Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
energi tora bab 33



"aa."guru jozan memegang bahunya yang terkena oleh pedang zudanza.


"guru jozan!" teriak sara.


"kau datang terlambat,jozan. niatmu untuk membantu anak anak itu memengaruhi pikiranmu dan tampak sudah kukaburkan..matamu dengan kabut tebal.meskipun kau punya mata yang hebat itu, kemampuanmu baca gerakan musuh jadi buram.haha terus lah menghiburku,jozan. aku ingin membayar hutangku dengan caraa yang menghibur. jangan khawatir. soka akan mengalahkan anak anak itu."ucap zudanza.


"minta maaflah sambil membungkukkan tubuhmu kepada mereka di akhirat karena lemahnya kekuatanmu.hahahaha." ucap zudanza dan menaruh pedangnya di belakang punggungnya dan kembali menghilang.


"jounan akan di kalahkan?" gumam batin sara yang ketakutan.


"tidak tidak tidak itu mustahil! jounan...tidak akan kalah oleh dia dia tidak mungkin kalah! dara juga!" ucap sara.


"benar." sambung guru jozan.


"ha apa?" ucap sara.


"aku sangat percaya dengan mereka berdua dara adalah ninja yang sangat aktif nomor satu...jounan adalah anggota...dari tim terkuat di desa kosaki." ucap guru jozan.


zudanza yang mendengar perkataan guru jozan terkaget setelah mendengar bahwa jounan adalah dari tim terkuat di desanya.


"ha? tidak mungkin!" gumam batin zudanza.


"ya namanya jounan ahicu. dia mewarisi zetzu terkenal dari tim ahicu dalam dirinya. dia adalah ninja genius." ucap guru jozan.


"dia satu satunya yang selamat dari tim tragis itu? pantas saja dia cepat belajar.namun, sama seperti soka.belum pernah ada yang mengalahkan jurus rahasia soka.tak seorang pun. kalau begitu...sudah waktunya ku selesaikan ini."ucap zudanza.


"sara, tetap di sana." perintah guru jozan.


"ya.baik!" jawab sara.


guru jozan langsung berlari ke arah zudanza menghilang sebelumnya sambil berkata."akan ku akhiri ini sekarang!"


****


"dasar, kau...tak pernah berhenti... merepotkanku,ya?" ucap jounan kepada dara.


dara yang lemas melihat soka yang sedang tergeletak di hadapan jounan langsung berkata dengan wajah yang senang."kau berhasil! jounan!"


"ha?"terkejut dara yang melihat seluruh tubuh jounan tertancap oleh jarum karena melindungi dara.


"ukh ekspresi macam apa itu? dasar bego." ucap jounan yang berbicara sambil menahan rasa sakit dengan mulut yang mengeluarkan darah.


"kenapa?"tanya dara yang tidak mengerti.


"a..a..a.apa kau melindungiku?"ucap dara dengan membulatkan matanya.


"bagaimana aku tau?"ucap jounan dan mengingat perkataan dara yang ingin menjadi pemimpin desa dan keributan antara jounan dan dara.


"kau...aku membencimu.." ucap jounan.


"kenapa? kenapa aku? aku tidak meminta bantuanmu!" teriak dara sambil mengepalkan tangannya.


"tidak tau. fikiranku hanya melindungimu.bego." ucap jounan dan langsung terjatuh lemas.


dara yang melihat tubuh jounan hampir terjatuh ke tanah dengan cepat menangkap tubuh jounan.


brukkk


"jounan!" teriak dara sambil memegang tubuh jounan.


"orang itu...sampai aku bisa mengalahkan kakak iparku...aku menolak untuk mati.itu keputusanku,tapi... kau,jangan mati.."ucap jounan dan langsung terpingsan di pelukan dara.


dara yang mendengar perkataan jounan langsung terdiam dan terbengong dengan mata yang berkaca kaca.


"dia..demi melindungi orang yang berharga baginya,dia melawan, meski ia tau itu perangkap. dia ninja yang layak di hormati.apa ini pertama kalimu melihat kematian temanmu? seperti itu lah ninja." ucap soka sambil memasukan tubuhnya kembali ke cermin.


"berisik.meskipun aku...aku juga membencimu.takkan ku maafkan." ucap dara dengan kesal.


tubuh dara seketika mengeluarkan energi besar yang berwarna biru yang memutari tubuhnya.


"kubunuh kau!" ucap dara dengan wajah iblisnya.


"energi apa ini? tidak mungkin...energi bisa terlihat sampai seperti itu...selain itu,energinya sangat mengerikan." gumam batin soka.


energi itu pun langsung membentuk kepala harimau yang bertanduk satu dan kuku dara pun berubah menjadi tajam dan mengerikan.


"luka di bahunya langsung sembuh. anak ini...siapa sebenarnya dia?" ucap soka.


dara langsung melirik ke arah soka dengan mata yang berwarna merah ganas seperti ujung panah yang berbentuk+.


rauurrrrrrrr


guru jozan yang mendengar suara itu berkata." apa itu zudanza?"


raurrrrrrr


"bukan! energi mengerikan ini pernah...ha? jangan jangan..."gumam batin guru jozan yang semakin tegang.


"energi apa ini? terasa sangat jahat. energi jozan? bukan, ini terlalu besar untuk energi jozan. energi siapa ini?" gumam batin zudanza.


"dara! bahaya. penjaranya rusak di saat seperti ini? aku harus bergegas!" gumam batin guru jozan.


***


taring dara perlahan keluar dan berlari layaknya seperti harimau ke arah soka.


"dia datang!" ucap soka sambil melemparkan 3 jarum ke arah dara.


dara yang sedang di rasuki oleh harimau iblis dengan mudah menepis serangan itu dengan satu tangan.


"apa? semudah itu menepis seranganku! kalau begitu..." ucap soka.


soka dengan cepat berpindah cermin dengan menyerang sekeliling tubuh dara menggunakan jarum.


semua jarum itu mengenai punggung dara.namun, serangan itu pun tidak mempan kepadanya.


"haaaaaa!" teriak dara yang mengamuk dan berlari ke arah cermin yang ada soka di dalamnya dan memukulnya dengan keras sampai cermin itu pecah.


namun soka yang kemampuan berpindahnya sangat cepat langsung berpindah ke cermin yang berada di atas dara dan langsung menyerang dara dengan pukulannya.


" ini pasti berhasil!" teriak soka.


duarrrrr


soka tidak berhasil memukul dara dari atas karena dara dengan sigap menghindarinya dan akhirnya ia memukul tanah hingga tanah itu hancur.


"kenapa?" ucap soka sambil Terbang ingin masuk ke dalam cermin kembali.


namun dara yang melihat itu dengan cepat memegang kaki soka.


"mustahil!" teriak soka yang terkejut kalau dara berhasil menangkapnya.


***


"jangan jangan penjara tora yang berada di tubuh dara telah rusak? tidak.perasaan ini...memang benar penjara itu hampir lepas dan energi tora keluar, tapi... untunglah mantranya tidak semuanya rusak. aku masih punya waktu!" ucap guru jozan sambil mengeluarkan kertas di sakunya.


"kau dengar zudanza? kita berdua orang sibuk. aku tau ini tidak sesuai gayamu, tapi kurasa sudah waktunya kita berhenti bermain main. Bagaimana jika kita selesaikan dengan jurus berikutnya?" ucap guru jozan sambil mengepalkan kedua tangannya dan di tengahnya kertas yang berisi mantra.


"menarik. apa yang bisa kau lakukan di situasi seperti ini? maju lah, jozan. tunjukkan kepadaku." ucap zudanza.


***


"bahaya! aku tidak bisa menahan auranya!" teriak soka.


"haaaaaaaaa!" dara langsung mengepalkan tangannya sambil menarik kaki soka dan memukul wajah soka dengan sangat kuat.


pyarrrrrr


soka langsung terpental hingga menabrak cerminnya sendiri dan terjatuh ke tanah hingga hingga garis yang ada di pipinya mengeluarkan darah.


soka yang masih mempunyai sedikit tenaga langsung berdiri dengan lemah.


"haaaaaaaaa" teriak dara yang kembali berlari ke arah soka.


"zudanza...aku tidak bisa mengalahkan anak ini.zudanza..aku..."gumam batin soka sambil melihat tangan dara yang sudah mengarah ke wajahnya.


di saat tangan dara sudah berada tepat di depan wajah soka seketika ikat kepala soka dan garis di pipinya menghilang dan dara menghentikan pukulannya.energi iblisnya pun ikut menghilang seketika.


"k..k..kau yang waktu..." ucap dara yang baru menyadari kalau soka adalah orang yang pernah ia temui.


"kenapa? kenapa kau berhenti? meskipun aku membunuh temanmu yang berharga kau tak bisa membunuhku?" ucap soka.


dara yang semakin geregetan melihat wajah soka ia langsung memukul wajah soka hingga soka mundur ke belakang dan terjatuh sambil berkata."sial!"


"ukhuk"soka terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya dan berdiri kembali.


"apa yang terjadi dengan kekuatanmu yang tadi? kau tidak bisa mengalahkan ku dengan kekuatan seperti itu. bukankah dia orang yang berharga bagimu? " ucap soka sambil mengusap bibirnya.


dara langsung mengingat pertanyaan soka orang yang berharga bagi dara.


"banyak orang yang salah paham. mereka tak menghabisi musuhnya karena belas kasihan. mereka membiarkannya hidup. bagiku itu bukan belas kasihan ataupun semacamnya. apa kau tau rasanya tidak di butuhkan oleh siapapun, hidup hari demi hari tanpa ada impian, rasa sakit dari semua itu." ucap soka.


"bicara apa kau?" ucap dara.


"zudanza tidak butuh ninja yang lemah dan kau telah mengalahkan kekuatanku." ucap soka.


"kenapa? kenapa kau harus menuruti orang seperti dia? dia di bayar oleh penjahat untuk melakukan hal buruk! apa hanya orang itu yang berharga bagimu?" ucap dara yang kesal kepada soka.


"dulu, ada orang lain yang berharga bagiku. mereka adalah orang tuaku. aku lahir di pulau tanah, di desa kecil yang di selimuti debu tebal. orang tuaku bekerja di kebun. kami sangat miskin, tapi orang tuaku terlihat puas akan hal itu. aku bahagia saat itu. mereka adalah orang tua yang penyayang.namun....saat aku cukup besar untuk memahami keadaan, sesuatu terjadi." ucap soka.


"sesuatu? apa yang terjadi?" tanya dara.


"darahku..."ucap soka sambil mengelus mulutnya yang ada darahnya menggunakan tangan dan memandang darah itu.


"darah? katakanlah! apa yang terjadi!" ucap dara.


"ayahku di bunuh oleh seorang ninja.kemudian ibuku berlari meninggalkan ayahku sambil menggendongku."ucap soka.


"apa?"


"setelah mengalami perang tanpa henti,ora dengan hino kagami di benci dan di takuti di pulau tanah." ucap soka.


"hino kagami?" ucap dara.


"kekuatan istimewa atau jurus yang di wariskan lewat tim tertentu, dari orang tua ke anak, atau dari kakek ke cucu. karena kekuatan mereka istimewa, tim itu di manfaatkan dalam berbagai pertempuran.maka, mereka yang mempunyai hino kagami di takuti sebagai pembawa bencana atau kematian.saat perang berakhir, mereka memutuskan untuk sembunyikan kekuatan istimewa mereka. jika ada yang rau rahasianya, mereka akan mati. aku yakin anak itu mengalami penderitaan juga(jounan). semakin besar kekuatanmu, kau akan di takuti.ibuku memiliki hino kagami. dia merahasiakannya dari ayahku. dia berharap, untuk sementara...tidak, dia pasti berfikir bisa menjalani hidup sederhana selamanya."ucap soka dan mengingat ia waktu kecil bersama ibunya.


("ha?" kaget ibu soka yang melihat soka bisa membuat segumpal tanah tanpa soka pegang. "lihat. ibu! lihat!" ucap soka yang memperlihatkan kemampuan itu kepada ibunya. "tidak! kenapa kau juga?"ucap ibunya sambil menjiwit telinga soka hingga kesakitan. "sakit ibu! sakit!" teriak soka. "maaf,soka...maafkan ibu" ucap ibu soka sambil menangis memeluk soka.)


"namun..ada seorang ninja yang mengetahui rahasia kami dan ayahku di perintahkan oleh ninja itu untuk membunuh diriku.namun, ayahku menolaknya dan ayahku lah yang menjadi penggantinya.saat kusadari...telah kusadari aku merasa telah membunuh ayahku sendiri.saat itu, yang ku pikirkan adalah...tidak, itu hal yang terpksa ku pikirkan. aku menyadari itu hal yang paling menyakitkan." ucap soka.


"hal yang paling menyakitkan?"ucap dara.


soka melanjutkan perkataannya.


"bahwa aku... keberadaanku tak penting bagi orang lain di dunia ini."ucap soka.


dara yang mendengar cerita dari soka langsung terkejut membulatkan matanya.


"dia sama sepertiku." gumam batin dara.


"kau mengatakan kepadaku akan menjadi ninja terhebat di desamu...dan membuat semua orang menghormatimu.jika seseorang datang dan menerimamu apaa adanya, tidak ada yang lebih penting bagimu dari pada orang itu.meski dia tahu(zudanza)aku dari tim hino kagami.zudanza menerimaku. kekuatanku yang di benci semua orang...dia menginginkannya, membutuhkannya.aku sangat senang. maafkan aku zudanza. aku tak cukup layak untuk menjadi alat yang kau cari." ucap soka dengan wajah yang sedih.


"dara! aku ingin kau...mwmbunuhku." ucap soka yang sudah menyerah dan memerintahkan dara untuk membunuhnya.


#maaf gays bru apload bru pulih abis sakit🙏☺️