
"sepertinya mereka sudah memulainya." ucap guru zufa yang mendengar suara teriakan dari luar hutan.
°°°°°°°°°°°
"apakah tadi suara teriakan?" ucap sara yang sedang berjalan tiba tiba mendengar suara teriakan.
"aku jadi sedikit gugup." ucap sara.
"itu bukan apa apa, sara. tenang saja!" ucap dara yang mencoba menenangkan sara.
"eh sebentar aku mau buang kecil." ucap dara dan langsung membuang air kecil di pohon yang berada di depannya.
bukkkkkkkk
"dasar bego! apa kau mau buang kecil di depan wanita? pergi ke dekat pohon sana!" ucap sara yang memukul kepala dara.
"huftttt aku sudah lega." ucap dara yang sudah selesai buang air kecil.
"sudah kubilang, jangan di depan wanita!" ucap sara.
bukkkkk
tiba tiba jounan langsung memukul pipi dara hingga terpental.
"jounan, apa yang kau lakukan." ucap sara.
"kenapa kau menyerangku?" ucap dara.
jounan kembali menyerang dara berkali kali.namun, dara terus menghindari pukulannya. di saat tendangan terakhir jounan langsung mengenai perut dara sampai terjatuh.
"apa yang kau lakukan?" ucap dara sambil memegang perutnya yang kesakitan.
"kenapa bertanya? seharusnya aku yang bertanya, 'kan?" ucap jounan dan mengeluarkan pisau dari sakunya dan kembali menyerang dara.
"jounan!" ucap sara.
"apa boleh buat!" ucap dara yang ikut mengeluarkan pisau dan menyerang jounan.
tinggg tinggg tingggg tingggg
"jounan, hentikan!" ucap sara.
"lihat dia baik baik!" ucap jounan.
sara langsung melihat ke arah dara.
"katakan! di mana dara yang asli?" ucap jounan.
"ha?" terkejut saraa.
"aku tidak mengerti maksudmu!." ucap dara terkejut.
"ke mana gelang di tangan kirimu?" ucap jounan.
sara dan dara pun sontak terkejut.
"aku sedang bertanya, ke mana gelang yang di berikan oleh pengawas tadi? tempat pisaumu ada di kaki kirimu. dara tidak kidal. kau lebih buruk dalam peniruan tubuh dari pada dara, penipu!" ucap jounan.
buftttttt
lelaki itu langsung berubah wujud asli lelaki menggunakan kacamata yang di buat dari kayu dan menutup matanya dengan bandana putih yang di lubangi di bagian matanya.
"sayang sekali! kau mengetahuinya. kalau begitu....siapa yang memegang buku? jika kalian menurut, kalian akan kuampuni." ucap lelaki itu.
jounan dan sara hanya terdiam dan bersiap siap untuk bertarung.
"okelah, aku terpaksa memakai kekerasan!" ucap lelaki itu dan berlari menyerang jounan.
jounan langsung meloncat dan mengeluarkan jurus semburan angin.
"toppu!"
duar duar duar
serangan itu pun langsung di hindari oleh lelaki itu.
tinggg
jounan menahan serangan dari Lelaki itu.namun, di saat jounan sedang berada di atas pohon ia melihat dara yang sedang terbaring dan diikat kedua tangan dan kakinya.
"woi! jounan!" teriak dara.
"yang benar saja, pecundang." ucap jounan dan melemparkan dua pisau ke arah tangan dan kaki dara yang terikat.
"baiklah!" ucap dara yang terlepas dari ikatan itu.
"kau lengah! beruntung!" lelaki itu melemparkan 3 pisau dan 2 bom kecil.
cruk cruk cruk
jounan meloncat dan pisau itu menancap di pohon bawah kaki jounan.namun, tanpa jounan sadari bom itu baru saja sampai di hadapan jounan dan meledak.
jounan langsung meloncat dari pohon dan turun ke bawah.namun, Lelaki itu dengan cepatnya berdiri di belakang jounan dengan memegang pisau sambil berkata." sangat beruntung! kubunuh kau jika bergerak! serahkan buku itu padaku!"
"ha jounan!" teriak sara.
dara dari belakang langsung menendang punggung lelaki itu.
bukkkkk srakkkkkkk
"kau takkan lolos!" ucap dara.
"kau selalu terlambat, dara!" gumam batin jounan.
jounan mengeluarkan mata zetzunya dan menggerakan pisaunya menggunakan mata dan di arahkan ke arah lelaki itu.
wuggggg
di saat lelaki itu menghindari pisaunya ia dan memutar tubuh.tiba tiba menyerang dari belakang dan menusukan pisau ke punggungnya.
"jounan!" teriak sara.
"jangan hanya berdiri di sana, sara! orang ini tidak mungkin sendirian! paham? jika kau lengah, kau bisa terbunuh!" ucap jounan dan menarik pisaunya sambil mendorong lelaki itu.
"sial, aku datang sendiri untuk menyembunyikan keberadaanku, tapi itu menjadi kelemahanku." ucap lelaki itu.
°°°°°°
"jika kita bertiga terpencar, jangan langsung percaya ketika bertemu kembali. Seperti kejadian barusan, musuh akan berubah untuk mendekati kita." ucap jounan.
"ya." jawab dara.
"lalu kita harus bagaimana?" tanya sara.
"kita buat kata sandi jika kita bertemu nanti." ucap jounan.
"kata sandi?" ucap dara.
"dengar, jika kata sandinya salah, bagaimanapun penampilannya, anggap dia sebagai musuh. hanya kukatakan ini satu kali,jadi dengarkan baik baik. kau tanyakan, jurus ninja, "kesempatan ninja" , lalu jawab seperti ini. kesempatan untuk menyelinap saat kerumunan musuh bertengkar. tempat sepi tak punya tempat sembunyi. penting bagi ninja untuk tau saat yang tepat. saat musuh lengah dan lelah." begitu." ucap jounan.
"okelah." jawab sara.
"emmm bisa katakan sekali lagi?" ucap dara yang tidak masuk di otak saat jounan menjelaskan.
"apa?" ucap sara dengan melirik dara.
"sudah kubilang hanya satu kali." ucap jounan.
"apa kau tidak bisa mengingatnya? dasar bego!" ucap sara.
"apa?" ucap dara.
"aku saja bisa langsung ingat!" ucap sara.
"hem aku sudah mengingatnya! hanya untuk berjaga jaga, aku ingin dengar satu kali lagi." ucap dara yang berbohong.
"biar aku yang membawa bukunya!" ucap jounan.
"woi, tunggu,jounan." ucap dara.
plokkkkk
tiba tiba ada sebuah daun yang terjatuh di pipi dara dengan kencang.
"apa itu?" ucap dara.
wuffffffffffffff
angin besar pun langsung datang.
"musuh baru?" ucap jounan.
°°°°
"kalian pergilah ke tempat lain. aku akan maju sendirian." ucap drokage yang baru saja datang.
jounan langsung bersembunyi di belakang dedaunan yang tinggi dan tiba tiba sara datang dari belakang.
"sara!" ucap jounan.
"jounan!"ucap sara sambil berlari ke arah jounan.
"jangan mendekat! sebutkan kata sandinya terlebih dahulu.jurus ninja, "kesempatan ninja!" ucap jounan yang memerintahkan sara untuk menyebutkan kata sandi.
"kesempatan untuk menyelinap saat kerumunan musuh bertengkar. tempat sepi tidak punya tempat sembunyi. penting bagi ninja untuk tau yang saat yang tepat. saat musuh lelah dan lengah." ucap jounan.
"bagus." ucap jounan.
"sakit sekali! woi, semuanya. kalian baik baik saja?" ucap dara.
"dara, tunggu! kata sandinya." ucap sara.
"aku tau! kesempatan untuk menyelinap saat kerumunan musuh bertengkar. tempat sepi tidak punya tempat sembunyi. penting bagi ninja untuk tau saat yang tepat sat musuh lelah dan lengah." ucap dara.
"hufttt." hela nafas sara.
"hem." hela nafas jounan dan langsung melemparkan pisau ke arah dara.
"apa?" ucap dara sambil menghindari pisau itu.
"apa?" terkejut sara.
"apa yang kau lakukan?" tanya dara.
"kali ini orang yang bisa menghindari seranganku?" ucap jounan.
"bicara apa kau, jounan?" ucap sara.
"dara mengatakan kata sandi dengan benar." ucap sara.
"dia bisa mengatakannya, itu masalahnya!" ucap jounan.
"apa?" terkejut sara.
"apa?" terkejut dara.
"apa kau pikir dia benar benar ingat kata sandi sepanjang itu? jika kita menanyakan kata sandinya kepada dara asli, apa menurutmu yang akan dia katakan?" ucap jounan.
"maaf, aku lupa." ucap sara yang mengucapkan perkataan kebiasaan dara.
"lagi pula, gerakannya saat menghindari seranganku benar benar berbeda dari dara! tunjukkan dirimu yang asli, peniru!" ucap jounan.
dara pun langsung tersenyum dan mengeluarkan lidah pedangnya.
"jadi, seperti itu." ucap dara.
buftttttttt
drokage langsung merubah wujud aslinya yang menggunakan topi jerami dengan mata yang seperti ular.
"tapi, jika kau tau dia akan lupa, kenapa tidak membuat sandi yang lebih singkat?" ucap drokage.
"aku tau kau ada di dalam pohon, mendengar pembicaraan kami. jadi, aku sengaja memilih yang panjang." ucap jounan.
"benarkah? ternyata kau tidak lelah atau lengah. ini akan lebih menyenangkan dari pada dugaanku." ucap drokage.
"orang ini terlalu mengerikan! lalu di mana dara?" gumam batin sara.