Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
pendaftaran bab 40



"hei jounan kenapa tiba tiba?"ucap sara.


"sara.mundurlah dari ujian junior bagimu itu mustahil."ucap jounan.


"begitu yah? sudah kuduga."ucap sara dengan wajah yang termenung.


"ujian junior adalah untuk mengumpulkan ninja terbaik.kau bisa mati jika tidak berhati hati."ucap jounan.


"jounan! jadi, kau peduli padaku,kan?"tanya sara dengan senang.


"ya.mungkin."ucap jounan.


"hahahahah perhatian sekali." ucap dari kejauhan seseorang berjubah dari belakang jounan.


"pergilah jika kau ingin selamat!" ucap jounan dengan santai.


"jangan sok jago!"teriak lelaki itu sambil melemparkan 2 pisau ke arah jounan.


ting ting


jounan langsung membalikan badannya dan menangkis kedua pisau itu.


"jangan membuatku marah!"teriak jounan sambil berlari ke arah lelaki berjubah itu.


lelaki itu langsung mengeluarkan panah dan menembakan ke atas hingga beberapa busur itu mengarah ke arah jounan.


"ha?"terkejut jounan.


cruk crukkkk crukk


"jounan!" teriak sara khawatir.


"jounan? jounan!" teriak sara yang melihat tubuh jounan sudah tertancap beberapa busur.


****


"sedang apa kau?"ucap lelaki berjubah itu.


"bagaimana jika aku menolak?"ucap dara.


"kau tidak peduli apa yang akan terjadi kepada bocah ini?"ucap lelaki berjubah itu.


"aku tidak peduli apa yang akan terjadi kepada boneka itu."ucap dara.


"apa? kapan dia melakukannya?"kaget lelaki berjubah itu yang seketika jusi yang berada di belakangnya berubah menjadi sebuah boneka.


lelaki berjubah itu langsung melihat ke atas pohon dan melihat dara bersama jusi.


"haha kuambil kembali jusi darimu.terima kasih!"ucap dara sambil mengeringai.


"bos memang hebat.aku mengagumimu."ucap jusi yang terpukau dengan kemampuan dara.


"sial! futari ni naru,ya?"ucap lelaki berjubah itu.


"kau tidak tau kapan saatnya menyerah!" teriak bayangan dara sambil melemparkan kayu ke arah lelaki itu.


"hajar!" ucap kedua bayangan dara.


bukk bukkk bukk bukkkk


dara langsung mengikat kedua tangan dan kaki Lelaki itu hingga tidak bisa bergerak.


"kak dara!" teriak kona yang baru saja datang.


"hoi! kau terlambat kona!" ucap dara.


"kona,aku takut!" ucap jusi yang berlari ke arah kona dan langsung memeluk kona.


"tenanglah."


"bos, kau berhasil menangkapnya?"tanya kona.


"ya, seperti yang kau lihat! eh! apa?"ucap dara yang melihat ke arah lelaki yangg sudah di ikatnya.namun,berubah menjadi kayu yang di ikat.


"wah! ini namanya jiko hen'i! sial! kapan dia menggantinya?" ucap kona. yang mengetahui jurus itu.


"begitu rupanya."ucap lelaki berjubah itu yang bersembunyi di balik pepohonan yang tidak jauh dari dara.


***


sara pun menangis melihat jounan terbaring yang tidak sadarkan diri.


"jika tak mau seperti ini,kau juga harus mundur dari ujian junior."ucap lelaki berjubah itu.


"jounan,jangan mati!"ucap sara.


"kau membuat kesalahan besar jika mengira aku akan mengatakannya. sejak awal,aku sudah tau ini tipuan."ucap sara kalau ia menyadari bahwa jounan yang tertusuk adalah bayangan.


"apa?" ucap lelaki berjubah itu.


"jounan yang asli tak akan mengajakku jalan jalan.jangan membuatku emosi! bayangan seperti ini tak akan mempan padaku.


"apa, katamu?"


"kebetulan,aku juga tau kau adalah ilusi dan tidak ada di sini."ucap sara.


"hahaha lihat saja!"teriak lelaki itu sambil melemparkan tombak ke arah sara.


namun dengan santainya sara hanya berjalan ke arah lelaki itu dan sengaja mengenai tombak itu namun tombaknya tembus.


"lihat?"ucap sara.


"hahaha anak didik jozan memang hebat. namun ini, akan menjadi nyata di ujian junior! kita lihat apa kau bisa bertahan!" ucap lelaki berjubah itu dan perlahan menghilang.


"aku tidak takut! akan ku hadapi semuanya! ujian junior itu..."ucap sara dengan semangat.


"aku masih tidak yakin kalau aku bisa."ucap sara merenung.


*****


bukkkkkk


jounan menendang keras perut lelaki berjubah itu sambil berkata."itu tindakan yang bodoh."


****


guru jozan yang sedang berdiri di atap rumah sambil menunggu orang suruhannya datang.


"bagaimana?" tanya guru jozan yang mengetahui kalau Lelaki itu baru saja tiba.


bufttttt


ternyata lelaki berjubah itu adalah guru ramada yang sedang melakukan penyamaran.


"seperti katamu,tampaknya kemampuan mereka sudah lumayan"ucap guru ramada.


"namun,ujian junior yang sebenarnya tak akan berakhir seperti ini."ucap guru jozan.


*****


keesokan harinya di sekolah khusus ujian junior


"sara,kau terlambat!" ucap dara.


"ya, maaf."ucap sara sambil melambaikan tangan.


"selamat pagi,jounan."sapa sara.


"ya."jawab jounan dengan singkat.


"ada yang aneh pada sara."gumam batin jounan.


*****


di ruang c semua murid junior sedang mengantri.namun, ada dua anak laki laki yang menghalangi jalan met all dan teman teman yang lainnya.


bukkkk


met all langsung terpental hingga terjatuh.


"jadi,kau mau mencoba mengikuti ujian junior hanya dengan kemampuan seperti itu?"ucap lelaki bertopi putih.


"mungkin sebaiknya kalian mengundurkan diri."ucap lelaki bertindik di hidungnya.


"bagaimanapun, kalian bocah yang tak berpengalaman."ejek lelaki bertopi itu.


"tolong biarkan kami lewat."ucap perempuan bernama zuko yang berada di sebelah met all.


bukkkk


zuko pun ikut terpukul oleh lelaki bertindik itu.


"akh"


"apa katamu?dengar, kami bersikap baik kepada kalian. ujian junior itu sangat sulit."ucap lelaki bertopi.


"kami berdua banyak lihat orang yang berhenti menjadi ninja begitu juga dengan orang yang berakhir cacat....hanya karena mengikuti ujian ini. selain itu, junior berada di tingkat ketua tim. kegagalan misi, kematian anak buah, semua itu tanggung jawab ketua! apa salahnya kami mengurangi peserta yang hanya akan gagal?"ucap lelaki bertindik itu.


tim dara tiba tiba datang dengan gayanya yang santai.


"cukup adil.akan tetapi,biarkan aku lewat. bisa hilangkan juga pelindung pintu yang di ciptakan dengan dimensi ini? aku ada urusan di lantai 2."ucap jounan dengan santai.


"apa yang ia bicarakan?"tanya lelaki bertindik kepada temannya.


"entah."


"ha jadi kau sudah tau,ya?"ucap lelaki bertopi kepada jounan.


"bagaimana,sara? seharusnya kau yang pertama menyadarinya. keahlian analisis dan pengetahuan dimensimu yang paling meningkat di dalam tim kita."ucap jounan.


"jounan...terima kasih.tentu saja,sudah ku sadari sejak tadi.ini adalah lantai satu."ucap sara.


"ya."angguk dara.


"hemmm lumayan juga,tapi kalian masih belum bisa mengalahkanku.benar bukan?"ucap lelaki bertopi memukul ke arah jounan dengan keras.


dengan cepat jounan juga membalas dengan tendangannya agar adu kekuatan kaki dan tangan mereka.namun, met all yang melihat itu dengan cepat langsung berdiri dan menangkap kaki dan tangan mereka berdua.


"ha cepat sekali.orang ini...dia berbeda dari saat terkena pukulan tadi!" gumam batin sara yang terkejut melihat kecepatan menangkis dari seorang met all.


"dia menangkap tendanganku? ada apa dengan energi di tangannya itu?"gumam batin jounan sambil membulatkan matanya.


"hoi,bukan ini yang kau janjikan.kau yang mengatakannya sendiri tak mau menarik perhatian dan hanya ingin menonton."ucap huga yang satu tim dengan met all.


"namun..."ucap met all sambil memandang wajah sara yang cantik.


"ah, terjadi lagi."ucap zuko sambil geleng geleng kepala.


"orang ini..bekas pukulannya menghilang.apa dia berpura pura?"gumam batin jounan.


met all langsung berjalan menghadap ke sara dan berkata."namaku met all. namamu sara kan?"


"apa?"ucap sara.


"berkencanlah denganku! aku akan melindungimu sampai mati!"ucap met all sambil menyengirkan giginya.


dengan wajah gelinya sara berkata."pastinya tidak."


"eh?"terkejut met all.


"kau alay."ucap sara.


"huft"met all langsung menghadapkan wajahnya ke bawah.


"hei kau perkenalkan dirimu."ucap huga kepada jounan.


"saat menanyakan nama orang,sebutkan namamu terlebih dahulu."ucap jounan.


"kau pemula,bukan? berapa usiamu?"tanya huga.


"tak perlu di jawab."ucap jounan.


"apa?"ucap huga.


"dia ganteng."ucap zuko yang melihat ketampanan jounan.


jounan langsung membalikan hadapannya ke arah sara.


"oke lah,jounan,dara, ayo pergi!"ucap sara.


"oh jadi, mereka murid kesayangan jozan dan ziga."ucap lelaki bertopi dari belakang pintu.


"untuk sekarang, pendaftaran mereka di luluskan."ucap lelaki bertindik.


"tampaknya peserta tahun ini menarik..."ucap lelaki bertopi itu.


"untuk kami juga para pengawas."ucap lelaki bertindik itu.