Ninja Kosaki

Ninja Kosaki
tertelan naga bab 50



"aduhhh sakit sekali! apa? di mana sara dan jounan?" ucap dara yang terbangun karena terpental oleh serangan angin itu.


rrrrgggggg


"itu....besar sekali! ini pertama kali aku melihat naga sebesar ini!" gumam batin jounan.


naga itu langsung menyerang dara.


duarrrrrr


dara dengan cepat menghindari gigitan naga tersebut.


"di belakang?" gumam batin dara.


naga itu langsung melilit tubuh dara.


"ekornya!" ucap dara yang melihat lonceng di ekor naga itu.


naga itu langsung menelan tubuh dara tanpa menguyahkan giginya karena tubuh naga itu terlalu besar tubuh dara pun tampak sangat kecil bagi naga itu.


"akkkhhhhhh!"


naga itu langsung pergi.


drokage mengeluarkan buku dari tas di punggungnya (tanah) sambil berkata." hahahaha kalian menginginkan buku tanah milik kami, 'kan? karena kalian punya buku air."


drokage langsung menaruh buku itu di lidahnya sambil melipat lidahnya ke dalam mulutnya dan menyimpan buku itu di dalam mulutnya itu.


"baiklah, mari kita mulai... pertarungan memperebutkan buku. hidup atau mati!" ucap drokage.


sara dan jounan sentak terkejut setelah melihat drokage memasukkan buku itu ke dalam mulutnya.


sara dan jounan langsung melihat mata drokage. namun, setelah melihat mata drokage tiba tiba mereka berdua terjatuh lemas.


"dimensi?" gumam batin jounan dan tiba tiba ia mual dan muntah.


"tidak, bukan. itu hanya aura pembunuh. apa yang terjadi? menatap matanya saja membuatku memikirkan kematian. siapa Lelaki itu?" gumam batin jounan.


"sara?" panggil jounan.


sara tidak merespon Perkataan jounan karena dirinya sangat terkejut seluruh tubuhnya gemetaran.


"gawat. tidak ada pilihan selain lari. jika tidak, yang menunggu kami adalah... kematian!" gumam batin jounan.


°°°°°°


"oiiiii keluarkan aku! woi!" teriak dara dari dalam perut naga sambil menusuk nusukkan pisaunya di dalam perut naga itu.


"muntahkan aku! sial! tidak mempan." ucap dara yang menusukan pisaunya ke perut naga itu.namun, tidak terluka sedikitpun.


"ada yang lain..." ucap dara yang mengecek isi tasnya.


"eh hanya bubur yang kubawa untuk makan siang!" ucap dara.


nasi itu terjatuh dari genggaman dara.


"tecerna. cepat atau lambat, aku akan tecerna seperti bubu itu." gumam batin dara.


"tidak! keluarkan aku! tolong!" teriak dara.


°°°°


"hahaha sudah tidak bisa bergerak?" ucap drokage.


"dia akan membunuhku! bergeraklah! cepat!" ucap jounan yang berusaha untuk menggerakkan tubuhnya sambil menggerakan tangannya untuk mengambil pisau di sakunya.


setelah pisau itu sudah di pegang olehnya. jounan langsung memaksa tubuhnya berdiri dengan pelan pelan.


"walau hanya pelan saja... bergeraklah!" gumam batin jounan.


"mau apa kau dengan itu?" ucap drokage Sambil berjalan ke arah jounan dengan santai.


"ha? aku tidak bisa bergerak!" gumam batin jounan.


"jangan khawatir, akan kuakhiri dalam sekejap. kau tidak akan sempat merasa sakit." ucap drokage.


"haha aku masih ingin kau menghiburku. sayang sekali." ucap drokage sambil melemparkan pisau ke arah jounan.


crukkkkkk


°°°°°°°°°


"apa aku akan mati di sini?" gumam batin dara.


"guru ramada, tuan pemimpin, kona, guru jozan, sara, jounan. banyak yang terjadi di antara dia dan aku. meskipun selalu bertengkar, kami bekerja sama dan menyelamatkan guru jozan saat melawan zudanza. saat latihan di lapangan, kami saling bersaing dan berlarih memanjat dinding." fikiran dara.


"benar! urusanku dengannya belum selesai! jika hewan ini tidak mau memuntahkanku, akan ku usahakan agar hewan ini memuntahkanku bagaimanapun caranya!" gumam batin dara.


°°°°°


"begitu rupanya." ucap drokage yang tiba tiba jounan dan sara menghilang dan hanya meninggalkan dua pisaunya.


°°°°°


°°°°°°


"dia melukai dirinya sendiri di saat terakhir. dia menyingkirkan ketakutan dengan rasa sakit. sesuai dugaan, dia bukan mangsa sembarangan.


°°°°°°


"futari ni naru!" teriak dara yang mengeluarkan jurus bayangan hampir 20 lebih hingga perut naga itu mengembang dan meledak.


"aku ninja yang akan menjadi pemimpin desa! aku tidak akan kalah dari naga itu!" teriak dara dengan tubuh banyak lendir.


°°°°°°°°°°


jounan menyabut kembali pisaunya yang masih tertancap di bahunya.


"jounan. kau tidak apaa apa?" tanya sara.


dengan cepat jounan langsung menutup mulut sara.


"jika kita tidak cepat pergi dari sini, keberadaan kita di sini akan ketahuan. bagaimana caranya? bagaimana bisa caranya lolos?" gumam batin jounan.


"aku tidak pernah melihat jounan sepanik ini." gumam batin sara.


tiba tiba kepala naga muncul di belakang sara.


sara yang melihat naga itu yang besar langsung berteriak.namun karena mulutnya masih di tutupi oleh jounan akhirnya tidak bisa berteriak keras dan mencoba melepaskan tangan jounan.


setelah tangan jounan sudah lepas sara berkata." jounan, naga!"


jounan sontak langsung menghadap ke belakang dan naga itu pun langsung menyerang jounan.


duarrrrrrr


jounan dan sara dengan cepat menghindari serangan itu.


"sial! aku terlalu panik sehingga tidak menyadari ada naga!" gumam batin jounan.


naga itu kembali menyerang jounan dengan membuka mulut yang sangat lebar.


jounan melihat wajah naga tersebut seperti setengah wajah dengan drokage.


"akhhhhh menjauhlah!" teriak jounan sambil melemparkan 5 pisau ke arah naga itu dan masuk ke dalam mulut naga itu hingga mati.


tiba tiba sedikit demi sedikit munculah tubuh drokage dari dalam tubuh ular itu yang tersobek.


"jangan lengah, meski hanya sesaat. mangsa harus selalu tegang dan berusaha untuk lari di hadapan pemangsa." ucap drokage yang seketika wajahnya berubah menjadi setengah naga.


di saat drokage ingin menyerang jounan tiba tiba pisau datang menusuk pohon yang berada di hadapan drokage.


druk drtuk dtuk


"ha?" terkejut sara dan menoleh ke atas pohon yang lebih tinggi dari pijakan pohon sara.


"maaf, jounan." ucap dara.


jounan langsung menghadap ke atas dan melihat dara yang sedang tersenyum sambil sok keren.


"dara!" teriak sara.


"kata sandinya.... aku lupa!" ucap dara.


"tidak apa apa, dara! kau tepat waktu!" teriak sara.


"hah." hela nafas dara sok keren.


"dara! aku tau kau mencoba keren dan menyelamatkan kami, tapi jangan terlibat! lari saja! dia lebih kuat dari pada kita!" teriak jounan.


"sepertinya kau mengalahkan naga raksasa, dara." ucap drokage.


"dilihat bagaimanapun, dia seperti naga. begitu rupanya, ternyata itu ulah lelaki ini." gumam batin dara.


"kemunculannya untuk menolong tidak pernah membantu. bagaimana ini?" gumam batin jounan.


"oi oi oi oi, tampaknya kau merundung yang lemah saat aku tidak ada! ini saatnya aku, dara yuzande, tiba, akan ku habisi kau!" teriak dara.


"gawat! jika terus begini, kita bertiga bisa mati! bagaimana ini?" gumam batin jounan.


"jounan." gumam batin sara.


"gawat! hanya ini caranya." gumam batin jounan.


"tunggu!" ucap jounan Sambil mengeluarkan buku air itu dari sakunya.


"jika kau ingin buku, akan kuberikan kepadamu. kumohon. ambil dan pergilah." ucap jounan.


"ha!" terkejut dara.


"apa?" terkejut sara.