dari kejauhan.
jam sudah pukul 12.00 guru zufa berkata." tim. yang sudah memegang buku, tetaplah bersama perwakilan kalian dan pergi lah ke pintu masuk! kita akan mulai dalam 30 menit!" ucap guru zufa dan berjalan ke arah pintu masuk hutan.
pintu masuk 1
"cihuy! bertahan hidup adalah keahlian kita! kagura, jangan tunjukkan kelemahanmu." ucap kaguza yang sudah berada di pintu masuk.
"ya." jawab kagura dengan singkat.
pintu masuk 2
"hidup atau mati. menyebalkan, tapi harus kita lakukan. karena sudah seperti ini, dara sasaran kita." ucap jidan.
"untuk mulut, ada permen...bagaimana dengan pilus?" ucap sachi yang sedang mengemut permen.
"kalian ini merepotkan!" gumam batin sashi.
pintu masuk 3
"bersiaplah! aku tidak akan kalah! akan kukalahkan siapapun yang mencoba menyerangku." ucap dara.
"ya!" gumam batin sara.
"benar!" jiwa sara.
jounan hanya terdiam dengan wajah cueknya.
pintu masuk 4
"akhirnya, peluangnya tiba. ini kesempatan untuk menjalankan misi kita." ucap jetsu yang menyerang lyuki.
pintu masuk 5
lyuki dan dua temannya.
pintu masuk 6
"tim musuh memang menakutkan, tapi...aku lebih takut menghabiskan dua hari dengan orang ini." gumam batin kaze sambil melirik ke arah raga.
pintu masuk 7
"incar pemula terlebih dahulu." ucap muto berbadan gendut teman dari drokage.
"mereka bilang boleh membunuh. jadi, itu lebih mudah." listi.
pintu masuk 8
"guru ziga, aku akan berusaha! aku pasti berhasil!" gumam batin met all.
jam sudah menunjukkan pukul 12:30.
"sekarang kita mulai ujian kedua dari ujian senior!" teriak guru zufa dan dua pengawalnya itu pun langsung membuka pintu masuk itu.
drokage dan muto pun lari ikut masuk.
"cari para bocah itu!" ucap drokage.
"mereka bertiga, bukan?" ucap muto.
°°°°°°°°°°
"bersiaplah! ayo!" teriak dara.
°°°°°°°°°°
tim kazuga pun berlari masuk ke hutan dan berhenti sejenak.
"baiklah. pertama, kita cari benda itu. kau bisa melakukannya, kagura?" ucap kazuga.
kagura yang mempunyai jurus mata tembus pandang langsung melakukannya.
"byukagi!
°°°°°°°°°°°
"pelan pelan, all! kita baru mulai." ucap hyuga.
"aku tau, tapi...aku tak bisa tinggal diam! kita tidak tau musuh kuat yang menanti kita." ucap met all.
"si bego yang menggila." ucap hyuga.
°°°°°°°°°°°°°
"seperti yang kalian ketahui, kita hanya punya satu sasaran!" ucap drokage.
°°°°°°°°°°°°
tim jidan sedang bersembunyi dan berjalan secara perlahan dan hati hati.
"eh, sedang apa kau, sachi?" ucap sashi yang melihat sachi malah duduk.
"istirahat sebentar. aku sudah lelah dan mulutku ingin makan permen." ucap sachi.
"apa maksudmu?" ucap sashi.
"lima menit saja belum." ucap jidan.
"tetapi apa boleh buat. mulutku ingin permen." ucap saschi.
"kau ini! sambil berjalan kan bisa, lagian bawa permen bisa, seharusnya bawa pisau juga bisa!" ucap sashi.
tiba tiba telinga jidan mendengar suara lonceng satu.
tinggg
"sashi! sembunyi!" ucap jidan.
sashi langsung lompat masuk ke dalam rumput yang besar sehingga badan mereka tidak tertutup oleh rumput.
jidan langsung menarik tangan sachi masuk ke dalam rumput itu.
ada tiga orang yang muncul di depan rumput persembunyian tim jidan dan melihat lihat sekitarnya.
jidan langsung mengintip dari balik rerumputan itu dan melihat permen sachi yang masih tertinggal di tempat di mana mereka berdebat tadi.
"bahaya!" gumam batin jidan.
salah satu dari tiga orang itu langsung memberi kode ke temannya menunjukan ke arah selatan dan mereka bertiga kembali berlari meninggalkan tempat itu.
"huftttt" nafas lega sashi.
"hal seperti ini berlanjut selama 2 hari?" gumam batin jidan.
setelah sudah 5 menit perjalanan tiga lelaki itu langsung berhenti dan melihat dari atas pohon memantau tim kazuga yang sedang berdiskusi.
"bagaimanapun, tebing adalah tujuan semua orang, 'kan? jadi, membuat perangkap di sekitar tebing adalah tindakan yang bagus. baik. tidak perlu membuang waktu, ya? di mana mereka?" ucap kazuga yang memerintahkan monyetnya untuk mencari jejak musuh.
"heh bocah. berdiskusi tanpa bersembunyi, seolah olah minta di temukan." ucap braza yang sedang memantau tim kazuga.
"mereka menyadari kedatangan kita, tapi mereka tidak tau di mana kita." ucap kruji.
"ada apa? wajahmu pucat." ucap jigo yang melihat wajah braza pucat.
tiba tiba muncul sebuah ular yang keluar dari baju braza.
"apa itu?" ucap jigo yang ketakutan.
ular itu langsung berjatuhan dari atas jigo dan kruji dan menghisap darah mereka.
"apa?" terkejut kruji.
"akhhhhhhhhhh!"
"ular terbang kosaki mendeteksi bau keringat dan sentuhan, lalu menyerang mangsanya dengan bergerombol. jika mereka terus menghisap darahmu selama 10 menit, kau akan tewas. memanfaatkan tingkah laku seperti ini, kami pasang perangkap di tempat yang di pakai musuh." ucap rino.
"sial!" ucap jigo.
"satu tim gugur!" ucap kazuga.
"akhhhhhhh!" teriak musuh itu yang kesakitan karena darahnya di hisap terus menerus oleh ular tersebut.