Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
kemampuan raga bab 59



" met all. " panggil sara.


" kenapa? " jawab met all.


" terima kasih. berkat bantuanmu, aku bisa bangkit. aku merasa bertambah kuat. " ucap sara.


met all hanya mematung dengan wajah menahan salting.


" ahhhhh sara. sepertinya usahaku saja tidak cukup. " ucap met all.


" jounan. sesuai dugaan dari keluarga ahicu, kau memiliki kekuatan yang hebat yang bisa mengusir ninja desa otonami. aku di hajar habis habisan. " ucap met all.


" apa? dia di hajar habis habisan? bicara apa dia? apa mereka benar benar sekuat itu? " gumam batin jounan yang terkejut.


" sara! setelah flaksi mekar dua kali, mari kita bertemu lagi. lalu saat itu, aku sudah bertambah kuat. aku berjanji. " ucap met all.


"hm baik. " ucap sara tersenyum manis.


dara yang melihat met all berkata seperti itu, dara melihatnya dengan tatapan yang sinis.


" hei, sara! kesini! biarku betulkan kalungmu! " panggil sashi.


" ide bagus. " ucap sara.


sashi pub langsung membetulkan Kalung sara sambil berkata. " kau benar benar licik. memeluknya seperti itu, hidung pesek. "


" itu disebut "gerakan tambahan", sashi si sapu lidi. " ucap sara sambil menyeringai.


hyuga yang masih menunggu temannya di atas pohon bergumam dalam hati sambil menatap ke arah jounan. " jounan ahicu. bagaimanapun, dia adalah lawan yang kuat. "


*********


" kau tidak apa apa, renska? " ucap kazuga yang melihat seluruh renska gemetaran sambil mengelus kepala renska.


" u u aa "


" apa dia masih gemetar? sudah lebih dari setengah hari. " ucap rino.


" renska..." ucap kagura yang tidak tega melihat renska ketakutan.


" bukan salahnya. itu karena dia melihatnya.... " ucap kazuga.


mereka pun melanjutkan perjalanannya.


" cihuyyy... bagaimanapun, otak adalah modal untuk bertahan hidup! benar, 'kan, renska? " ucap kazuga.


" uu uuu. " jawab monyet kazuga.


" kita beruntung, mereka yang masuk perangkap mempunyai buku tanah! kalau begini, kita akan menjadi yang pertama, ke tebing! " ucap kazuga.


" jangan lengah, itu berbahaya. sekecil apapun seekor lalat, ia harus selalu melindungi diri. kita harus berhati hati agar tidak bertemu dengan musuh. dengan begitu, kita akan aman. " ucap rino.


" tenang saja, aku tahu itu! seperti biasa, kau bicara dalam bahasa yang sulit di mengerti, maniak lalat. " ucap kazuga.


"emmm namun, rino ada benarnya. " ucap kagura.


" ayolah, aku tahu itu. " ucap kazuga.


" dara, kuharap dia baik baik saja. " gumam batin kagura.


" uuaa. " ucap renska yang mendapat informasi.


" oi, berhenti. " ucap kazuga.


Rino dan kagura akhirnya menghentikan langkahnya.


" kita berhati hati agar tidak bertemu dengan musuh, 'kan? kalau begitu, kagura, bisa periksa satu kilometer ke arah depan? " ucap kazuga.


" ya, akan kuperiksa. " jawab kagura.


" byukagi! " ucap kagura yang mengeluarkan jurus apa yang ia lihat akan tembus pandang.


" ada seseorang di sana. " ucap kagura yang melihat raga dari kejauhan puluhan meter.


rino pun langsung menempelkan kupingnya di pohon yang di sampingnya.


" sepertinya, ada enam orang. " ucap rino yang menebak.


" baiklah! ayo kita lihat! " ucap kazuga dengan bersemangat.


" kazuga! apa maksudmu? jangan ke sana. " ucap rino.


" pengawas menyuruh kita untuk membawa sepasang buku tanah dan air. dia tidak melarang mengambil lebih. jika kita ambil lebih, berarti lebih banyak tim yang akan gagal. " ucap kazuga.


" tetapi... " ucap kagura khawatir.


" kita hanya akan melihat dahulu. jika terlalu berbahaya, kita tidak perlu bertarung. ayo. " ucap kazuga.


" apa? " ucap kagura yang ikut berlari.


" dia memang menjengkelkan. " ucap rino dan ikut pergi menyusul kazuga dan kagura.


tiba tiba di pertengahan jalan renksa terdiam dan merasa ketakutan.


" kenapa, renska? " tanya kazuga.


" ada apa? tiba tiba kau berhenti. " tanya kagura.


renska langsung mengumpat di balik badan kazuga.


" renska tiba tiba ketakutan. " ucap kazuga yang kebingungan.


" kenapa begitu? " tanya kagura.


" renska bisa merasakan tingkat energi musuh dan tahu kekuatannya. namun, ini pertama kali dia setakut ini. orang yang ada di sana bukanlah orang biasa.


°°°°°°°°°°


" anak anak desa sukanzi datang untuk menantang kita tanpa ada rasa ragu. " ucap sinca dengan menggunakan topi jerami.


" bodoh sekali. " ucap Kachin yang menggunakan penutup mata satu.


tim raga pun hanya menatap musuhnya dengan tatapan mengerikan.


" mau apa si pendek itu terlibat dengan mereka? " ucap kazuga yang sedang melihat raga di balik semak semak.


" ua a au a. " renska.


" apa yang renska katakan? " tanya kagura.


" dia bilang lelaki besar itu berbahaya. " ucap kazuga.


" mereka memang terlihat mengerikan. mereka tampak kuat. " gimam batin kagura.


" hei, bocah, pilihlah lawanmu. kalian semua akan mati. " ucap jasho dengan perban di kepalanya.


" cukup basa basinya. ayo lakukan dengan cepat. pak tua dari desa ryukizagi. " ucap raga dengan santai.


" buku apa yang mereka miliki? " gumam batin kaze.


" oi, raga! bukankah sebaiknya kita mencari informasi terlebih dahulu sebelum mengalahkan mereka? jika buku mereka sama dengan kita, tidak perlu bertarung. pertarungan yang tidak penting.... " ucap kaze.


" karena itulah aku tidak mau bersama orang ini. " gumam batin kaze.


" baiklah, ayo lakukan dengan cepat! " ucap kachin yang mengambil 4 tongkat dari punggungnya dan melemparkan ke atas.


" matilah bocah! hujan jarum! " teriak kachin, tiba tiba tongkat itu mengeluarkan puluhan jarum dan memutari tubuh tim raga.


raga hanya melihatnya dengan santai dan tidak merasa takut sedikitpun.


" semua arah tercakupi, tidak ada titik yang tidak terjamah jurus ini. di tambah lagi, semua jarum ini di kendalikan dengan energiku....dan menyerang mangsa sasaran! " ucap Kachin.


jarum itu pun menjatuhi tubuh raga dari atas.


bommmmm


" hah terlalu mudah. " gumam batin kachin dengan tersenyum.


" apa? " terkejut kachin yang melihat tubuh raga tertutup oleh air seperti tameng.


" hanya itu kemampuanmu? " ucap raga.


" tidak mungkin! satu pun tidak kena? dia tidak terluka? " ucap kachin yang Mulai ketakutan.


" mustahil! " ucap kachin yang melihat di depan raga ada yang belum di tutupi oleh air dan segera mengarahkan jarum itu ke arah raga.


*** *** cukkkk cukkkk


air itu pun langsung menutupi wajah raga.


" hujan jarum, ya? akan kubuat jadi hujan darah. " ucap raga.


kachin dan kedua temannya mulai panik.


" energinya besar sekali. selain itu, airnya, baunya mengerikan. " ucap kazuga.


" bau apa? " tanya rino.


" bau darah yang pekat. " ucap kazuga yang.


" dinding air ya? " ucap kachin.


" benar. pertahanan sempurna dengan air. dia memanipulasi air di dalam bambu dan mengeraskannya dengan energi yang besar. itu melindungi sekeliling tubuh raga. terlebih lagi, dinding itu bisa bergerak otomatis bahkan tanpa kehendak raga. yang artinya semua serangan di depan raga akan sia sia. " ucap kaze.


" bocah itu.... " ucap kachin yang kesal.


" kalian tidak akan bisa mengalahkan Raga. " ucap kaze.


" jangan meremehkanku! " teriak kachin sambil berlari ke arah raga.


raga langsung meluruskan tangan ke depan dan menfokuskan ke arah kachin.


" dia akan mati. " gumam batin kaze.


" itu akibatnya jika melawan raga. " gumam batin made.


" sabika ryu! " ucap raga.


air itu langsung menyerang ke arah kachin dan mengikat seluruh tubuh kachin sehingga ia tidak bisa bergerak.


" akh aku tidak bisa bergerak. " ucap Kachin.


kedua temannya ketakutan dan tim kazuga yang melihat sontak terkejut.


" kuat sekali..." ucap kachin yang mencoba memberontak.


" aku bisa membungkam mulutmu yang berisik dan membunuhmu. tetapi itu terlalu menyedihkan. " ucap raga.


" sabika sajhu! " teriak raga yang mengeluarkan jurus seperti anak panah menggunakan air dan menembakannya ke arah kachin.


cuzzzzzzzz


crukkkkkkkkk


duarrrrrrrr


setelah busur itu menancap di dada kachin. busur itu meledak dan menyebabkan tubuh kachin hancur berkeping keping sehingga darahnya pun muncrat seperti hujan.


tim kazuga pun terkejut setelah melihat kekejaman raga.


" hah! " terkejut shinca karena darah membasahi tubuhnya.


" tidak ada rasa sakit. aku membunuhnya lebih cepat dari pada biasanya. darah dari mayat bercampur dengan air dan memberi kekuatan kepada iblis tempur. " ucap raga.


" bu...bu.. buku ini untuk kalian! tolong! biarkan kami pergi! " ucap jasho dengan kaki gemetaran.


gara pun langsung menggerakkan air itu ke arah sinca dan jisho dan mengikat tubuh keduanya.


" tidak! " teriak jisho.


" ampun! maafkan kami! " teriak sinca.


raga langsung mengarahkan anak panah itu dan menembakan ke sinca dan jisho.


crukkkkkk


" akhhh! "


" gawat! kita akan mati jika ketahuan! " ucap kazuga.


mereka bertiga pun bergegas berlari dari tempat itu.


kaze berjalan ke arah buku itu dan mengambilnya sambil berkata. " kita beruntung, ini buku air. baiklah. ayo ke tebing. " ucap kaze.


" diamlah. ini belum cukup bagiku! " ucap raga.


" ha? apa dia menyadari kehadiran kami? " gumam batin kazuga yang sedang berjalan namun mendengar perkataan raga.


" sudahlah, raga. " ucap kaze.


" apa kau takut, pengecut? " ucap raga.


kaze yang mendengar perkataan raga merasa kesal dan berjalan ke arah raga sambil berkata. " raga! bagimu memang tidak masalah, tapi itu berbahaya bagi kami! sepasang buku sudah cukup. lebih dari ini... "


" sampah sepertimu tidak berhak memerintahku. " ucap raga yang ingin menyerang raga.


kaze pun semakin dan menarik baju raga sambil berkata. " sudah cukup! kenapa tidak coba mendengarkan ucapan kakakmu? "


" aku tidak pernah menganggapmu sebagai saudaraku. jika kau menghalangiku, akan kubunuh. " ucap raga.


" raga, hentikan. tolonglah. jangan mengatakan hal seperti itu. tolong dengarkan ucapan kakakmu ini. ya? " ucap made yang mencoba membujuk raga.


" baiklah. " ucap raga dan berjalan.


" karena itulah aku benci anak kecil. " gumam batin kaze.


" uu aa ua ua. " renska yang masih ketakutan.


" apa? ternyata begitu, renska? seharusnya kau mengatakannya lebih cepat. " ucap kazuga dengan nafas yang terengah engah karena lega.